
CHAPTER 30*
“lamaran”
‘’ apa kamu sudah siap??’’ tanya Briaz pada Okta yang sedari tadi terus menghindarinya sejak insiden lorotan handuk, padahal ia juga mengenakan boxer.
Okta tak bisa berkelit ia berada di dapur entah apa yang ia lakukan sedari tadi.
‘’ ke mana?’’
‘’ alun alun, kamu minta ajak jalan jalan kan..’’
‘’ aah iyaa ya, hahaha aku lupa, hmm oke, sebentar aku ganti baju’’ Okta lalu segera kabur dengan lucu, dan nyaris kaki nya sampai tersandung karpet disana, beruntung tidak sampai jatuh.
Briaz tertawa dalam hati’’ apa apaan dia, Ck’’
Okta memutar mata nya saat harus berhadapan dengan Briaz yang sudah siap dari tadi.
‘’ sudah siap’’ katanya sambil tersenyum lebar.
Briaz lantas langsung merangkul nya.
‘’ hey.. skinship.. skinshiip’’ erang Okta.
Tapi Briaz malah sengaja meletakkan punggung tangan dan telapak tangan nya ke jidat Okta berkali kali.
Okta hanya pasrah merasakan aura Fyrd yang kembali bergejolak.
‘’ biar aman’’ katanya lalu merangkul Okta.
Okta hanya terperangah dan mengikuti alur Briaz. Memang susah juga kalau mereka harus jaga jarak atau Briaz yang harus menggunakan sarung tangan.
Mereka sampai di Piazza Novano sebuah alun alun kota yang sangat besar dan indah setengah jam, dan Okta kembali berudik ria disana dia bahkan beberapa kali Okta meminta Briaz untuk memoto nya di sana dengan exis di depan air mancur Fontain of the Four Rives yang pada puncaknya terdapat patung obelisk of Domitian, kemudian ada Fontana del Moro yang terdapat empat Tritons( dewa laut yang memiiki empat tubuh bagian bawah seperti lumba-lumba) pada kolamnya. Dan yang terakhir Fountain of Neptune dan gedung gedung megah khas arsitektur Roma lainnya, beruntung Briaz tidak banyak komentar ia juga terlihat menikmati jalan jalan sore mereka disana.
‘’ hmm sekarang foto berdua?? Boleh??’’ pinta Okta malu malu.
‘’ oke’’ Briaz lalu mengalih kamera Hp Okta dengan kamera dengan. Lalu mengatur gaya untuk berfoto berdua, dari gaya simple, canggung hingga dekat.
‘’ sekarang Hp aku’’ Briaz mengambil Hp nya dan mereka kembali bergaya sampai tergelak dengan gaya exis mereka.
Menjelajai tempat jajanan yang disana Okta langsung bergeliat membeli dan mencoba jajajan yang unik dan baru baginya, sudah 5 kios kecil ia jelajahi sampai Briaz geleng geleng tidak yakin ia waras menyukai gadis tukang makan itu, bahkan Okta tak malu malu untuk memakan nya dengan cara nya sendiri, ia juga di paksa untuk ikut memakan nya.
‘’ wow kembang gulaaa nya keren, beli yukk’’ ajak Okta lagi dan menyeret Briaz ke sana, ia sudah di beri kewenangan untuk membeli makanan sesuka hati nya jadi ia gunakan sebaik baik nya mumpung di gtraktir Briaz.
Hingga saat ini anak itu duduk sambil menggoyang goyangkan kepalanya mengikuti irama music dari pengamen jalanan yang bernyanyi menggunakan alat music namun suaranya sangat bagus.
Ia sangat senang melihat Okta tak sekacau tadi malam, senyum Okta terlihat sangat berarti baginya dan ia merasa perasaan sayang yang teramat makin membesar.
Hari suda mulai gelap, kedua nya duduk di depan sungai yang terbentang luas, sesekali Okta merasa tubuh nya menggigil karena baju penghangat nya terasa kurang menghangat kan.
‘ kamu kedinginan kan’’ kata Briaz memeluk Okta dari samping. Okta hanya menyembunyikan dagunya kedalam syal yang melilit leher nya.
