Queen Of Rulers From Another World

Queen Of Rulers From Another World
•Punishment For Traitors !!•


__ADS_3

Tap…Tap…Tap….


Fedrick berjalan memasuki lorong-lorong penjara bawah tanah, langkahnya menjadi alunan menyeramkan pada malam hari bagi para tahanan.


Karena jika sang Lord telah datang, hal itu semakin memburu nafas untuk menggiring mereka menemui ajal yang begitu sangat menyakitkan.


Jika mereka tahu lebih baik mereka diam dan menurutinya, tapi bila sudah tertangkap dan dibawa kesini.


Mereka hanya bisa berharap ajal segera menjemput, karena lebih baik disiksa oleh tangan kanan Lord dari pada Lord sendiri begitu pemikiran para tahanan yang memberontak.


Fedrick menyeringai. Menatap tajam kepada seseorang yang diikat dengan rantai, semua orang yang berada di sana menunduk dalam diam dan bergidik ngeri, karena sejak tadi merasakan aura yang sangat mengerikan dari Lord nya.


“Aku tetap tidak akan mengatakannya!”


Fedrick tertawa sinis, mendengar ucapan pria yang tadi dibawa Briant dan Styvn.


“Rupanya, kau cukup setia juga. Tapi sayangnya, aku tidak punya mendali untuk kuberikan kepadamu. Bagaimana jika kita ubah penghargaanmu, dengan......" Fedrick mendekatkan dirinya.


"Kematianmu?!" Matanya menyala merah pekat, tatapannya menjadi semakin tajam membuat pria itu menatap merinding tatkala melihat ekspresi Lord dihadapannya.


Ia menelan ludahnya dengan begitu susah, jadi ini sosok Lord yang begitu ditakuti dan dihormati.


Dia tidak pernah tahu jika berhadapan dengan Lord sangat menyeramkan. Ia disuruh menentang Lord dan dibayar hanya dengan tiga benih berlian hanya untuk membeli minuman keras.


Jika dirinya tahu harusnya Ia tidak menerima penawaran itu, Lord begitu susah untuk ditemui jika bukan datang sendiri ke kerajaannya.


Tapi isu beredar bagaikan angin dan terserap diberbagai wilayah, kaum biasa sepertinya memang tidak tahu apa-apa.


Dan kini Ia menyesal.


“Katakan, apa rencana kalian mengusik duniaku?"


“....…..” Pria itu diam sembari mengalihkan pandangannya.


“Aku tidak suka menunggu, Alberd!”


Ctarr !!!


Satu cambukan keras dari Alberd kepada Pria itu, namun hal itu tetap membuatnya diam.


Fedrick sedikit kesal, tapi ia tidak mau mengotori tangannya hanya untuk memanjakannya dengan kekerasan.


"Ini tidak asik. Jika saja kau mau berbicara, mungkin aku akan memperlambat waktu kematianmu."


Fedrick melirik Alberd dan Briant seolah memberi isyarat kepada mereka, untuk segera menghabisinya. Kemudian berjalan keluar.


“Kehancuranmu!! Kau akan segera kehilangan kursi tahtamu, Demon. Lalu disaat itu juga, kau akan melihat, Tuanku membunuh Ratu tercintamu HAHAHAHA!!”


Semua yang mendengar itu diam, tubuh mereka menegang ketakutan. Takut bukan pada kata-kata itu tapi kepada Lord yang saat ini tengah menggerang marah, langkahnya terhenti saat mendengar ucapannya.


Tangannya mengepal kuat dan tatapannya menjadi semakin tajam, Fedrick tidak suka dengan kata-kata terakhirnya.


Briant dan Alberd yang melihat tatpan itu menciut penuh ketakutan, mereka mengakui kehebetan Lord nya dan tidak akan pernah mau berurusan dengannya.


Udara di penjara bawah tanah berubah menjadi panas. Aura kematian menguar dengan begitu kuat, hingga membuat tahanan yang masih di sel merasa kesakitan seolah dirinya tengah dicekik tanpa ampun.


“Ulangi kata-katamu!” Tubuh pria itu bergetar hebat mendengar perintah yang begitu menusuk.


"Ter-ternyata, Lord juga bisa tuli hahaha.."


