
Putih....
Hanya ruangan putih yang saat ini aku lihat setelah membuka mata, menelusuri setiap sudut ruangan yang menurutku ini sangat membingungkan.
Apa yang terjadi, kenapa aku bisa ada disini? Setahuku aku sedang berada ditempat mawar merah, lalu saat kusentuh mawar itu berubah menjadi hitam Crystal dan diriku kehilangan kesadaran.
Tunggu, kalau tidak salah mawar itu telah hancur, oh Tuhan bagaimana ini? Aku sudah berjanji dengannya untuk menemukan dan menjaga mawar itu! Mungkinkah saat ini dia tengah marah dan membawaku keakhirat? Tidak kuharap ini tidak terjadi.
Hingga suara lengkingan burung yang begitu bisaku dengar dengan jelas mengalihkkan perhatianku, Aku melihat keatas yang entah sejak kapan sudah menjadi awan-awan, ruangan putih itu telah hilang dan bisa kurasakan saat ini aku sedang berpijak diawan yang lembut melebihi busa dan kapas.
Angin berhembus kencang, aku sedikit menyipitkan mata.
Dan mata biruku berbinar terang tatkala melihat burung yang sangat cantik, bahkan aku sendiri tidak pernah melihatnya dimana pun, oh sepertinya Dewi Fortuna berpihak padaku.
Meski ini mimpi atau bukan? Aku tetap bersyukur bisa melihat hewan secantik ini.
Burung besar dengan bulu putih dan emas, serta empat ekor panjang berbulu sama indahnya dengan sayap putihnya.
Emm, wujudnya seperti burung merak yang sangat besar.
Matanya tajam tapi tetap memancarkan kecantikan dan keanggunan, mungkinkah ia penghuni tempat ini? Atau ini masih di Darkness World?
Biarlah aku tidak ingin memikirkannya, diriku sudah terlebih dahulu tertarik dengan burung itu.
“Akhirnya kita bertemu Alice..”
Tunggu, apa burung itu yang berbicara denganku, dengan suara misterius itu?
Tidak mungkin pasti aku salah mendengarnya.
“Apa yang kau pikirkan, bukankah saya telah memberitahumu, bahwa sebentar lagi kita akan bertemu, dan inilah wujudku Alice^^”
“Ini wujudmu, burung ini adalah kau?”
“Ya, Alice mendekatlah…sentuh aku dengan belaianmu.”
Aku mencoba berjalan perlahan mendekatinya, ia memajukan kepalanya dengan anggun mendekati tanganku.
Awalnya aku canggung dan ragu mungkin saja ia akan memakanku, tapi keraguan itu hilang saat telapak tanganku sukses menyentuhnya.
__ADS_1
Bulunya jauh lebih lembut dari perkiraanku dengan pelan kusentuhkan keningku kekepalanya begitu sangat nyaman.
“Aku adalah pelindungmu Alice mereka menyebutku sebagai To Fos Tou Fengariou."
“To Fos Tou Fengariou? Fedrick bilang nama itu berarti cahaya bulan dan nama itu diberikan kepada sosok Ratu besar Darkness World, oh mungkinkah kau adalah sosok Ratu itu? ”
“Kau hampir benar Alice, diriku yang akan menjadi pelindung Ratu Darkness World, tapi Aku bukan seorang Ratu melainkah kau Alice…”
“Kau pasti keliru, diriku hanya manusia biasa…”
“Aku pernah menjelaskan sebelumnya, dirimu bukan manusia biasa kau memiliki kekuatan besar yang setara dengan Lord. Karena kau adalah Aliki Vasilissa, kau dilahirkan untuk menjadi penguasa tertinggi bersamanya, dan ditakdirkan untuk memikul beban besar dalam merubah kembali Darkness World Alice…”
“Aliki Vasilissa? Kau semakin membuatku bingung sebenarnya siapa aku dan kenapa kau selalu memanggilku Alice? Namaku Lezzy..”
> “Namamu memang Lezzy, tapi kau dilahirkan untuk menjadi seorang Aliki Vasilissa dengan gelar Alice…” <
Aku menoleh kebelakang setelah mendengar suara yang begitu lembut, menatap sosok wanita rupawan dengan kecantikan yang sangat jelita bagaikan seorang Dewi, rambut putih silver yang diikat dengan hiasan bunga berwarna perak, memanjang hingga kekaki. Pakaian kuno dengan motif bunga Lily, mata birunya yang sebiru lautan berjalan dengan pelan kearahku sembari tersenyum.
