
CHAPTER 33*
“ Memori yang Hilang”
Fredika turun dari kuda dan menatap nanar kearah Briaz.
‘’ maaf kak, Okta menghilang’’
Apa….
Sekarang tinggal Venus da para panglima mencarinya di Hutan semoga secepat nya ka Okta di temukan.
Briaz tak bergeming, ia merasa tak tenang.
‘’ pangeran, waktunya’’ seorang penyihir datang memberitahu, dan dengan sejuta gejolak yang mengganggu pikiran nya ia mengikuti ritual pelepasan kutukan Iblis yang bersarang di tubuhnya dan Kevin.
Di sisi itu perlahan lahan vlous Kevin melepaskan baut baut engsel kandang, sesuai prediksi rencana B Bianca, kekhawatiran Bianca terjadi, Iblis Hord yang di bangkitkan masuk kedalam tubuh Kevin belum matang karena di bangkitkan secara paksa dan konsekuensinya ia akan menyerang balik, dan seperti sekarang sebenarnya Kevin memang sengaja membiarkan tubuhnya di bawa karena sudah mengetahui bahwa pasukan nya yang ia suruh diam diam tanpa sepengetahuan Bianca sudah membawa Okta ke dunia manusia. Dan dia sendiri juga membutukan pelepasan Iblis yang bersarang di tubuhnya dari situ ia pura pura pingsan dan di bawa kesana seperti sekarang ritual pelepasan iblis itu di laksanakan ia dan Briaz meminum dari diamond fyrd untuk Briaz, diamond Hord untuk Kevin di iringi bacaan mantra dari semua penyihir disana. Kedua nye menggeliat dan kesakitan kemudian sekelebat roh hitam menyeruak keluar dari dalam tubuh tubuh itu dan di bawa kedalam kobaran api yang menyala, 2 Iblis yang selama berabad abad menghntui dengan kutukan nya itu akhirnya bisa di musnahkan selama lama nya.
Briaz kembali tersengal dan melihat tubuh nya sudah seutuhnya miliknya lagi, ia sangat bahagia dan mendapat sorakan kebahagian dari seluruh penjuru. Tapi ia tetap masih tak tenang karena Okta belum juga datang hingga seseorang bersorak dan mengatakan ada yang datang di ujung sana dari hutan yang berkabut dan gelap, 3 ekor kuda dengan obor berkobar terlihat, dan benar saka itu Venus yang datang bersama 2 panglima lain, wajah nya terlihat suram dan menggeleng kearah Briaz.’’ Maaf Tuan Puteri Okta belum bisa saya temukan’’
Briaz rasanya menciut dan kembali terdengar suara kuda berlarian dari sebelah lain, seluruhnya dengan harap harap cemas menunggu kedatangan kuda yang membawa beberapa orang dalam keadaan telungkup. Setelah kuda itu berhenti Briaz segera menarik sosok perempuan di punggung kuda itu, dan terlihat Bianca yang sudah berupa mayat dengan luka bakar di sekujur tubuh nya kecuali wajah nya.
Dan James mayat yang lain terlihat disana.
‘’ pangeran lihat ini’’ Venus mengambil gulungan kertas yang di pegang Bianca.
Briaz merebut dan membacanya.
‘’ selamat tinggal, Kevin’’
Baginda… yang mulia.. pangeran…, manusia itu, menghilang’’ kata salah satu penyihir memberitahu dan benar saja dalam kurungan itu kosong.
‘’ Kevin, apa dia yang menculik Okta’’ Briaz mengingat perkataan kevin saat perang tadi Kevin hanya membahas Okta, ‘’ jadi tujuan nya sebenar nya hanya membawa Okta’’ air liur nya terasa tercekat.
Siapkan kuda sekarang juga, ucapnya dengan nyaring. Andai Fyrd masih ada ia bisa mengejar Kevin di dalam kabut hutan itu, ia berharap asumsi nya salah Kevin membawa Okta kembali ke dunia manusia dan akan menutup portal penghubung tempat itu yang ada di tengah hutan. Dan seperti orang gila ia memacu kuda yang ia tunggangi membayangkan jika asumsi nya itu benar maka kemungkinan besar ia akan kehilangan Okta karena penyihir yang bisa menghubungkan dunia di sana dan dunia manusia hanya Bianca, dan alasan itu pula Ibunda Ratu memerintahkan Bianca untuk menjadi pengasuhnya.