‘’ apa sekarang sudah lebih baik??’’
‘’ ya.. sangat baik’’ jawba Okta pelan sepelan mungkin agar Briaz tidak mendengarnya. Pandangan mereka meujuk edepan melihat matahari turun dengan sangat indah.
‘’ aku yakin kok kalau Kevin benar, dia hanya di jelek kan oleh orang yang ingin menghancurkan nya.’’
‘’ ya aku tau’’’”kenapa ia malah membahas Kevin…
Briaz kecewa dengan jawaban Okta, itu artinya ia akan kembali bersama Kevin lagi, tapi itu lebih baik dari pada ia sakit hati lagi.
‘’ hmm jadi kapan kamu akan menikah?? Aah bukan maksud ku akan bersama gadis itu???’’ tanya Okta menyiapkan hati nya dengan sangat baik akan jawaban Briaz kali ini.
‘’ gadis itu’’ Briaz tersenyum tipis.
‘’ dia tidak ada’’ matanya memutar kearah Okta.’’ Dia tidak ada, aku membohongi mu’’
‘’ apa!!’’ Okta sampai melotot lebar, bibirnya terkantup rapat. Sontak ia langsung memukul bahu Briaz dengan gusar. Mengingat bagaimana ia menangis semalaman karena hal itu, sekarang pria ini malah hanya bilang itu semua bohong.
Briaz meringis kesakitan dengan serangan Okta, “yaaa Okta sakit!!’’
Okta yang kesal langsung nyelongos pergi.
‘’ apa apaan itu?? Dia bilang membohongi ku! ‘’
Briaz menyusul nya tapi Okta hanya melihat nya dingin dan sepanjang perjalanan pulang Okta tetap diam tidak mau bicara ia masih marah membuat Briaz jadi bingung harus bagaimana.
‘’ Ok, masih mau makan??’’ tanya Briaz sesampainya di Hotel.
Okta menggeleng dan kembali melihat lurus ke arah Tv.
‘’ kamu kenapa sih?? Marah karena aku membohongi mu??’’
Tak ada jawaban.
‘’ oke, aku minta maaf’’ kata Briaz lantang, tapi Okta tak bergeming.
‘’ terserah lah’’ Briaz lalu beranjak pergi.
Okta mengikuti cara Briaz bicara dan suara lalu kembali menenggelam kan aktivitas nya.
‘’ sia sia air mata ku semalaman suntuk terbuang,, iiihk’’ geram nya bicara sendiri dan menekan tombol chanel tv dengan kasar.
__ADS_1
‘’ air mata??’’ suara itu sukses membuat nya nyaris melompat kaget.
‘’ kamu menangis semalaman karena aku bilang ada gadis yang bisa menggantikan mu’’
Okta merasa darah nya merosot turun, apa yang akan ia bilang.
‘’ ga tuh’’
Briaz makin intens menggoda nya.’’ Masa sih, aku dengar sendiri tadi’’ lalu ia menirukan suara Okta dengan nada di buat buat.
Okta memutar bola matanya dengan kesal dan malu.
‘’ aaa kamu kecewa ya aku punya pengganti mu,, hmm apa jangan jangan kau diam diam..
‘’ stop’’ teriak Okta menutup telinga nya.
Briaz makin ngakak melihat tingkah gemas Okta terbesit ia juga senang kalau Okta sampai menangisi nya. Mengingat waktu nya ia baru sadar kalau waktu itu ia menangis bukan karena bertengkar dengan Kevin tapi karena dia.
‘’ di luar sepertinya turun salju.. kamu mau liat?’’
Okta segera memalingkan wajahnya.’’ Salju???’’
Dan kedua nya kembali turun ke halangan Hotel yang ada tamannya benar saja butiran salju turun sangat cantik, Okta sampai kembali terperangan kagum, maklum itu pertama kalinya ia melihat salju, dan bukan hanya itu ia juga melihat beberpa makhluk hujan yang melintas di udara sambil seolah menari nari disana.
Okta lalu mengajak Briaz ke ayunan kayu yang ada disana.
