
CHAPTER 31*
“ Terancam”
Okta…
Panggilan nama itu dna suara yang aku kenal itu membuat ku terbangun dari tidur panjang ku, aku mengingat kejadian tadi malam, dan lamaran Briaz membuat ku kembali tersipu malu sekaligus sangat bahagia. Dan dia ada di belakang punggung ku sedang memeluk ku dan mencium punggung ku.
‘’ bersiap lah, pesawat kita 2 jam lagi’’ bisik nya.
Aku membalikkan badan melihat nya sebentar’’ kita pulang??’’
‘’ iya’’ jawab Briaz sambil memainkan rambut ku.
Aku padahal masih ingin lama di sana, tentunya dalam kondisi resmi dengan Briaz.
‘’ nanti kita kembali lagi kesini, ke hotel yang sama ke kasur yang sama ‘’ katanya seolah bisa membaca pikiran ku.
‘’ baiklah…’’ sahut ku lalu mencium pipinya sekali dan bangkit dari sana.
Setelah sarapan kami segera pergi ke Bandara menggunakan pesawat pibadi Briaz yang sama serta manusia manusia nya.
‘’ Hy Adam’’ sapa ku hangat.
Adam tersenyum pada ku dan menatap takut kebelakang ku, apa jangan jangan ia takut karena Briaz. Aku menoleh Briaz sambil mencibir.
‘’ apa’’
‘’ jangan cemburu kan dia sudah merried dan punya 3 anak’’ sindir ku langsung tergelak melihat reaksi Briaz yang sadar akan kebohongan nya.
‘’ terjadi kecelakaan besar besaran kemaren siang’’ kata Briaz setelah pesawat mulai naik.
‘’ apa?? Kecelakaan?
‘ iya !! Venus menghubungi ku dan kecelakaan nya di setiap negara setiap kota dan jugaaaaa
Aku menegang mendengar kabar itu. Briaz meneguk air liur nya dengan susah payah. Mata ku beralih ke Tv yang kebetulan mensiarkan berita tersebut.
‘’ di tempat ku juga , wabah penyakit yang di akibat kan Iblis Fyrd’’
‘ hah… bagaimana bisa??’’
Briaz menggeleng, wajahnya menjadi sangat serius. Suara berita di televisi mengundang ku untuk melihat lagi ke layar sana dan mata ku seolah menangkap hal yang janggal, seperti tayangan ledakan pesawat, kapal dan tabrakan yang dikatakan memiliki jam yang sama itu di bagian atas nya beruba asap membentuk simbol hitam.
‘’ Bri, kenapa simbol itu sama dengan yang ada di lantai rumah mu??’’ tanya ku menunjuk ke Tv.
‘ simbol??’’ Briaz melihat ke Tv dan beralih kearah ku.’’ Aku tak melihat apapun’’
Aku kembali menyakin kan nya dan kembali melihat simbol yang terlihat jelas di sana.
‘’ pulpen.. kertas..’’ ku cari 2 benda itu dan menggambarkan nya dengan jelas.
‘’ aku melihat simbol ini… dan ini sama dengan simbol yang di rumah mu’’ kata ku sambil menerawang mengingat dan aku memekik’’ ya Tuhan… simbol ini juga ada saat kecelakaan pesawaat 24:00 dulu’’
Rumah itu yang desain sebagian adalah Bianca dan dia yang memiliki sihir penghubung dunia ini dan di sana, apa jangan jangan…
Briaz tampak semakin tegang , ia lalu langsung menghubungi Venus.
‘’ cari mati atau hidup Bianca, kita dalam masalah besar’’
Aku langsung mematung mendengar nya.
Kami tiba keesokan hari nya. Aku yang mengetahui pacar Maya ikut jadi korban meminta ijin pada Briaz ingin menemui Maya, dan ia memperbolehkan walau sebenar nya aku berat meninggalkan Briaz dalam kondisi seperti itu. Ia pasti masih syok dengan pengkhianatan Bianca dan ia yang tentu dalam bahaya besar.
Aku langsung menuju kost Maya, dan anak itu sedang termenung di sana. Saat ku memanggil ia langsung menghambur dan menangis sejadi jadinya di peluk an ku. Aku merasa sangat Iba dengan Maya yang harus kehilangan Pacar nya, dan aku ingin menghiburnya seharian ini di sana.
