
Sudah hampir setengah hari Lezzy dan Fedrick habiskan untuk mengunjungi semua tempat yang ingin Lezzy datangi. Mulai dari : Gedung Opera Sydney, Jembatan Sydney Harbour, Mrs Macquarie’s Chair, Sydney Olimpc Park, dan masih banyak lagi.
Walau hanya sebentar untuk mengunjunginya, tapi setidaknya Lezzy bisa merasakan apa itu ‘Kencan’ bersama seorang pria di Bumi.
Lagi pula penampilannya sekarang sangat berbeda degan yang dulu, tidak jarang Fedrick mengeluarkan tatapan mautnya, saat beberapa wisata kaum adam menatap Lezzy dengan begitu intens.
“Lezzy, hari ini aku sudah bermurah hati untuk mengabulkan keinginanmu disini, tapi untuk yang ini aku tidak bisa.”
“Oh ayolah, kau hanya perlu memotong rambut panjangmu saja kok. Lagian ini tidak akan membunuhmu, Fedrick semua rakyatmu begitu sangat takut denganmu itu karena penampilanmu seperti hewan buas.”
“Aku tidak pernah meminta pendapat mereka mengenai diriku!”
“Yang Mulia, kau itu begitu tampan tapi ketampananmu menjadi mubazir saat beberapa helaian rambut panjangmu menutupinya, kumohon aku juga ingin melihat dirimu yang berbeda..” ucap Lezzy sembaro memohon.
“Baiklah-baiklah, tapi setelah kita kembali kau harus menuruti semua perkataanku dan tunggu saja hukumanmu!”
“Eh, ba-- baiklah. sekarang aku ingin kau merubah penampilan gaya rambutnya, dengan penampilan terbaik disini.” Ucap Lezzy kepada pelayan salon.
“Mohon ikut saya Tuan, dan untuk Nona anda bisa menunggu sebentar.”
Fedrick melirik bosan, terkadang dirinya sedikit menyesal karena terlalu memanjakan Lezzy.
Tapi dirinya juga senang jika hal ini bisa membuatnya senang dan nyaman untuk tetap bersamanya, kenapa tidak ia lakukan. Lagi pula dirinya juga bisa tampil berbeda agar tidak terlalu pertampang sadis dan bengis seperti dulu.
Lezzy duduk di sofa sembari membuka beberpa majalah terbaru hari ini. Ini pertama kalinya setelah sekian lama ia merasakan kehidupan normal dan bebas seperti orang lain, karena kondisi fisiknya dulu dan harus bekerja untuk sekolahnya, karena itu Lezzy sedikit menutup diri dengan dunia luar.
Sudah 10 menit berlalu, Fedrick telah kembali dengan gaya dan penampilan yang sangat luar biasa tampannya.
Lezzy tersipu melihat ketampanan Fedrick yang memang ia akui sangat menawan, sekarang dia mengerti kenapa Fedrick menjadi pujaan hati semua kaum hawa.
Dan Lezzy pun trsadar bahwa saat ini banyak pengunjung wanita terpesona dengan ketampanan Fedrick.
“Kau sudah kembali, sayang?” ucap Lezzy sembari memakaikan syal merah ke leher Fderick.
__ADS_1
Mendengar kata-kata manis yang jarang terucap membuat Fedrick tertawa kecil, ia tahu bahwa saat ini Lezzy cemburu dengan semua wanita yang menatapnya.
“Bagaimana menurutmu penampilanku?” tanya Fedrick sembari melingkarkan kedua tangannya dipinggang Lezzy.
Para wanita yang melihat adegan mesra Lezzy dan Fedrick membuat mereka patah hati, karena hanya melihatnya saja mereka sudah tahu bahwa Lezzy dan Fedrick adalah pasangan kekasih.
“Emm^^, sangat menawan....”
“Hahaha...., ini tidak seperti dirimu, bukankah tadi kau bilang akan mubazir jika ketampananku tidak diperlihatkan?”
“Aa--aku tidak bilang seperti itu, lagi pula untuk kali ini saja aku ingin bersikap pamer kepada mereka dan memberitahu bahwa kau hanya milikku Yang Mulia^^”
“Aku suka kata-katamu...., jadi masih mau melanjutkan kencan bersamaku?”
“Oh tentu saja...”
Lezzy merangkul tangan Fedrick, mereka berjalan melewati para wanita dengan sangat senang, dan kembali melanjutkan waktu yang tersisa untuk mengukir kenangan disini.
Hampir setiap saat Lezzy terus tersenyum menikmati susana ini, saat ini mereka sedang berada di taman hiburan terbesar di Sydney ‘Luna Park Sydney’.
Lezzy mengajak Fedrick menaiki satu wahana yang menjadi legenda menegangkan disetiap taman hiburan, Roller Coaster.
Yaps, wahana yang selalu Lezzy impikan untuk bisa mencobanya, dulu saat Ayah dan Ibunya masi hidup Lezzy selalu dilarang untuk menaikinya, karena usia dan tinggi badan.
Tapi untuk sekarang tidak ada yang terkecualikan?
Lezzy dan Fedrick duduk diurutan paling depan, ia juga membantu Fedrick mengenakan sabuk pengamannya, lalu perlahan Roller Coaster bergerak naik dengan pelan lalu mulai turun dengan kecepatan dan pergerakan yang cukup extrime.
_SKIP TIME_
Fedrick berdiri dengan tidak terlalu stabil, jemarinya memijat pelan batang hidungnya. Grafitasi yang belum bisa ia imbangi membuatnya merasa pusing dan mual.
"Fedrick, kau baik-baik saja?"
__ADS_1
"........"
"Oh ayolah, masa baru seperti itu saja sudah tepar, masih banyak yang ingin kukunjungi..."
"Arrghh! Jika kau mau mengajakku menaiki sesuatu mainan aku akan menurutinya, tapi tidak dengan mainan hina ini!!“
"Fedrick, kata katamu itu sungguh kasar. Setidaknya hargai dulu perancangnya!"
"Aku tidak akan pernah menghargainya, justru jika perancang mainan seperti ini lebih pantas mati."
"Kau--, rasanya aku mau memotong lidahmu itu! baiklah sekarang kau mau main apa?"
"Terserah kau saja, tapi tidak dengan sejenis wahana ini!"
Lezzy tampak berfikir sembari melihat lingkungan stan taman bermain yang lumayan cukup banyak.
Lalu dengan cepat Lezzy mengajak Fedrick untuk berfoto bersama di Photo Box yang tidak jauh dari lokasi mereka saat ini.
Setelah hasil foto tercetak, Lezzy segera megambilnya dan menyimpan ditas jinjingnya lalu kembali menggenggam tangan Fedrcik.
"Mau kau apakan foto-foto itu?"
"Rahasia."
"Sebaiknya kau kondisikan bibirmu itu, atau aku benar-benar kehilangan kendaliku dan menyerangmu hari ini juga."
Mengerti maksud alur pembicaraan, dengan cepat Lezzy menutup bibirnya dengan kedua tangannya, lalu berjalan terlebih dahulu menuju parkiran mobil.
'Sungguh, sangat manis dirimu Lezzy'
--_o0o_--
__ADS_1