“Aku bilang, ulangi kata-katamu breng**k!!”


“Wanitamu akan mati ditangan Tua----”


"Beraninya kalian mengincar wanitaku!"

__ADS_1


Brrussssh!!


Tiba-tiba keluar darah segar dari mulut pria itu, dadanya begitu terasa sakit. Entah apa yang dilakukan Fedrick sehingga pria itu terasa dicabik-cabik, meski dia tidak menyentuhnya.


“Kau kira in..ini akhannn….membu---"


“Aku ingin KEMATIAN UNTUKNYA!!”


Tubuh Pria itu merespon perintah yang begitu mutlak, dan aura kegelapannya mulai menuntut jantung pria itu untuk berhenti berdetak.


“Arrghhhh! Ka--kau adalah Iblishhh…..”


“Ya! Aku adalah bangsa Demon yang harus kalian hormati! Beraninya kalian menginginkan kehancuranku, dasar kaum hina!!”


“ARGHHH!!!”


“Inilah penghargaan dariku untukmu, atas kesetiaanmu kepada Tuanmu!!”


Alberd dan Briant melirik kearah lain, meski mereka sering melihatnya tapi tetap saja itu adalah sesuatu hal yang bukan untuk dipertontonkan.


Aura di sana yang begitu sesak membuat mereka seperti merasakannya juga.


“Biar kuberi tahu, berani kalian menyentuh wanitaku atau sehelai rambut saja berkurang. Maka akan kubantai habis kalian hingga kegenerasi selanjutnya!! Jadi berfikirlah sebelum berbicara!”


“Arghhh!!!!!"


Dan teriakannya menjadi sebuah peringatan untuk semua makhluk yang ada di sel agar tidak berani menentangnya ataupun melukai Lezzy.


Seketika tubuh pria itu mengeluarkan darah hingga menodai baju kebesaran Fedrick, dengan tajam ia menatap kearah Alberd dan Briant bahkan semua penjaga yang menyaksikan kekejian Lord saat sedang serius.


“Gantung tubuhnya di kota utama Zainthor, jadikan dia contoh, hukuman nyata untuk mereka yang berani menentang seorang Lord!” ucap Fedrick sembari membuka bajunya yang penuh darah lalu membakarnya.


“Akan saya laksanakan Lord!”


Fedrick pergi meninggalkan penjara bawah tanah, Briant dan Alberd sedikit bernafas lega karena sebenarnya sejak tadi mereka sedikit menahan nafas.


“Walau berbelas kasih pun, dirinya akan tetap mati! Jika aku jadi mereka lebih baik aku bunuh diri dari pada berhadapan dengan Lord.” Lanjut Alberd.


“Aku kagum dengan Putri Lezzy yang mampu meluluhkan hati Lord.”


“Sebenarnya, dimana Lord bertemu dengan Putri?”


"Entahlah, ada beberapa hal yang tidak boleh kita ketahui, mengenai privasi Lord."


“Kurasa, itu karena perasaab cinta, dan kau tahu bangsa Manusia menyebutnya dengan apa?”


“Apa?”


“LOVE ” ucap Briant dengan wajah manisnya.


“Menjijikan! Cepat bereskan.”


-o0o-


Hari semakin menjelang pagi, Fedrick masih setia menatap Lezzy yang tengah tertidur disebelahnya.


Sudah 5 hari Ia habiskan untuk mengurusi Carlitos dan rahasia Darkness World hingga ia jarang bertemu dengan Lezzy, membuatnya semakin merindukannya.


Sejak Ia meninggalkan penjara bawah tanah Fedrick datang ke kamar Lezzy dan membaringkan dirinya disebelah Lezzy.


Perlu digaris bawahi, ia tidak butuh izin masuk atau bertemu dengan Lezzy walau dikamar sekali pun.


Dada bidang berototnya masih terbuka dengan bebas tanpa pakaian, mengingat ucapan pria tadi Fedrick segera ketempat Lezzy dirinya cemas jika Lezzy terluka.


Karena jika Lezzy terluka maka ia akan merasakan sakit dua kali lipat dari pada Lezzy.

__ADS_1


Atau membuatnya menangis itu juga bisa mempengaruhi tubuhnya, bukan cemas akan rasa sakitnya melainkan ia tidak bisa melihat Lezzy terluka.


