Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
16-Pangeran yang terusik


__ADS_3

CHAPTER 16*


“ Pangeran yang terusik”


‘’ benar dulu aku pernah berbuat salah, aku mencintai gadis itu waktu itu dan sekarang pun masih, aku berharap hubungan kami semakin membaik’’


‘’ YAA’’


Kevin menarik kembali Hpnya, aku melihatnya dengan perasaan campur aduk, apa Kevin seserius itu.


‘’ kau lihat kan, aku tidak pernah main main dengan mu’’ ucapnya sambil tersenyum lagi. Aku membalas senyumannya, rasanya perasaan ku yang sangat lama ku pendam itu terbalaskan dengan perasaan nya juga, aku sangat bahagia, hanya saja terbesit kekhawatiran tentang pria lain, entah apa yang membuat ku khawatir, mungkin aku mengkhawatir kan pria yang perlu bantuan ku itu, atau aku mengkhawatir kan bagaimana jika Kevin mengetahui bagaimaan aku harus menolong nya, aaah seketika kepala ku pusing memikirkan nya, Pria itu kenapa malah muncul di kepala ku!!!


Waktu sudah menunjukkan jam 1 malam, sesampainya di kamar aku hanya termenung sementara Kevin ia malah kembali tidur tiduran sambil main game, dan ada gantungan boneka kayu mini di sana, tu cowok image nya di dunia hiburan sok misterius tapi malah pakai gantungan hp yang unyu, helaah.


‘’ Hey… apa kamu tidak mengantuk?? Apa perlu aku tidur di bawah’’ ujarnya sambil terus memencet Hpnya.


Aku mengenal Kevin dan yakin dia tidak akan berbuat jauh setelah apa yang kami lakukan tadi sore, aku merebahkan tubuh dan menghadap ke pria itu. Rambut cokletanya ku sibak dengan pelan. Kemudian Kevin memajukan tubuhnya kedepan bersandar di bahu ku sambil terus memainkan game nya. Saat ini aku harus nya bahagia, dia Kevin, aku menyukai dan dia meninggalkan ku, kemudian dihari ini dia datang dan menyatakan perasaan nya, aku dengan mudah nya percaya, Oh! Apa keputusan ku benar! Aku bahkan tetap tidak bisa move un dari perasaan ku dan menolak dekat dengan pria lain yaa walau mereka lah yang tidak tahan dengan sikap galak ku. Sekarang pria yang aku sukai ada disini, menyatakan perasaan nya dan sesuai keinginan ku kami bersama.tapi kenapa setelah aku menerima nya aku sedikit ragu dengan perasaan ku sendiri!!!


*


*


*


Briaz yang berada di luar negeri untuk menyelesaikan masalah disana baru pulang dari kantor disana tengah malam, tubuhnya sangat lelah setelah seharian kesana kemari dan bernegosiasi dengan pihak bisnis lainnya, beruntung semua sudah terselesaikan, ia rela menyelesaikannya dengan 1 hari demi bisa kembali, pikiran nya seperti terganggu dengan sesuatu, walau tanpa disadari ia terus memantau perkembangan yang terjadi antara Okta dan Aktor itu, bahkan ia juga kaget kalau Kevin sudah memaparkan hubungan nya dengan Okta.


‘’ kenapa tuan?? Apa kah saya perlu bergerak??’’ Tanya asisten nya melihat raut Briaz yang melamun setelah ia menjelaskan perkembangan Okta dan Kevin.


Briaz mendongak kaget kearah Venus yang juga menjadi asistennya. ‘’ tidak usah, lagi pula apa penting nya dia mau pacaran dengan siapa’’ jawab nya ketus.


Venus mengangguk sambil tersenyum tipis, tapi Briaz melihat nya’’ apa yang kamu pikirkan??


‘’ tidak ada tuan, oh ya mengenai ciri-ciri orang jatuh cinta, dari buku yang saya baca, katanya kalau kita jatuh cinta dengan lawan jenis, kita akan selalu mengingat nya, merasakan debaran jantung yang berbeda merasakan kalau dia adalah segala galanya’’


Dan setiap perkataan Venus membuat Briaz seolah mengikuti setiap kalimatnya, ia mengingat bagaimana wajah Okta, dan jantung nya seperti berlomba lomba berpacu, mengingat bagaimana setiap nafas nya, cara nya marah, tersenyum atau terlihat malu malu saat mata gadis itu tertangkap menatap matanya, Briaz tertawa geli,


Dan ciri lainnya merasakan kecemburuan dengan lawan jenis kita, misal nya tidak suka wanita kita bersama orang lain, merasa marah merasa ingin menghancurkan pria itu.


