
CHAPTER 22*
“ cemburu”
Kevin menghepas tangan Okta yang menarik nya keluar dari sana.
‘’ kenapa?? Apa yang kalian sembunyikan dari ku??’’ cecar nya dingin. Okta sampai ingin membekap mulut nyaia cemas kalau orang atau kebanyakan teman teman nya mendengar pertengkarannya.
‘’ tidak.. aaah. Oke nanti aku jelaskan, kembali lah… aku tak nyaman kita bicara disini’’ kata Okta celingak celinguk melihat kesana kemari dan tersenyum pada salah satu orang di kantor nya.
‘’ tapi-
‘’ aku akan menemui mu nanti’’ Okta lalu buru buru menyingkir dari sana dan masuk kedalam tempat ruangan kerjanya.
‘ sial’’ Kevin sangat marah.
Ia lalu menghubungi Kris.
‘’ bagaimana?? Apa ada kabar dari CEO itu??’’
‘’ ya bos, dia pemilik Perusahaan terbesar di Asia, perusahaan nya –
‘’ kalau dia sangat kaya, kenapa dia harus susah payah menjalankan hotel di kota ini’’ potong Kevin tak ingin mendengar nama nama perusahaan yang dikuasai Briaz.
‘’ aah kalau itu saya tidak tau bos, tapi ada yang aneh Bos.. saat Bagas mengikuti Okta kerja, dia bilang ia melihat orang Ayah Bos bersama Briaz masuk ke hotel itu’’
‘’ apa?? Siapa maksud mu? Markus atau Rudy?’’
‘’ kedua nya’’
Kevin berpikir keras, Markus dan Rudy adalah orang kepercayaan Ayah nya, hidup mereka seolah 24 jam kerja untuk kepentingan Ayah nya, sekarang apa hubungan mereka dengan Briaz?
‘’ dan Bos, saya baru dapat kabar tentang Okta, nanti saya kirim foto nya di WA’’
‘’Oke’’
10 Detik kemudian ia melihat foto bayi, anak anak, remaja sampai tumbuh kembang seperti sekarang di dalam 1 lembar foto.
Dan Kris menambahkan keterangan kalau ia menemukan file tersebut di salah satu sistem data Ayah nya.
Kevin mematung melihat informasi terbaru itu, apa hubungan Okta dengan Ayah nya, apakah ada yang Ayahnya sembunyikan dari nya, lebih lebih itu tentang Okta.
**
Okta mengendap endap di belakang pot tanaman besar, melihat gerak gerik Briaz dan Venus yang selesai menyelesaikan sarapan nya, saat kedua makhluk itu masuk ke dalam Lift, Okta nimbrung masuk kesana.
‘’ nona Okta..
‘’ eh ngapain…
‘’ sssstttt’’ Okta menatap nya geram membuat Briaz jadi ingin mencubit pipi nya dengan gemes.
‘’ apa yang kamu lakukan??’’
‘’ aku? Apa?’’ tanya Briaz tanpa dosa.
‘’ barusan, kamu bilang apa… saat makan…… mau cari mati’’ Okta mengempalkan tangan nya ke depan wajah Briaz yang sungguh ingin menertawakan tingkah Okta.
‘’ sabar… sabar, oke…. , mau aku sentuuuh’’ ancam Briaz melayangkan tangan nya keudara siap menyentuh kulit Okta, Okta yang sadar langsung mundur dan kembali mengancam dengan tangan nya.
‘’ berani sentuh… awas’’
Briaz dan Venus tergelak, dengan cepat Okta memencet pintu terbuka, ia langsung melarikan diri dari sana.
Briaz sekali lagi tertawa lepas.
**
Semua Karyawan kali ini diperbolehkan ikut makan siang saat acara pergelaran seminar di Ballroom.
Okta dan Maya bergabung dengan karyawan lain nya di 1 meja.
‘’ makan makaaaan’’ seru Ka Adi dengan antusias.
‘kalian di tungguin malah sudah duluan… hampir saja kita kehabisan’’ seru Maya sembari menarik kursi.
‘’ siapa suruh malah dandan dulu, orang mau makan bukan kondangan’’ sahut Ka Adi sambil ketawa dan melanjutkan makannya.
‘’ nama nya juga cewek’’
Dan bla bla blaaa obrolan berlanjud panjang sembari makan siang.
