
*CHAPTER 3*
“Makhluk Hujan Tampan”
‘’ Okta.. kamu tidak apa apa2’’ Ka Adi dan Vanessa menyerbu ku dengan tatapan khawatir dan bertanya tanya, keringat benar benar menghujani ku sekarang entah antara takut dan penasaran aku langsung berdiri sampai mataku lagi lagi terbelalak kaget melihat tau tau Pria itu didepan ku. Kacamatanya ia lepas sehingga yang aku lihat adalah sekelebat mata hitam yang mengerikan dengan alis bertautan. Tapi ia terlihat sangat tampan.
***
Aku memijit mijit kening yang bernyut nyut tidak karuan, sekarang aku berada di dalam dengan ditemani Maya yang bengong sekaligus khawatir, ia sudah memberikan ku air putih serta mencek keadaan ku yang benar benar kacau, apa mungkin sekarang aku sudah benar benar gila.
‘’ wajah mu pucat o’ok, pulang giiiiiih, aku minta tolong Bram yang antarin gimana?? Dia bakalan capcuss’’ kata gadis itu dengan wajah memelas. Aku menggeleng dan sekali lagi meneguk air putih.
‘’ aku baik baik saja, cuma kelelahan’’ kataku meyakinkan.
‘’ serius, tapi tadi…
‘’ aku hanya ‘’ sepintas ingatan ku kembali mengingat kejadian barusan, semua nya nampak nyata.
‘’ apa kamu jatuh cinta Okta?? Sama tamu kita barusan??”’ cecar Maya dengan tatapan mengintimidasi.
‘’ APA’’
‘’ habis nya kamu seperti tersihir begitu melihat pria tadi’’ lalu Maya memperagakan bagaimana aku menatap tanpa berkedip saat tamu itu masuk, dengan ekor mata tidak melepaskannya padahal ia
memiih menepi kesamping dengan diwakili temannya yang jelas aku acuhkan.
Kepalaku kembali berdenyut, kenapa Maya sampai berpikir teriakan syok ku barusan itu adalah ketakutan bukan rasa kagum pada lawan jenis.
‘’ tapi cowok tadi benar benar ganteng O’ok.. aaah akhirnya seperti itu selera mu daaaan,, akhirnya kamu bisa jatuh cinta’’ pekik Maya malah berteriak histeris kegirangan ia malah memelukku dengan singkat. ‘’ juga normal’’
‘
Ku sentil jidatnya dengan jari’ sembarangan… jangan asal bicara mana mungkin aku jatuh cinta dengan makhluk itu’’
__ADS_1
‘’ makhluk???’’
‘’aaa.. bukan apa apa, hentikan Maya jangan melihat ku aneh, bukannya tadi kamu mencemaskan ku kenapa malah bicara aneh seperti ini’’ kataku setengah mengomel.
‘’ habis… selama ini kam kamu selalu menolak fans fans mu… ga ada yang berhasil membuat mu seperti tadi, kyaaaa jadi ya aku senang aja melihat teman ku ini akhirnya jatuh cinta…’’ ia tertawa tidak jelas, aku hanya melihat Maya dengan takjub dan sadar seperti itu kah aku dimata nya yang memang tidak pernah mengubris pria pria yang ingin dekat dengan ku sampai ia berspekulasi kalau aku tadi terpesona dengan pria itu. Kalau saja ia tau kenapa aku belum bisa membuka hati karena seseorang.
‘’ ngomong ngomong Fans.. paket..’’ Maya lalu mengambil kotak paket yang sudah terlupakan.
Ia menyerahkan kotak itu, dan aku mendongak kedalamnya, sebuah boneka kayu yang besar tanpa ekspresi.
‘’ aku berharap itu Tas Mahal atau isinya barang mewah’’ decak Maya terdengar kecewa, tapi hatiku hanya melihat boneka kayu itu dengan terenyuh, itu memang bukan barang mahal dan mewah namun barang itu seperti mengisyaratkan sesuatu, apa mungkin itu dari...