Kembali dalam pikiran Briaz melihat wajah Kevin di lobby siang itu, mengingat bagaimana profesi nya dan rela menemui Okta, sesaat rasa marah itu muncul, vlous ikut bergejolak hebat menyukai kemarahan Briaz.


‘’ apa menurut mu aku jatuh cinta dengan gadis galak itu dan merasa cemburu dengan pria itu??’’ Tanya nya kearah Venus yang mengubah wajahnya yang tadi sudah senyum senyum sendiri melihat tuan nya bereaksi seperti perkataan nya.


‘’ apa tuan merasakan salah satu cirri-cirinya??’’


‘’ entah, yang jelas Vlous Fyrd hidup di otak ku juga, dia lebih menyukai gadis itu, lagi pula aku tidak mungkin jatuh cinta dengan gadis itu, mulutnya pedas dan dia aaaaah’’ Briaz memekik kesal mengingat lagi perlakukan dan sombong Okta selalu menyudutkannya.


‘’ saya hanya melihat dia berbeda dengan wanita yang sering bersama anda tuan, bukan kah anda merasakan nya sendiri??’’


Briaz mengangguk’’ tentu, dia sok jual mahal, tidak tergiur sedikit pun dengan uang!! Dan dia berani mengatai ku macam macam secara terang terangan.’’


‘’bukan nya itu dia gadis yang special, sangat jarang ada manusia yang tidak tergiur dengan uang apalagi dia wanita, ya walau mulut nya kasar siih tuan’’ Venus terus mempengaruhi Briaz, ia memang merasa kalau tuan nya itu merasakan ketertarikan dengan Okta, hanya saja Briaz masih belum menyadarinya.


Briaz mengangguk menyetujui perkataan asisten nya juga pengawal pribadinya bahkan Venus adalah sabahat nya sejak kecil.


‘’ Gadis itu juga sangat menggemaskan bisa membuat anda tersudut’’


‘’ apa?? Kamu bilang menggemaskan??’’ Briaz melihat tajam kearah Venus yang sengaja menggodanya.’’ Dia memang menggemaskan tuan?? Iyakan tuan????


Briaz kembali terpengaruh, tersadar akan Venus yang mencoba mempengaruhinya pria ini langsung membuang muka’’ sial, aku tau maksud mu..


Venus hanya diam, dalam hati ia ingin tertawa


‘’ apa yang bisa saya lakukan tuan??’’ tawar nya lagi.


Briaz menggigit kuku jempolnya.


‘’ tidak ada!!’’ sahutnya lalu membuang muka dan masuk kedalam kamar mandi.


Venus membuang nafas, sangat lucu melihat gerakan tuan nya seperti itu

__ADS_1


‘’ saya yakin tuan dia memang ditakdirkan untuk anda’’ katanya sambil tersenyum.


***


Aku mengenakan stelan yang sudah diatur oleh pihak Manajemen Kevin, duduk manis disebelah Pria yang mengenakan stelah kaos santai, beberapa orang di sebelah kami terdiri dari beberapa pengacara dan orang Manajemen lainnya, kilatan cahaya kamera dan puluhan mic bertengger di atas meja, ya hari ini aku mengikuti intruksi Kevin yang meminta ku ikut koferesi pers mengenai kabar yang sudah sepekan lebih menenggelam kan kecelakaan 24:00


Nafas ku naik turun karena sebenarnya aku sangat benci berada di sorotan yang penuh dengan kamera ini, tapi keadaan sudah menjadi terlanjur seperti ini, aku harus membantu Kevin memulihkan nama baiknya lagi dan berharap aku bisa berjalan dengan normal.


Sorotan kamera, kilatan cahaya menyorot kearah ku setelah Pak Dany si Manajer Kevin bicara, nafas ku tertahan saat bibirku mula membuka suara.


