Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
10-party si pangeran


__ADS_3

CHAPTER 10*


“Party si Pengeran Mesum”


Dengan ragu aku mengikuti pria ini seperti ekor, jalan nya yang tegap dan nampak sombong terasa semakin mempesona, aku tidak memungkiri pesona pria ini tapi setelah penghinaan nya kemaren aku membuang jauh jauh lagi pikiran aneh walau perasaan sensasi ini seolah ingin membujuk ku terpesona atau terpikat dengan tampang dan pesonanya.


Sepanjang jalan tidak ada lagi yang bicara, hanya alunan music sebagai penghibur.tapi sensasi ini masih melengket ditubuh ku. Aku lagi lagi menahan nya dengan rasa nyeri dimana mana. Kalau benar apa yang ia jelaskan barusan, aku khawatir dia kembali menyerang ku.


Mobil berhenti di Mall, aku yang malas bertanya apa tujuannya hanya mengikuti nya lagi dan lagi mirip seorang dayang dibelakang nya. Setiap laki laki ini menoleh dengan susah payah aku membuang muka, setiap mata bertemu matanya aku selalu diajak terseret disana. Sensasinya terus menggilai kepala ku sampai aku tidak focus berjalan, tidak sengaja aku malah menabrak tong sampah hingga tong itu terjungkal dan menjadi pusat perhatian yang lain. Wajah ku semakin merah karena malu. Dan tidak berani melihat Bos ku yang pastinya menatap ku dengan jijik.


Laki laki ini berhenti lagi , aku ikut berhenti , ia berpaling dan aku langsung membuang muka, seperti 3 kali tadi ia pasti akan jalan lagi tapi kali ini tidak ia malah menarik tangan ku dan menggandeng pingang ku.


‘’ jangan berontak, ini lebih baik bukan dari pada kita tersiksa’’ bisik nya semakin menarik tubuh ku ke badannya, dan benar saja aku seperti merasa lega, rasa nyeri itu lenyap lagi.


Ia kemudian menyeret ku disampingnya, bukan rasa nyeri yang menggelutiku sekarang tapi rasa gugup yang luar biasa.


Kami tiba di sebuah salon.


‘’ tangani dia, dan pastikan dia jangan kabur’’ ujar nya pada salah satu karyawan salon yang bertangan gemulai, lalu pria ini memberikan beberapa lembar uang berwarna pink ke tangan nya. Wajah si banci langsung sumringah dan menghambur dengan riuh kearah ku.


‘’ oh my god,,, kamu cantik bangeed ciiin, tapi sini ikut ike… yaa biar ike bikin super cantik’’ Banci ini langsung mengaitkan tangannya dan menarikku, aku yang belum sempat melakukan penolakan dengan Briaz hanya berisut mengikuti si Banci yang tidak memberi ku jeda sedikit pun untuk pergi sana. Ia langsung menyematkan kain dileher ku dan beberapa jepit dirambut ku, aku hanya melihat kesal ke pantulan cermin dimana Briaz sedang tersenyum geli melihat ku disana. ‘’ apa dia mau memake over ku!! Apa maksud nya? aku kan ga jelek jelek amat!!


1 jam lebih berlalu, aku yang sudah tidak tahan lagi untuk pulang, pantat ku rasa nya penat di kursi itu, telinga ku terasa tuli dengan suara hairdryer dan leher ku ikut panas terkena hawa panas alat catok dan hairdryer. Walau hasil nya bagus, rambut ku lebih tertata rapi dan indah, telinga ku jadi tambah pegal mendengar pujian pujian dari si Bencong yang berlebih lebihan.


‘’ apa sau harus ke SIN, apa kau tidak becus mengatasinya’’ bentak Briaz yang sedang menelepon, aku menunggunya di belakang nya, tangan kirinya sampai berkecak pinggang dan sulur yang ia sebut adalah Vlous itu menggeliat dengan cepat, mengikuti aura pria ini yang nampak sangat kesal.


‘’ oke.. siapkan jadwal ku ke sana, nanti akan ku hubungi lagi’’ obrolannya berakhir disana, aku yang menguping segera berbalik haluan, sedikit khawatir ia akan mengomel aku menguping pembicaraan bisnis nya.


‘’ sudah selesai!!!, ‘’ Tanya nya dengan nada tinggi, matanya sedikit melihat rambut dan riasan tipis diwajahku, aku yang sebenarnya salah tingkah langsung membuang muka, tatapannya terlihat sedang mengagumi hasil kerja si waria itu, tapi juga pinter menyembunyikan nya.