‘’ ga mungkin..’’ aku membolak balik boneka kayu itu berharap ada nama pengirim atau tanda lainnya tapi tidak ada.
‘’ wah jangan jangan ini boneka teluh Okta.. ‘’ pekik Maya’’ hati hati mending di buang saja.. bahaya tau terimaan beginian, ga ada nama pengirim nya pula…’’ Maya merampas boneka itu dan kembali memasukannya kedalam kotak, tapi aku langsung merebutnya.
‘’ apa yang kamu lakukan, itu punya ku’’ bentakku tidak suka.
‘’ sorry May.. aku jadi marah marah, ini boneka kayu bukan boneka teluh, aku tau siapa pengirimnya…dia dari masa lalu ku ‘’ kataku entah kenapa malah mengatakan itu.
Maya membelalak’’serius??”’
Dan benar saja aku menyesal mengatakan barusan, anak itu malah merengek minta diceritakan dengan setengah memaksa. Aku langsung menjauh dan mengatakan bukan apa apa, tapi ia tidak percaya, Maya merengek rengek minta dikasih tahu walau aku tetap bersrikeras tidak bilang ia tetap mengekor sepanjang jam kerja ku. Mencari celah merayu rayu agar aku bisa menceritakan nya. Mungkin selama berteman atau bisa dianggap bersahabat semasa kerja disana aku tidak pernah menceritakan kisah seseorang special dalam hidupku, jangan kan menceritakan hal itu, tentang siapa aku dan keluarga yang meangkatku saja aku tidak mau, aku lebih memendamnya sendiri.
‘’ Ayolah Okta… aku tau ko aku dimata mu hanya seorang partner kerja. Tapi bagi ku kamu adalah sabahat ku.. selalu mau mendengarkan kisah orang tua ku dan kamu juga sering memberikan wajengan kan, aku kalau punya teman yang mendengar kisah ku mereka pasti besok besok bosan dengan ku.. tapi kalau kamu beda kamu tetap mau mendengarnya walau aku sadar aku hanya menceritakan cerita ulang yang itu itu saja’’
Maya dibelakang ku dengan suara sungguh sungguh, seperti itu curahan hatinya, emang Maya banyak bicara bahkan beberapa teman lain enggan mendengar ceritanya yang agak garing.
Aku memutar kursi kearahnya, cewek itu seperti menahan tangis, entah kenapa ia malah membuat suasana jadi mellow seperti itu hanya dengan aku yang tidak mau mencurahkan sesuatu cerita kepadanya. Anak itu kadang alay lebay.
‘’ Oke… kamu mau tau siapa pengirim boneka kayu itu?? tanya ku balik. Aku mantab ingin menceritakannya.
Maya menegakkan dagunya dengan senyum sumringah, wajahnya seperti wajah anak anak yang baru mendapat lollipop.
__ADS_1
Kebetulan saat di café itu Tv yang disiarkan bukan tentang kecelakaan pesawat 24:00 itu, berita infotaiment tentang salah satu actor genre romansa di layar lebar ‘’I Miss U’’ yang naik daun sejak 4tahun silam dan wajah nya sering membintangi beberapa film film terlaris di tanah air.
Kevin Er, saat ini berita lagi memberitakan kedekatan Pria tampan yang menjadi perbincangan beberapa hari lalu tentang kekasih nya yang di gosipkan dengan model dan pemain sinetron Pamela, dan itu bukan sekali dua kali yang aku ketahui, Kevin paling sering di beritakan dekat dengan banyak kalangan artis, model hingga anak anak pejabat.
Maya mendelik tidak mengerti dan ia tertawa aneh yang dibuat buat, sudah aku duga pasti reaksinya seperti itu.
‘’ COME ON … Jangan mengada ada, buruan ayoo ayo cerita siapa Ok, apa.. itu cinta pertama mu, siapa Okta siapaaa o;ok kukuruyuuuk’’ cecar nya meremas remas tangan ku dengan kuat, tapi saat itu telinga kami menangkap suara dari layar LCD yang menggantung di pojok café hotel dengan jelas.
