Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
43- dibawah Naungan Hujan


__ADS_3

CHAPTER 43*


*di bawah naungan hujan”


Okta merasa mendengar suara tembakan, bukan suara petir. Ia baru saja membersihkan diri di kamar mandi studio dan siap siap untuk pulang karena sudah pukul 12 malam.


Kevin menelpon kalau ia tidak bisa datang, dan ia harus menggunakan taksi online.


Tapi belum ia lakukan ia menatap makhluk makhluk yang bersliweran di luar perkarangan studio. Tubuh nya menegang kaget dan agak takut tapi ia merasa itu bukan pertama kalinya.


Siapa mereka… kenapa tubuh mereka bercahaya, apa itu di kulit nya..


‘’ nona.. kita pulang sekarang’’ suara pengawal di belakang nya membuat nya tersadar, tapi makhluk makhluk di sana masih terlihat.


‘’ apa anda bisa melihat makhluk yang ada di sana?’’ tunjuk nya ke tengah hujan deras yang mengguyur.


Pengawal ini melihat kearah telunjuk Okta tapi tak ada satupun.


‘’ tidak nona’’


Okta kembali memastikan penglihatan nya, kemudian seperti roller coster ia bisa mengingat para makhluk hujan yang sudah ia lihat sejak lahir. Tangan nya bergetar hebat lalu ia mencoba menggapai salah satu makhluk disana yang seolah mengulurkan tangan, sesosok makhluk berwajah peri yang sangat menawan, tangan itu bercahaya dan walau dalam bentuk transparan mereka seperti sedang saling menyatukan tangannya. Okta terperangah melihat nya. hingga terdengar suara sesuatu di seret, di depan sana ia melihat makhluk hujan lain yang bergerak menuju kearah nya, sosok nya ia kenal, pria itu berjalan susah payah dengan menekuk bagian perut dan dadanyanya dan wajah penuh luka.


‘’ Bri.. az..’’ tubuhnya kembali menegang, tapi kedua body gurd di sebelah nya tau tau menghilang, sebenarnya kedua Body Gurd itu sudah di lumpuh kan Venus.


Okta merasa terancam tapi ia tetap tidak bisa lari melihat Briaz yang tampak terluka di sana,Briaz tersungkur di tanah dan dengan dorongan batin yang keluar Okta mendekatinya, ia kaget bukan kepalang melihat hujan berwarna merah.yang keluar dari tubuh Briaz.


‘’ kamu tidak apa apa??’’ tanya nya ketakutan Briaz yang terluka tembak di bagian perut dan dada. Tapi Briaz tidak bisa bicara ia mulai muntah darah, kejadian itu kembali membuka ingatan nya bagaimana Briaz terluka lebih parah dan situasi nya yang sangat ketakutan melihat Briaz nyaris merenggang nyawa. Ia kembali kebingungan dengan situasi sekarang


‘’ Okta.. apa kamu melupakan ku..’’ suara Briaz dengan susah payah di tengah deru hujan.


Okta hanya bisa diam menatap Briaz, yang ia ingat hanya lah cerita kebohongan tantang Briaz yang menyamakan dengan waktu seseorang ingin memperkosanya.


Briaz mencoba tersenyum’ kamu istri ku apa kamu juga lupa??’’


‘’ apa!! Aku tidak pernah menikah…’’ sela Okta yakin.


Briaz terbatuk dan menahan sakit luar biasa di sana. Di sisi lain Venus sangat menentang keras apa yang Briaz lakukan, ia menyesal terlambat menyelamatkan Briaz dari serangan Kevin karena harus menyingkirkan mafia yang bersarang di kediaman Kevin. Saat menemukan Briaz terbujur di lantai alih alih ingin membawanya ke Rumah Sakit tuan nya itu bersrikeras ingin mencari Okta.

__ADS_1


Di tempat lain Kevin berada di balik mobil dengan marah ia sudah di dahului Briaz. Ia diam disana ingin mendengarkan percakapan mereka, dan berharap Briaz kehilangan darah hingga merenggut nyawanya. walau ia ingin sekali mempercepat proses nya tapi tidak mungkin di depan Okta.


‘’ kau menyebut ku makhluk hujan, dan kita saling mencintai’’ kata Briaz lagi menatap lemah pada Okta.


‘ ka kamu bercanda, jangan mengarang cerita, kamu ingin memperkosa ku…’’


‘’Briaz tertawa kecil mendengar nya’’


‘’ baik baik, kita bicarakan nanti, kamu bertahan lah kita harus kerumah sakit’’ cecar Okta lalu berusaha mencari orang yang bisa menolong mereka kebetulan para model yang masih traine keluar dari sana. Okta segera berteriak minta tolong dan mereka yang mendengar merapat membantu pertolongan.