Malam nya aku pulang, dalam perjalanan pulang saat memasuki daerah komplek tanpa sadar ada yang mengikuti dan tiba tiba mulut ku di bekap hingga aku merasa lemas.
Tubuh ku terhuyung ke atas dan menabrak sesuatu. Aku terbangun dengan kepala sakit.
Aku kaget melihat dimana aku sekarang, tepat nya berada dalam mobil besar dengan 3 orang disana, sesaat aku ingat apa yang baru saja terjadi.
‘’ sudah bangun’’ suara wanita disamping ku menyapa, wanita blasteran.
‘’ siapa kalian?? Kenapa menculik ku’’ cecar ku merasa terancam.
‘’ tenang lah Okta, kami justru menyelamat kan mu’’ kata wanita ini sungguh membingungkan.
‘’ menyelamatkan?? Apa maksud mu’’ erang ku mencoba melepaskan borgol di tangan ku.
‘’ kau baru saja membuat malapetaka, beruntung aku mengetahui nya walau sudah sangat terlambat’’ kata nya lagi semakin membuat ku tidak mengerti.
‘’ aku Ibu nya Kevin, panggil sana tante sandra’’
‘’ apa?? Kevin??’
Wanita ini tersenyum tipis,’’ iyaa, Ibu Kandung nya’’
‘’ terus kenapa menculik ku?? Salah ku apa??’’
Sandra tertawa kecil, ia lalu mendongakkan tubuh nya yang tinggi itu dan mencubit pipi ku.
‘’ kamu jutek sekali Okta sama dengan Ibu mu dulu’’
Glek
Bibir ku kelu dengan sejuta pandangan kearah Sandra yang terus melihat ku, cara nya melihat sama seperti Kevin, dia memang ibunya.
‘’ Ibu ku? Maksud anda apa’’ Tanya ku semakin menjadi jadi apalagi ini tentang orang tua ku.
‘’apa kau mau dengar tentang orang tua mu saying??”’
‘’ cepat katakana jangan berbelit belit’’
Sandra kembali tertawa seolah aku sedang stand up komedi.
‘’ yakin kamu mau dengar, ini sedikit menyakit kan’’
Aku terdiam membayangkan cerita apa yang menyakitkan, sesaat aku agak mengurungkan niat.
‘’ tapi kamu harus tahu yang sebenarnya’’
Sandra mulai menceritakan siapa Ibuku, dia bilang nama Ibu ku Melinda, teman kuliah nya, Sandra bercerita kalau ia melihat Ibu ku berada di dalam sebuah peti kaca di Lab suami nya yang tak lain adalah Ayah Kevin. Ia kira Ibu ku pulang kampong karena hamper setahun menghilang ternyata Ibuku menjadi korban dari persembahan aliran sesat yang di anut Frans. Mereka melakukan sesuatu pada janin Ibu ku yang tidak lain adalah aku. Selama dalam kandungan Ibu ku selalu diberikan suntikan yang mengandung suatu sihir. Dan aku di siapkan untuk nanti nya sebagai pasangan dari pemilik inang Vlous Fyrd. Dengan keluar nya Diamond Fyrd maka iblis itu akan keluar dan berpindah inang ke percobaan mereka yang lain yaitu Kevin, aku sampai tidak menyangka kalau Kevin ikut terlibat. Kevin juga di gunakan Frans sebagai jembatan kedua, setelah Fyrd memasuki ke tubuh Kevin maka Hord akan hidup dan sesuai keinginan Frans ia menggunakan kedua iblis itu untuk tujua pribadinya.
‘’ ini ga mungkin kan.. semua nya bohong’’ kata ku ingin tertawa dan menangis. Aku sangat terpukul ketika mengetahui riwayat ku yang ternyata hanya diperalat saja bahkan Sandra mengatakan kalau aku memang di titipkan ke Tante Olla yang sudah menerima bayaran mengasuh ku.
‘’ dan gara gara kalian, sekarang anak ku dalam bahaya’’
Sandra mengatakan kalau rencana mereka gagal karena aku sama sekali tidak dapat mengeluarkan Diamond Fyrd, dan itu membuat mereka beralih ke rencana lain yang tidak Sandra ketahui.
‘’ apa lah Briaz terlibat dengan suami mu itu??’’