‘’ sekarang belanja lah sesuka mu, pilih baju yang kamu suka, aku lelah menunggu mu di sini’’ cecar nya lalu mengambil dompet nya dan mengambil beberapa lembar lalu menyodorkanya kearahku.


Aku berdecak kesal kearahnya, tapi mendandani ku seenaknya sekarang ia malah memberikan uang nya seperti itu.


‘’ tidak terimakasih, jangan salah artikan aku mau ikut dengan mu ..’’ belum juga selesai aku pidato, ia kembali menarikku,’’ hey.. Pak.. Briaz..


‘’ berhenti mengelak, kamu itu sangat susah diatur, sorry saja kalau aku harus memaksa mu lagi’’ bisiknya lalu mengencangkan cengkraman tangannya. Aku yang ingin protes hanya bergelayut pasrah, semakin aku ingin protes semakin laki laki ini mencengkram tangan ku dengan kencang. Ia dengan langkah besar menuju beberapa outlet.


‘’ ingat ini karena mendadak aku membelikan mu disini, nanti aku pasti akan membelikan mu dari design luar yang berkelas’’ bisiknya lagi dengan wajah datar, lalu kembali melonggarkan dasinya.


‘’ ck, aku sama sekali tidak tertar…


‘’ berhenti menolak’’ potong nya dengan mata setajam elang. Ia lalu memanggil pramuniaga.


‘’ layani dia. Pilhkan baju yang cocok dan yang palng mahal, tema nya party ‘’ katanya dan sekali lagi memberikan pramuniaga itu tips. Aku melotot tidak percaya dengan tingkah angkuh bos ku, tapi percuma ia nampak tidak peduli, dan dengan manis pria ini menyilangkan kaki nya duduk disana dengan datar,beberapa pramuniaga lain berbisik bisik dan seperti tatapan teman teman dikerja ku yang terkagum kagum dengan pesona Briaz, makhluk hujan yang menyebalkan itu.

__ADS_1


Aku malas ambil pusing, tanpa mencoba nya dulu aku langsung memilih baju yang nampak pas untuk ukuran tubuhku yang hanya seberat 52 kg dengan tinggi 170 an.


‘’ sudah!!, sekarang aku mau pulang’’ kata ku mengejutkan laki laki ini yang sibuk membuka handphonenya, sebelumnya ia kulihat sangat serius berkutat dengan benda itu.


‘’ cepat sekali, aku harus melihat nya dulu’’


‘’bukan nya kamu sibuk.. dan aku juga sangat lelah’’ kataku sudah tidak ingin berlama lama disana lebih lebih pengaruh vllous selalu menuntut ku dekat dengan pria ini.


Briaz mengangkat alisnya sebelah’’ baiklah..


***


Jadi disini tempat tinggal mu, katanya lagi saat sampai didepan rumah dan di pintu sana terlihat Viola sedang asik bermain dengan temannya.


Pria ini melihat keluar jendela mobil, menelaah rumah ku yang kecil namun sangat berharga untuk tempat tinggai aku, Viola dan Susan.


‘’ kenapa ? apa kamu ingin menghina ku lagi’’ Tanya ku tidak suka ia terlalu sebegitunya melihat lihat rumah orang.


‘’ hmmp, tidak!! Lain kali aku akan membelikan mu yang lebih layak rumah mu yang ini sang-’’


‘’ hey, pak,, sudah cukup !!!’’ potong ku dengan dada bergemuruh. ‘’ aku bukan wanita pengerut harta, lagi pula aku tidak akan sudi menerima pemberian mu, dan ini silahkan pakai sendiri’’ aku melempar baju yang dibeli tadi asal, lalu dengan cepat keluar dari sana sebelum pria itu akan berbuat seenak nya lagi, aku langsung masuk kedalam rumah, sapaan Viola pun aku acuhkan, kepala ku benar benar pusing, benar benar stress dengan hari ini.


‘’ dasar sial!!! Dia pikir aku ini apa!!! Seenaknya’’ umpat ku lagi lalu menendang keranjang baju kotor yang nampak bejibun, melihat itu aku makin kesal, ‘’ Susaaaaaaaaaaaaaaaaan’’ teriak ku.


**


Panggilan tak terjawab dari Susan dan nomor nomor siluman lainnya.


Aku menduga kalau ia memanggil hanya ingin bertanya ini itu atau bisa juga ia mengajak ku ke party si bos gila itu, aku ingat betul Briaz mengatakan party malam ini sampai mendandani ku segala, tapi sorry saja hasil salon sudah aku hapus dan rambut wangi harum sepanjang hari itu sudah aku gulung gulung hingga membentuk cepol di atas ubun ubun ku, makin kacau dengan garukan ku saat kesusahan mengerjakan tugas statistic, harus nya aku mengerjakannya bareng Tifanny tapi anak itu malah asik nonton bioskop dengan Daus.


