Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
13-Pangeran Terbuang


__ADS_3

CHAPTER 13*‘’


“ Pangeran yang terbuang”


bagaimana kalau kalian menikah…


Glek!!


Menikah, saran apa itu. Aku lalu tertawa, Briaz juga tak kalah keras ketawanya, disusul tatapan membunuhnya kepada Bianca.


‘’ nona Okta, aku tau kalau nona tidak suka dengan sikap pangeran yang mungkin terkesan memperlakukan mu seperti wanita tidak baik baik dan kamu tidak mau bersentuhan karena hubungan yang tidak baik dan tidak ada ikatan, karena itu apakah dengan menikah dengan tuan, nona bisa mau bersentuhan dengan nya..


‘’aku tidak mau’’ jawab ku tegas.


‘’ heh siapa juga yang mau menikah dengan mu, kau itu jauh di bawah standar ku’’


Aku melotot tajam kearah Briaz’’ memang kau itu cocok menikah dengan ku, otak mu itu hanya dipenuhi ****.. fisik dan kekuasaan’’


‘’apaaa,’’


‘ HENTIKAN!!!’’


Bianca terlihat sangat marah dengan mata nya yang berubah menjadi merah, dan ada seringa ian taring di dua sisi giginya. Vlous milik nya pun beriak menajam, aku mendadak takut melihat nya berubah seperti itu.


‘’ dengan sangat mohon maaf Pangeran, tolong perlakukan nona ini dengan baik, dia adalah kunci anda untuk sembuh dan bisa kembali ke tahta anda, mohon ingat itu’’ ucap Bianca kearah Briaz, mendengar itu aku seolah menang dan tersan jung ditambah sorot tajam Briaz kearah gadis itu melemah dan ia hanya membuang muka dengan kesal.


‘’ dan anda nona’’


Aku menegang bergidik takut melihat gadis berwajah peri beberapa menit yang lalu berubah menjadi menakutkan.


‘’ kami akan melakukan apa saja yang anda inginkan, juga membantu penyembuhan adik anda dan akan mencari identitas orang tua anda, saya pribadi sebagai pengasuh Pangeran mewakili kerajaan mohon bantuan anda untuk pangeran’’


Mendengar bahasa Bianca yang formal dan terkesan sangan menghormati ku aku merasa tidak enak hati dengan nya di tambah dengan jati diri orang tua ku, ada sesak dalam hati ku mendengarnya, walau aku pernah putus asa saat tidak mengetahui siapa orang tua ku saat ini rasa itu seperti tumbuh lagi dan ada celah harapan disana.


‘’ baik, begini’’ aku mengatur nafas dan membenarkan posisi ku, jujur sebenarnya raga ku sangat lah lelah perdebatan dan kejadian barusan membuat ku sangat lelah.’’ Aku akan mempertimbang kan nya dan aku perlu berpikir jadi….


‘’ menurut ku, vlous Fyrd tidak akan mempengaruhi aku ataupun ‘dia’ saat vlous tidak menyentuh ku, benar bukan??

__ADS_1


Briaz tidak menjawab bibirnya terlalu kuat terkantup dengan mata terus melihat ku dengan kesal.


‘’ jadi, mulai saat ini jangan menemui ku,jangan menyentuh ku, karena aku sangat yakin seyakin yakin nya dia fyrd hanya bereaksi setelah kami bersentuhan dan tidak berhenti ketika kami tidak bersentuhan, yang lebih intens nya kami harus sampai berciuman agar pengaruhnya hilang’’


‘’ aah mana mungkin, terus bagaimana kau akan mengobati sakit ku kalau dia terus menyakiti ku’’


Aku bilang kan aku harus mempertimbangkan dulu..’’ ralat ku


‘’ pangeran…’’ Bianca menahan Briaz dengan tangan nya.


‘’ sebaik nya biarkan Okta mempertimbangkan nya dulu, dan yang dikatakannya memang ada benar nya, fyrd hanya akan bereaksi setelah ia menyetuh Okta dan berhenti ketika kalian bersentuhan atau berciuman’’


Briaz melihat Bianca dengan tatapan tidak setuju dari bagaimana bibirnya bergerak mengisyaratkan ia tidak setuju.


‘’ hmmm atau mungkin kau mau modus kalau mau selalu mendekati ku kan’’ kata ku yang langsung si bantahnya mentah mentah, aku menahan tawa melihat reaksi nya sekaligus kesal dia begitu nya memandang ku.


‘’ kalau memang tidak, jadi kita deal!!! ‘’


Laki laki ini mengusap muka nya setelah sekian detik menatap ku, jujur aku merasa sesak nafas melihat tatapan nya yang sexy itu, sepertinya aku memang harus cepat cepat pergi dari sana sebelum otak ku mulai aneh karena beredekatan dengan pria itu yang punya pengaruh fyrd nya.


