
*CHAPTER 5*
“Penguntit Cantik..”
Tidak tau kenapa aku malah menguntit seperti ini, tamu itu atau pria itu dia benar benar makhluk hujan, dan dia berbaur dengan 2 manusia lainnya yang ada di sebelahnya, aku duduk di sebuah café malam, sebenarnya sangat berat dan takut, setelah hari itu aku tidak melihat tamu itu lagi, namun siang tadi aku melihatnya keluar dan aura aneh serta akar dalam tubuhnya memang benar benar ada, aku benar benar tidak gila atau memang kegialaan ku memang mau menjadi. Dan alhasil aku memutuskan untuk mengkuti mereka , aku bolos kuliah menunggu di hotel dengan penyamaran yang super hati hati dengan jantung luar biasa berdegub, menyamar menjadi orang lain di tempat kerja sendiri, aneh dan ini hal gila yang aku lakukan, aku mengenakan rambut palsu pendek, kaca mata hitam dan pakaian minim, karena kemaren informasi yang aku dengar dari Ka Adi yang jaga shif malam katanya tamu yang membuat aku syok itu pulang dari hiburan malam, dan itu terjadi tiap malam umbarnya pagi tadi.
Di meja receptionis terlihat Maya yang kena jam kerja sedang melayani tamu yang baru memesan, ia langsung melihat kearah ku dan pandangan kami tertemu, sontak aku langsung kembali melihat kebawah pura pura sedang membaca majalah, tidak mungkin Maya mengenali ku walau sepertinya ia menaruh curiga, atau hanya firasat ku saja.
1 jam berlalu, jam sudah menunjukan pukul 1 malam, tamu itu tidak juga keluar. Setengah menyerah dan mengantuk juga di tambah terlalu lama duduk disana membuat aku semakin lama kelamaan bakal ketahuan.
Sesaat suara jantung ku berdetak cepat ada aura aneh yang aku rasakan pelan pelan seperti tubuh seolah melemah dan naik lagi, ekor mataku menuju arah lift yang baru terbuka, pria itu keluar dengan 2 teman nya, kulitnya yang putih bersih seputih salju seperti transparan dengan akar akar hitam pekat yang menjulur julur seperti ingin mengisap kedua temannya, dan wajahnya benar benar tampan, matanya tegas dengan garis rahang nya membentuk, gayanya maskulin dengan kemeja putih nyaris menyerupai kulitnya yang seperti salju itu, aku terkesima dan sedikit terpesona, siapa juga yang melihat cowok tampan pasti langsung terpesona dan aku wanita normal merasa menjadi salah satunya, dan memang makhluk hujan kan banyak yang menawan wajahnya, dan ini real, aku mencakat jari ku sendiri agar bisa fokus dengan tujuan ku.
Sepertinya cowok itu menyadari tatapan ku aku langsung merosot duduk di sana menenggelamkan kepala berahap ia tidak memergoki ku sekarang juga.
Setelah mereka pergi dengan sebuah mobil mini bus yang menjemput, aku langsung belari kearah taksi memburu si supir kayak memburu ayam, untuk segera mengikuti mobil sedan itu.benar saja mobil itu masuk kedalam tempat hiburan malam.
‘’ ck!!! Rupanya makhluk seperti itu juga doyan dugem!!! ‘’ decak ku setengah tertawa setengah memikirkan cowok seperti apa dia.
Aku segera turun dari taksi dan bersembunyi di bilik tong sampah menunggu mereka masuk duluan, setelah masuk aku menyusulnya walau sedikit telat karena pengawasan ketat dari penjaga yang memakan waktu lama. Hingga akhir nya aku masuk yang sudah gelap dan penuh dengan asap rokok serta sekumpulan orang yang berpakain minim dan laki laki dengan muka penuh nafsu tidak jelas, jantung ku serta adrenaline ku berpaacu cepat karena aku seorang diri kesana di tengah laki laki yang kelaparan, keadaan yang gelap gulita hanya lampu disco dan suara hentakan music keras yang terjadi, sesaat aku bingung tidak bisa menemukan ketiga lelaki itu yang ditelan orang orang. Hanya mengandalkan firasat dan keyakinan aku bisa menemukan nya walau tidak tau apa yang aku lakukan, hanya saja rasa penasaran bertahun tahun silam membuat ku semakin gencar ingin mengetahuinya.