Aku sedikit bingung dengan wanita di hadapanku, wajahnya terlihat sangat muda malah sepertinya aku yang lebih tua darinya.
Kulihat ia tertawa kecil aku menaikan sebelah alisku, lalu ia berjalan semakin dekat denganku memandangiku dengan begitu teliti.
‘Dengannya? Siapa yang dia maksud?'
“Maaf kau siapa? Sepertinya ka-- kau jauh lebih muda dariku…”
> “Maaf sebenarnya usiaku sudah ribuan tahun, saat aku memasuki usia 19 tahun diriku berhenti tumbuh dewasa hingga saat ini. Kau juga akan segera memasuki batas kedewasaanmu saat usiamu 23 tahun, karena kau memiliki setengah darah manusia hal itu memperlambat batas dewasamu Alice.” <
‘Ha? Usiaku 21 tahun, dan itu sudah cukup dewasa!’
> “Haha.., jika wajahmu bingung seperti itu wajahmu semakin mirip dengannya^^.” <
“Anda datang Dewi?”
> “Apa kabar Luna? Akhirnya 2000 tahun lamanya kau harus menunggu dan kini kau telah menemukan tuan yang harus kau jaga.” <
“Ya Dewi, para Dewa Alam telah memberikan tuan yang begitu sama cantiknya dengan anda.”
“Luna? Jadi namamu adalah Luna?”
__ADS_1
“Ya Alice, Namaku Luna Azzerca. Makhluk legenda burung Pheonixy yang selalu menjadi cahaya rembulan, untuk
Darkness World dari kegelapan.”
> “Dan kau adalah Ratu yang akan menjadi tuan To Fos Tou Fengariou Alice, Ingatlah tugas yang harus kau lakukan disini..” <
“Tugas, ah! Bagaimana ini bunga mawar hitam itu telah hancur dan aku sudah gagal…”
> “Kau tidak gagal Lezzy…..” <
Aku tersentak saat tangannya menyentuh wajahku dengan lembut, hatiku merasakan lirihan kerinduan.
Sentuhannya menghangatkan diriku seolah sosok itu adalah seseorang yang sudah sangat lama kurindukan, tanpa sadar air mata mengalir tanpa diperintah menuruni pipi lembutku.
Ada apa denganku, kenapa Aku bisa sampai mengis?
> “Aku mengakui kesalahanku dulu, tapi aku tidak bisa menerima hukuman jika harus meninggalkanmu sejak kecil, Lezzy…” <
“Kau…..”
“Lezzy.....”
Aku menatap langit berawan, mendengar suara lirih yang begitu sangat kukenal.
Seolah dia tengah bersedih suaranya begitu parau, diriku seperti terpanggil dan harus segera bertemu dengannya.
> “Kau memang harus kembali Lezzy, belum saatnya kau bersamaku.., Luna akan melindungimu…” <
“Ya Alice, kita bisa saling berkomunikasi melewati lirihan batin. Aku adalah kau dan kau adalah aku, kita saling bersama hingga maut sendiri yang menuntun kejalan perpisahan…”
Aku melihat wanita Dewi itu menggerakan jarinya, dan seketika cahaya biru keperakan keluar dengan berbentuk rusa yang sama seperti dimimpi ku. Seketika semua menjadi gelap dan rasanya mataku terasa berat.
Namun, sebelum aku menutup mata kulihat Ia sedang mengeluarkan setangkai bunga mawar hitam yang mengkristal persis seperti yang kucari, lalu ia bergumam lembut dipendengaranku hingga akhirnya aku kembali disambut kegelapan.
> "Bangun lah Putriku sebagai Aliki Vasilissa, rubah lah dunia Darkness World dengan kehidupan yang sebenarnya. Bijaksana lah dalam menyelesaikan setiap masalah bersamanya, tidak peduli seberapa berat takdir menuntunmu ke tempat yang lebih menderita, karena itu beban yang harus kau lewati sebagai Vasilissa. Jangan khawatir aku akan selalu memperhatikanmu, karena Ibu menyayangimu Putriku Lezzy...." <
--o0o--
__ADS_1