
CHAPTER 27*
“Pergerakan”
Di tempat yang tersembunyi sebuah Mansion megah dengan penjagaan super ketat.
Sosok tubuh dalam tabung berwarna biru, sosok itu tak berupa kulitnya hitam pekat dengan rambut platinum menjuntai memanjang. Di tubuhnya dialiri kabel kabel menjuntai. Tiba tiba ia bergerak gerak sehingga alarm berbunyi nyaring, para dokter dan beberapa orang di sana langsung kaget dan menghubungi petinggi bos besar mereka, dan hanya dalam 2 jam petinggi itu datang dia adalah Frans, Ayah Kevin beserta para bodygurd nya dan tak berselang lama juga kubu lain juga datang dia wanita dalam tubuh gadis mungil dengan jubah kebesaran nya merubah gaya nya yang sebelumnya manis terlihat penuh aura hitam.
Para medis yang menangani sosok dalam tabung yang adalah Hord, pasangan lain dari Fyrd segera menghadap Frans dan menjelaskan perubahan yang terjadi, namun Hord di dalam sana hanya mampu menggerakan tangan nya an sesekali berputar putar.
‘’ kenapa bisa hanya begini perubahan nya?? Selama 23 tahun aku menunggu nya’’ kat Frans marah dengan si gadis berjubah merah yang tak lain adalah Bianca kubu nya yang memang punya dendam terhadap Ratu atau ibunda Pangeran Briaz, ia dendam karena anak nya yang juga mengalami kutukan Fyrd harus di eksekusi, sekarang malah anak nya ratu Briaz terkena kutukan iblis itu malah di selamatkan diam diam.
Bianca yang biasa tersenyum melihat Hord dengan dingin, ia adalah penyihir dari makhluk hujan yang mempunyai ilmu tersembunyi. Mata nya menyipit lalu aura di dalam tabung itu menjadi bercahaya hitam.
‘’ diamond Fyrd belum keluar, dia belum melakukan sampai tahap kesana’’
Frans terperangah’’ apa!! Ia lalu tertawa lepas, dan melihat Bianca dengan geram.
‘’ jadi harus sampai kapan menunggu lagi?? , bukan kah dalam beberapa bulan ini harus terlaksana, kalau tidak terjadi maka penantian akan sia sia, Hord dan Fyrd akan mati dengan sendirinya begitu juga Briaz, dia akan tewas.
‘’ rencana B, tapi banyak konsekuesi nya’’
‘’ tidak masalah’’ jawab Frans yakin.
‘’ oke, kita harus siapkan ritual, kita perlu pengorbanan besar besar an’’
Frans mengangguk setuju.
Mereka berdiskusi alot tentang Rencana B. dan sepakat untuk menjalankan rencana itu sambil berharap Rencana A tetap berjalan.
Frans berjalan menuju peti kaca yang ada sosok mayat didalam nya perempuan cantik yang sudah meninggal 23 tahun yang lalu, dia adalah Ibu nya Okta meninggal karena di bunuh setelah pasca persalinan melahirkan Okta yang sudah selama dalam kandungan dalam dalam pengaruh sihir yang nantinya memang disiap kan untuk bersama Briaz dalam pelepasan Iblis Fyrd yang hidup di tubuh Briaz. Yang kemudian membutuhkan inang baru dan kevin disiapkan untuk penampung inang fyrd.
‘’ Markus’ panggil Frans setelah pertemuannya dengan Bianca.
Kaki tangan Frans itu mendekat.
‘’ apa anak itu sudah kembali??’’
‘’ iya pak, tapi dia sedang terlibat masalah, sepertinya dia sedang kacau sekarang’’
‘’ benarkah…’’ Frans lalu tertawa geli.’’ Apa dia sudah berakhir dengan gadis itu??’’
‘’ saya belum bisa memastikan nya pak’’ jawab Markus.
Frans lalu tersenyum singkat, ‘ kalau begitu kita kembali ke Jakarta dan menemuinya’’
Markus mengangguk patuh.
Frans kembali tersenyum, rencana nya harus berhasil apapun juga ia menginginka kekuasaan yang lebih dari iblis itu.
**
Setelah bangun dari tidur panjang dan melelahkan juga tubuh yang lebih nyaman. Kami sarapan dan tinggal menunggu beberapa jam lagi pesawat akan take off.
Sesampai nya disana, udara dingin langsung menyambut kami, beruntung aku yang hanya membawa diri sudah di siapkan segala nya oleh Briaz, dari baju dingin, topi dan kaca mata.
