Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•The King Vampire Acts•


__ADS_3

'Lindungi Yang Mulia Queen, walau nyawa taruhannya!!’


“Yang Mulia Queen, mohon maaf atas ketidak sopanan Saya.”


Prang!!!


Belum sempat mencerna ucapannya. Auriel merangkul pinggang Lezzy, lalu membawanya melompat keluar jendela kamar yang berada dilantai atas. Lezzy merasakan tubuhnya melayang membiarkan udara mengelilinginya, lalu jatuh kebawah mengikuti grafitasi.


Sebelum mereka menyentuh kedasar tanah, Auriel membuat pola sihir diikuti datanganya air dalam jumlah banyak, dan melindungi mereka bagaikan gelembung air yang terbuat dari jeli.


Lezzy masih mengatur degupan jantungnya dengan aksi nekat yang begitu mengejutkannya.


“Anda baik-baik saja, Yang Mulia?”


“Yahh kuh..harap itu tidak terjadi lagi.”


“Maaf Yang Mulia, tapi sepertinya itu akan terjadi lagi.”


“Hah?!"


Auriel tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya, lalu melirik jendela kamar Lezzy, beberapa kilatan cahaya dari sihir memenuhi ruangan itu menandakan Ariel masih bertarung menahan Kristof untuk tidak mengerjar.


‘Kau harus menemui kami Ariel.'


Auriel kembali menarik tangan Lezzy untuk berlari meuju sisi taman. Seperti dugaan Auriel jika si King Vampire bisa masuk sendirian ke ruangan Ratu, bukan berarti ia tidak membawa anak buahnya.


Berjarak 12M didepan mereka berdiri sekitar dua puluh kaum Vampire berlari menerjang mereka dengan kecepatan penuh.


Senyuman sinis terukir diwajah Auriel.


“Mungkin saat ini aku menjadi seorang pelayan, tapi bukan berarti seorang Auriel tidak pernah menginjakkan tanah peperangan.”


Auriel melepas genggamannya dan berhenti, seolah menunggu serangan kaum Vampire, Lezzy bingung kenapa Auriel berhenti berlari lalu seketika mereka dikelilingi pola sihir yang cukup besar, membuat sekumpulan air bagaikan ombak air laut dan menghantam kuat musuh membuat para Vampire terbanjiri air.


Lezzy menatap terkejut disaat Auriel yang tadi di depannya kini melayang berada diatas udara, tatapannya begitu menusuk rasanya Auriel adalah orang yang berbeda sosok lain yang belum Lezzy ketahui.


“Kalian terlalu lemah!!”


PAK!


Auriel menyatukan kedua telapak tangannya membuat beberapa kilatan listrik memekik denga suara yang begitu nyaring, ia tarik tangannya membuat sihir listrik semakin membesar.


“Astrapi! "


Listrik itu menyambar menyatu dengan air dan membunuh hingga membuat dua puluh Vampire hancur menjadi kepingan debu kecuali Lezzy, lalu Auriel kembali turun dan menarik Lezzy unuk tetap berlari.


Ini pertama kalinya Lezzy berada di tengah pertarungan yang begtu kejam, tapi ia tidak akan heran karena saat ini Lezzy bukan dibumi dengan kata lain, sudah pasti semua makhluk disini akan memilki keuatan yang bisa membunuh seseorang dalam sekekejap.


“Apa kita akan pergi ke kota Zainthor dan menemui Yang Mulia?”


“Akan terlalu berbahaya untuk membawa Ratu kesana, Lord pasti tidak akan menyukainya.”


“Lalu?”


“Taman bunga yang disediakan Lord memiliki pelindung khusus, hanya orang-orang yang di izinkan saja yang bisa memasukinya, karena Lord hanya mau taman itu untukmu Ratu.”


BAAM!!


Sekali lagi Auriel menghantam dan menghajar pasukan Vampire yang mencoba menghalangi mereka. Namun jumblah mereka semakin membanyak mendorong Auriel semakin tersudutkan, Auriel melirik Lezzy akan terlalu berbahaya untuk membawa Ratu tetap bersamanya.