Beberapa saat kemudian aku lega akhirnya tugas itu selesai, aku merapikan buku, kalkulator dan kertas kertas coretan dengan rapi, sekali lagi Hp ku bergetar getar. Kulirik jam dinding sudah jam 11 malam.


‘’ Viiiii’ panggil ku, tak lama kemudian gadis imut itu muncul.


‘’ ga bobok ya sayang??? Udah malam?? Lagi ngapain sih?? Ga asik main Hp kan..’’ cecar ku dengan wajah galak.


‘’ ngantuk sii ka, tapi kaka tadi marah marah mulu..’’ kata anak itu polos.


Aku tersadar dengan tingkah ku barusan yang memang selalu mengumpat dan marah marah tidak jelas.’’ Aah ya ampun, begitu ya,, maaf kakak ya sayang, kakak lagi pusing, udah yuk kita bobok aja, sikat gigi gih… tadi habis makan banyak kan..


Viola mengganguk manis, ia menuruti perintah ku segera menuju kamar mandi, aku yang sudah mengantuk sekali menguap nguap lebar, besok kembali kerja, ya walaupun aku tidak jadi kehilangan pekerjaan ku, tapi sudah lah aku terlalu lelah memikirkan yang lain, aku hanya ingin tidur.


Tapi lagi lagi pria itu menganggu tidur malam ku, rasa sensasi itu sepertinya kembali mencuat, aku juga ingat akan janji Briaz yang ingin mejelaskan hal mengenai rasa itu, tapi aku benar benar malas datang ke pesta itu, sangat tidak tertarik namun.. rasa penasaran malah menghantui ku.


Aah ‘’ dengus ku lalu bangun dari tempat tidur, Viola sudah terbenam dalam mimpinya.

__ADS_1


‘’ baiklah, sebentar saja setelah itu pulang’’ kata ku mantab lalu membuka lemari mencari baju yang pas.


Maya dengan antusias menjawab telepon ku dan mengatakan tempat acara yang berada di sebuah club di hotel itu juga’’ baiklah tunggu aku’’ kataku memutuskan telepon lalu naik kedalam taksi online yang sudah kupesan beberapa menit yang lalu.


Aku barengan dengan beberapa gadis tinggi, putih dan seksi bak seorang patung manaquen berjalan, menggunakan hot pants kentat dan tank top lengan 1 jari, mereka sangat cantik dan nampak berkali kali tergelak dalam tawa sebenarnya sangat malas berada ditengah wanita wanita berkelas ini, tapi rupanya ia juga sama menggunakan lift yang sama, bahkan nomor lantai juga sama, yang kuingat kata Maya kalau tempat itu sudah dipesan khusus untuk acara itu, pasti mereka undangan dari hotel. Dari gaya pakaian nya itu bukan undangan acara penyambutan CEO, tapi lebih ke pesta dugem. Aku melihat baju ku yang nampak formal dengan dres panjang. ‘’sial aku lupa kalau pak Briaz suka hura-hura dan ini pasti pesta yang hura hura’’ sesalku mengingat seperti apa bos ku itu.


‘ Oktaaaaa’’ sambut Maya yang terlihat sangat seksi dengan balutan dres kentat berwarna pink diatas paha itu.


‘’ aku sampai saja menyeret mu dari rumah Ok, ‘’ cecar anak itu dengan gemas melihat ku.


‘ lho kok.. kenapa pakaian mu formal banget siiih, bukan nya aku sudah sms kalau ini party!! Party, di dalam sudah banyak minuman… juga Dj Hot….’’ Cecar Maya.


Aku mendengus sesal, memang aku tidak membaca sms Maya, karena sibuk mengerjakan tugas.


‘’ apa sebaiknya aku pulang..’’ kataku padanya yang tentu langsung ditolak.


‘’ biar lah toh… bagaimana pun jug kamu tetap cantik’’ katanya. ‘’ dan kita harus have fun, khusus malam ini special buat kamu Okta, kami akan menghibur mu…’’ ujarnya lagi dengan pikiran aneh dikepalanya.


‘’ aku tau kamu benar benar kalut, tapi aku senang kalau pihak Hotel tidak menyetujui pengunduran dirimu, dan satu lagi, kamu harus menceritakan apa yang terjadi padaku, ingat itu’ tatap nya tajam dengan nafas mendengus.