Di jalan yang sama dalam jarak yang sudah sangat jauh Kevin memacu kudanya sambil tersenyum puas. Ia memang meminta Bianca untuk memberikan 2 permintaan nya, yang pertama adalah membuat kan mantra penghapus penghubung dunia disana dengan dunia nya, dan yang kedua obat untuk menghilangkan ingatan.
Ia sampai 1 jam kemudian di tempat yang sudah ia hapal, sebuah goa yang tertutup dengan pepohonan besar, lubang itu masih menganga besar disana. Dengan cepat Kevin masuk kesana dan melemparkan bola kristal yang Bianca berikan itu, dalam sekejap pintu penghubung itu langsung lenyap.
‘’selesai sudah semua nya’’ katanya dengan sangat senang dan puas, ia lalu beranjak menuju tubuh Okta yang terbaring tidak sadarkan diri, dan segera mengambil obat sihir itu meminumkannya pada Okta.
‘’ sekarang kamu sudah aman Okta’’
Briaz sampai 10 menit kemudian, ia segera mencari cari pintu penghubung yang seharusnya bercahaya namun yang terlihat hanya bongkasan dinding Goa yang lembab, tubuhnya merisut lemasdan sangat syok.
2 tahun kemudian…
Jakarta
Suara jepretan dan sinar Blizt terdengar berkali kali, Aku yang mengenakan celana kulot panjang dan blaser navy lengkap dengan make up nya sedang berpose di sana dengan salah satu model pria lainnya, kami sedang melakukan pemotretan majalah fashion. Ya sekarang profesi ku adalah model sejak 1,5 tahun yang lalu sejak kecelakaan tunggal yang terjadi 2 tahun silam, aku harus sering chek up ke jakarta untuk pemeriksaan dan akibat itu pula aku kehilangan memori ingatan ku. dan aku menjadi model karena banyak nya permintaan dari manajemen saat konferensi pers dulu dengan Kevin, dan aku di dukung sepenuh nya oleh nya, walau awal nya susah menyesuaikan diri karena perbandingan model sungguhan dengan model fashion biasa sangat jauh berbeda, namun aku beruntung karir ku bisa naik dan bertahan cukup baik sampai sekarang.
‘’ Okee.. Good’’ teriak kru kameramen., aku segera menghambur ke ruang ganti.
DDDRRRRRRt DDDDDRRRRRRRt
Di layar terpampang nama Kevin, ya dia tunangan ku sejak 6 bulan yang lalu dan seharunya 2 bulan yang lalu aku sudah resmi menjadi istrinya.
‘ Ya Vin’’ jawab ku sambil meletak kan baju baju yang tadi ku kenakan ke tangan mba yang sudah menunggu ku.
‘’ aku di bawah sayang’’ ujar nya.
Aku segera menyambar tas dan keluar dari studio itu, di luar sana banyak para model baru sliweran dan semua menyapa ku dengan hangat, dulu sewaktu masih baru tak ada satu pun yang peduli, bahkan yang aku terima pandangan merendahkan namun sekarang karir ku naik dan main dikenal jadi para model junior atau senior ini selalu menyapa saat berpapasan, tapi aku tetap Okta yan dlu susah berbaur duluan untuk menemukan teman, satu satu nya teman yang dekat saat ini adalah Nana, dia make up artis ku, yang aku senang dari Nana karena ia sangat mirip dengan sahabat ku Maya yang kini sudah kehilanga kontak dengan ku.
Aku langsung masuk kedalam mobil BMW milik Kevin, aku memang sering di antar jemput Kevin, kecuali ia sedang meeting atau ke luar Negeri, Ya Kevin sekarang sudah tidak menjadi artis lagi, dia lebih memilik berbisnis dengan bisnis keluarga nya yang kebanyakan di bidang proferti.
__ADS_1
‘’ kita mampir kerumah mama dulu ya sayang…., mama ada bikin mandai ‘’ kata Kevin sambil menjalankan mobilnya.
Mandai?? Tiba tiba perut ku kriukan minta di isi, siapa yang bis amenolak dengan lauk olahan khas daerah ku itu.
‘’ mama juga mau membahas pernikahan kita’’ sambung nya sambil menatap lurus kedepan.
Aku diam sesaat’’ aah iyaaa’’, memalingkan wajah melihat keluar jendela, terdapat titik titik huja yang membasahi nya, aku menurunkan kaca mobil dan menadahkan tangan menampung air itu dengan perasaan nyaman.
‘’ Hmmm, nanti masuk angin sayang’’ kata Kevin berdehem sebentar. Ia lalu menutup kaca jendela nya dan mealingkan wajahnya. Aku kembali melihat keluar jendela.