‘’ mantan suami’’ Sandra menekan kan, wajah nya terlihat kembali marah.
__ADS_1
‘’ menurut mu dia terlibat atau tidak?? Dia juga menginginkan diamond fyrd itu kan, tentu dia bekerja sama’’
‘’ tidka mungkin’’ sela ku menatap Sandra marah. Lantas Sandra tertawa. ‘’ dia juga yang melakukan penyebaran Video serta penembakan Kevin, dia takut kalau tujuan nya tidak berhasil’’
‘’ enggak’’ aku menghardik Sandra marah.
‘’ Briaz bukan orang seperti itu’’
‘ ayolah, Okta kemana otak pinter mu, jangan di butakan cinta.. lihat kenyataan sekarang banyak korban dimana mana kan, kalau saja kalian sudah melakukan nya mungkin dunia ini sudah hancur’’
Aku menelaah kata kata Sandra lagi lagi hati ku menolak semua perkataan nya, Briaz tidak mungkin kerja sama.
‘’ sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan ku?? Tanya ku dingin menyingkirkan sedikit prasangka tentang Briaz.
‘’ menyembunyikan mu…, mereka masih membutuhkan Diamond Fyrd mu’’
Aku melihat Sandra dengan dalam dan mobil itu terus melaju di jalan yang berbatu.
*
Briaz mencengkram kuat membaca surat yang ibunya tulis.
‘’Ratu sekarang sudah masuk dalam penjara Pangeran dan kalian harus melarikan diri sebelum prajurit kerajaan masuk ke dunia ini’’
Venus terlihat tegang di ujung sana.
‘’ saya akan menjaga membantu kalian disini’’ kata Pengawal kepercayaan ratu itu bersimpuh dan menunduk dengan kasatria.
‘’ tidak, kita harus menyelamatkan Ibu ku, Okta bisa membantu’’ ucap Briaz dengan harapan besar.
Venus lalu menerima telepon ia tampak kaget dengan berita yang ia dapat dari orang suruhan yang seharusnya mengikuti Okta.
‘’ maaf Pangeran, Nona Okta menghilang’’
**
Kevin siuman setelah 1 hari tidak sadarkan diri.
‘’ Kevin, kau sudah sadar??’ Markus tampak senang dan langsung mendekati Kevin yang sudah ia culik dari lab. Sekarang ia yakin kalau Frans sudah mulai mencarinya.
‘ dimana aku??’’ Tanya Kevin melihat ruanga sempit dan rendah bahkan bau nya agak lembab walau ada ac di sana.
‘’ kamu di persembunyian kami, sekarang kamu aman dan akan sembuh’’
Kevin melihat laki laki yang ia kenal adalah kaki tangan Ayah nya ini dengan bingung.
‘’ kamu mengalami luka tembak, di perut oleh pembunuh bayaran Briaz’’
Mendengar itu Kevin kaget’’ Briaz??’’
Ia lalu melihat luka di perut nya yang di perban.
‘’ aku juga membawa mu dari perbuatan Ayah mu yang keji itu’’
‘’ ayah?? Aah apa yang terjadi dan kamu sebenarnya siapa??’’
Markus menceritakan semua nya, ia adalah adik Ibunya yang memang sengaja tinggal di sisi Ayah nya guna mendapat kan informasi tentang Kevin juga semua yang Frans lakukan dengan misinya. Ia juga menceritakan tentang Okta yang memiliki kelebihan bisa melihat sosok Briaz yang asli, Kevin sampai tak percaya karena semua nya di luar akal, namun ia baru percaya ketika melihat video perubahan dirinya yang mengerikan saat di apartement juga perubahan luka tembak yang tadi masih terluhat sekarang sudah kembali normal, dan merasa sangat dendam dengan Briaz yang memiliki misi terselubung untuk memanfaat kan Okta demi kesembuhannya juga tahta nya.
‘’Ibu?? Okta?? Sekarang bagaimana mereka?’’
‘’ tenang lah, mereka dalam perjalanan kesini’’
Kevin terperanjat kaget.
