
Tokk...Tokk...Tokk
"Siapa?"
"Saya Auriel Putri, apakah anda sudah siap Yang Mulia?"
"Kalian boleh masuk."
Ariel dan Auriel melangkah masuk diikuti Styvn dan satu wanita cantik yang sangat asing bagi Lezzy, Ariel dan Auriel mengikuti arah pandang Lezzy lalu tersenyum.
"Putri Lezzy, saya perkenalkan dia adalah Adik perempuanku."
Ucap Styvn sembari membungkuk kecil memberi hormat.
"Salam Yang Mulia, nama saya Elinna More Lawier. Saya akan menjadi pelindung anda selama acara berlangsung Putri."
Lezzy melihat Putri dari bangsa Elf itu dengan tatapan terpesona, tubuhnya yang ramping rambut panjang berwarna pirang, kulit putih dan bersih serta bola mata berwarna ungu.
Lezzy benar-benar sedikit iri dengan kecantikannya yang sangat alami bagaikan seorang Dewi.
"Putri?"
"Eh, s-senang berkenalan denganmu, Elinna."
"Jika anda sudah siap, kita akan menuju Aula Utama."
"Baiklah, aku sudah siap."
Ariel membantu Lezzy memakai tudung kepala berwarna salem yang menutupi semua wajahnya, dan segera pergi ke aula dimana dia dan Fedrick akan berucap janji suci.
-o0o-
Mereka sampai di depan pintu besar berwarna emas, beberapa pengawal berjumblah banyak berjaga sepanjang lorong Istana hingga di depan pintu.
Para penjaga pintu membungkuk memberi hormat kepada Lezzy, lalu perlahan membuka pintu membuat deritan keras dari engsel pintu.
Lezzy menarik nafas dalam lalu menghembuskannya kembali, ia membungsungkan dada.
Dagunya ia angkat sedikit, Lezzy belum bisa melihat Aula dalam karena masih tertutup tirai bunga persik berwarna unggu muda.
"Jangan khawatir Alice, aku akan memandumu."
Olyfia terbang mengelilingi Lezzy, ia tersenyum lembut dibalik tudungnya.
Lalu Olyfia bersiul tak lama muncul beberapa burung merpati putih, 6 burung merpati mengangkat tudung kepala Lezzy yang begitu panjang disisi kanan dan kiri.
"Yang Mulia Putri, Pricilia Lezzy Crownsiamoer. Akan memasuki Altar Suci !"
__ADS_1
Ucap Ajudan penjaga pintu dengan suara lantang.
Tirai bunga persik terangkat dengan pelan, alunan musik menyambutnya dengan nada lembut, Olyfia memberi isyarat dengan anggukan kecil lalu terbang di depan Lezzy.
Lezzy menarik napas sekali lagi lalu ia mulai melangkah dengan anggun diatas red carpet yang terbentang lurus.
Disisi kanan dan kiri terdapat para tamu undangan berbaris tertib sembari menatap Lezzy, sesekali mereka berfikir dan mencoba menebak wajah permaisuri Lord yang sangat mysterius.
Rasanya bila ditatap dengan begitu intens malah membuat Lezzy semakin tambah gugup, ia takut jika adegan yang memalukan di film-film malah terjadi padanya, misalnya saat ia berjalan dengan gaun panjang, hak sepatunya terselimpat gaun dan terjatuh dengan memalukan, kan tidak lucu.
Lezzy kembali mencoba fokus, ia menatap Fedrick yang sedang berdiri dengan gagah diatas singgasananya.
Pakaian kebangsawanan berwarna hitam, jubah panjang berwarna merah dan beberapa aksesoris raja berwarna emas menggantung di pakaiannya, apa lagi mahkota berwarna emas dengan beberapa berlian merah dan hitam, terpasang dengan gagah diatas kepala Fedrick menambah auranya sebagai sosok penguasa.
Fedrick turun dari singgasananya dan menjemput Lezzy, ia mengulurkan tangannya. Lezzy tersenyum dan menggapai tangan kekar hangat Fedrick lalu berjalan bersama menaiki tangga menuju Altar Suci.
Tetua Carlie berdiri dihadapan mereka sebagai pemandu upacara pernikahan, Lezzy mengeratkan genggamannya pada lengan Fedrick dirinya benar-benar gugup.
Seketika suasana menjadi sunyi menunggu momen yang paling ditunggu disetiap upacara pernikahan.
"Pada abad ke-20 dunia Darkness World, Yang Mulia Lord Fedrick William Lorddark's. Sebagai Tetua Darkness World, Saya Carlie De Haurtmen bertanya, apakah Yang Mulia Lord bersedia menerima Yang Mulia Putri Lezzy sebagai Istri anda?"
"Aku bersedia menerima Putri Lezzy, Mateku. Sebagai Pendamping hidupku!"
"Yang Mulia Putri Pricilia Lezzy Crownsiamoer. Apakah anda bersedia menerima Yang Mulia Lord sebagai Suami, dan akan selalu berbakti kepadanya?"
Tetua Carlie memberikan belati emas kepada Lord, Fedrick mengambilnya lalu menyayat telapak tangannya membiarkan darah segar mengalir, lalu menetes deras kedalam cawan emas yang ada di hadapan mereka.