‘’ kamu sedang lihat apa??’’ tanya Kevin pelan.
‘’ apa? Aah melihat keluar jendela. Ada apa??’’
Ia lantas tersenyum kecil’’ tidak’’
Setengah jam kemudian kami sampai ke rumah mini malis Tante Sandra, ia tinggal seorang diri di sana Kevin lebih sering tidur di apartemen nya.
‘’ hallo sayaang’’ wanita blasteran ini memeluk ku dan mencium pipi kanan juga kiri ku.
‘’ pulang kerja??’
Aku mengangguk.’’ Maaf ya tante.. Okta sibuk, jadi lama ga main ke sini’’ kata ku memelas.
‘ iya ga papa sayang, kamu kan lagi menyelesaikan semua kontrak kerja mu sebelum berhenti nanti nya’’
Aku mengangguk, memang setelah menikah nanti aku tidak diizinkan Kevin lagi bekerja, walau aku menolak karena terbiasa bekerja tapi bukan Kevin nama nya kalau keinginan ny adi tolak mau tidka mau harus mengikuti.
‘’ ayooo makan dlu, semua sudah siap’’ ujarnya lagi dan menggring ku ke ruang makan. Disana sudah terlihat lauk mandai goreng yang tampak menggiurkan, makanan olaha dari kulit cempedak yang diasinkan itu merupakan makanan favorite ku, olahan nya berbagai macam, ada yang di goreng, oseng bahkan di campur dala kuah bersantan, tapi aku paling suka yang di oseng dengan campuran cabe seperti yang di bikin tante Sandra sekarang ini.
‘’ Kevin, makan dulu’’ kata Sandra pada Kevin yang datang sambil menggulung lengan kemeja nya.
‘’ mau pipis dulu ma’’ ucapnya lalu berlalu.
Tante Sandra tertawa kecil melihat nya. yang aku tahu mereka bertemu sejak Ayahnya meninggal.
‘’ bulan depan tetap jadi kan Okta??’’ tanya tante Sandra dengan nada sedikit khawatir, mengingat dulu aku meminta memundurkannya seminggu menjelang pernikahan. Ya aku sengaja menerima job di luar daerah dengan tanggal yang sama bersamaan pernikahan ku, entah kenapa aku belum siap menikah walau usia ku sudah 25 tahun dan usia hubungan ku dengan Kevin yang lama, tapi mengingat bagaimana jasa kevin selama ini seperti merawat ku yang sakit saat kecelakaan, membiayai semua pengobatan ku dan yang terpenting ia juga membiayai operasi jantung Viola serta membayarkan hutang piutang ku. sebelum nya aku menolak keras ia membantu ku tapi Kevin tetap melakukannya dan aku berakhir denga keterkaitan seperti ini, ya walau Kevin tidak buruk buruk banged, dia tampan, kaya dan baik hanya saja aku merasa jiwa ku kosong.
Kevin datang kemudian dan ikut berbaur makan bersama.
‘’ kalian fitting lagi ga??’ tanya tante Sandra.
‘’ iya, besok’’ jawab Kevin lalu melihat kearah ku.
‘’ jam berapa Vin??’’
‘’ jam 10 nanti aku jemput’’ jawab nya sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
Aku mengangguk singkat dan melanjutkan makan ku dengan nikmat. Setelah itu aku membantu tante Sandra mencuci piring dan membersihkan sisa makanan di meja.
‘’ konsep nya masih sama kan sayang??’tanya tante Sandra lagi lagi mengenai pernikahan ku.
‘’ ya tante’’ jawab ku sekenanya. Dari tadi aku hanya menjawab Ya, Boleh dan tentu sepanjang makan.
Tante Sandra mendekat’’ biasakan panggil mama, kan sudah mau jadi menantu’’ ujar nya lalu tersenyum singkat.
‘ aaah iya tan.. em mama’’ kata ku sambil menyapu di lantai dan membuang kotoran nya ke bak sampah.
‘’ ma kita pulang dulu ya’’ kata Kevin lagi.
‘’ cepat sekali, tidak mau ngobrol ngorbrol dulu??’’
‘’ nanti saja, Okta kayak nya capek banged’’
‘’ aah engga ko’’
__ADS_1
‘’ alah… aku ka tau jadwal mu’’ sela Kevin memang benar, Kevin selalu tahu jadwal kerja ku ya dia lebih mirip lem dikehidupan ku sekarang ngintilin dan sangat posesif.
