
CHAPTER 40*
“Salju di Itali”
Aku bahkan menyandarkan kepala ku ke punggung pria ini.
Kami sampai di tempat yang menurut ku aneh, dia mengajak ku ke taman kanak kanak. Tapi aku mengikutinya di belakang, ia lalu duduk disalah satu ayunan.
‘’ hey… masa kecil kamu kurang bahagia ya?’’ canda ku yang sambil duduk di ayunan satunya.
‘ bisa jadi begitu’’ jawab nya sambil berayun ayun dan tersenyum, berayun lagi dan tersenyum lagi, ayunan itu senyum itu seperti benda yang bergerak kesana kemari membuka sesuatu yang gelap, aku melihat butiran salju di sana di langit dan di atas kepala nya, juga diayuna yang melaju melayang layang, kenapa aku berada di tempat ini. Aku berpijak di atas salju dan terdengar suara cekikan di sebelah sana 2 manusia sedang main ayunan, gadis berambut panjang it uterus tertawa menutupi wajah nya dan kembali tertawa, perlahan aku mendekati mereka karena mereka tak asing, bahkan suara nya juga. Ya .. sekarang aku berdiri di depan 2 manusia ini. Gadis berambut panjang ini aku dan laki laki disebelah nya Briaz. Apa ini??
Lalu bayangan itu hilang, salju iu juga hilang bergantikan dengan ufuk senja yang indah di belakang sana.
‘’ kau tau aku pernah bermain ayunan dengan gadis itu’’ suara Briaz menyeret ku ke masa sekarang. Aku diam lama menatapnya, mata nya, hidung mancung nya, garis rahangnya, rambutnya dan tato itu.
‘’ apa kita dulu pernah dekat??’ Tanya ku meluap.
Briaz berhenti mengayunkan ayunan kayu itu,
‘’ apa kamu mengingat ku?’’ Tanya nya balik dan itu seperti bom besar yang ingin meruntuhkan kepala ku sekarang. Briaz makin lekat menatap ku.
‘’siapa dia?? Siapa pria ini?? Dia jelas bertanya karena aku melupakan nya!’’
‘’ kamu siapa?’’
Ia lalu mencondongkan tubuh nya dan mencium bibir ku, aku kaget namun kehangatan seolah mengalir dari bibir itu. Aku membiarkan nya mencium ku dengan lama, karena sepertinya aku menyukai ciumanitu, ciuman yang seperti pernah singgah.
‘’ masih belum ingat??’’ Tanya nya dengan tatapan teduh.
Aku lalu mendorong nya dan berdiri.
‘ katakan kamu siapa’’ teriak ku meluap bahkan teriak dengan nyaring. Nafas ku sampai tersengal sengal menahan sesak di dada.
Dia masih belum menjawab.
‘’ AKU SUAMI MU’’
Dan bom kedua pasti sudah membuat ku hancur tak berwujud. Kalimat Briaz membuat ku kaget dan syok.
‘’ apa kamu bilang??’’ alis ku naik keatas dan aku tertawa, aku tau dia memang sering bercanda tapi kalimat nya barusan menurut ku bukan lelucon.
Briaz tersenyum singkat dan berbisik lagi ‘’ aku superman’’
‘’glek’’ sesaat suasana yang tadi mencekam di perasaan ku tiba tiba pecah. Apa apaan itu.
Ia lantas mengacak rambut ku.
‘’ pulang yuk’’ katanya mendahului ku yang masih saja belum sadar sepenuhnya.
__ADS_1
‘’ yaaa, hey… Bri…’’ panggil ku kesal. Aku sadar apa yang ia lakukan sebelum nya
‘’ dia mencium ku…’’
Sepanjang perjalanan aku masih ingat kata kata nya, dengan tatapan serius dan tulus, dia bilang adalah suami ku?? apalagi bayangan yang aku lihat itu benar aku dan dia, apakah bagian memori ku yang hilang itu adalah dia??
Kami sampai di parkiran Apartemen, kemudian aku mengenali mobil Kevin yang terparkir, dengan cepat aku segera turun.
‘’ Kevin datang Bri, aku duluan ya’’ kata ku takut setengah mati, seolah takut ketahuan selingkuh.
Saat ku lihat kebelakang Briaz masih duduk di atas motor itu dengan tatapan tajam.
‘ hey Viiiiiin’’ sapa ku dengan nafas ngos ngosan karena lari di lorong. Kevin duduk di ruang tamu dengan baju kaos dan celana ¾.
‘’ dari mana kamu Okta??’’ Tanya nya melihat ku sebegitu gila mencari oksigen.
‘’ aku.. habis makan bakso di samping’’ jawab ku bohong.
‘’ kata Viola kamu mencari Susan ke sebelah’’
Glek, air liur ku menjadi ngadat lagi ‘’ ee iya. Tapi habis itu aku makan bakso’’
Ia melihat ku penuh selidik.
‘’ begitu, memang di sebelah siapa?? Ga biasa nya kamu sampai mencariin Susan segala’’
Gawat Kevin mulai curiga
Ia lalu tersenyum itu tandanya intigrasinya selesai. Lalu ia mengangkat kotak dari bawah dan di sana undangan kami yang banyak.