“Yang Mulia lari lah terlebih dahulu, saya akan menahan mereka.”


“Mereka terlalu banyak, bagai--"


“Janga khawatir, saya tidaklah lemah Yang Mulia.” Ucap Auriel sembari tersenyum.


Namun senyuman itu terlihat jelas dimata Lezzy, bahwa ia sedang berfikir untuk megalahkan mereka yang jauh lebih unggul. Tapi Lezzy juga tidak bisa melakukan apapun ia mencoba bersikeras mengfokuskan dirinya, berharap kekuatannya benar-benar kembali.


Tapi semua kembali sia-sia tidak ada yang berubah.

__ADS_1


“Luna, Luna! Kau mendengarku? Luna! Sial bahkan Luna pun tidak merespon.”


BOOM!!


“Auriel !!!”


--o0o--


Trang!


Crashh.......


BRAK!


BOOM !!!


“Uhuk !”


Darah mengalir dari sudut bibir Ariel, nafasnya mengalun dengan begitu terburu-buru.


Meski ia adalah petarung tingkat tinggi bukan berarti ia memiliki kekuatan yang seimbang untuk seorang Raja.


Ruang kamar yang selalu ia rapihkan untuk kenyamanan Lord dan Queen, berantakan tak berbentuk bebeberapa bulu berhamburan. Bahkan ornamen pajangan hancur menjadi kepingan.


“Kau tidak sebanding denganku!” ucap Kristof.


“Ini lucu, seorang King Vampire mencoba melawan Lord padahal dirinya hanya Raja yang lemah, uhuk..uhuk....!! Bahkan kau selalu takut jika Tuan Briant mengancammu!”


“Beraninya kau! setelah kuhabisimu akan kubunuh juga saudara kembarmu!”


Kuku runcing Kristof mencakar secara brutal membuat meja dan dinding menjadi tercabik dan hancur. Ariel terus menahan semua serangan Kristof, hanya bertameng belati piasunya mencoba menahan kuku tajam Kristof agar tak mencabiknya.


Pertarungan berlangsung sudah lama setidaknya ini sudah cukup mengulur waktu untuk menuju ke taman.


Kristof terus menekan Ariel lalu tangan kirinya terangkat membuat sihir api, dan bersiap memanggang habis salah satu prajurit terkuat kaum Merrmaid.


Ariel berusaha melawan tapi sejak tadi ia terus mengeluarkan kekuatannya membuat energi Manna-nya terkuras banyak, tangan Kristof masih berada diatas mulai bergerak dengan kecepatan penuh.


Kristof terlempar hingga menabrak dinding Kerajaan, Ariel jatuh kelantai sembari mengatur nafasnya, ia menajamkan tatapannya yang sedikit mengkabur lalu ia bernafas lega saat Elinna berdiri tepat dihadapannya.


“Sepertinya aku terlambat.”


Ucap Elinna dingin.


“Apa kau dikirim olehnya untuk membantu?!”


“Menurutmu?”


“Putri Elinna, sebaiknya kita segera menuju ke taman.”


Elinna melirik Ariel, lalu ia menarik busur panah dan beberapa panah itu bergerak cepat kearah Kristof.


Dengan kukunya yang tajam Kristof memotong anak panah tersebut menjadi beberapa kepingan. Saat ia sibuk melindungi diri, Kristof tidak sadar bahwa Ariel dan Elinna sudah menghilang.


Ia tersenyum sinis mau bagaimana pun tak-tiknya mereka tidak bisa melepaskan diri.


“Kau sunggu wanita licik Elinna!!"


“Yang Mulia, sesuai rencana mereka menuju ke taman bunga.”


Ucap Wilson datang disebelah Kristof.


Kristof tersenyum menang lalu dia berdiri diatas balkon kamar, matahari terasa berat untuk menunjukan sinarnya, langit gelap berkelabu seolah berkabung atas apa yang telah dilakukannya. Tapi Kristof tetap tidak akan menyesalinya jika sudah dilakukan kenapa masih takut.


Hanya ada empat kata dalam prioritasnya saat ini.


‘Kau milikku Ratu Lezzy.’