Seketika luka pada sayatan ditelapaknya kembali menutup.
Fedrick melangkah menaiki dua anak tangga, lalu berdiri tepat dihadapan Lezzy sembari melepas tudung kepala yang menutupi wajah jelita Istrinya dan memberikannya kepada pelayan.
Ariel dan Auriel yang sedari tadi berdiri dilantai bawah, ikut naik dan berdiri di sisi kanan dan kiri Lezzy, kemudian menuntun Lezzy untuk sedikit bertekuk lutut dengan lembut lalu membiarkan Lezzy meminum pelan darah Fedrick.
Awlnya ia menolak mengenai upacara penobatannya dengan meminum darah Fedrick, tapi entah mengapa saat ia meminum tidak ada rasa anyir dari darah dan semerbak bau, melainkan Lezzy ‘menikmatinya’.
Alberd datang dengan membawa nampan Emas yang terdapat sebuah Mahkota, kemudian Fedrick mengambil Mahkota tersebut dan kembali melihat Lezzy yang tengah menundukan wajahnya.
“Aku, Fedrick William Lorddark’s. Raja diatas segala Raja, penguasa tertinggi dunia Darkness World. Mengangkat Permaisuri Pricilia Lezzy Crownsiamoer, sebagai Queen, dengan gelar Queen Alicia Of Wisdom yang berarti Ratu dengan penuh Kebijaksanaan, dan akan menjadi Ratu penguasa dunia Darkness World.”
Ucap Fedrick dengan suara yang lantang dengan disambut tepuk tangan yang meriah oleh semua tamu undangan.
Lalu Fedrick meletakan mahkota itu diatas kepala Lezzy menandakan bahwa dirinya telah sah dan layak sebagai Istri dan Ratu yang sebanding dengannya.
Fedrick menuntun Lezzy untuk menaiki anak tangga yang membuat kedua pasangan itu kini berada diatas singgasana.
Semua makhluk yang ada di dalam Istana maupun luar Istana bertekuk lutut memberi hormat kepada penguasa sempurna Darkness World.
__ADS_1
“Kami memberi hormat kepada, Yang Mulia Lord Fedrick dan Yang Mulia Queen Alicia.”
Lezzy menggenggam erat lengan Fedrick, mata Savier nya bercahaya semakin membiru, lambang bulan sabit sebagai Dewi Alice terukir dengan permanen dikeningnya.
Semua kaum menatap dengan penuh terpesona dan kagum melihat sosok jelita Ratu Darkness World, dengan keanggunan yang membawa aura lebih berwibawa.
“Apa aku sudah bisa melakukannya?”
Fedrick bertanya kepada Tetua Carlie.
“Eh? Emm, Yang Mulia sudah bisa melakukannya sekarang.”
Lezzy menatap bingung mendengar pembicaraan Fedrick dengan pria tua yang ada dibawah.
“Apa, kau ingin melakukan sesuatu, berdan..sa?”
Fedrck meraih dan mencium harum dari helaian rambut Lezzy, lalu ia menatapnya dengan penuh makna.
“My Queen, pernikahan ini belum sempurna jika tidak ada penutup dari kita.”
Jemari Fedrick bergerak dan membelai dagu mungil Lezzy, seketika Lezzy tersadar apa yang kurang dari acara pernikahan, dengan pelan ia menggelengkan kepalanya memberi syarat untuk tidak melakukannya di depan umum.
Tapi Fedrick tidak akan pernah menolak unutk bagian yang paling ia tunggu.
“Sebaiknya kau tidak menolaknya, atau kubuat kau.. tidak akan bisa tidur malam ini Istriku.”
Bisik Fedrick dengan nada menggoda di daun telinga Lezzy, medengar itu membuat wajah Lezzy merona malu, degupan jantungnya begitu cepat seakan ingin meledak.
Lebih baik ia menuruti bagian yang ini dari pada harus menuruti Fedrick bermain liar diatas...., oky cukup jangan dibahas lagi.
Fedrick menipiskan jarak diantara dirinya dengan Lezzy, mencium lembut bibir ranum yang begitu sangat menggoda.
Fedrick melirik Lezzy yang tengah menutup matanya menikmati kehangatan yang Fedrick berikan, ulasan senyum kecil terlukis diwajahnya.
Semua penantiannya terbayar dihari ini. Fedrick telah memilik Lezzy sepenuhnya dan tidak akan pernah melepaskannya, sekarang urusannya tinggal menghabisi Katastrofi dan pembrontak lainnya.
Melihat kemesraan pasangan penguasa Darkess World membuat para tamu bertepuk tangan dan tersenyum bahagia. Mereka khawatir bila selama Lord memimpin tidak akan ada sosok Queen yang memimpin, mengingat sikap dingin dan kejamnya Lord bahkan selama hidupnya Ia tidak pernah membuka hatinya untuk wanita mana pun.
Tapi setidaknya hari ini rasa khawatir itu sirna melihat Ratu Lezzy berdiri disebelah Lord.
Fedrick kembali menatap para tamu bangsawan.
“Aku menghargai kehadiran kalian semua, kuperkenankan kalian untuk menikmati pesta pernikahanku dan penobatan Ratuku pada malam ini, bersenang-senanglah.”
--_o0o_--
__ADS_1