Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
44-Wedding Boneka Kayu


__ADS_3

CHAPTER 44*


“ Wedding Boneka Kayu”


‘’ apa katamu Okta??’’


Kevin masih syok dengan kalimat yang Okta bilang barusan, Okta datang pagi pagi buta ake rumah tante Sandra karena memang Kevin ada disana. Menyampaikan kalau ia tidak ingin menikah dengan nya.


‘’ kamu sedang mengerjai ku??’’ tanya nya memandang Okta dengan sekelebat rasa percaya dan tidak.


‘’ Okta sayaang.. kamu tidak bercanda kan??’’ tanya Sandra tak kalah syok nya.


Okta berdiri dengan teguh.’’ Maaf kan aku tante, Kevin… ‘’ ucap nya lirih ia llau menetes dna terduduk.


‘’ aku tidak tau diri dari semua budi yang Kevin lakukan pada ku juga keluarga ku, tapi aku tidak ingin membohongi perasaan ku lagi, aku sungguh sungguh minta maaf, aku bersedia kalian tuntut atau masuk penjara’’ kata nya lagi membuat Kevin bergemuruh hebat.


‘ maa tinggal kan kami berdua’’ pinta nya dengan bibir bergetar. Sandra menurut dan meningalkan mereka berdua disana.


Kevin menghampiri Okta, mengangkat dagunya dan melihat nya dengan lembut.


‘’ saaayang… apa kejadian kemaren membuat mu seperti ini?? Ayolah.. jangan membuat ku panik…’’


‘’ tidak Vin, ini tidak ada hubungan nya dengan kejadian tadi malam, dengan siapa dan apapun, ini tentang hati ku.. aku tidak bisa menikah dengan mu karena aku tidak mencintai mu’’


Kalimat itu cukup menjadi pukulan keras bagi Kevin. Kenapa Okta kembali mengatakan kalimat mengerikan itu lagi, padahal ia sudah sangat berjuang keras 2 tahun ini mengembalikan cinta Okta yang ia anggap hanya hilang sementara.


Rahang nye mengeras pegangan nya ke dagu Okta mengeras. Okta sampai kaget dan meringis.


‘’ apa kamu bilang?? Apa kamu begini karena pria br*ngsek itu lagi??”’


Sontak kalimat itu kalimat yang serupa dengan orang yang berada di ruangan itu yang ingin memperkosanya, dan tangan itu.. sangat mirip dengan tangan pria disana. Ia lalu di dorong hingga kepala nya membentur lantai, dan itu membuat kejadian di persembunyian Sandra 2 taun silam berputar dengan sangat baik, yang ingin memperkosanya adalah Kevin bukan Briaz.


‘’Plak’’ Okta langsung mendaratkan tamparan kewajah Kevin.


‘’ kamu membohongi semua teman teman ku… bukan Briaz yang ingin memperkosa ku tapi kamu’’ ucapnya dengan sangat marah.


Kevin memegang bekas tamparan Okta dengan kasar. ‘’ benar itu aku’’


‘’ kenapa?? Kamu melakukan nya Vin..’’


‘’ aaah kau bahkan tak bisa mengingat dengan sempurna Okta, aku tidak seperti yang kamu pikir, waktu itu aku dalam pengaruh Iblis Hord sialan itu, kau bahkan tak tau bagaimana aku harus membayar semua nya itu… kau sendiri tau aku bahka tidak melakukan apa apa dengan mu selama 2 tahun ini kan’’ cecar Kevin lantang.

__ADS_1


Okta membenarkan perkataan Kevin tapi ia masih tidak habis pikir kenapa Kevin sampai membohongi teman teman nya bahkan menyalahkan Briaz, ia sangat berharap semua ingatan nya kembali.


‘’ dengar kamu harus menikah dengan ku mau atau tidak’’ titah nya dengan tatapan membunuh.


‘’ tidaaaak’’ teriak Okta nyaring.


‘’ aku tidak mencintai mu dan tidak akan menikah dengan mu’’


‘’ hentikan!!! Jangan bicara seperti itu lagi… , kamu hanya mencintai ku Oktaaaa’’


‘’ kamu sudah tidak waras Kevin….’’ Okta segera beranjak dari sana tapi ia kaget Kevin menodongkan pistol ke kepala nya.


‘’ berani pergi, nyawa adik adik mu di tangan ku!!!’’


‘’ glek’’


Perubahan rencana besar, pernikahan yang tinggal 2 minggu menjadi maju, ya malam ini mereka akan menikah dengan tekanan keselamatan nyawa Viola dan Susan.


Okta di paksa mengenakan gaun pengantin nya dan pergelaran pernikahan yang sangat mendadak itu.


‘’ kaa… kenapa jadi mendadak siih??’’ tanya Viola yang sudah mengenakan dress pink, di dampingi Susan yang terlihat ketakutan disana, ya Susan mengetahui ancaman Kevin. Ia mengetahui dari Venus yang menceritakan hubungan Briaz dan Okta juga kepalsuan kebaikan Kevin.


‘’ tidak apa apa sayang’’ jawab Okta dengan mata nanar, wajah nya sudah sangat cantik dengan make up wedding nya.


Okta melihat Susan seksama, ia sudah mendengar bagaimana kabar Briaz sekarang darinya. Briaz masih belum sadar dan sebenarnya kritis.