Aku semakin masuk dan tenggelam ditengah mereka yang tidak tau sedang apa disana, berjoget joget bahkan ada yang sedang ciuman ganas saat lampu disko mengenainya di tambah Asap rokok yang menebal tercium menyesakkan pernapasan, aku terbatuk sesekali dan mengibas ngibas indera penciuman ku agar bisa bernafas lagi dan lanjut mencari pencarian ku yang tak berobjek ini, hanya mengandalkan insting belaka dan firasat aura aneh yang seperti nya ingin menuntun ku ke tempat tujuan yang aku cari, langkah demi langkah ku semakin menuju kearah yang aku sendiri tidak tahu, aku seperti tertarik oleh sesuatu semakin ku ikuti semakin energy ku meningkat, hingga kaki ku berhenti beberapa jarak dari seseorang yang duduk di salah satu meja sendiri, walau gelap aura nya sangat kental aku yakin dia adalah pria itu, dari siluet yang hanya mengandalkan lampu diskotik yang berputar, tapi bentuk tubuhnya adalah dia, dan dia bersama sorang cewek dan mereka lagi berciuman ganas disana, aku sampai melongo takjub, meneguk air liur yang susah di cerna. Benar bukan dia itu salah satu cowok mesum yang senang berburu di tempat itu.
Kemudian 2 insan yang nampak hot itu bangkit dari sana, aku yang tadi sudah menyiapkan diri secepat kilat menjejak kan kaki ke lantai, mengikuti mereka diam diam dan makin dekat makin berasa ada sedotan aura yang terus mengoda dalam otak ku, makin di resapi malah membuat perasaan melayang.
Di tempat terang benar saja cowok itu menggandeng si cewek beramput pirang berjalan menyelusuri lorong kamar hotel yang ada, sesekali mereka bersenda gurau dan malah berciuman tanpa tau ada orang di sekeliling. Aku memaki jijik melihat nya.
Aku berhenti di simpangan , mendongak kepala saat kedua insan itu masuk ke dalam kamar hotel. Sekarang aku bingung dengan tahap selanjut nya, tidak mungkin aku berdiri disana sampai mereka selesai melakukan sesuatu di dalam sana kan. Antara mau pulang dan tidak aku masih berdiri disana, sesekali tam hotel disana melihat ku dengan pandangan liar, tapi aku tidak memperdulikannya, sekitar 5 menit akhirnya aku putuskan untuk pulang, namun saat melangkah tiba tiba mulut ku di bekap dengan sesuatu yang licin dan sesaat pandangan di depan menjadi gelap kontras aku merasa tubuh ini menjadi lemah.
Mata ku terbuka dengan berat, dan kepala terasa sangat berat seperti ada buku tebal di kening ku, mata ku berlarian melihati sekeliling, tirai cokelat dan sebuah kasur single, aku tau itu adalah sebuah kamar hotel, dengan kepala masih terasa sangat pusing plus sempoyongan aku langsung turun dari ranjang
‘’KYAAAAA’’
Aku terjerambab lagi saat melihat pria itu ada di ujung sana, sangat jelas akar akar dalam tubuhnya menari nari bahkan mencoba menuju kearah ku, sesaat aku seperti tertarik dan energy seolah kembali membaik dan dia terlihat sangat menawan dan hot dengan postur nya yang sangat sempurna dimata ku.
Memori ku berputar sangat baik, jelas sekali dia masuk dengan perempuan berambut pirang itu tapi kenapa aku malah ada disana, aku langsung merasa terancam.
‘’ kau.. apa yang kamu lakukan..’’ sengit ku seraya melihat keadaan ku yang sebenarnya masih utuh dengan penyamaran ku, berharap pria ini tidak melakukan apa pun.
__ADS_1
‘’ si.. siapaaa kamu??’’ Tanya ku lagi setelah merasa aku tidak di apa apa kan.
Aku berusaha memojok menuju arah pintu, dan berlari kearah pintu, tapi pintunya terkunci, aku benar benar ketakutan sekarang.’’ Tolooooong
Aku makin teriak teriak ketakutan saat sulur sulur akar itu merayap menuju kearah ku, saat pria itu bergerak akat akar itu tertarik kembali, dan secara cepat sekian detik tau tau dia ada didepan ku, nyaris hidung ku hanya berjarak 1 cm, matanya hitam pekat seperti mata kemaren itu, dan meolah mengikatku untuk tetap diam, mulut ini rasanya kaku dan darah ku, darah ku tersumbat.
‘’ apa yang kamu lihat??’’ Tanya nya masih dengan posisi yang sama, aku menggeriyang takut dan geli saat salah satu sulur itu menggelitik masuk kedalam rok.
Aku menggeleng dengan sungguh sungguh, tapi sulur sulur itu naik kebaju ku dan menyentuh kulit ku, saat itu ada sensasi menggelitik seperti diserbu kupu kupu yang terbang, refleks aku memekik dan menangkis akar licin berwarna hitam itu.