Maya tak memberikan komentar ku ia langsung menarik ku kedalam yang langsung disambut suara hentakan music, di sisi atas terlihat seorang Dj Asing yang menyatu padu decitan Dj nya dengan gerakannya dan isi tempat itu sudah di penuhi dengan seisi karyawan hotel, terlihat juga OB yang berjoget joget disana. Dan kelompok kelompok terlihat disana, Pak Jacob menyambut kedatngan gadis gadis cantik yang tadi, membawanya kebagian yang seepertinya sudah disiapkan, dan benar saja Big Boss si Briaz ada disana menyambut kedatangan wanita wanita tadi dengan sangat sumringah, memciuam pipi mereka satu satu dan mengganteng salah satunya.


‘’ wow itu kan Cintya’’ bisik Maya.


‘’ rupanya bos juga dekat dengan model itu’’ teriak Maya yang harus mengencangkan suara nya karena music menghentak lebih menguasai ruangan itu.


Kulihat kearah kelompok sana yang hanya ada para jabatan tinggi di Hotel, tentunya itu hanya semua pria. Dan mereka seolah sengaja mengundang beberapa model wanita cantik untuk melngekapi party mereka, sesaat mengingat bagaimana si b*rengsek itu mencium ku dan memeluk meluk ku seenakknya membuat ini kepala kenapa menjadi agak mendidh.


‘’ mereka tidak malu apa, di lihat anak buah seperti itu’’ kata ku berkomentar.


‘’ apa kamu bilang Ok??’’ Tanya Maya menaikkan volume suara nya saat hentakan music itu meninggi.


Aku menggeleng, lalu anak itu mengomando ku kesuatu tempat yang mungkin sangat dekat dengan para kelompok berkelas itu, di sana sudah banyak rekan rekan ku yang familiar., Ka Adi, Bram, Dicky, Sam, Vanessa, Mira, Angel, dan yang lainnya, pakaian mereka benar benar disiapkan untuk malam ini, bukan seperti aku yang mengenakan dres panjang, dibalut blazer resmi, betapa konyol aku malam ini. tapi mereka tidak terlalu mengomentari penampilan ku karena semua nya malah asik menikmati music dan minum minum disana, sudah ku tebak itu pasti alcohol.


Kedatangan ku disambut meriah oleh teman teman, dan Maya sudah menyodorkan ku minuman. Tapi yang ku ambil adalah sekaleng minuman yang kupikir hanya soft drink.


‘’ ops. Itu’’


Aku melihat mata Maya yang melebar melhat ku menegak minuman itu dan sadar ketika rasa yang kuminum beda.


‘’ isi nya sudah diganti Bram Okta..’’ pekik Maya malah tertawa, ia tidak memeprdulikan reaksi ku anak itu malah ikut menagngkat tangan keatas sama dengan yang lain.


‘’ayolah,,, jangan diam saja, have fun dikit, jangan kaku banged ama hidup Ok’’ bisik Maya yang geleng gelang melihat ku hanya menonton kegilaan mereka.


Aku membernarkan kata Maya, pikiran ku memang sedang pusing dengan masalah ini itu, aku mengikuti hentakan music sampai lupa tujuan ku kesana yang ada urusan dengan Big Boss itu, tapi yang kulihat pria itu sedang sangat bahagia dengan kelilingan cewek cewek hotpants itu. Oke kita lupakan masalah aku dan kamu sebentar, aku ingin merileks kan pikiran ku sejenak. Benak ku yang tanpa sadar si Bram mendekati ku, aku yang semula nya agak risih dengan Bram yang setiap jam istirahat selalu mengajak ku lunch di luar itu sekarang malah mengambil kesempatan dalam gelap nempel nempel seperti itu, aku mendekati Ka Adi yang lebih aman dari cowok itu.tapi rupanya Ka Adi loss control, matanya nampak merah menari nari disana, dan aku baru sadar hampir sebgiam mereka sudah terpengaruh alkohol, ya walau aku juga yang keminum air itu sedikit pusing dan malah mengabaikan pikiran lain, pikiran ku larut mengikuti music.

__ADS_1


‘’ baby… Okta… ‘’ Bram nongol lagi didepan ku sambil berjoget joget, dan aku yang hendak menghindarinya malah terhimpit raga Ka Adi yang sempoyongan, beruntung high heel ku tidak tinggi tinggi amat, jadi bisa menyeimbanginya, hanya saja tangan seseorang yang menahan ku jatuh membuat ku kaget.


__ADS_2