‘’ kau bahkan melakukan ini demi kami…’’ kata gadis yang biasa nya bertengkar dengan nya ini, Susan menangis sesegukan. Ia lalu memeluk Susan dengan suka cita.


‘’ kalian adalah keluarga ku satu satunya’’ kata Okta pelan.


Okta kembali melihat dirinya di pantulan cermin, ia tampak lebh cantik dengan gaun itu dan make up wedding nya. matanya terarah serius melihat cermin itu, dan lagi bayangan ia mengenakan kostum yang kebesaran berwarna merah dan mahkota besar yang ada batu permata berwarna merah di bagian tengah nya seperti bersinar lalu yang terlihat disana seolah menyeret nya kedalam kenangan itu dan semua nya. ingatan nya kembali seutuhnya.


‘’ kakak….’’ Suara lain menyadarkan nya, ia kaget melihat gadis manis dengan rambut menyamping, ia kenal gadis ini gadis yang baru ia ingaat.


‘’ Fre..dikaaa’’


‘’ Fredika, aku mengingat semua nya.. semuanyaaa’’ pekik Okta syok, Fredika yang terharu langsung memeluk Okta.


‘’ aku sangat senang bisa melihat mu lagi kakak ipar, dan keajaiban memang terjadi sihir Bianca sudah hilang’’ tangis Fredika haru.


‘’ tapi apa yang aku lakukan, dia mengancam adik adik ku Fredika.. dan Briaz.. dia bagaimanaa.. aah aku sangat bodoh meninggalkan nya tadi malam’’

__ADS_1


‘’ tenang kak.. tenang aku disini… dan semua akan baik baik saja, kalian juga aman…’’ ujarnya pada Susan dan Viola disana.


Okta menangkan dirinya saat ini, dan ia juga akan membuat perhitungan kepada Kevin.


Ia keluar dengan gaun indahnya, di sana terlihat kevin nampak tampan dan berkharisma sedang tersenyum melihat kedatangan Okta yang sangat cantik. Semua undangan hadir siap menjadi saksi pernikahan mereka. Tapi sebelum itu terjadi Okta berdiri ditengah melepaskan mahkota yang menyemat di atas kepalanya.


‘’ mohon maaf semua nya, pernikahan tidak akan terjadi karena saya tidak mencintai pria ini’’ ucapnya lugas dan itu menohok Kevin yang lagi lagi bak di sambar petir di siang bolong. Semua tamu tampak kaget dan riuh.


‘’ Oktaaa apa yang-


‘’ Kevin sampai kapan pun dan bagaimana pun kamu memaksa aku tidak bisa mencintai mu’’ kata Okta berusaha masih berbaik hati menyadarkan Kevin.


‘’ tidaaakk


Kevin berteriak dengan nyaring, ia lantas menangis dan berlutut.


‘’ jangan tinggalkan aku Okta,’’


Okta menggenggam tangan nya, sebenar nya ia ingin memukul Kevin bahkan ingin membunuhnya karena sudah memisahkannya dengan suaminya.


Ia segera melepas tangan Kevin dan pergi dari sana. Di susul 2 polisi yang datang memberikan surat penangkapan kepada Kevin tentang percobaan ancaman pembunuhan terhadap viola dan Susan juga Briaz, Pemilikan senjata tajam secara ilegal, dan sindikat bisnis nya yang tersnagkut pengyelundupan obat terlarang dan perdagangan manusia.


Saat Okta keluar dari sana Briaz terlihat di sana dengan senyum memikat nya, ia tampak masih lemah tapi hasrat nya ingin bertemu dengan Okta mengalahkan segalanya.


Okta segera berlari dan memeluk tubuh suami nya itu.


‘’ Bri… aku mencintai mu.. dan kamu suami ku’’ katanya lalu mereka berciuman dengan mesra disana.


Ending nya…


2 minggu kemudian pernikahan Okta tetap berlangsung di Bali tapi bukan dengan Kevin tapi Briaz, walau mereka sudah menikah tapi secara sah di dunia manusia belum.


Semua teman teman Okta hadir, seperti Maya, pasangan Tifanny dan Daus hingga karyawan yang dulu pernah Briaz pimpin.


Kevin??


Pria itu mengenakan pakaian sebuah rumah sakit jiwa, mata nya nanar melihat sebuah boneka kayu yang sudah tertembak. Di matanya itu adalah Okta gadis itu dengan luka di dadanya sedang menatapnya penuh kesedihan.


‘’ Kevin aku tidak mencintai mu.. harus nya kamu sudah tahu itu, aku tersiksa bersama mu.. kamu juga tahu itu..’’


‘’ hentikan.. hentikaaan’’ teriak Kevin mencengkram kepala nya dengan tangan nya, dimatanya Okta masih ada disana dengan darah yang semakin banyak. Tubuhnya bergetar, ia merangkak menuju tempat tidur, mengambil pistol disana.

__ADS_1


‘’ kita akan pergi sama sama sayang..’’ ucap nya lirih, lalu menodongkan pistol ke kepalanya dan menarik pelatuk nya. ia merosot dan memeluk bayangan gadis di boneka kayu itu sambil tersenyum bahagia.


-END-


__ADS_2