Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•She Is Mine !!•


__ADS_3

*Kediaman Keluarga Crownsiamoer.


~Kamar Lezzy.


Lezzy meletakan beberapa hasil fotonya bersama Fedrick kedalam box rahasianya yang ada di dalam lemari pakaiannya, saat mendengar pintu kamarnya terbuka.


Lezzy berjalan dan duduk diatas ranjang tidurnya.


“Huft..., aku benci musim dingin! Udaranya megitu sangat menusuk...”


Lezzy terus mengosok-gosokan kedua tangannya, sesekali ia meniup tangannya berharap uap hangat dari hembusan nafasnya bisa membantu menghangatkannya.


Fedrick meraih sebelah tangan Lezzy lalu menuntun Lezzy kedalam pelukannya.


“Kau sungguh membenci musim dingin Lezzy?”


“Sang...at, tidak suka! Karena....."


Lezzy diam, kenangan kejadian itu terulang kembali diingatanya.


"Apa itu menyangkut Orangtuamu?"


"Hm.., dimusim ini aku telah kehilangan kedua orang tuaku, kau tidak tahu Fedrick? Aku selalu kepikiran kenapa hanya mereka saja yang pergi padahal aku juga berada disatu mobil yang sama, rasanya....ini tidak adil. Mereka pergi bersama dan meninggalkanku sendirian, kenapa aku juga tidak ikut mati bersama---"


"Lezzy !!"


Karena asik dengan kesedihannya, Lezzy lupa bahwa masih ada Fedrick untuknya dan ia malah berbicara ngelantur, dengan berharap dirinya bisa ikut pergi bersama mendiang Orangtuanya.


"Ma-- maaf, aku tidak ber...bermaksud seperti itu."


Fedrick meghela nafasnya yang begitu terpaksa, ada rasa bersalah karena tadi ia terlalu meninggikan nada bicaranya, tapi ia juga tidak suka dengan kalimat terakhir Lezzy yang membuatnya risau dan takut.


“Kau tidak tahu Lezzy, sebenarnya pertemuan kita juga berawal dari musim dingin..”


Lezzy menatap Fedrcik, memangnya mereka pernah saling bertemu bukannya hanya lewat mimpi saja?


“Fedrick, aku ingin tahu bagaimana bisa kau memilihku, dan sebenarnya apa kita pernah bertemu?”


“.........Kau ingin tahu?”


Pertanyaan Fedrick langsung ditanggapi dengan anggukan Lezzy. Fedrick menatap mengingat kembali kejadian 210 tahun yang lalu.


“Pertemuan pertama kita terjadi 210 tahun yang lalu...”


“2..210 tahun yang lalu? Apa aku seorang yang telah berengkarnasi?”


Fedrick tertawa kecil lalu membelai wajah Lezzy sembari menggeleng pelan.

__ADS_1


“Bukan, 210 tahun adalah usia aslimu di Darkness World, saat itu aku masih ingat dengan sangat jelas. Kau yang masih berumur 7 bulan duduk manis tanpa rasa takut ditengah hutan saat musim dingin mulai menjatuhkan butiran saljunya. Saat itu ada banyak sekali hewan rusa yang mengelilingimu tapi kau tidak menangis dan malah menikmati suasana disana, dan kau tahu hal yang paling membuatku jatuh hati padamu? Adalah saat kau tertawa dan menggenggam jemariku, mata birumu menghantarkan perasaan hangat yang telah hilang, To iliako Fos benar saat ia mengatakan akan hadir seorang Mate yang akan mengisi kekosongan hatiku selama bertahun-tahun....”


“Tunggu! Itu tidak masuk akal?! Diriku ada dihutan Darkness World dengan usia yang masih dini, Fedrick kau yakin tidak salah mengenal orang?”


“Tentu tidak Lezzy, hari itu aku terlanjur jatuh hati padamu, perasaan obsesi untuk memilikimu membuatku melakukan ritual penandaan Mate dengan memberikan dua tetes darahku kepadamu, namun penandaan itu belum sempurna karena aku belum memium darahmu, aku tidak mungkin melakukannya karena kau masih bayi. Lagi pula dihari itu juga aku harus berpisah denganmu selama 210 tahun, dan kini disaat kita telah bersama aku tidak mau kehilanganmu kembali....”


“Fed-- Fedrick, kurasa kau salah paham. Mungkin saja bayi itu bukan aku, kau tahu aku seorang Manusia lagian sejak kecil Aku sudah ada disini dan..dan----”


“Lezzy! Percayalah......, selama ini aku selalu memperhatikanmu. Kali ini biarkan kita tetap bersama, jangan pergi lagi Lezzy.”


Lezzy diam, ia masih bingung dengan apa yang dikatakan Fedrick.


Jika bayi itu adalah dirinya lalu siapa orangtua Lezzy yang sebenarnya, kenapa ia bisa ada di Bumi? Apa mereka membuangnya.


“Mereka tidak membuangmu Alice, tapi semua dilakukan untuk melindungimu..., ingatlah jati dirimu dan peran yang harus kau lakukan. Percayalah kepadanya, semua yang dikatakannya adalah kebenaran, Yang Mulia Lord adalah pasangan yang ditakdirkan untukmu.....”


Keraguan Lezzy hilang setelah mendengar penjelasan Luna, ia menutup matanya berusaha menghilangkan semua rasa ke bimbangannya.


Lalu ia menatap Fedrick jemari lentiknya membelai lembut pipi dingin Fedrick, meski ia masih penasaran dengan kehidupannya tapi biarkan itu terjawab dengan sendirinya.


Lagi pula sekarang ia lebih bahagia bersama Fedrick.


“Aku percaya padamu Fedrick, biarkan takdir yang menuntun. Lalu kita tinggal hadapi semua masalah secara bersama......”