**
Sandra dan kevin saling terpaku satu sama lain, keduanya langsung mengharu biru melepas rasa kerinduan yang sudah sangat lama, bagaimana tidak, Sandra di usir oleh Frans 23 tahun yang lalu saat Kevin masih berumur 6 bulan, ia meliat ibu nya Okta terbujur kaku di Lab dan ketahuan oleh Frans, ia di usir dan di buang ke luar Negeri, ancaman Frans kalau Sandra melaporkan ke polisi maka Kevin dalam bahaya. Karena itu ia diam diam melakukan pergerakan dengan adiknya Markus yang mebdekati Frans tanpa tau siapa.
Kedua nya larut dalam kesedihan, Kevin sendiri terlihat tidak percaya dengan fakta sebenarnya tentang kekejian Ayah nya.
Okta…, Kevin teramat senang juga meliat Okta di sana, walau gadis itu hanya melihat nya dengan keraguan dan dingin. ‘’ aku snagat senang kamu sudah ada disini dan kamu akan aman’’ kata nya dengan nada berbisik memegang kedua pipi Okta. Okta sendiri hanya melihat Kevin dengan nanar, lalu memalingkan wajahnya dan menjauh dari sana. Sandra mencoba menenangkan Kevin yang sadar akan perubahan pada Okta.
‘’ biarkan dia sendiri, dia sangat terpukul tentang apa yang terjadi pada Ibu nya, mama sudah menceritakan semuanya’’ katanya.
Ya Okta memang masih syok dengan apa yang terjadi pada Ibunya juga ia, gadis itu kini hanya termenung di kursi meja makan yang langsung berhadapan dengan sebuah dapur kecil.
Kevin datang dengan membawakan secangkir kopi latte kesukaan Okta. Ia duduk diseberang nya menatap intens Okta yang bertampang dingin kali ini.
‘’ kata mama kamu belum makan apapun…, makan lah Okta nanti kamu sakit’’ kata Kevin lirih memegang tangan Okta yang berada dimeja. Okta ingin menariknya tapi Kevin menahan nya, gadis ini hanya bisa menatap nya saja dan memalingkan wajah.
‘’ jangan seperti ini Okta, dan aku minta maaf semua karena perbuatan ayah ku, kamu jangan sedih lagi ya, aku dan kami yang ada disini bersama mu’’ kata Kevin menghibur Okta.
Kevin lalu memutar dan mencium ubun ubun Okta dengan lembut.
‘’ its oke sayang, semua akan berlalu’’ ucapnya berbisik lalu melingkarkan tangannya ke leher Okta meresapi kehangatan mereka. Okta menarik tangan Kevin dari sana dan kembali termenung.
Kemudian Sandra datang mendekat. ‘’ kita harus cepat bertindak, Frans sudah kalang kabut diluar sana’’ katanya dengan wajah tegang.
‘’ kalian harus menikah’’
Sontak Okta memalingkan wajah melihat Sandra dengan seribu arti tatapan.
‘’ menikah’’ Kevin lantas sangat sumringah.
‘’ iya, kalian kan sama sama menyukai, dan harus mengeluarkan Diamond fyrd itu segera, kita harus memusnahkan nya sebelum terlambat.
Kevin melihat kearah Okta yang tampak syok.
‘’ aku tidak setuju’’ ucap nya lantang.
‘’ diamond itu keluar hanya karena ketulusan, suka sama suka’’ perjelas nya melihat Sandra dan Kevin dengan pandangan musuh.
‘’ terus apa yang salah, kita saling mencintai’’ sela Kevin.
Okta meliat nya dengan tajam, bukan kah ia sudah menjelaskannya kemaren.’’ Aku tidak mencintai mu’’ kata nya lagi lagi mempertegas. Kevin menyandarkan tubuhnya ke bangku kayu disana, menatap Okta dengan tidak suka.
‘’ baik, mama akan meninggalkan kalian berdua’’ Sandra yang merasa suasana disana menjadi suram memilih menjauh lalu menutup pintu.
Okta masih pada keteguhan hatinya, ia tetap tidak akan melakukan apapun dengan Kevin.
‘’ kamu mencintai ku Okta, bukan kah kamu sudah lama memendam perasaan itu juga kan…’’
‘ iya, aku pikir begitu juga, namun aku salah aku terlalu egois karena perasaan masa lalu, dan aku benar benar tidak bisa melakukan nya dengan mu’’
Bibir Kevin mengerut, tangan nya mengepal menahan amarah.