2 jam kemudian mobil yang mengangkut kami membawa kami ke hotel yang benar benar mengagumkan, besar dan tentunya penuh dengan gaya ala yunani kuno yang cantik.
‘’ kamar ku disebelah’’ kata Briaz dengan sikap sudah seperti biasa. Padahal aku malu setengah mati menyadari aku yang menyerang nya duluan, dan dia sejak berciuman tadi malam kembali menjaga jarak.
‘’ semua keperluan mu sudah di dalam’’ kata nya lalu segera masuk ke dalam kamar nya.
Aku memekik riang melihat kamar ku yang elit dan tentunya sangat bagus, dinding depan nya adalah aquarium besar dengan isi ikan ikan laut yang cantik.
Tubuh ku yang tadi lelah terbayar dengan ke empukan kasur dan kecantikan panorama didepan sana. Hingga membuat ku merasa terlelap dan tertidur lagi.
Tok tok tok
Suara ketuk an pintu membangun kan ku, aku berjalan sambil menguap dan melihat 3 gadis itali dengan 3 macam di atas nya.
Aku mempersilahkan nya masuk dan semua nya di taruh ke atas ranjang, ketiga nya kembali keluar.
Di atas sana tertulis memo kecil yang kuyakini tulisan Briaz, tentu toh itu bahasa indonesia.
‘’ mandi dan berpakaian lah, aku tunggu di atas nanti ada yang mengantar mu, Briaz!!’’
Aku berpikir pasti ia minta temenin untuk bertemu dengan kolega nya disana sesuai ajakan nya sebelumkya.
1 jam kemudian aku mengenakan gaun salem yang sederhana dan cantik di bawah lutut dengan kristal di bagian dada.dan semua itu juga di bantuoleh seorang wanita yang mendandani wajah ku hingga membentuk rambut nya tertata apik dengan menggulung keatas dan terlihat sangat terkesan formal.
‘’La tua signora e molto bella’’
Kata wanita ini dengan bahasa yang tak kupahami tapi mimik wajah nya mengatakan kalau ia sedang memuji ku.
__ADS_1
‘’ thanks ‘’ jawab ku.
Dan salah satunya membawa ku ke suatu tempat yang jauh dari lantai kamar ku. Di sebuah tempat yang sangat cantik dan indah. Hanya ada beberapa pasangan di sana .dan mata ku menangkap pria di ujung di atas meja yang sudah dengan atribut romantis, aku berjalan dengan cepat kearah Briaz yang menunggu ku dengan stelan baju nya yang tak pernah lepas dari kesan berkelas dan menawan. Bibir ku menutup rapat rapat menahan ketertarikan ku pada Pria ini.
Suara music yang di bawakan beberapa orang di dekat sana membuat suara ku kalah nyaring tapi aku terhibur dengan jenis music disana yang bagus dan memukau oleh suara vokal nya. Setelah selesai berganti beberapa orang berpakaian chef memperagakan cara mereka membuat steak dan salad di depan sana untuk menjadi tontonan ku. Aku sampai bertepuk tangan dan mengacungkan jempol dengan cuek, tak peduli di pikir urakan oleh Briaz.
Dan tahap selanjut nya kami mulai makan masakan mereka tadi dan aku sampai terkagum kagum dengana kelezatan daging empun berpadu dengan rempah yang beda dan sangat enak.
Berbeda dengan Briaz ia hanya makan dengan apik, cara nya pun sangat telaten.
Sesaat entah setan penyedaran diri yang muncul, aku merasa kalau aku sangat lah jauh dari kemungkinan dengan Briaz, ya sekarang di depan ku adalah seorang pemuda kaya raya dan juga seorang pangeran di dunia sana, sedang kan aku? Aku menjadi sangat kecil sekarang.
‘’ hmm, kapan anda bertemu dengan kolega anda pak?’ tanya ku formal.
Briaz melihat ku dengan raut susah di tebak.
‘’ga ada’’ jawab nya singkat.
‘’ lha kan kata nya.. hmmmp ‘’ aku menutup mulutku, baru saja aku sadar dengan status ku kenapa kebiasaan ku ceplos ceplos kambuh lagi.
‘’ bukan nya bapak membawa saya jauh jauh ke sini karena urusan Bisnis??’’
Briaz mengunyah dengan pelan, dan ia meletakkan garfunya.
‘ kenapa bicara mu seperti itu?? ‘’
‘’ seperti apa pak??’’