‘’ kalau begitu kami permisi tante, hmm mama’’ ralat ku mencium punggung tangan dan cipika cipiki dengan tante Sandra sebelum meninggalkan perkarangan sederhana itu.
25 menit kemudian kami sampai di parkiran Apartemen tempat ku tinggal beserta 2 adik angkat ku, Viola dan Susan.
‘’ ga mampir kan Vin’’ tanya ku.
Alis Kevin bertautan, hmmm jadi aku di usir dulu niii
Aku tergelak’’ begitulah
‘’ tapi cium dulu’’ pinta nya menunjuk nunjuk bibir nya.
‘’ malas, wee’’ aku langsung kabur keluar dan menutup puntu dengan cepat. Kaca pintu kembali terbuka, Kevin tersenyum lebar disana hingga ia berbelok dan meninggalkan aku yang langsung berjalan menuju pintu masuk, sekarang hidup ku bersama 2 adik ku lebih layak, pendapatan ku menjadi model sangat cukup untuk biaya hidup kami dan biaya hidup sekolah Viola juga biaya kuliah Susan.
Aku mengucapkan salam sebelum masuk dan Viola menyahut, anak itu sekarang semakin gempal, pipinya mirip bapau yang siap di santap kapan saja.
‘ Vi… aku bawa makanan nii buat kamu, tebak apaan??’’
Wajah Viola berbinar dan menengok nengok ke belakang ku’’ apa aan ka??’’
‘’ teng tereeengggggg’’ aku menenteng plastik yang tadi di titipkan tante Sandra.
‘mandai ‘’
Viola menjerit girang ia lantas langsung merebut nya dan berlari ke dapur.
‘’ pelan pelan doong Vi… nanti kejedot’’
Anak itu hanya tertawa ringan dan sibuk mengambil nasi dengan jumlah besar, ia tampak semakin sumringah saat membuka bungkusan yang aku bawa.
‘’ kakak udah??’’
Aku mengangguk dan hanya memperhatikan baby ku ini dengan gemas. Aku sangat senang ia sudah bisa hidup normal setelah di operasi.
‘’ jadi ingat Banjar ya ka’’ katanya lagi.
Aku berdehem, ya setelah memutuskan berhenti bekerja di Hotel dan pindah ke Jakarta aku tak pernah lagi ke sana.
‘’ nanti kapan kapan boleh kesana lagi ya kak, ke makam Mama’’ pinta nya.
Aku mengangguk dan mengelus rambut Viola.
‘’ Susan mana??’’ tanya ku padanya.
‘’ emmm belum pulang ka’’ jawab Viola.
Aku berdecak kesal, anak itu akhir akhir ini pulang telat setelah Kevin memberinya hadiah mobil saat ia ulangtahun 3 minggu yang lalu, Kevin memang sangat memanjakan gadis itu, dan aku sangat menentang nya.
‘’ ya udah kakak mau mandi dulu, habis ini gosok gigi ya’’ kata ku disambut dengan jempol besar Viola.
Aku masuk kedalam kamar yang sudah adem dengan semiliran ac. Rambut ku gulung keatas lalu masuk kedala kamar mandi mengisi air di Bath Up. Setelah penuh aku merendamkan tubuh lelah ku ke air hangat itu. Rasanya benar benar nyaman melepaskan rasa penat ku.
Hampir 1 jam aku berendam di sana, setelah selesai Viola yang memang 1 kamar dengan ku ini sedang tengkurepan di lantai dengan kaos kaki di kedua kaki nya, tangan nya sibuk mencoret coret dikertas gambar.
‘’ ngapain Vi??’’
‘’ ngerjain PR kesenian ka’’ sahutnya terus meniru gambar yang ia tiru didepan.
‘’ ntar kalo ga mirip, kakak buat kan yaa’’
Aku tertawa kecil’’ aku ga jago gambar vi..’’ sahut ku sambil menyisir rambut ku yang sudah agak kering.
‘’ tapi ini kan gambar nya kakak’’
__ADS_1
‘’ ah masa siiih, ‘’ aku menengok kesamping melihat gambar yang ia tiru. Berupa gambar sosok manusia menyerupai peri namun tak bersayap, tangan nya memiliki sulur atau akar akar yang menjulur di kulitnya seoerti gambar anime. Aku lupa kalau pernah menggambarnya, dan bukan hanya 1, ada beberapa yang berserakan di sana. Memang sedikit familiar tapi aku tak ingat kalau pernah menggambarnya.