Kevin keluar dari persembunyian nya, menarik Okta yang mau masuk dalam ambulance.


‘’ Okta.. apa yang kamu lakukan dia….


‘’ tidak Vin, kita harus memastikan dia masih hidup dulu, dia tertembak’’ kata Okta masih dalam panik.


‘’ oke okee tenang sayaang, dia sudah di bawa. Dan kamu harus ingat siapa dia, sudah kita jangan berurusan dengan nya lagi’’ perkataan itu membuat Okta tak bisa berbuat banyak walau ia masih bisa menyimpan semua perkataan Briaz tadi, tentang ia yang sudah menjadi istri nya.


Sepanjang jalan Okta masih sangat syok dan cemas.


‘’ dia di tembak Vin, siapa yang melakukan nya…. ‘’ kata gadis ini.


Kalimat itu menjadi camuk besar Okta, ya benar bisa saja kan tadi Briaz menyakiti nya dan kenapa Briaz tidak langsung mencari pertolongan malahan mencarinya. Ia ingin mengutarakan pada Kevin tapi batal, ia melihat ada sisa bercak darah di kemeja Kevin.


‘’apakah yang menembak nya Kevin??’’ pikirnya mengingat perkataan Kevin semalam.


‘’ ada apa sayang??’’


Ti tidak… aku ingin mencari adik adik ku Vin, tolong antarkan kesana’’ pinta nya.


Kevin ingin menolak, ia mau Okta berada dalam jangkauan nya karena situasi sekarang ia terancam, tapi melihat Okta begitu ketakutan dan membutuhkan keluarga nya kali ini ia mengalah.


‘’ bagaimana kalau kita semua pindah keluar negeri??’’ saran Kevin.


**


Okta akan mempertimbangkan saran Kevin, walau dalam keadaan nya sekarang itu adalah pilihan terbaik tapi untuk saat ini ia memerlukan pikiran yang jernih lagi mengingat Kevin sepertinya menyembunyikan sesuatu dan bercak darah tadi, ia harus mencari tahu diam diam.

__ADS_1


Okta langsung memeluk Viola yang sedang tertidur hingga terbangun.


‘ kakak…’’


Dan tubuhnya kembali di peluk dengan sejuta pertanyaan.’’ Vin bisa tinggal kan kami.. ‘’ pinta Okta pada Kevin yang masi belum beranjak disana.


Kevin mengangguk’’ persiapkan diri kalian besok siang kita pindah keluar Negeri’’ ucapnya seperti perintah dan keluar dari sana.


‘’ keluar negeri ka??’’ tanya Viola bingung.


‘Vi, bisa kakak minta tolong??’’ bisik Okta.


Viola mengangguk, ia menjaga di luar dan dalam Apartemen memastikan Kevin tak kembali juga para pengawal nya yang hanya berdiri di dekat sana.


Telepon itu tersambung, Okta meminta Maya mengirimkan nomor Adam, ia hanya ingin memastikan sesuatu.


‘’ hallo’’ terdengar suara Adam


‘’ dam ini aku Okta, teman Maya, ingat kan??’’


‘ aah iya ingat sekali ko mba Okta’’ sambut Adam.


‘’ dam ceritakan yang sebenarnya dimana kita pernah bertemu’’


Alhasil Adam menceritakan semua nya ia yang hanya seorang Pramugara di pesawat pribadi milik Brias Alvaro. Adam juga bilang kalau ia juga melihat bagaimana ia dan Briaz terlihat saling mencintai di sana, dalam kutip bercumbu di sana.


‘’ May, kamu jujur, apakah Kevin ada meminta mu untuk tidak memberitahuku tentang kematian Briaz?? Aku sudah tahu semua dari Tifanny’’


Dan Maya membenarkan kisah nya juga tak luput dari kisah Tifanny.


1 fakta yang jelas, kalau ia memang ada hubungan dengan Briaz, bahkan ia pergi berdua ke luar negeri yakni Itali. Yang kedua kalau Briaz berniat memperkosa nya kenapa saat tidak di Italy??


Dan ketiga kenapa Kevin terlihat sangat intens menutupi keberadaan Briaz?? Kenapa Briaz di beritakan meninggal padahal ia masih hidup??


Sial nya ia tetap tidak bisa mengingat semua kenangan dengan Briaz, walau sebenarnya tanpa kenangan itu ia memang sudah jatuh cinta lagi dengan Briaz hanya saja fakta kalau Briaz mau memperkosanya itu mengubah pemikiran nya tentang Briaz. Tapi ia tetap saja merasa tidak ingin melanjutkan rencana pernikahannya dengan Kevin.


Okta mengangguk yakin dengan keputusan nya malam ini.

__ADS_1


**


__ADS_2