‘’ sebagian sudah aku sebar kan. Ini siapa tau Viola dan Susan mau mengundang teman teman nya’
Aku masih menganga melihat undangan itu.
‘’iya beres… nanti aku kasih ke mereka’’
‘’ juga tetangga baru itu’’ sela nya membuat ku tersentak.
‘ ah iya, oh ya.. kamu lapar ga. Kita makan yuuuk’’
‘’ bukannya kamu sudah makan bakso??’’
Mata ku mengerjap lagi dasar ***** kamu Oktaaaaa
‘’ kurang banyak, kamu tau kan aku gila makan.. hahhaaaa’’
Kevin tertawa hambar ia lalu berdiri dan mendekati ku membuat ku yang sudah gugup semakin gugup. Gugup karena takut ketahuan.
Ia menatap mata ku seolah mencari sesuatu disana, tuh kan anak ini memang pantas jadi detective atau jaksa…
__ADS_1
‘’ kamu tidak kangen dengan ku??’’ bisik nya.
Aku mendorong bahunya pelan
‘’ wahahaa tentu saja kangen’’
Kemudian ia mendekat dan hendak mencium ku, tapi nama nya mulut tak sama dengan hati aku berpaling. Kevin tertahan disana hanya nafas nya yang kurasa di telinga ku. ia lalu mundur dan menyemat jemari ku dan menciumnya.
‘’ aku sangat merindukan mu Okta’’ kata nya lirih. Kevin lalu mengajak ku dinner dengan rekan bisnisnya, aku yang berbalut gaun indah nan formal selalu mengumbar senyum palsu ke 2 pejabat didepan ku ini yang menggunakan bahasa korea.
Aku kembali menjadi boneka yang selalu ada di sebelah Kevin, tersenyum dan bicara pun harus denga kemauan nya, rasanya kepergian nya kemaren adalah hal yang membahagia kan untuk ku.
Namun sesaat kata kata Briaz kembali mengusik pikiran ku. Bagaimana jika dia tidak berbohong, dan dia benar suami ku. bisa saja kan aku menikah dan itu merupakan memori ku yang hilang???? Ya mungkin aku harus mencari tahu memori ku yang hilang itu.
‘’ sayang’’ panggil Kevin membuyarkan lamunan ku.
‘’ mereka mau pulang’’ bisik nya.
‘ aaah ya,’’ kata ku lalu tersenyum dan menunduk sopan pada mereka yang juga balas menunduk sopan dan pamit pulang.
‘’ apa kau capek??’’ Tanya Kevin setelah hanya tinggal kami berdua.
‘ tidak’’
‘’ kalau begitu ke Apartement ku’’ kata nya. Aku tak mau, aku ingin menolak tapi bagaimana bilang nya….
‘’ hey,, Okta..’’ panggil Kevin sampai melambaikan tangan nya ke wajah ku.
‘ ah iyaa baiklah’’
Kami sampai di Apartement nya, dan anak ini langsung mengajak ku ke kamar nya, aku tau Kevin tak pernah melakukan hal yang di luar batas karena aku hanya ingin memberinya setelah kami resmi menikah, dan ia sampai sekarang menyetujui nya.
‘’ aku sangat lelah, tapi aku juga merindukan mu Okta, temani aku tidur yaa’’ kata nya sambil melepas jam tangan dan mengganti baju nya.
Ralat, menemani nya tidur bukan berarti melakukan ****, Kevin biasa minta temani tidur, ya di temani, cukup memegang tangan nya saja sampai ia tertidur keesokan hari nya, dan yang aku senang Kevin sangat menjaga janjinya, bisa saja kan 2 manusia yang bersama 1 ranjang bisa lepas akal sehat nya. tapi selama 2 tahun ini dia tidak pernah berbuah aneh aneh.
Kevin mencium kening ku sebentar lalu ia berbaring dengan tangan meyemat di jari ku, aku juga berbaring menyamping memperhatikan nya tidur.
Apa yang aku lakukan pada pria ini.. kenapa aku ingin menyakitinya dengan semua yang telah ia lakukan terhadap hidup ku sekarang, kelayakan dan adik adik ku…
Aku kembali goyah, dan juga tersiksa di sisi lain aku tidak ingin jahat pada Kevin hanya karena teroicut dengan tetangga ku tapi disisi yang lain aku tak merasakan cinta dengan nya.
Sesaat wajah yang tertidur ini berubah jadi wajah Briaz, aku tersenyum dan memejamkan mata.
aku kembali bermimpi buruk, ada yang ingin memperkosa ku di ruangan sempit itu. Sontak aku terbangun nafas ku memburu tajam.
‘’ Oktaaaa’’ Kevin ikut terbangun dan memeluk ku, aku menangis dan tubuh ku bergetar hebat.
‘ aku mimpi buruk lagi Vin… mimpi itu datang lagi’’ tangis ku pecah dan menenggelam kan tubuh ku ke pelukan nya.
__ADS_1
Kevin hanya diam sambil mengelus rambut ku dengan pelan.