“Kalau begitu bisakah kita menyempurnakan penandaan Mate, Lezzy?”


ucap Fedrick berbisik lembut ditelinga Lezzy.


“Seperti yang aku bilang, aku akan meminum darahmu lalu aku juga akan memberikan darahku kepadamu. Ritual ini juga sama halnya dengan pernikahan untuk menandai bahwa kau adalah milikku seorang....”


“Kau-- kau akan meminum darahku! Apa itu sa-- sakit?”


“Yaa, mungkin? Tapi rasa sakit itu hanya sebentar...”


"Kau tidak boleh melebihi 100 CC darahku loh!"


Tergambar kerutan rasa cemas diwajah Lezzy, membayangkan bagaimana darahnya dihisap oleh kaum Demon, sepertinya cukup menyeramkan.


“Baiklah, jika kau belum siap tidak masalah. Aku juga tidak akan memaksamu sebaiknya kau tidur...”


“Aku...., berse..dia.”


“Kau yakin? Lebih baik kita lakukan setelah kau siap saja...”


“Tidak! Aku sudah siap.....”


Fedrick menyingkirkan helaian rambut Lezzy yang menutupi sebelah kanan leher Lezzy, indra penciumannya telah aktif dan membangkitkan hasrat Iblisnya saat mencium aroma manis dari tubuh Lezzy.

__ADS_1


Fedrick tatap lagi Lezzy memastikan apa Lezzy benar-benar sudah siap, mengerti maksud Fedrick Lezzy tersenyum sebagai jawaban bahwa Ia sudah siap.


Fedrick memulai memberikan sensasi lembut pada leher Lezzy, membuat Lezzy melenguh pelan. Namun suara lembut itu berubah menjadi rintihan sakit saat kedua taring runcing itu berhasil menembus kulit porselin Lezzy, membuat darah kental mengalir dari celah gigitan Fedrick.


"Fed-- Fefrick, sa..sakit!"


Lezzy mengeratkan pelukannya saat rasa sakit itu kian semakin perih, air mata Lezzy tidak berhenti mengalir.


Setiap darah yang terus mengalir kedalam tubuh Fedrick terasa begitu luar biasa, Fedrick juga merasakan kekutannya bertambah kuat, ia bisa merasakan sosok lain yang sama kuat dengannya berada pada diri Lezzy.


‘Sepertinya, kau sudah bertemu dengan To Fos Tou Fengariou Lezzy.....’


Fedrick menghentikan aksinya, walau tidak banyak ia meminum darah Lezzy namun itu cukup membuat Lezzy lemas.


Lezzy bersandar pada dada bidang Fedrick sembari mengatur nafasnya yang mengalun dengan sangat lemah, beberapa bulir keringat menghiasi wajah Lezzy.


Hingga pandangan Fedrcik berubah tajam, disaat lambang ukiran rumit bunga mawar merah kembali muncul dan bergerak pindah tepat dibagian bekas gigitan Fedrick, luka bekas gigitan telah tertutup.


Dan berganti dengan lambang lingkaran bertuliskan nama Fedrick dalam bahasa latin, dikelilingi ukiran rumit bunga mawar.


Fedrick sendiri masih bingung dengan lambang itu, biasanya saat kaum/ras yang melakukan penandaan Mate tidak akan pernah meninggalkan sebuah lambang, melainkan dua garis berwarna merah sebagai tandanya.


“Fed-- Fedri..ck”


Mendengar suara Lezzy, Fedrick pun tersadar. ia hampir lupa untuk memberikan daranya kedapa Lezzy. Fedrcik menggigit ujung bibir dalamnya lalu menyerap dan mengumpulkan daranya di dalam mulutnya, ia menuntun Lezzy untuk menciumnya agar mempermudah Lezzy meminum darahnya.


Lezzy merasakan tubuhnya panas saat dirasa darah Fedrick mengalir ke seluruh predaran darahnya, mata Savier birunya kembali bercahaya dengan begitu pekat.


Lambang bulan sabit sebagai Vasilissa terukir jelas dikeningnya, begitu juga dengan lambang penguasa tertinggi Fedrick yang muncul dikeningnya kembali.


Tiba-tiba suara guntur dan petir saling bersaingan dengan dahsyat dilangit kota Sydney, angin bertiup dengan sangat kencang hingga membuat semua jendela terbuka membiarkan gorden menari dengan begitu liar.


Seolah alam bersorak ria mengetahui telah muncul dua pasangan penguasa tertinggi.


Seketika seluruh tanaman di kompleks rumah Lezzy mulai hidup, tumpukan crystal salju mencair dan berubah dengan tumbuhan hijau.


Kedua mata Lezzy kembali menutup, lambang bulan sabit telah menghilang, melihat itu Fedrick menatap jendela yang terbuka lebar menampilkan lingkungan luar yang telah menghijau.


“Kembali ke kondisi semula, belum saatnya kalian beralih musim!”


Fedrick bertitah, dan seketika dedaunan kembali gugur, beberapa tanaman yang tumbuh disekitaran kompleks, layu dan mati. Badai salju ringan menjadi saksi bisu untuk menutupi kejadian tadi. Fedrick menatap Lezzy, membelai wajah mulusnya dengan begitu lembut.


“Maaf Lezzy, aku tidak memberitahumu bahwa penandaan Mate ini juga akan merubahmu menjadi makhluk abadi seperti kami, tapi itu tidak akan mengubah fakta bahwa kau memang memiliki keturunan setengah Dewi...”


ucapnya dengan rasa bersalah.


Lalu Fedrick membuka portal dimensi dan membawa Lezzy untuk kembali ke dunia Darkness World.

__ADS_1


--_o0o_--



__ADS_2