‘’ aku sudah melupakan dan tidak mempermasalahkan kejadian yang sudah lama itu, lagi pula aku dan Kevin berhubungan sangat baik sampai sekarang, saya harap kawanan media dan semua yang menjudge Kevin buruk bisa menelaah dari konfrence pers ini, sekian terimakasih’’ ucap ku lalu tersenyum singkat, sorotan kamera terus saja menghujani ku dengan berulang ulang jepretan.


Konferensi pers berjalan singkat, seperti intruksi dari pihak Kevin aku hanya cukup mengucapkan kata kata barusan tanpa akan menjawab lagi pertanyaan pertanyaan media yang banyak menyinggung hubungan kami.


Perut ku rasanya nyaris melilit karena keseringan menahan nafas, kelegaan langsung aku rasakan saat di dalam sebuah kamar yang dijadikan tempat Make Up.


‘’ Oktaa’ Maya menghambur dari salah satu bagian kamar, ia masih mengenakan seragam kerja, dan memang acara ini berlangsung di Hotel tempat ku bekerja. Kevin bersrikeras ingin menyelengarakan disana, aku tau ia masih meragukan tentang Briaz, beruntung pria itu sekarang berada dluar negeri, entah kenapa aku merasa lega tapi sesekali Briaz juga kembali masuk dalam pikiranku, mungkin itu pengaruh vlous seperti yang sudah sudah, aku tidak mungkin memikirkan pria mesum itu. Dan harus tidak akan karena sekarang aku sudah bersama Kevin.


‘’ bagaimana bagaimanaaaa’’


‘’ busyet gila aku nyaris pingsan’’ kataku menarik nafas berulang ulang, Maya memberiku sebotol air mineral, sukses membuat ku lebih rileks.


‘’ kamu cantik banged Okta,, sumpah aku sampai pangling ‘’ pujinya melihat ku sekarang yang sebelum konferensi pers sudah di dandani oleh make up artis dari manajement Kevin, rambut ku di keriting spiral dan di make up senatural mungkin dengan kostum yang menegaskan keanggunan.


Aku menyibak rambut dan menggulung nya keatas Maya menjerit menyayangkan rambut ku dengan intonasi berlebihan.


‘’ aku cape,, dan laper.., apa kamu bawa kopi??’’


‘’ kopi, mana ada, aahk,, sekarang apa kita kabur ke sebelah aja nih..’’ ajak Maya, aku menyetujuinya dan kami keluar kamar tapi kemudian ada Pak Dany yang mencegat ku.


‘’ mau kemana…?? Jangan kemana mana dulu, di luar penuh wartawan’’


Aku dan Maya saling pandang mengibarkan rasa kecewa, kami kembali di kamar itu yang penuh dengan pihak Manajemen Kevin, cowok itu sendiri pun masuk ke dalam dan langsung di serbu make up artis, menyisir rambutnya dan menyodorkan beberapa baju, Kevin menunjuk salah satu lalu ia masuk kedalam toilet, entah dia melihat ku atau tidak, rasanya aku hanya bagian peran asing yang tidak ia kenali. ‘’ cih…


‘’ Okta.. busyet Kevin tampan banged banged….. kalian pasangan berlian yang sangat cocok’’ kata Maya membuyarkan lamunan ku. Mata Maya berbinar binar mendiskripsikan perasaan nya.


‘’ setelah ini bagaimana rencana mu??’’ Tanya nya lagi.


‘’ menjadi nyonya Er.. Okta Er..’’ Maya tertawa tawa sendiri membuat ku ikut tertawa karena tambahan nama itu sedikit aneh. Kemudian Maya memelukku erat.


‘’ kalau kamu sudah terkenal jangan lupakan aku yaa Ok..’’


Aku dorong kepalanya pelan’’ dasar bodoh siapa juga melupakan gadis cerewet seperti mu!! Lagi pula aku juga tidak akan pergi kemana mana kok, aku juga tidak langsung menikah dengan Kevin, kami baru saja menjalin hubungan, apa langsung kepelaminan, engga laaaa


‘’ ha haa iya bener siapa tau kalian malah putus karena orang ketiga’’ kata Maya lagi. Aku meliriknya dengan sebal.