Briaz sebenar nya suda tidak ada keperluan disana tapi ia celingak celinguk mencari keberadaan Okta, dan mendapati anak itu sedang berada bersama rekan rekan kerja nya sambil tertawa lepas dan sesekali terlibat obrolan dengan salah satu diantara nya, ia berdecak tidak suka Okta tampak senang bicara dengan laki laki berparas manis yang tak lain adalah Ka Adi.
Ia pun berjalan kesana tanpa khawatir jadi gosip, dan memang ada niat terselubung.
‘’ aaa… kok mendadak pengen pipis yaa’’ kata Vanessa mendadak gerah dan cemas ada Big Boss di belakang Okta.
‘’ iyaa nih, Vanes.. kita ke sono yuuk’’ ajak Ka Adi dan kedua nya malah segera mengangkat piring makan siang nya.
‘ lha kok.. aah hahahaaa, okeee , Ok aku mau ambil ikan lagi yaaa’’ Maya senyum kuda melihat siapa di belakang Okta.
Okta sendiri heran melihat teman teman nya pergi begitu saja, ia pun sadar dengan aura yang ia kenal dan berada di belakang nya.
‘’ Bri.. ah Bapak’’ kaget Okta.
__ADS_1
‘’ duuu atiit penyuuuuut’’ kata nya dengan menekan perutnya, berniat menyusul teman teman nya tapi kaki si Bapak ini menghalangi kaki nya untuk berjalan spontan Okta berhenti.
‘’ eeit mau kemana..??’’
‘’ ke kamar ma
‘’ duduk lah, makan saja’’ kata Briaz ingin menarik tangan Okta, tapi Okta langsung refleks menjauhkan tangannya.
‘’ don’t touch me’’ kata Okta berbisik mengingatkan sesuatu pada Briaz, matanya sambil melotot lebar.
Briaz tersungut dan menuruti kemauan Okta.
Okta sebenar nya merasa semua karyawan yang sedang makan di sana sedang melirik pedas ke arah nya, suasana makan siang yang tadi ceria mendadak mencekam dengan hadir nya si Bapak CEO mereka di sana.
Okta mengunyah makan siang nya lambat lambat sambil mengekori tatapan karyawan lain yang tampak menjaga sikap.
‘’ apa yang Bapak lakukan di sini.. hmmm bapak tidak sadar kalau semua nya jadi tak nyaman’’ bisik Okta.
‘’ apa nya?’’ tanya Briaz ikut berbisik mencondongkan tubuhnya,
Okta melihat Briaz dengan kesal.
‘’ oh ya bapak, baik akan saya lakukan terima kasih’’ kata Okta sambil berdiri dan menunduk, ia lantas beranjak dari sana sambil mengumpat umpat dengan tingkah menyebalkan si Big Boss terhadapnya, sudah tadi pagi mau bikin keributan sekarang ia bikin seentero karyawan hotel menggosip kan nya.
‘’ aaaah apa apaan itu?? Dia sengaja mau perang lagi??’’ geram Okta dalam hati sambil mencuci tangan nya dan bicara dalam hati sambil melihat pantulan dirinya dalam cermin.
*
Memang nya dia dekat sama Bos ya?? Telinga Okta menangkap obrolanyang seolah menyindir nya. Okta menilik ke luar benar saja 2 cewek berseragam hotel.
‘’ sepertinya, liat sendiri kan Bos duduk 1 meja seperti itu..’’
‘’ bukan nya dia itu yang pacaran dengan artisitu Kevin! Benar kan.. dan baru juga mereka pacaran, kok malah mendekati Bos sih, ga rela banget!! Apa bagus nya dia….
‘’ iyaa betul, kata nya sih dulu dia itu ogah banged sama cowok tajir.. tapi liat kan hah dasar sama aja’’
Okta geram mendengar ia di bicarakan seenaknya di sana. Ia pun keluar dari persembunyian membuat 2 cewek ini langsung tergagap.
‘’ hmmmm apa kalian punya masalah dengan ku??’ tanya Okta dengan tampang sangar membuat 2 cewek ini jadi takut takut menatapnya di tambah kedekatan Okta dengan Briaz tentu membuat nya makin menciut.
