Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•DREAM II ???•


__ADS_3

Lezzy membuka perlahan kedua matanya, ia menatap sekelilingnya yang begitu membingungkan, dirinya bangun ditengah hutan yang sepi.


Apa dia tersesat lagi padahal dia baru saja kembali, Lezzy menatap gaun tidurnya yang berwarna peach seingatnya dia sedang tertidur.


Apa dia sedang bermimpi?


Tapi hutan kali ini berbeda dengan hutan saat ia tersesat, semua daun yang ada dipohon dan rumput bercahaya hijau, bunga-bunga menghias dipenjuru hutan dengan warna yang berbeda.


Cahaya kecil berwarna kuning terbang menari dengan bebas, sepertinya mimpinya kali ini sedikit normal dari pada sebuah teka-teki.


Lezzy berjalan menelusuri hutan, beberapa kali burung dan rusa berwarna silver keperakan menghampirinya, akhirnya dari semua mimpi anehnya dirinya bisa merasakan mimpi indah.


“Tolong!!”


Lezzy mengedarkan pandangan dan pendengarannya, ia mencoba mencari sumber suara itu.


Suara itu kembali terdengar dengan begitu jelas, Lezzy berjalan setengah berlari saat ia menemukan asal suara itu.


Dan saat Lezzy melihat seorang wanita dengan baju bangsawannya tengah terduduk ditanah, dan beberapa darah menyelimuti tubuhnya, Lezzy mencoba mendekat kearahnya.


“Kau baik-baik saja?”


“Triantafyllo tis Aioniotitas, harus diselamatkan. Mereka tidak boleh mendapatkannya cari dan amankan, aku mohon.” Ucapnya dengan nada lirih.


“Apa maksudmu, aku tidak mengerti apa itu Triantafyllo tis Aioniotitas ?”


“Itu adalah salah satu Crystal yang memiliki kekuatan kehidupan, bentuknya berupa mawar hitam. berjanjilah untuk mendapatkannya, kaulah yang terpilih jangan biarkan Darkness World hancur kembali.”


“Aku berjanji akan mendapatkannya, sekarang kita harus mencari bantuan untuk lukamu...”


“Tidak! Sudah tidak ada waktu, kau harus pergi mereka akan segera tiba.”

__ADS_1


“Lalu bagaimana denganmu?”


“Aku akan baik-baik saja, cepat pergi!”


Lezzy berjalan menjauh ia sempat menengok kebelakang, melihat wanita yang hampir merenggang nyawa tersenyum penuh makna.


Lalu kembali berlari, hingga sebuah suara teriakan penuh penderitaan terdengar dari arah belakang, Lezzy berhenti sepertinya wanita itu sedang tersiksa.


'Aku harus menolongnya.'


“Jangan kembali Alice, cepat pergi!”


Lezzy tersentak dengan suara yang sama persis saat menolongnya ditengah hutan.


“Cepat lari, dia telah mengetahui keberadaanmu!”


“Siapa yang kau maksud?”


“Aku akan dibunuh?”


“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, pokoknya kau harus pergi Alice. Cepat dia hampir mendekat!”


Lezzy berlari sekuat yang ia bisa, angin berhembus kencang hutan yang indah telah berubah menjadi layu dan mati.


Burung dan beberapa rusa mati tanpa sebab, hawa kegelapan memburu Lezzy dibelakang sana.


Lezzy terus berlari rasa mimpi ini begitu sangat nyata ia merasakan bahwa seakan dirinya memang benar sedang diburu untuk dibunuh, Lezzy menatap kearah belakang sembari berlari Ia melihat sosok hitam dengan wajah yang menyeramkan sedang mengejarnya.


‘Oh Tuhan, kejadian apa lagi ini!!’


Rasa tukut menyelimuti Lezzy, degupan jantungnya kian berpacu cepat saat sosok itu semakin dekat dengannya.

__ADS_1


Dirinya menerobos semak belukar yang mulai menyayat kulitnya memberikan rasa perih yang begitu nyata, tapi itu sudah tidak ia pedulikan hingga Lezzy terjatuh berguling menurun hingga tubuhnya berhenti saat menabrak sebuah batu.


Bajunya kotor penampilannya sangat berantakan, Ia merintih sakit pada luka disekujur tubuhnya dan tubuhnya menegang ketakutan saat sosok itu sudah dihadapnya.


“Menjauh dariku!”


Sosok itu melangkah maju menipiskan jarak diantara mereka. Lezzy semakin bergetar takut saat sosok itu mengeluarkan sebuah pedang panjang berwarna hitam, dengan sebuah Crystal merah diujung gagangnya.


Darah masih mengaliri pedang itu dan menetes tepat di baju Lezzy, sepertinya pedang itu digunakan untuk membunuh wanita tadi.


Lezzy berusaha memberontak saat sosok itu memegang kuat lehernya, napasnya menjadi sesak.


Pedang itu terarah tepat didadanya.


Membuat Lezzy semakin bergerak liar untuk bisa melepaskan diri.


“Kau seorang Aliki Vasilissa, dirimu tidak boleh hidup. Setelah aku membunuhmu, aku akan membunuh Lord lalu dirikulah yang akan berkuasa disini, jadi matilah Yang Mulia Ratu Alice!!!”


Pedang itu terangkat, bersiap menikam jantung Lezzy.


Nafas Lezzy semakin tipis pandangannya mengkabur, air mata menuruni pipinya, lalu pedang itu mulai bergerak kebawah dengan cepat.


“Arghhhh!!!”


“LEZZY!!!”


 


--o0o--


__ADS_1


__ADS_2