‘’ Oke, mungkin saat ini perasaan mu masih tidak jelas, tapi aku yakin kamu mencintai ku. Dan kamu juga harus memikirkan keselamatan orang banyak’’ kata nya lalu berdiri dari sana dan meninggalkan Okta sendirian.
Okta diam terpaku. Ia semakin bingung, apa yang harus ia lakukan dirinya terancam disana tapi percuma ia memang tidak mencintai Kevin, walau bagaimana pun juga semua nya akan sia sia saja kalau pun ia bersedia melakukannya.
Beberapa saat kemudian Kevin kembali datang dan membawa Okta kesebuah kamar yang hanya ada 1 tempat tidur.
‘’ kita tidur disini’’ kata nya lalu mendorong Okta dan menutup pintu serta menguncinya.
__ADS_1
Okta menegang merasakan firasat buruk.
‘’ apa yang ingin kamu lakukan..’’
Kevin agak terganggu dengan sambutan Okta yang dingin.’’ Apa lagi, bukan kah sudah jelas ‘
‘’ aku tidak mau’’ tolak Okta lagi membuat Kevin semakin tersudut dan sakit hati ia di tolak seperti itu, harga dirinya seolah di hina.
‘’ kau harus mau’’ ia dengan kasar menarik tangan Okta dengan wajah yang berbeda tak ada kelembutan lagi di pancaran wajahnya.
‘’ lepas, aku bilang tidak Kevin.. apa kamu mengerti dan kita percuma melakukan nya. Diamond itu tidak akan keluar’’ perjelas Okta mencoba melepaskan tangan nya tapi ia kesulitan.
‘’ sudah aku bilang kalau kamu hanya tidak mengerti. Kamu mencintai ku percaya lah…’’
‘’ aku tidak mencintai mu’’
Kevin semakin mengencangkan genggaman nya, ia terlihat marah dengan kalimat itu, lalu menarik paksa Okta ke tubuhnya.
‘’ aku yakin kamu mencintai ku’’ katanya lagi, matanya berubah menjadi keunguan hingga Okta kaget. Pria ini lalu mencium Okta dengan lembut. Okta mendorong nya dan berusaha untuk membuka pintu, tapi tak berhasil, melihat penolakan kedua Kevin tersulut emosi. Ia kembali mendekati dengan aura yang berbeda. Okta bisa melihat ada aura hitam di urat urat yang terlihat di beberapa titik dan merasa terancam.
‘’ Kevin… ada apa dengan mu…??’’ tanya nya dengan air liur tercekat.
Kevin menatap nya dalam dan tersenyum dingin. ‘’ bukan nya kamu menyukai perubahan ini Okta?’’
‘’ Vin,,, aku serius kenapa dengan mu..’’ tanya Okta takut.
‘’ jangan pedulikan apa yang terjadi dengan ku, kita lanjudkan saja’’ senyum nya terlihat mengerikan bagi Okta.
‘’ TIDAK, KITA TIDAK AKAN MENDAPAT KAN NYA’’
‘’ AKU YANG AKAN MENDAPAT KAN MU’’
Okta menegang, ia semakin ketakutan pada Kevin yang sekarang.’’ Jangan mendekat’’ ia langsung mencari sesuatu untuk senjata dan mengambil sapu.
‘’ aku tidak bercanda Vin, aku akan memukul mu kalau kamu macam macam’’ ancam nya dengan tangan bergetar. Kevin tidak tersulut ia maju dan menerjang Okta, Okta dapat berkelit dan benar benar memukul Kevin dengan sapu itu hingga sapu itu seperti bukan terbuat dari kayu, langsung patah menghantam bahunya. Kevin hanya tertawa kecil tak merasakan sakit apapun.
Melihat itu Okta mengambil apapun yang ada di sana, lampu tidur, botol kosong hingga isi dalam lemari kecil disana , ia melempari Kevin bertubi tubi dengan marah, tapi Kevin hanya menertawakannya dan terus mengejarnya hingga Okta berada tersudut.
‘’ berhenti main kucing kucing an nya’’ wajah itu kali ini hanya berjarak 10 cm dari nya. Ia di kurung dengan tangan nya yang menjadi sangat kuat dan keras itu. Okta berteriak dan menghindari serangan Kevin hingga wajah nya di tarik paksa dan dicium paksa lagi, menciumi leher Okta dengan kasar dengan kedua tangannya yang di pegang sangat kuat di belakang. Okta terus meronta sambil menangis,
‘’Vin jangan memperkosa ku aku mohon, aku akan sangat membenci mu’’ tangis Okta dengan tubuh bergetar hebat.
