Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
14-Kevin Er


__ADS_3

*CHAPTER 14*


“ Kevir Er”


aku ingin melarikan diri tapi rasanya susah, aku ingin bertemu dengan mu sekali lagi, jika boleh berharap ajakan mu waktu itu apa masih berlaku, aku lelah menahan perasaan ku dan takut posisi mu terganti’’


Gadis berseragam khas Kalimantan ‘’ sasirangan”” ini bolak balik menggerutu setiap teleponnya tidak tersambung.


‘’ sebentar yaa… aku menghubungi teman nya dulu’’ kata gadis dengan cepol rambut nya, Maya kembali mengutak atik nama kontak di Hp nya dengan gugub sekaligus bingung, di depannya ada dua cowok tampan yang menunggunya dan salah satunya adalah artis terkenal yang baru saja di buru public dengan argument seorang siswi yang mengaku adik dari korban pelecehan Kevin Er.


Kevin duduk dengan kaki menjuntai sebelah, ia bersandar sambil menikmati semilir AC di ruangan itu.


‘’ loe bisa santai kayak gini Vin.. ga liat tadi ada wartawan sudah mulai mencium kebedaraan loe di sini..’’ ujar teman nya yang tidak lain adalah Bobi, ya dulu waktu sekolah ia memang pernah adu jontos karena Bobi tidak terima cewek incaran nya Okta di bully oleh seorang siswi lain dan itu karena Kevin, namun setelah di Jakarta ia malah ketemu lagi dengan Kevin dan kebetulan ia memang sedang menggeluti dunia model kala itu sangat sering ketemu Kevin hingga menjadi teman nyaris sahabat sampai sekarang.


‘’ dan gue..’’ cowok berambut gundul semi ini memperlihatkan layar Hpnya, ada puluhan telepon dari Manajer Kevin.


‘’ biarin lah!! Ntar gue slesai in..’’ sahut Kevin mengganti posisi dengan kaki naik ke atas.


Bobi meringis melihat Kevin, heran bisa bisa nya cowok itu sekarang acuh tau acuh mengenai karir nya yang ia bangun 4 tahun belakangn, padahal ia tahu persis bagaimana Kevin sangat menjaga image nya ke depan public hingga bisa bertaham di dunia hiburan yang keras itu sampai sekarang, tentunya dengan predikat artis termahal.


‘’ gua punya kenalan pengacara yang bagus kalo loe mau.. loe tuntut aja anak itu biar kapok…


Kevin hanya menaikan alisnya sebelah, ia benar benar tidak peduli, ‘’ eei.. nama kamun siapa??’’


Maya yang baru selesai bicara di telepon kaget dan dengan nervous membuka mulutnya..


‘’ Ma.. maaaya’’


‘’ aaaaa.. maya, bagaimana?? Dia ada dimana??’’


‘’mm ini.. barusan aku nelpon ke teman kampusnya, dia ada di butiknya’’


Kevin tersenyum lebar. Dan kembali kearah Maya yang masih menatapnya tanpa berkedip.


‘’ kau sahabat nya kan??’’

__ADS_1


Maya mengangguk pasti.


‘’ apa dia dekat dengan CEO disini??’’ Tanya Kevin dengan nada dingin, ia memang sudah mendapat kiriman foto dari suruhannya yang mendapatkan foto Okta dengan Briaz saat di Mall, bergandengan yang lebih tidak terduga nya lagi, cowok yang bersama Okta seolah sengaja di foto oleh pesuruhnya dengan mata jelas tertuju ke kamera seolah bilang’’ ayo sini foto yang banyak’’


Mendapat kiriman itu ia yang sebelumnya memang sudah berada di Kalimantan untuk menemui ibunya, harus di jeda karena kaget dan sakit hati melihat Okta yang dekat dengan seseorang, ia tau persis bagaimana Okta terhadap pria lain karena ia selalu mengawasi gadisnya itu dari jauh.


‘’ Ce CE O,, bapak Briaz??’’ Maya ikut bertanya dengan pikiran entah kemana. Seingat nya CEO nya hanya memanggil Okta ke ruangan nya, walau setelah nya Okta menjadi aneh setelah itu. Tapi bukan Okta namanya kalau tidak pandai menyimpan rahasia, perlu ekstra keras untuk mengorek sesuatu kepada Okta.


‘’ baik lupakan, sepertinya kamu tidak tau apa apa, kalau gitu, terimakasih ya..atas bantuannya, nanti aku traktir makan..’’ kata Kevin tersenyum manis pada Maya yang sukses membuat wajah Maya yang sudah di blous on tebal langsung merah padam, nyawanya seolah langsung melayang keatas.


Ia mengangguk dengan sekejab lalu menjerit kegirangan.


Kevin dan Bobi saling pandang dengan tatapan yang sama arti lalu keduanya meninggalkan gadis itu seorang diri yang masih kegirangan tidak jelas.


Saat keduanya sampai di Lobby, terlihat beberapa wartawan duduk disana, Bobi langsung mencegat Kevin yang nyaris keliatan oleh mereka.


‘’ kita pergi jalan belakang’’ katanya sigap, lalu keduanya segera balik haluan dengan jaket hoddie, kacamata yang sudah disiapkan.


Di seberang sana Briaz yang memang mengetahui kedatangan Kevin kesana dan kehebohan yang baru terjadi membuat nya merasa terganggu, ia merasa tidak suka pria itu muncul di sana yang pastinya mencari Okta, ada perasaan membenci yang tidak tau pangkalnya dari siapa, dia atau Vlous Fyrd. Tapi mengingat keinginan Okta memaksanya untuk hanya diam tidak bertindak, lagi pula ia cukup disibuk kan dengan bisnis di Luar yang harus menuntutnya berangkat siang itu juga.