‘’apakah hati kamu sudah lebih baik Okta???’’ tanya Briaz melihat Okta yang mengayunkan ayunan itu dengan wajah ke atas menerima butiran salju menyentuh wajah nya.
Okta melihat Briaz dengan alis naik keatas’’ hati aku?? Emang kenapa dengan hati aku??
‘’ Kevin, kamu tetap percaya dengan nya kan… aku rasa scandal itu hanya perbuatan seseorang yang ingin menghancurkan karir nya’’
Okta diam sesaat melihat Briaz dengan lama ‘’ ya aku mempercayai nya, aku cukup mengenal dia ‘’ jawab Okta membuat Briaz menyesal menanyakan nya.
‘’ begitu, bagus lah’’
‘’ tapi aku tetap putus dengan nya’’
Telinga Briaz seolah melebar mendengar nya, ia bahkan tak bisa bersuara karena kaget.
‘’bukan karena scandal itu, tapi aku merasa tidak mencintai nya saja, aku pikir setelah kami pacaran rasa yang aku tunggu selama bertahun tahun terbayar tapi rasanya aku hanya mendapat kan keegoisan ku saja, hahhaa aku jahat ya… hmm sorry jadi malah curhat’’
Briaz tersenyum lebar dan merasakan kesenangan yang luar biasa.
Okta lalu berputar putar di sana dengan tali rantai yang melilit lalu melepasnya, ia langsung berputar cepat sambil tergelak sendiri.
Briaz hanya menyimpan kesenangan itu sendiri ia terus melihat wanita ini dengan sesekali tersenyum.
Briaz tidak menjawab ia hanya tersenyum dan terlalu asik memandangi Okta, sampai Okta tersadar dan merasa jadi salah tingkah.
‘’ aaa… emmm misalnya gadis pengganti itu memang ada, apakah aku akan di ingat, aa karena kan kamu sangat anti dengan cewek di bawah rata rata seperti aku’’
‘’ entah lah aku akan mengingat nya atau tidak, yang jelas mungkin aku akan mengganggu nya terus’’
Apa, mengganggu.. aaa mengganggu seperti apa…
Briaz lalu meletak kan punggung dan telapak tangan nya ke jidat Okta membolak balik hingga 5 kali, ia sudah melakukan itu beberapa kali sampai Okta hapal jumlah banyak nya. Dan ia mulai mengacak rambut Okta berkali kali dan terbang ke depan dan ke belakang dengan laju lalu bersorak.. nyaring.
Okta hanya mendengus kesal rambut nya jadi sapu ijuk dan melongo heran melihat Briaz mengayunkan ayunan seperti itu, tapi ia justru senang, Briaz yang dulu menyebalkan sekarang sudah terlihat manis sikap nya bahkan kelewat manis sampai ingin ia cicipi.
Mereka kembali ke kamar setelah puas bermain ayunan seperti anak kecil itu.
‘’ dingin ya..’’ Briaz berlari menghidupkan mesin penghangat ruangan.
‘’ sebaik nya aku ambil kan selimut’’ ia kembali masuk ke dalam kamar dan menyelimuti Okta dengan manis lalu menggiringnya masuk ke kamar, saat di depan pintu langkah Okta terhenti. Jantung nya yang sudah maratoon itu makin berpacu karena acara skinship mereka yang belum di tuntas kan, entah kenapa ia kembali gugup dan bingung harus bilang apa. Di sisi lain Briaz juga sama ia jadi ikut grogi, biasanya ia main nyosor saja namun karena situasi sekarang yang berperan adalah hati semua nya jadi sangat beda.
‘’ aku akan mengambil kan teh untuk mu’’ kata Briaz salah tingkah lalu meninggalkan Okta sendiri. Okta memegang jantung nya yang berdenyut luar biasa dan pipinya yang kembali memanas.
Situasi memang sangat mendukung tapi ia ragu untuk jujur dengan perasaan nya, apalagi mengingat dirinya adalah cewek, tapi bagaimana kalau Briaz menjauhinya setelah ia jujur. Okta kembali mengurungkan niat, ia segera lari ke depan Tv dan berselimut ria disana.
‘’ kamu tidak di kamar?’’ tanya Briaz dengan segelas teh di tangan.