Cowok ini tersekijap mata nya langsung berkilat kilat ‘’ dia menyukai mu…, sangat sangat menginginkan mu’’ katanya lagi, nafas nya berat, sesaat sulur itu kembali masuk dalam kulitnya, pria ini nampak kesakitan seperti beradu untuk mengendalikan akar itu. Aku lalu mendorong dadanya dengan keras tapi terasa sangat berat, lebih mirip sedang mendorong Truk yang mogok.
‘’ UUgh,, pergiii…..si siapa kalian.. siapaaa??”’ suara ku sampai terasa sakit, tapi sensasi aneh seolah membuat ku lemah.
’’ kekuatan mu boleh juga.’’ Ucapnya terlihat tidak mendapat perlawan dari perlawanan ku, aku melirik ke samping lalu berlari mengambil kursi yang ada disana mengangkatnya tinggi-tinggi’’ jangan mendekat., kalau mendekat kursi ini aku lempaaar’’
Ia berhenti melangkah dan tersenyum tipis senyum nya membuat mata ku melebar dengan jantung mendadak cenat cenut., ‘’ bukannya kamu yang mengutit ku…’’tuding nya memang benar.
Aku masih mengangkat kursi itu untuk jaga jaga walau berat karena terbuat dari kayu jati, walau sensasi aneh itu terus berusaha memenuhi otak ku dan entah kenapa postur pria ini nampak terlihat sensual dengan dada nya yang terbuka, aku sampai menelan ludah namun otak kotak yang entah kenapa menyusup itu segera aku buang jauh-jauh.
‘’ harus nya kamu beruntung aku menyelamatkan mu . jika saja mereka tau ada manusia yang bisa melihat ku.. bisa bisa kamu diseret… dan .. aaah’’ ia memperagakan bagaimana leher digorok.
Pria ini duduk di atas kasur, kulitnya yang putih nyaris tak ada aliran darah itu nampak bersinar terang, seperti makhluk hujan kebanyakan.
‘’ makhluk hujan.., kamu salah satu nya kan.. katakan?? Siapa sebenar nya kaliaaan?? Kenapa aku bisa melihat kalian?? Apakah aku juga orang seperti kalian’’ cicit ku berapi api, namun aliran aneh yang terus saja menghampiri malah membuat suara ku melemah dan meninggi lagi jadi tidak konstan, sampai beban yang aku angkat berasa semakin berat.
Ia masih tidak bergeming, malah melihat sosok nya di cermin sambil berpoles aneh seolah mengatakan kalau aku sangat ganteng bukan.
‘’ heh.. makhluk aneh… kau dengar aku’’ teriak ku kesal diacuhkan. Kondisi ku yang ketakutan ia malah bersolek seperti itu.
‘’ apa kau tidak terpesona melihat kegantengan ku??’’ katanya terus sambil bersolek di sana, membuat ku mengeriyitkan bibir, dia memang ganteng malah semakin di lihat semakin aku meraa luluh dengan perasaan yang terus mengotori otakku.
‘’ cih.. terpesona, kamu makhuk yang menjijikan, menjual ketampanan tapi bajingan…kamu cowok Mesum rendahan’’
Cowok ini langsung melirik mendengar kata kata pedas ku, melihat sorot nya aku makin nampak rimbung, sampai kursi ini nyaris jatuh, tapi sekali lagi aku menyentakkan kursi itu memberi kuda kuda akan segera melemparnya kesana, lantas aku naik ke atas ranjang mempekuat pertahanan ku.
Dia makin terkekeh, walau sesekali mengerang pelan, menahan rasa sakit‘’ jadi… kamu juga melihat selain aku??”’
__ADS_1
‘’ tidak… aku hanya melihat nya saat hujan, dan kamu pertama kali nya yang berbentuk manusia!!, katakan.. ka kamu siapa’’ gagap ku yang seolah hilang fokus karena pesona cowok ini nampak menjadi jadi meluluh lantakkan pertahanan ku.
Ia manggut manggut lalu tersenyum aneh lagi, pandangannya tertuju kearah ku, aku ikut terpaku walau terkesima lagi dengan wajah pria ini menawan dengan kulit bersih nyaris tak ada noda apapun walau ada akar akar tipis yang berjalan kesana kemari, matanya tidak menghitam seperti tadi berubah menjadi cokelat gelap dan rahang tegas nya seolah memperlihatkan karisma aneh.
‘’ katakan sebenanya kamu siapa??’’ erang ku berulang kali.
‘’ baiklah.. tapi letakkan dulu kursi itu cantik’’ katanya santai. Aku makin mengangkat kursi itu tinggi tinggi,namun salah satu akar itu malah merebutnya dan membanting nya ke lantai hingga terdengar suara deguman keras, aku berjolak kaget dan kembali memasang kuda-kuda kalau kalau makhluk ini menyerang ku.