--o0o--

__ADS_1


Auriel menebas para pemberontak Vampire dengan pedang sihirnya, membuat mereka hangus tak berwujud, Ia memengang perutnya yang terus mengeluarkan darah akibat serangan tiba-tiba tadi.


Masih belum ada tanda-tanda kehadiran Ariel maupun Elinna, apa mereka masih kesulitan?


Tinggal sedikit lagi dan ia akan membawa Ratu Lezzy ketempat aman, Auriel terus menarik tangan Lezzy sembari menghajar para pemberontak.


Sekarang ia mengerti semua serangan Carlitos di kota Zainthor hanya lah pengalihan agar Kristof bisa memisahkan lord dari sisi Lezzy.


“Yang Mulia Ratu kau baik-baik saja?”


Elinna dan Ariel datang tepat waktu, Lezzy sedikit lega karena mereka baik-baik saja.


Elinna menatap para pemberontak lalu bergumam kecil dan seketika mereka semua pergi seolah tidak memperdulikan misi pertama mereka.


“Apa yang kau katakan pada mereka?” tanya lezzy.


“Aku memberikan sihir ilusi, untuk sementara kita aman. Ariel kau masih bisa bertahan?”


Ariel mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Elinna, Elinna tampak berfikir lalu kembali menatap Ariel dengan antusias.


“Pergilah ke kota Zainthor, beritahu semua keadaan disini kepada Lord.”


“Tapi King Vampire masih ada disini.”


“Jangan khawatir, masih ada aku dan Auriel disini.”


Ariel menatap Lezzy lalu ia tersenyum akan lebih baik jika Lord ada disini, dengan sigap Ariel melangkah pergi dengan melompat dari bangunan satu kebangunan yang lain.


Melihat Ariel telah pergi Elina mengajak Lezzy dan Auriel menuju taman, sejak mereka melewati batas Castle barat suasana menjadi hening, suara keributan yang saling berperang hilang.


Awan kelabu memenuhi langit seolah menghalangi jalannya sinar mentari.


Auriel menajamkan indranya mengawasi jika ada serangan tiba-tiba dari musuh, lalu ia berhenti karena menyadari ada sesuatu yang tidak beres.


“Tunggu!”


ucap Auriel sembari menajamkan matanya.


“Ada apa Auriel?” tanya Lezzy.


Auriel melangkah maju berdiri tepat di depan Lezzy, ia menatap curiga dengan lingkungan ini.


Lalu berbalik saat merasakan aura sosok yang begitu ia kenal datang dari arah belakang.


Boom!


Wushhh


“Akhirnya aku mendapatkanmu, Queen Alicia."


Ucap King Kristof saat dirinya sudah berada dibelakang Lezzy sembari memeluknya, Lezzy tersadar lalu mencoba memberontak namun cengkraman Krstof jauh lebih kuat bahkan sangat menyakitkan, Kuku runcingnya mencengram degan begitu sadis membuat goresan luka pada kulit lengan Lezzy.


“Lepaskan Yang Mula Ratu, atau aku akan mem---"


CRASHH..!!


Auriel kehilangan keseimbangannya, punggungnya berdenyut sangat perih serasa memotong tulang belakangnya.


Auriel jatuh ketanah lalu ia menatap kebelakang dan menatap terkejut begitu juga dengan Lezzy.


Elinna menebas Auriel menggunakan pedangnya, membuat goresan fatal yang berujung dengan luka mematikan pada titik lemah kaum Merrmaid. Wajah polos dan lugu telah hilang dari kejelitaanya dan berubah menjadi penuh kelicikan dan sinis, mata ungunya menatap dengan sangat tajam ulasan senyum penuh kepuasan tertarik dengan sangat lebar dibibirnya.


“Elinna kau seorang pengkhianat!!”


ucap Auriel disetengah kesadarannya.


"Elinna? Bukan, tapi yang benar adalah Wisteria Erca. Hahaha....”


ucapnya sinis dengan nada yang begitu bahagia, seolah puas dengan semua rencana kebohongannya.

__ADS_1


--_o0o_--



__ADS_2