‘’ Bri.. misal kan gadis pengganti itu ada, kenapa kamu sampai mengajak ku ke sini, bahkan tidak ada urusan bisnis’’ pertanyaan Okta membuat Briaz terdiam.
‘’ karena aku takut kamu sakit hati melihat video scandal Kevin’’
‘’ kamu mengkhawatir kan ku?? ‘’ tembak Otka langsung. Ia juga sebenar nya cukup gugup harus menanyakan nya, tangan nya sampai mengerut kuat didalam selimut.
‘’ iya’’ jawab Briaz mengakuinya.
Okta menutup mulutnya karena kaget dan dalam hati seolah ingin menjerit kegirangan.
‘’ aku menyukai mu juga mencintai mu’’
Okta langsung mematung, ia menajam kan telinga nya lagi.
‘’ aku juga sangat cemburu dengan Kevin juga pria pria yang di dekat mu, konyol bukan!! Kau pasti ingin menertawakan ku’’
‘’ lupakan, aku hanya ingin yang terbaik untuk mu Okta’’ katanya lagi lalu meletak kan teh di atas meja.
‘’ minum lah biar tidak flu’’ Briaz lalu berlalu. Okta meringsut berdiri dengan heoh nya kegirangan, dengan cepat ia segera menyusul Briaz.
‘’ kamu serius?? ‘’
__ADS_1
Briaz berbalik melihat Okta dengan tatapan tajam.
‘’ bukan karena ingin merayu ku agar aku mengeluarka Diamond Fyrd??’’
‘’ karena itu aku berbohong kalau ada gadis lain yang juga punya Diamond Fyrd, aku tidak nyaman nanti nya kedekatan ku di salah artikan’’
Okta diam sesaat.
‘’ aku ingin menyembuhkan mu dengan ikhlas’’
Briaz menoleh dengan kaget.
‘’ aku paham dengan maksud Bianca, melakukan nya dengan ikhlas itu artinya hubungan itu terjadi karena saling mencintai bukan.., dan aku seperti nya juga jatuh cinta dengan mu’’
Wajah Okta sukses menyerupai tomat sangat merah, dan Briaz terus tersenyum mendengar nya.
‘’ tapi aku tidak ingin kamu memberikan nya tanpa ikatan apa apa, aku ingin kamu menikah dengan ku’
Okta sampai menutup mulut nya tidak percaya mendengar lamaran Briaz disana. Briaz lalu mendekat dan menggenggam tangannya.
‘’ padahal aku berencana melamar mu lebih romantis nantinya, tapi kamu malah memancing ku’’
‘’ its oke, aku menerima nya’’ jawab Okta mengerjapngerjapkan matanya.
‘’ serius??’’
‘’ dua rius’’
Briaz langsung memeluk Okta erat, dan menghujaninya dengan ciuman mesra.
**
‘’ iyaa bebeb sayang my darling I love u…….’’
Vanessa mencibir mendengar Maya yang sedang asik menelpon Pacar nya.
‘’ jam berapa nanti nya di jemput??, oo okeee, see u sayaaang Muuuuuach’’
Layar Hp nya sampai blepotan dicium Maya dengan ganas.
‘’ asiiiik acaaay akuuuh mau ataaaang’’ kata nya sambil berputar putar kegirangan.
Ka Adi yang melihat langsung geleng geleng kepala melihat tingkah alay Maya.
‘’ mudahaaan hujan lebat lebat, agar delay pesawat nya’’ celetuk Ka Adi lalu tertawa.
‘’ aaa Ka Adi, jangan dooong kan jablay gini udah karatan bibir nya mau ciplokin ayank ‘’
Ka Adi dan Vanessa langsung ingin muntah mendengar perkataan Maya, mereka lantas tergelak.
2 jam kemudian telepon Maya berbunyi dan itu dari Tifanny.
‘’ okeee boss meluncuur’’ Maya segera mengambil tas nya dan langsung ngaciir ke depan sana di mana Tifanny dan Daus sudah menjemput, Maya memang minta tolong untuk nemein ia ke Bandara menjemput Adrian, pacar nya yang sudah 4 tahun pacaran.