Ia melihat ku sebal. ‘’ kamu ini kenapa sih??’’
Aku menunduk malu.’’ Hmmm, itu.. aku kan memang bawahan mu’’
Ia lantas tertawa palsu.’’ Kau ini kenapa sih’’
Rasanya ingin aku ketok jidat nya dengan sendok, tapi aku tak melakukan nya.
‘’ga apa apa, aku cuman sadar melihat kemewahan disini dan rasa nya tidak pantas saja untuk ku’’ aku ku jujur sambil memilin milin taplak meja di bawah.
Briaz kembali tergelak’’ ya ampun Okta… santai saja, bukan kah kita bahkan sudah sering bersentuhan… itu bahkan tak membatasi siapa aku dan kamu kan’’
‘’ itu beda, kan kita karena pengaruh Fyrd’’
Briaz terdiam sejenak’’ its okey.. aku sama sekali tak bermaksud untuk mengingat kan tentang derajat di sini’’ jawab nya menyeluk hati ku, memang aku yang terlalu berlebihan. Tapi tetap saja aku merasa terlalu tak pantas.
‘’ sudah sudah jauh kan pikiran kekanak kanakan mu itu, nikmati saja..’’ katanya lagi ada benar nya, untuk apa aku repot repot berpikir aneh aneh di sana.
Briaz memutar bola matanya kekiri dan kekanan
‘’ liburan’’
‘’ apa!’’
‘’ ya.. aku lelah kerja terus jadi perlu liburan dan perlu seorang teman’’ kata nya lagi.
Aku masih kaget langsung sumringah senang
‘’ kamu tidak suka??’’
‘’ tidak!! Malah aku suka sekali’’ sahut ku lalu memekik tak peduli pengunjung lain melihat ku aneh.
‘’ bagus lah’’ Briaz kembali tersenyum.
Kemudian terdengar suara music mengalun indah di depan sana sampai ada 2 pasangan sedang berdansa. Aku terkagum kagum melihat cara mereka berdansa sangat kompak dan tentunya romantis.
‘’ kamu mau dansa??’’ tanya Briaz sukses membuat ku lagi lagi pangling.
‘’ ga, aku mana bisa… kalau joget dangdut sih bisa’’ jawab ku dengan tawa hamnar dan kembali melihat mereka disana berdansa.
‘’ ikut saja… ‘’ ia lalu menarik tangan ku, dan yang membuat ku kaget Briaz memakai sarung tangan. Ia menyemat tangan ku dan membawa ku ke tengah, pengunjung lain ikut bertepuk tangan.
‘’ jangan gila Bri, aku mau kau apakan’’ omel ku mencakar pinggang nya saat tangan itu melingkar di pinggang ku.
‘’ lemes aja, dan ikuti music nya dengan hati’’ bisik nya dan tanpa aba aba ia sudah mengajak ku berdansa, tangan nya menarik dan menekuk kan tubuh ku yang seperti kapas bertiup arah angin dan gerakan nya seirama dengan music. Aku sampai memekik heboh karena bisa menyeimbangkan hingga kami mendapat tepuk tangan yang meriah dari pengunjung lain.
Aku dan Briaz tergelak lalu kabur dari sana. Dia benar benar konyol sampai membawa ku berdansa, tapi itu sangat menghibur dan menyenangkan.
**
Sementara itu Kevin bergegas mencari sumber masalah, ke apartemen Laura, dengan gampang ia langsung bisa membuka pintu apartement yang sebenarnya terkunci, ia sendiri belum menyadari hal ane yang terjadi dengan nya sekarang.
‘’ LAURAAAAA’’
Tapi ia tak menemukan gadis itu, ia lantas mencari keatas dan benar saja gadis keturunan chines dan memiliki tato di leher nya itu sedang asik nge-Gym.
__ADS_1
Laura kaget melihat Kevin bisa masuk kedalam apartement nya, apalagi melihat mata Kevin yang aneh.
‘’ loe.. bagaimana bisa masuk..’’
Kevin tak menyahut ia langsung mengarah pada Laura dan mencekik nya.
‘’ katakan apa maksud loe menyebarkan video itu’’
Laura yang kesusahan nafas sampai bibir nya membiru berusaha menarik tangan Kevin. Kevin melonggarkan sedikit cekikan nya.
‘’ sorry Vin.. guee di suruh’’
‘’ disuruh?? Oleh siapa??’’ tanya nya membuat Laura takut melihat warna mata Kevin yang aneh.
Laura terbatuk dan meringis kesakitan pada leher nya.