‘’ mari kita berkenalan….’’ Katanya kemudian tau tau ada didepan ku lagi, dengan jarak yang sangat dekat, nafas ku seolah terhenti saat melihat matanya yang indah itu kembali menyedotku dan aura yang tadi makin menjadi
‘’ Briaz’’ ucapnya mengulas senyum tipis, mengulurkan tangan.
Aku mendorongnya lalu lari kekutub yang lain, jika lemari itu tidak terlalu tinggi aku pasti bisa memanjatnya.
‘’ jangan mendekat’’
‘’ baiklah.., tapi apa kau bisa tahan dengan pesona ku’’ ujarnya lagi sambil tersenyum, seperti mengartikan kata pesona nya dia bukan wajah atau tubuhnya tapi sensasi aneh yang tadi mencoba meracuni otakku, sensasi lapar atau haus ketika melihat makanan atau minuman, bukan tapi sensasi yang jauh ke seksualitas. Aku sampai meneguk air liur kuat kuat, apa makhluk ini mengetahui nya dan ia memang sengaja meracuni ku membuat ku seolah teransang seperti di beri obat, tidak, aku tidak boleh teransang seperti ini, dan dia orang asing dari makhluk yang tidak jelas, aku harus melawan rasa sialan ini.
‘’ aku..
‘’ Miss Okta’’ sambung nya dengan mata menyipit dan lengkungan bibir yang nampak menawan, oh tidak semakin lama aku makin terseret dengan dia.
‘’ kamu tau nama ku…??dasar mesum, apa yang kamu beri ke aku, apa kau menyuntikku dengan obat perangsang?? Atau meminumi ku,, katakan.. mesum..’’ cecar ku
Ia berdecak melihat ku dengan tajam sepertinya tersinggung dengan kata kata ku barusan’’ kamu berani juga mengatai ku seperti itu, kita lihat apa kamu akan bertahan atau ingin menyudahi nya saja’’ pandang nya dengan senyum menjijikan itu
‘’ KALIAN SEBENARNYA SIAPA??? JAWAB AKU MAKHLUK ANEH’’
Aku sama sekali tidak tertarik dengan ajakan menjijikan nya itu walau sensasi ini nampak liar, tapi aku yakin bisa menahannya, atau melarikan diri dari makhluk mesum itu.
‘’ ups.. galak sekali …, baiklah.. aku juga tidak punya waktu…, dan Vlous ini semakin ingin menarik mu.. , lain kali kita bicara ya nona …, datang saja ke kamar ku nanti!! ‘’ katanya lalu mengedipkan mata. Tau tau ia malah menghilang keluar dari kamar itu. Aku hanya melihat punggung pria itu yang menghilang cepat tanpa berkata kata, setengah mengejar kearah pintu, sontak aku kaget dan lagi lagi ia nyaris mencium ku kalau aku tidak menarik tubuh ku ke belakang, kali ini aku mendorong nya kuat kuat dan berlari jauh jauh sampai semua nafas ku hampir habis, namun sensasi itu juga ikut melenyap.
‘’ dasar B*jingan’’ teriak ku merasa jijik dengan tampang rupawan namun playboy seperti itu.
‘’ OMG aku salah menguntit nya… dia plaboy mesum, dan kriminal meminumi ku obat perangsang, ya ampun dasar sialan…. ‘’ kesal ku benar benar menyesali langkah yang aku ambil dan bersumpah tidak ingin melihat muka nya lagi, walau pun kunci arti makhluk hujan itu ada pada nya, aku akan menyudahi keingintahuan ku cukup sampai di sini.
‘’tik tok tik tok..
__ADS_1
Suara detak jam dinding seperti teman dalam kesunyian di kamar sekarang, padahal sudah jam 4 subuh, sepulang dari tempat itu aku tidak kunjung bisa tidur, hanya Viola yang bolak balik sambil mengigau ngigau tidak jelas disebelah ku, padahal tubuhku rasanya remuk sangat lelah, tapi setiap mata menutup yang teringat adalah kejadian tadi, dia wajah nya, postur tubuhnya, baju nya parfum nya entah kenapa muncul lagi dan sensasi sialan itu seperti ikut merusak jam tidur juga lelah ku, jantung ku juga ikut berdetak aneh.
‘’ tidak tidak tidak…. Kenapa aku malah memikirkan b*jingan itu, dan aaah kenapa aku malah memikirkan pikiran kotor, obat apa yang dia minum kan.. sialaaan’’ jerit ku sesaat memecah kesuyian malam, bertung Viola tidak bangun.