‘’ buruuuan panaaaas saaay’’ kata tifanny sambil mengipas ngipas tangan nya.
‘’ yaaa ibu negara, yook meluncuuur’’
Daus di supir langsung tancap gas. Kedua cewek di belakang langsung ribut membahas drama korea yang memang sedang mereka tonton sekarang, Daus sampai menambah volume suara tapi kedua nya malah semakin nyaring bicara nya dan terkikik tidak jelas.
Setengah perjalanan, tiba tiba di atas sana terdengar suara benda yang meluncur cepat, dan dalam hitungan menit terdengar suara tubrukan keras disusul suara ledakan hebat. Daus sampai menghentikan mobil dengan cepat karena di depan terjadi tubrukan dadakan. Di susul suara klakson mobil menderu hebat.
‘ aaa paaa yang terjadi??’ tanya Tifanny dengan wajah pucat, ia berpegangan kuat dengan Maya yang juga tak kalah syok, masih teringat bagaimana suara ledakan dahyat tadi hingga nyaris menggetarkan tanah di sana.
‘’ kalian di sini saja’’ Daus lalu keluar dan kembali beberapa detik kemudian.
‘’ ada pesawat meledak’’
‘’ apa!!!!
Bahkan kecelakaan tersebut terjadi bukan hanya di sana di setiap kota dan negara seluruh dunia mengalami kecelakaan maut dalam waktu yang sama, bukan hanya di dunia manusia tapi juga dunia tempat Briaz berasal di sana tiba tiba terjadi wabah penyakit besar besar an,hewan aneh yang tak ada angin hujan datang menyerbu setiap desa dan menggerogoki tubuh mereka hingga menjadi tulang belulang.
Kejadian tersebut jelas membuat Istana Gempar dan heboh, seluruh petinggi Istana segera datang kesana berkumpul dan menyerukan tanda bahaya besar besaran, apalagi datang nya wadah penyakit itu terjadi ribuan tahun silam ketika masa Iblis Fyrd ikut andil dalam satu aliran hitam yang menjadi malapetaka masa itu, dan itu membuat semua nya berpikir kalau Iblis fyrd dan Hord masih hidup, Ratu menjadi sangat tidak tenang, perbuatan nya menyembunyikan putra nya akan ketahuan.
‘’ cepat selamatkan Pangeran’’ katanya dengan suara bergetar hebat, dan salah satu pengawal kepercayaan nya segera pergi menjalan kan titah, di balik sana dayang yang menjadi mata mata di kubu lain juga segera pergi mengadukan hal tersebut.
**
Frans dan rombongan nya sampai di Apartement Kevin, apartement itu gelap saat lampunya dihidupkan yang terlihat adalah pecahan perabotan, Tv rusak dan lantai juga retak.
‘ apa yang terjadi, kalian cepat pastikan’’ suruh nya. Dan dengan segera anak buah nya mencari tahu apa yang sedang terjadi, namun terdengar suara auman dan suara benda kembali pecah, terdengar dari dalam kamar Kevin,
‘’ Markus, periksa… apa dia berubah belum waktunya’’
‘’ baik pak’’ Markus segera membuka pintu dan benar saja keadaan disana tak kalah hancur nya dari pada di luar dan terlihat Kevin yang sudah menjadi mengerikan, kulitnya menghitam dengan mata merah dan kuku kuku panjang. Ia langsung menyerang saat melihat Markus, Markus langsung menutup pintu yang terlihat adalah sabetan kuku yang tembus.
‘’ jinak kan dia dan bawa ke Lab…’’ titah Frans lalu berlalu pergi.
Markus mengambil pistol di pinggang nya, ia membuka cepat pintu dan langsung menembak perut Kevin sebelum makhluk itu menyerang nya. Kevin tumbang dan darah langsung mengalir di lantai.
‘’ maaf kan aku keponakan ku, aku akan menyelamat kan mu’’ kata Markus berbisik ke telinga Kevin. Kevin yang menjadi manusia lagi hanya mendengar sepintas dan pandangan nya kabur, tubuhnya lemas seketika.
**
__ADS_1