‘’ maksud mu apaaaa


‘’ aaaaah,,, kamu pikir aku tidak tau hubungan mu dengan…,’’ ia berbisik dan menyebut kan nama Briaz.


Aku langsung menjitaknya’’ aku tidak ada hubungan apa apa dengannya, lagian apa yang kamu ketahui?? Aaah dasar emak emak gossip..


Maya terkikik melihat kemarahan ku’’ yaaa elaaaa, aku juga tau kali kamu pergi sama bos malam itu kan??? Saat party??


Aku melotot kearah Maya lalu membuang muka dengan kesal, anak itu makin terkikik.


‘’ sangat disayang kan sih Ok, sebenar nya kamu serasi dengan Bos, sueer’


‘’ bukannya barusan kamu juga bilang aku serasi dengan Kevin, terus.. aaah kamu plinplan


‘’ciye ciyeeee kamu mau nya yang mana??’’ ia malah menggoda ku mencolek colek bahu ku.


Aku hanya merengut kesal, anak itu makin melepas tawanya, aku langsung membekap mulut Maya setelah melihat Kevin yang kembali di make up oleh peñata yang sigap menghampirinya, ia nampak bolak balik dan bicara di ujung sana dengan Manajer nya dan mereka terlibat beberapa percakapan singkat, hingga cowok itu keluar dengan beberapa orang mengikutinya.


Aku dan Maya menonton nya bak sedang melihat pertandingan bola gratis di depan mata.


‘’ Kevin sepertinya sangat sibuk ya Ok..’’ komentar Maya.


Aku mengangguk pelan ‘’ iyaa dan aku melihat dirinya yang lain’’ sahut ku serasa kesal sendiri diabaikan. Maya menggigit bibir bawah nya tanpa komentar lagi.

__ADS_1


‘’ kita pergi..’’ aku beranjak dari sana, Maya mengekori ku dengan hati hati, si Manajer rupanya tidak melihat kami berdua. Di ujung lorong terlihat beberapa body guard lain yang mencegat beberapa wartawan yang menggerumungi Kevin, kami menuju lorong berlawanan dengan cepat.


Kantor ku nampak wah melihat kedatangan ku tidak terkecuali Mba adel yang hanya melongo takjub, aku menuju loker dan mengambil baju ku yang ada disana, dan lari ke toilet mengantinya dengan kaos, Maya seperti asisten artis yang mengkuti dan membantu ku dengan tidak banyak pertanyaan ,


Aku keluar dengan kondisi lebih nyaman , baju kaos dan jins yang biasa aku pakai kalau mau pulang kerja. Maya tergelak melihat ku dan tertawa.


‘’ ini baru Okta’’ katanya menyambutku, lalu kami menghambur keluar di pintu belakang, kami menuju warung makan tempat biasa aku dan Maya makan kalau menu di hotel tidak sreg. Biasanya awal gajihan kami kesini memakan semua yang ingin kami makan seperti sekarang kami memesak 2 ikan pais patin dan beberapa lauk khas banjar lainnya, beruntung saja orang orang tidak terlalu ngeh melihat ku.


Aku dan Maya membicara kan beberapa hal dan aku berusaha menghindari hal hal yang menyangkut Kevin saat ini, entah kenapa aku merasa malas dan ingin bebas setelah beberapa ahri terkurung.


Tifanny menelpon ku, anak itu mau saja menyusul ku padahal jarak kami lumayan jauh. Dan benar saja ia datang dengan sumringah tentunya dengan Daus yang menjadi supir pribadnya, aku mengenalkan Tifanny dan Daus kepada Maya, mereka langsung terlibat percakapan dan benar saja Maya dan Tifanny memang klop, keduanya banyak bicara dan mengasikkan, Daus sudah berlalu setelah mengantar Tifanny menyusul ku.


‘’ bagaimana Ok…konfrence pers nya??’’ Tanya Tifanny di tengah kebisuan.


Aku menilik Maya yang mengisyaratkan tanda silang dikedua tangannya di belakang ku, anak itu langsung buang muka.


‘’ lancar..’’ jawab ku singkat.


‘ ada apa sih, ok suasana nya muram.. ??’’ tanya Tifanny dengan gaya khas nya yang mupeng, matanya melebar dan kuping nya ikut lebar pula.