‘’pergi pergi yuuk’’ ajak salah satunya menarik teman nya yang lain dan kedua nya pergi meninggalkan Okta.
‘’ dasar nyinyir’’ gemas Okta sampai memelintir jari nya.
**
Saat ia keluar nyaris saja jantung nya keluar melihat si CEO ini sudah nimbrung di depan pintu toilet. Tanpa sadar Okta langsung menarik tangan nya ketika ada siluet beberapa cewek mau masuk.
Okta langsung melepas tangan nya sambil menganga lebar’’aaaaagh..
Okta melihat Briaz dengan kesal, sudah cukup ia di buat medidih oleh pria ini.
‘’ kamu apa apaan siih??sengaja bikin orang orang menggosip??’’ berang Okta
‘’ gosip?? Siapa??’’
‘’ stop!!’’ hardik Okta kesal.
‘’ mau kamu apa sih?? Apa ada yang mau di bicarakan lagi??’’
‘’ aah iya, nanti malam Bianca mau menemui mu??’
‘’ untuk??’’ alis Okta naik sebelah.
‘’ tentang Viola.. dia sudah mendapat donor jantung yang pas untuk Viola’’
Mendadak wajah Okta kembali cerah,’’ serius???’’
‘ dua rius’’
Okta tidak sadar karena senang nya sampai menjerit dan berjingkrak jingkrak, ia sungguh senang mendengar kabar bagus seperti itu.
‘ tapi, aku kaaan masih belum memikirkan setuju untuk menyembuhkan mu?? Apa lagi dengan cara….
‘’ jangan pikirkan’’ sela Briaz merasa tak nyaman dengan Okta.
‘’ tidak usah memikirkan nya, lagi pula Venus sudah ketemu dengan gadis yang juga punya Diamond fyrd di dunia ku sana’’ bohong Briaz.
‘’ apa?? ‘’ Okta kaget dan sesaat hatinya seperti di tusuk belati. Mood baik nya berubah menjadi kelam.
‘’ iya, kamu jangan khawatir, sekarang kamu sudah aman, dan mengenai janji ku,, aku tidak akan mangkir.. anggap saja aku sedang berbaik hati’’ jelas Briaz membuat Okta diam seribu bahasa.
‘’ nanti kami jemput’kata Briaz tanpa mengubah posisi Okta yang masih syok di sana.
‘’ dan ini untuk mengobati efek sentuhan mu’’ Briaz lalu mencium singkat dan berlalu di sana.
Okta melihat kepergian Briaz dengan gejolak rasa yang aneh,
‘’apa sekarang ia sudah tidak di harapkan lagi???, apa yang aku pikirkan sejak awal aku juga tidak di harap kan bukan?? Dia hanya ingin sembuh dan kenapa rasanya pedih sekali kalau ada orang lain yang mengganti kan aku??’’
Atmosfer Okta berubah suram, Maya mengurungkan niat nya untuk berkicau ria. Apa lagi di samping tangan Okta ada tulisan ‘’BERANI SENGGOL, BACOK!’’
Tuk tuk tuk
Meja di sana di ketuk, Okta mendongak dan melihat wajah Kevin disana.
__ADS_1
‘’ masih sibuk??’’ tanya nya.
Okta tidak menjawab ia hanya mendehem dan mata nya kembali ke layar.
‘’ kita jalan jalan keluar’’
‘’ nanti saja’’ jawab Okta malas, lalu merasakan Kevin sudah menghilang di depan sana.
Rupanya Kevin masuk dan membuat sebagian rekan kerja Okta menjerit tertahan melihat cowok tampan itu berada dalam 1 ruangan.
Tapi cowok ini hanya memasang wajah datar, suasana hatinya memang sudah buruk sejak pagi.
Ia langsung menarik tangan Okta
‘’ eeh apa apa-
Okta diam dan kaget melihat Kevin yang menarik tangan nya ada di sana.
‘’ ikut’’
Maya melihat kepergian dua insan itu dengan sedikit tidak suka pada sikap Kevin.
‘’ kok aku ga suka ya ka dengan Kevin kasar begitu?’’
‘’ udah jangan ikut campuur’’ Ka Adi meraup wajah Maya yang tampak gemas dan mengumpet umpet sendiri.
**
‘’ Aku kan sibuk Vin… kamu ga liat’’ kesal Okta.