Briaz mengangguk lalu ia dan beberapa rekannya keluar dari sana.


**


‘’ Puuuuh..’’


Kevin dan Bobi berhasil masuk mobil dengan selamat tanpa ketahuan beberapa wartawan yang sudah mencium keberadaan Okta.


‘’ gue yakin, loe bakal di bakar habis sama Okta’’ kata Bobi sambil menginjak gas menjalankan mobilnya, sedikit banyak ia kenal dengan Okta karena perjuangan nya dulu untuk menarik hati Okta tidak pernah berhasil yang nyaris berujung omelan dan makian Okta kalau cewek itu benar benar sangat terganggu.


Kevin tersenyum pelan, ia menenggelamkan kepalanya ke belakang pikiran nya melayang bagaimana nantinya gadis itu akan memarahinya dan itu bagian yang memang ia tunggu.


‘ dasar sinting, malah senyum senyum’ gerutu Bobi di sebelah yang makin tidak habis pikir, bahkan ia tidak menyangka kalau Kevin mengajaknya balik ke Banjarmasin untuk minta temanin ketemu Okta, ya walau kaget teman nya itu masih memikirkan gadis itu yang jelas jelas ia tinggalkan sekian lama.


‘’ loe ga baper kan…’’ sahut Kevin menaikkan alisnya sebelah ke pantulan cermin.

__ADS_1


Bobi meringis, ia juga tau diri sejak ada Kevin di dekat Okta dulu jelas pesona nya kalah saing, apalagi cowok disebelahnya itu bak bobygurd yang tidak segan segan akan menyerang balik kalau gadis nya di dekati pria lain, jangan kan di dekati, mencium wangi parfum saat gadis itu melintas saja ia akan membuat perhitungan .


‘’ loe kenapa ga dari dulu aja bilang suka sama dia…, kan jadinya ga begini…, cewek kayak Okta mah.. di tinggal sedetik juga bakal di ambil orang, tapi entah lah yaa dengan sikap galak dan judes nya itu gue siiih mikir cowok cowok bakal kabur, kecuali ada cowok seteguh kaya gue dulu.. aaaaah kalau saja sekarang gue belum tunangan.. udaaaaah


Kevin menimpuk kepalanya Bobi dengan boto kosongbekas minuman dari plastic. Bobi tergelak dan ia tertawa ngakak’’ tenang bro!!! yang ada juga Okta bakal melempri gue ama sepatunya…, gue udah ada cewek , mana mungkin masih mikirin cinta monyet, ga kayak elo.. muka bringas tapi hati kayak hello kitty.. bhahahaaaaa


‘’ sialaaaan..’’ Kevin makin menjadi jadi melemparinya dengan yang ada di dalam mobil itu, entah kenapa itu mobil berasa seperti tempat sampah, banyak bekas minuman dan makanan yang tidak dibersihkan.


Mereka sampai di sebuah butik, Kevin memang mengetahui keberadaan itu karena stalking nya tentang Okta memang sudah ia lakukan dari dulu, semua teman, kampus, kerjaan dan apa saja ia tahu Okta.


‘’ yakin loe keluar ni,, apa mau gue yang jemput dia??’’ Tanya Bobi.


‘’ga ada wartawan juga kan.. loe tunggu disini aja.. dan jangan keluar..’ancam Kevin.


‘’ lha kenapa.. loe malu gue bakal ngeliat loe di bakar dia hidup hidup ato tontonan ala sweet, bagaimana loe ketemu ala cinta pertama loe.. bahahahaa, sumpah gue mau mengabadikannya, gue video in deh’’


Kevin mengacungkan jari tengah sebelum menghilang di pntu Butik itu.


Didalam ia langsung disambut penjaga toko yang sedetik kemudian menganga lebar, melihat sosok Kevin disana, tubuhnya langsung membeku dan hitungan detik lagi ia menjerit menyebut nama Kevin. Kevin sampai menutupi kuping karena teriakannya yang melengking hebat. Membuat pengunjung lain mendekat dan ikut terperangah melihat Kevin yang tidak mengenakan penyamaran sedikit pun.


‘’ apa ada sih..’’ Tifanny muncul dengan mimik ingin tahu.


‘’ah kamu teman Okta.., dimana Okta??’’ Tanya Kevin yang mengenali Tifanny, tentu ia kenal, toh semua yang ada di sekitar Okta ia sudah melihat fotonya.


Tifanny yang shok langsung menunjuk ke atas, tapi di tangga terlihat Okta menuruni tangga dengan wajah kuyu, tatapan ke bawah dan terus berjalan.


‘’ Fanny, aku baliiik yaa’’ kata anak itu masih dengan tampang lucunya melenggang tanpa menyadari kehebohan di Butik Tifanny yang mendadak jadi ajang foto.


Bahkan kaki nya tersandung karpet dan nyaris jatuh kalau saja ia tidak dapat menjaga keseimbangan. ‘’ Fan, tu karpet ku gunting juga lama lama’’ umpat nya menyalahkan si karpet yang tak bersalah.


Kevin berjalan kearah Okta yang masih belum sadar dengan keributan disana karena ia ribut sendiri. Hingga Kevin membalikkan badan Okta. Okta memiringkan kepala menyelusuri wajah didepan nya, dalam benak nya ia seolah kenal.


‘’ kayak kenal siih masa,, tapi jangan pegang pegang’’ ujar nya masih loding, dan menepis tangan pria ini dengan tidak suka. Ia lalu kembali melangkah keluar selangkah dua langkah, tiga langkah ia langsung berpaling dan mengaga lebar dan mata yang tak kalah lebar.


Sejurus kemudian Kevin melemparkan senyum memikatnya dengan sangat menawan.

__ADS_1


***


__ADS_2