Dulu 210 tahun yang lalu sebelum Lezzy berada di Bumi Fedrick melakukan ritual penandaan Mate kepada Lezzy, agar selama di Bumi ia mengetahui semua apa yang terjadi.


Terlihat Lezzy sedikit membuka kelopak matanya dengan perlahan, melihat itu Fedrick langsung pura-pura tidur, sepertinya Ia akan sedikit main jahil terhadap calon Ratunya.


Brukh!


Fedrick sedikit berfikir saat dirinya ditendang hingga jatuh kelantai, lalu menatap Lezzy yang tengah memeluk selimut untuk menutupi dirinya.


“Apa yang kau lakukan Lezzy?”


Fedrick bertanya dengan antusias, walau ia tahu kenapa Lezzy melakukannya.


Lezzy membalas ucapannya dengan sedikit terkejut, membuat Fedrick sangat ingin mencubitnya yang sangat menggemaskan.


Fedrick menikmati semua ocehan Lezzy, dan itu bisa membuatnya sedikit lebih tenang.


Menggoda dan bercanda, Fedrick ingin setiap harinya seperti ini, selama 972 tahun Ia habiskan dengan kehidupan suram, keji tanpa ada kehangatan.


Hingga ia di ramalkan mengenai takdir pasangan hidupnya, tentu dirinya tidak akan menolak karena saat pertama kali bertemu hati Fedrick memang sudah dicuri oleh Lezzy.


Namun, keasikan itu hilang saat Fedrick melihat kedua pelayan dari kaum Merrmaid datang. Yah, dirinya sudah mengintrogasi mereka dan sepertinya mereka bisa diandalkan karena ia sering melihat Lezzy tertawa.


“……dan kau Fedrick, cepatlah keluar!!”


“Baiklah-baiklah.”


Ferdrick yang sedari tadi duduk dilantai mulai bangkit berdiri, dan menampilkan dada bidang gagah tanpa ada kain yang menutupinya.


Lezzy yang melihat itu membulatkan matanya dengan sempurna. Melihat ekspresi Lezzy tersirat dibenaknya ide untuk menggoda.


Walau ia tahu pasti Lezzy akan mengoceh lagi. Tapi kenapa tidak, mungkin saja Lezzy akan terpesona dengannya, hingga akhirnya Lezzy marah dan mengusir Fedrick dengan cara mendorongnya hingga keluar kamar.


Fedrick menatap pintu yang tadi ditutup Lezzy dengan keras, membuatnya tertawa dia suka melihat wajah marah Lezzy.


“Aku tahu kalian bertiga ada disana.”


Mendengar ucapan Lord nya, membuat Alberd, Briant dan Styvn keluar dari hawa keberadaan, dan menunduk hormat kepada Fedrick.


“Ampun Lord, kami tidak bermaksud menguping….”


“Tidak masalah, Briant aku mau kau pergi ke Bumi, lalu dapatkan semua menu makanan yang ada di daftar itu, lakukan secepat mungkin!!” Ucap Fedrick sembari menjentikan jarinya hingga muncul kobaran api yang menunjukan kertas dihadapan Briant.


Tentu mereka yang mendengar itu bingung, terutama Briant yang jauh lebih terkejut, Fedrick tersenyum menyeringai mengetahui sikap terkejut anak buahnya lalu berjalan pergi.


“Tunggu! Aku tidak tahu apa-apa mengenai Bumi?”


“Itu tugasmu, kau tidak mungkin menolak bukan? Jadi, berusahalah bocah Noblesz.” Alberd paling suka melihat Briant kesusahan.


“Gunakan saja Smartphone.”


“Smar--apa Styvn?”


“Smartphone, aku membaca buku panduan mengenai dunia Putri Lezzy, dan ternyata Bumi benar-benar sangat luar biasa!"


Alberd dan Briant menatap buku yang dipegang Styvn yang entah sejak kapan sudah ditangannya.


“Kau mau menemaniku?”


“Tentu saja, kesempatan ini tidak akan kusia-siakan.”


Alberd yang melihat mereka tersenyum penuh makna, langsung pergi meninggalkan mereka sembari menggelengkan kepalanya.


--_o0o_--

__ADS_1



__ADS_2