‘’ aku tidak memperkosa mu, kita saling mencintai..’’ kata nya dengan nada gusar, dan kembali menyerang Okta.
*
Briaz semakin tidak tenang karena Okta belum di temukan. Ia hanya dapat petunjuk kalau Okta di culik oleh wanita yang diyakini adalah Ibunya Kevin.
‘’ kita harus menemukan nya Venus’’ katanya panik luar biasa.
‘’ iya tuan, tapi kita dalam masalah besar sekarang’ Venus menatap tuannya dengan serius.
‘’ Istana sudah melayangkan penangkapan terhadap tuan’’
‘’ apa!! Kalau begitu kita harus mencari Okta sekarang juga dia dalam bahaya, aku akan menyerahkan diri setelah menemukannya’’ katanya mantab dan dengan gejolak jiwa yang benar benar mengkhawatirkan Okta.
Ia lalu kembali memejamkan mata.
‘’ tuan, ini akan sangat beresiko. Dia bisa menguasai tubuh tuan’’ larang Venus.
‘’ aku sudah sekali mencoba nya Venus, percaya kan saja’’ kata Briaz lalu kembali memejam kan mata dan kembali berada dalam lautan lepas di tengah antara dirinya dan Fyrd yang berada di dasar. Ia turun perlahan hingga Fyrd ingin menarik nya dan menerkamnya di sana. Saat itu ia bisa merasakan bayangan kemana Okta di bawa, dan sekelebat bayangan bagaimana Okta di culik dan di bawa hingga di buat pingsan dan di bawa lagi dengan pesawat hingga sampai di suatu tempat dan disana ada Kevin yang memaksa Okta untuk mencium nya, ia merasa jantung nya seperti di tusuk Fyrd dan badan nya melemah terseret ke dasar, namun ia berusaha menahan sakitnya berenang ke atas dengan susah payah karena Fyrd terus mengikat dan menyeretnya ke dasar. Di alam nyata Venus menegang melihat perubahan tubuh Briaz yang dikuasai vlous berwarna hitam di kulitnya, hingga 80% Briaz di kuasasi Fyrd, namun kemudian cairan hitam itu menyusut dna menyusut seperti semua, Briaz bangun dengan terbatuk dan nyaris skehilangan nafas.
‘’ tuan baik baik saja??’’
‘’ tidak’’ jawba nya dengan tangan mengepal.
‘’ Okta di bawa ke Semarang, kita harus ke sana’’
Jordan, pengawal Ibunya datang masuk dengan tergesa.
‘’ mereka sudah hampir datang, kalian lari lah. Aku yang akan membereskan nya disini’’ kata Jordan mengambil alih.
‘’ oke, terimakasih Jordan’’ kata Briaz ia dan Venus segera keluar dari rumah itu dan tak berselang lama para panglima kerajaan lengkap dengan beberapa prajurit datang.
‘’ tangkap dia’’ perintah panglima bertubuh besar itu pada Jordan.
Jordan dengan segap dan membentuk vlous nya menyerupai pedang ia langsung terlibat perkelahian dengan para prajurit dan juga panglima itu.
Sesampainya di Semarang Briaz dan Venus tak bisa berkelit karena ada segerombolan prajurrit mehadang mereka.
‘’ a a aaaaa….’’ Sosok di belakang muncul, dia James sepupu Briaz yang di saat ini di anggap pengganti Briaz disana. Tubuh nya tinggi dengan rambut panjang dengan telinga agak runcing dan kulit pucat.
‘’ ternyata memang benar, kamu masih hidup..’’ katanya tersenyum tipis namun tak berpihak.
‘ James.., apa kau ingin menangkap ku’’
James tertawa kecil’’ tidak, aku akan membiarkan mu mati di tangan ku dulu’’ ucap nya lalu tertawa lepas. Venus maju memunggungi Briaz.’’ Tuan biar saya yang mehadapi nya’’
‘’ tidak, kita hadapi bersama’’ kata Briaz lalu vlous nya yang hitam melebar dengan membentuk cabit besar.