‘’ kan bisa di kerjakan nanti’’ Kevin membuka pintu penumpang dan mendorong Okta masuk kesana.
‘’ hey.. apa apaan siih, anak ini selalu seenak nya’’ geram nya memijit pergelangan tangan nya yang merah.
Kevin masuk di bangku kemudi dan langsung tancap gas dengan sedikit kasar.
‘’ kamu ini kenapa sih?? Marah marah tidak jelas..’’ kesal Okta sadar dengan situasi wajah Kevin.
Kevin melihat nya dengan malas’’ menurut mu…
‘’ glek!!’’
Okta baru sadar kalau ini pasti tentang tadi pagi. ‘’ hmmm yaaaa.. baiklah… tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan, kata nya mulai tidak peduli dengan reaksi Kevin, hati nya sudah mulai badmood dengan kabar dari Briaz kalau dia sudah menemukan gadis lainnya memiiki Diamond Fyrd.
Kevin kembali memutar bola matanya.
‘’ pasti’’
Kevin membawa Okta ke mall entah apa tujuan nya, tapi sejak ia datang bersama Okta yang terjadi malah orang orang ingin berfoto ria dengan Kevin, berebut ingin bersalaman, mengambil foto dan malah ada yang sengaja nyosor mencium pipinya, Okta tersingkir dengan sendirinya walau sesekali ia diminta berfoto juga, lama-lama Okta jenga juga hampir 2 jam ia membolos kerja dan malah terperangkap di sana.tapi akhirnya Kevin yang merasa Okta cemberut segera berlalu dan membawa Okta ke Bioskop.
‘’ mau nonton apa??’’
‘’ up to you’’
Kevin lalu memesan dua tiket film aksi, dan film nya sudha berlangsung 5 menit yang lalu dengan cepat mereka masuk ke ruang teater.
Sebenarnya Okta fine fine aja nonton film itu sedikit melupakan pikiran nya yang berkecamuk, dan mulai menikmati masa bolos nya untuk kencan dengan Kevin.
‘ habis ini kita makan yaa…’’ pinta Okta
Kevin hanya tersenyum singkat dan menghantarkan kedua nya ke salah satu restoran di sana.
4 jam berlalu Okta kedua nya mulai lelah, keliling keliling, berfoto hingga belanja membuat keduanya sekarang hanya bisa duduk di depan café pinggiran sungai yang sangat dingin, karena cuaca sedang bersahabat.
‘’ dulu belum ada mall kan disini, hari ini seperti nya hari pembalasan waktu dulu’’
Kevin mengangguk, ia tak semuram pertama tadi’’ kenapa tidak dari dulu saja kita pacaran’’
‘’ aah itu, kamu kan ga pernah tembak aku,, bahahaa’’ sahut Okta merasa jadi sedikit malu kalau harus mengakui nya sekarang, apa dia dulu sebegitu ingin Kevin mengatakan perasaan nya duluan.
‘’ bukan nya kamu yang menolak ku, lupa aku menembak mu di depan kelas waktu itu..’’
Okta menggigit sedotan dengan keras’’ Yaaak, itu kan kupikir kamu sedang memanfaatkan ku, karena fans mu yang selalu mengekori mu, ‘’
Kevin tertawa kecil’’ benar, sayang nya kamu terlalu susah peka, tapi aku juga sudah melamar mu walau sedang dalam pertengkaran..
Kedua nya lalu diam, Okta kembali mengenang pertengkaran buruk mereka.
‘’ padahal aku berniat memang ingin melamar mu’’
Okta meminum juice nya dengan cepat, rasa nya pipinya memanas kalau Kevin membahas masalah lamar melamar sekarang.
‘’hahhaaa,, itu kan masa lalu, sudah jangan bahas..
‘’ bagaimana kalau sekarang aku meminta nya lagi’’
Perkataan kevin kembali membuat Okta kaget dan menggigit sedotan nya 2 kali lipat tingga mau putus.
‘’ kenapa?? Apa kamu mau bilang kalau kamu mencintai orang lain??’’ ucap Kevin dengan nada tajam, melihat Okta dengan tatapan ingin membunuhnya.
‘’ a apaa mencintai orang lain’’
‘’ apa hubungan mu dengan dia??’’
Okta mengerjapkan mata nya melihat Kevin yang dingin.
__ADS_1