Kevin Er, cowok itu duduk maskulin dengan kemeja kotak kotak disalah satu café terbuka yang menjadi wawancaranya dengan infotaiment itu, wajahnya yang tergolong Tampan itu tersenyum menyambut host yang mendekatinya. Senyumnya nampak singkat tapi aura misteri yang membuat cewek manapun pasti kepincut dan greget dengan nya, Ya Kevin Er memang bermimik seperti itu bukan seperti cowok pretty yang senang mengumbar kata kata dan banyak lakon, ia lebih menggambarkan misteri tentang dirinya di dunia hiburan itu.
‘’ Halooo. Keviiiiiin.’’ Serbu si Host dengan sorotan kamera kearahnya.
‘’ Kevin tersenyum singkat dan membalas sapaan si mba mba yang juga adalah salah satu artis ibukota.
Dia sedikit berbincang bincang dengan Kevin dan lelaki itu hanya menjawab sekenanya walau si host berusaha menggali sesuatu yang sekarang lagi memberitakan kedekatan pria itu dengan salah satu anak pengacara yang terkenal, hingga akhirnya tujuan si peliput untuk mengacak isi tas nya yang sekarang ia bawa, sebelum nya Kevin menolak dengan kukuh tapi ia akhirnya mau juga dengan air muka setengah terpaksa.
‘’ jadi ini tas yang sering gue bawa saat syuting sekarang ini’’ cecarnya sambil meletakan tas Ransel keatas meja dengan sorotan kamera yang nampak antusias melihat isinya.
‘’ dompet, Hp gue 2, satu untuk kerja satu nya buat pribadi’’ cecar nya mengeluarkan satu persatu barang barang itu yang ia letakkan di atas meja, tapi setelahnya kamera menshot sesuatu di tas itu gantungan yang ada boneka kayunya.
‘’ iiihk lucu banged…. Emang Kevin senang ama aksesoris ini ya.. setelah kita cari tau katanya ini benda kesayangan yaaa’’si Hots menjerit dengan intonasi memekik memegang megang gantungan itu dan kamera mezoomnya hingga sangad jelas bentuk, warna nya, lalu kamera menuju ke arahnya yang tertawa hamba.
‘’ itu istri gue’’ katanya setengah tertawa hambar dengan wajah sulit dijelaskan, si Host makin kepo dan makin berapi api ingin tahu apa dan itu seperti berita yang lebih penting dari pada mengetahui isi tas Kevin yang isinya standar.
‘’ istri istri,, waaah FanKev Er pasti ikut bingung nih Vin… beneran ini istri kamu…’’ cecar si Host setengah terkikik geli lalu ia berbisik ke kamera’’ ternyata Kevin punya selera humoris juga’’
Mic menghadap ke wajah Kevin sekian detik ia diam seperti menyusun kata kata, matanya yang tegas terlihat berpikir keras. Lalu mic itu ia ambil alih, situasi nya seperti serius.
‘’ okey… jadi gantungan ini punya cerita, ada cewe yan gue kenal persis ini benda, kalian bingung kan.. kenapa gue sama in dia dengan ini boneka kayu, ya itu dia, dia itu sangat mirip kayu, kaku dan sulit di tebak isi kepalanya tapi dia seperti boneka cantik kebanyakan yang membuat orang lain jatuh cinta, Kevin tersenyum singkat seolah menerawang,’’ lupakaaan, barusan semuanya hanya candaan’’ cecarnya tertawa dibuat buat lalu meletakan mic keatas meja, ia malah beranjak si mba hostblangsung mengejar dengan terus dikuti si kameramen.
‘’ jadi cewek itu istri kamu nih Viin, serius,,, nih’’ cecar host itu berusaha mengikuti langkah Kevin yang lebar lebar, seperti nampak jelas ia menghindari situasi tersebut, tapi si mba gencar mengikutinya sampai ke parkiran depan suatu tempat itu.
‘’ she is specially..’’ umbarnya sambil membuka pintu mobilnya. Lalu kabur dengan cepat.
__ADS_1