‘’ bunuh mereka’’ titah james di atas kuda sambil terus tersenyum dan melihat bagaimana serangan anak buah nya mengeroyoki 2 makhluk disana yang melawan dengan gesit, beberapa prajurit nya tewas dengan serangan Briaz dan Venus, ia sedikit merasa tercekik melihat bagaimana perlawanan kedua itu yang tidak bisa di anggap remeh walau sekarang Venus maupun Briaz penuh luka tapi kedua nya berhasil membuat semua prajurit nya tewas.
‘’ Ramos… singkirkan dia’’ titah nya pada panglima nya yang lebih besar dan mengerikan, matanya hanya satu dna tubuh nya di penui bulu menyerupai duri. Dengan senang hati makhluk ini maju dan melawan Venus, serangan Venus tak mampu membuat luka sedikit pun pada tubuh lawan, namun yang terjadi Venus terjungkal dengan luka tusuk di bahunya,
‘’ keparat..’’ Briaz mau menggantikan Venus dan kembali menyerang dengan senjata nya dari Vlous Fyrd, sekali sabetan tubuh makhluk itu terluka, Vlous Fyrd memang mengerikan. Namun itu tidak membuat tumbang makhluk besar ini, ia kembali menyerang dan Briaz bisa berkelit dan balas menyerang, tapi makhluk itu tetap tidak tumbang, Briaz kewalahan membuat james semakin ingin bertepuk girang, hingga Briaz tersungkur dengan luka di parut nya, ia kembali bangkit tapi pedang menusuk di lengannya. Saat hujanan pedang ingin menukik ke jantung nya Venus maju dan menggantikan posisi nya. Nyaris saja ujung pedang itu menusuk Venus. Karena tiba tiba pedang itu tertarik oleh sulur berwara abu abu, dan dengan kuat membanting dan mempelanting si makhluk itu.
James kaget dan mata nya melebar melihat beberapa panglima di sana berjejer dengan puluhan prajurit di belakang.
‘’ apa aku datang tepat waktu??’’ sosok gadis muncul di balik sana.
Venus dan Briaz tersenyum senang melihat gadis itu, Briaz malah teramat senang bisa melihat adik nya sudah sebesar itu.
‘’ Puteri Fredika apa yang kamu lakukan, kamu mau berkhianat juga??’’tanya James.
Fredika tersenyum cantik, pipi nya yang tembem terlihat menggemaskan disana, sulur gold milik nya menarik nari disana.
‘’ apa anda tidak tau pangeran, kalau Raja baru memutuskan kalau Ratu akan di eksekusi nanti malam, istana mempertimbangkan tentang ditemukan nya diamond fyrd itu, dan memberi kesempatan’’
James mengerutkan bibir nya, ia sebenarnya sudah tahu maka nya ia melakukan penyerangan lebih dulu.
‘’ seperti nya anda sengaja melakukan serangan karena…
‘’ jaga bicara mu puteri, kita akan bertemu nanti di sana dan aku pastikan kalian tidak akan lolos’’ kata nya dengan angkuh lalu bersama di Makhluk barbar miliknya segera kabur dari sana.
Fredika menghambur ke tubuh Briaz memeluknya sangat rindu.
‘’ kakak,,,,,, ternyata kakak masih hidup, aku sangat senang’’ tutur nya lalu menangis kencang. Briaz yang penuh luka hanya membalas pelukan adik nya dengan menepuk bahu gadis itu ringan.
‘’ kita harus menemukan Okta’’ katanya pada Venus di sana yang tampak berantakan dan mengangguk dengan tertatih.
*
Darah mengalir dengan pecahan kaca menusuk di bahu Kevin.Okta melakukannya ia bahkan tak takut melihat Kevin ia lukai.karena Kevin yang kehilangan kendali dan ingin memperkosanya.beruntung ia melihat pecahan botol dna menghujamkan nya ke bahu Kevin, Kevin meringis kesakitan, Okta mendorong pria ini dan berdiri, ia mulai takut dengan tindakannya, tapi ternyata tawa Kevin terdengar, pria ini bangkit lalu mencabut beling itu dengan mudah dan dapat dilihat bagaimana luka tusuk itu kembali utuh.
__ADS_1
‘’ ajaib bukan’’