‘’ ingat jangan menemui ku, jangan mendekati ku saat di hotel dan dimana saja, aku perlu berpikir dulu kalau ingin bersentuhan dengan mu’’


‘’ baik, deal’’ jawab nya, ingin rasa nya aku bertepuk tangan dan berteriak kata merdeka. Tapi aku harus menjaga sifat disana.


‘’ kalau begitu, sampai jumpa… Boss’’ aku menundukan kepala ku saat kearahnya, tersenyum manis semanis nya.’’ Oh ya… aku juga minta jangan pernah mencampuri urusan pribadi ku’’ sambung ku lalu beranjak dari sana.


‘’ Okta…’’ terdengar suara Bianca memanggil di belakang, aku melihat gadis itu setengah berlari menyusul ku.


‘’ biar aku antar, dan aku lupa mengucapkan terima kasih’’ katanya setelah sejajar berjalan dengan ku, gadis ini kembali ke bentuk dan wajah perinya, tersenyum hangat kearah ku.


Aku mengangkat alis ‘’ terima kasih apa?? Aku bahkan belum setuju menolong pangeran itu kan


‘’ iya, tapi aku sangat terima kasih kamu sudah mau menolong nya waktu dia di serang Vlous Fyrd tadi, daan… sebenar nya aku juga tau kok kamu itu baik, kamu hanya tidak suka dengan Briaz, sebenarnya dia itu baik hanya saja dia kesepian dan tertekan disini, perasaan nya yang dibuang seolah membuat nya bertingkah diluar jalur dan dia hanya terbiasa diperlakukan manja jadi selalu bersikap seenaknya’’


‘’ aah aku berkata begini bukan karena ingin membujuk mu kok, yeaah walau memang begitu.. maaf ya kalau kami terlalu egois karena hanya kamu satu satu nya yang bisa menyelamat kannya.


‘’ ya aku mengerti’’

__ADS_1


‘’ dan sebenarnya kalau Briaz tidak diselamat kan dia akan meninggal’’


Aku menahan langkah ku agak terkejut mendengarnya, Bianca mencoba tersenyum lagi.


‘’ nasib nya tetap sama di bunuh atau meninggal secara alami oleh iblis itu, dan aku bisa memperkirakan umurnya hanya dalam 1 tahun ini’’


‘’ apa!! 1 tahun?? ‘’


‘’ benar, tapi aku pribadi tidak ingin menekan mu dengan pilihan yang tidak ingin kamu lakukan, seperti yang aku bilang kamu harus ikhlas melakukan nya, dan ada hal lain juga yang ingin aku sampaikan


‘’ apa itu..


‘’ jika kalian berinteraksi dan vlous kembali mempengaruhi kalian, khusus nya untuk kamu Okta, aku ingin kamu mencoba mengontrol nya karena kamu adalah jembatan iblis itu untuk mencari keberadaan pasangan nya dan itu akan berdampak besar untuk keselamatan kalian, manusia dan kaum kami’’


Aku sampai merinding mendengar perkataan Bianca.


‘’ pertimbangan yang susah bukan, hmmm baiklah… aku harap kamu akan memikirkan nya dengan bijak’’ Bianca berhenti di depan lift.


‘’ aku hanya mengantar mu sampai sini Okta.


‘’ iyaa terimakasih.. Bianca’’ sahut ku menatap kedua manik mata yang indah itu dengan teduh. Ia lalu tersenyum sampai saat pintu lift terbuka dan aku masuk kedalam nya.


***


‘’ SIALAN, DASAR GADIS BLAGU…’’ Briaz mengumpat umpat sambil menendang nendang sofa dengan kesal.


Venus si pengawal yang sedari tadi tidak ikut campur bersuara saat bernegoisasi tadi baru buka suara.


‘’ kalau boleh saya member saran tuan..


‘’ apa itu…


‘’ buat nona itu jatuh cinta, dia pasti akan bertekuk lutut dengan anda’’


Brias menatap wajah pengawal pribadinya itu tanpa berkedip, ‘’ jatuh cinta, aaah ‘’ ia sendiri juga bingung bagaimana rasanya jatuh cinta dan bagaimana mungkin ia membuat orang lain jatuh cinta.


‘’ apa aku harus begitu?? Apa kamu tau rasanya gimana jatuh cinta??’’ pertayaan konyol itu nyaris membuat Venus ingin menertawakannya, tapi ia tetap harus menjaga sikap di depan tuannya.

__ADS_1


***


__ADS_2