‘’ gue ga bisa bilang…
Kevin kembali mencekik Laura hingga tubuh nya terhimpit di dinding yang bahkan akan bobrok karena tekanan dari Kevin.
‘’ ooo keee guuuweee biiilaaang’’
‘ siapa yang membayar loe?’’
Dan Laura langsung jatuh kelantai merikuk kesakitan.
‘’ Briaz Alvaro’’
‘’ apa!
Melihat ada celah melarikan diri Laura segera lari dari sana meninggalkan Kevin yang terlihat semakin memperlihatkan perubahan fisik nya.
Di luar sana Laura kembali meringis memegang leher nya yang biru karena jemari Kevin, dengan susah payah ia mencoba menelpon.
‘’ beres!! Transfer sisa nya’’ kata nya menghela nafas panjang dan bergidik mengingat bagaimana Kevin nyaris membunuhnya.
Kevin diam dengan kuku kuku yang semakin meruncing, urat urat hitam di kulit nya berlarian kesana kemari dan mata nya yang semakin gelap.
‘’ Briaz??? Sialan’’
Ia lalu mengambil Hp nya dalam celana dan menghubungi Kris
‘’ apa kau sudah tahu dimana Okta??’’
‘’ sudah bos, kata sekretaris Briaz dia pergi dengan atasan nya itu ke Itali’’
‘’ apa?? Itali dengan Briaz..’’ suasana mencekam makin terasa di sekitar nya, Kevin sangat marah hingga ia memukul dinding disana sampai remuk dan nyaris bobrok.
‘’ cari tahu nomor Briaz’’ suruh nya lagi pada Kris di telepon.
Kevin lalu menekan nomor Okta namun tak dijawab, ia sudah melakukan nya hampir puluhan kali sejak keberangkatannya ke Jakarta.
Lalu Kris mengirim nomor probadi Briaz.
Ia langsung menghubungi nomor Briaz dengan cepat, terdengar suara berat di sebelang sana dan suara alunan music.
‘’ BRENGSEK, APA YANG KAU LAKUKAN ….’’
Briaz mengenali suara itu ia segera menjauh dari lantunan music yang sedikit mengganggu pendengarannya.’’
‘’Maksud mu apa??’’
‘’ TIDAK USAH BERPURA PURA LAGI, KAU PIKIR AKU TIDAK TAU KAU YANG MENYEBARKAN SCANDAL KU, APA TUJUAN MU SEBENARNYA.. AAAH.. APA INI ADA HUBUNGAN NYA DENGAN PACAR KU YANG KAU BAWA SEKARANG??”’
Briaz menarik nafas panjang, sebenarnya ia tidak suka kata kata kasar Kevin apa lagi membentaknya seperti itu bahkan seharus nya ia yang marah karena Kevin melukai Okta.
‘’ kamu pikir aku serendah itu melakukannya..’’ Briaz ingin tertawa, tapi emosinya juga tidak bisa membendung, ‘’ JANGAN PERNAH MENYAKITI OKTA LAGI, APA KAMU DENGAR’’
Kevin tertawa di sana selah kata kata Briaz sangat lucu.’’ Jadi tujuan mu adalah Okta,, dengar B*jingan aku tidak akan tinggal diam, kau membawa pacar ku sana, apa kau tidak ada wanita lain selain membawa pacar orang??’’
Briaz mengepalkan tangan nya menahan emosi, ia juga sadar kalau yang ia bawa adalah kekasih orang tapi ia lebih memikirkan perasaan Okta yang akan sakit jika mengetahui Scandal Kevin, dan itu membutakan mata nya untuk membawa Okta ke luar Negeri.
‘’ apa kamu menyukai pacar ku heh?? BRENGSEK??”’
‘’ aku mencintai nya’’ jawab Briaz datar.
‘ apa, hah.. apa KAU BERCANDA DENGAN KU!!!’’teriak Kevin dan nafas nya melongos kasar, ‘’ jadi kamu melakukan ini hanya untuk mencuri Okta dari ku, kau tidak lebih dari BANCI’
‘’ JAGA KATA KATA MU KEVIN’’
Dan hanya suara tawa Kevin disana.
‘’ aku tidak akan tinggal diam, aku tidak peduli dengan cara apa kamu menjatuh kan ku, tapi OKTA aku tidak akan pernah bisa melepas nya lebih lebih itu karena kamu’’
__ADS_1
Briaz ingin membalas tapi tiba tiba terdengar suara benda yang jatuh dan telepon ikut terputus.
**