‘’ ga ada apa apa.. jangan bicarakan lagi deh, aku malas’


‘’ lha ko.. bukannya aku dengar kalian pacaran ya.. ‘’


‘’ itu dia merasa di abaikan barusan jadinya..’’ Maya mewakil kan ku, aku langsung menjitak kepalanya mengelak perkataannya.


Tifanny langsung tertawa, aku melototinya dengan geram., dan yang lebih mengesalkan lagi Maya menceritakan tentang Briaz, sukses kedua nya menggosip kan aku yang nampak tak terlihat disana, mereka terus menggoda ku.


Kemudian hujan turun, sesaat aku terkesima dengan para makhluk hujan disana mereka menawan dan menari nari, entah kenapa vlous itu mengingat kan ku lagi dengan Briaz.


Dia si brengsek itu lagi ngapain?? Aah paling dia dengan wanita wanita nya, sungut ku segera mehapus pikiran ku tentang Briaz.


***


Sesampai nya aku dirumah, Susan menangis meraung raung di kamarnya, aku masuk kedalam di sana ada Viola juga duduk memperhatikan tingkah kakak nya kali ini, ia langsung menyerbu kearah ku


‘’ kenapa lagi dia??’’ Tanya kupada Viola, karena setelah melakukan kelakukan bodohnya kemaren Susan benar benar mendapat akibatnya, dia di serang fan Kevin yang langsung menghujani nya dengan komenter pedas, tidak hanya itu di sekolah ia juga di Bully.


Viola mendekat kan bibirnya ke telinga ku’’ kak Susan di lempari telur busuk kak, tadi ada oran mengetuk pintu lalu langsung melempar telur busuk’’ ujar anak kecil ini terdengar miris.


Tangaisan Susan makin kencang.


‘’ Senang sekarang kamu Oktaaaa’’ jerit nya memperlihat kan jidat agak membenjol lalu meraung lagi masuk dalam kubangan kamar nya yang berantakan.


‘’ Ck.. kan sudah ku bilang kamu akan mendapat balasan nya…’’ kata ku mengatainya, Susan makin keras menjerit, aku merasa kasian juga dengan anak itu, pasti sekarang hidup nya sulit kedepannya.


‘’ sekarang aku harus bagaimanaaaa’’


‘’ nanti aku akan cari kontrakan baru, sudah jangan menangis lagi suara mu bikin tetangga dengar tau..’’


Susan bangkit dengan tersungut, matanya bengkak kebanyakan nangis.


‘’ aku juga ingin sekolah yang baru’’ pintanya sesegukan.


‘ apa!! Bhahaaaa.. kamu pikir aku punya uang yang cukup buat pindah sekolah.. ‘’


‘’ kan ada Kevin.., sekarang bukan nya karena aku kalian bisa berbaikan?? Malah kalian pacaran kan!!’’


Aku menatap Susan dengan geram.


‘’ lha benar kan.. tinggal minta saja dengan dia, toh juga uang yang di minta ga seberapa kalau dibandingkan dengan pupularitas dia sekarang..’’


‘’ tidak akan, jangan mimpi aku akan memanfaatkan dia, aku hanya akan mencari rumah baru, dan sekolah jangan harap’’ kata ku lalu mengajak Viola keluar dari sarang si lebah itu. Susan teriak teriak memaki maki di dalam.


Aku menggendong anak usia 10 tahun ini, mengusap kepalanya, dan memeluknya, rasanya sangat lama aku tidak melakukannya.


‘jangan pernah tiru kelakukan Susan ya sayang.. dia itu salah didik’’ bisik ku. Viola tertawa memamerkan jejeran gigi kecil nya yang mulai tumbuh.


‘’ sekarang kita ke kamar ya.. kakak akan cek isi tas sekolah mu, kamu ada PR ngga??

__ADS_1


Aku terlibat percakapan singkat dengan anak kecil ini, memeriksa beberapa buku pelajaran sekolah nya, ada sedikit PR dan kami mengerjakannya sama sama, walau sudah malam anak ini masih antusias dia bahkan menceritakan tentang sekolah nya, tentang teman- temannya. Hanya beberapa jam kemudian anak ini lagi lagi tertidur pulas.


***


__ADS_2