Rain And Love Okta

Rain And Love Okta
34-Ketika Hujan tak lagi Sama


__ADS_3

CHAPTER 34*


Ketika Hujan tak lagi Sama”


‘’ ngapain Vi??’’


‘’ ngerjain PR kesenian ka’’ sahutnya terus meniru gambar yang ia tiru didepan.


‘’ ntar kalo ga mirip, kakak buat kan yaa’’


Aku tertawa kecil’’ aku ga jago gambar vi..’’ sahut ku sambil menyisir rambut ku yang sudah agak kering.


‘’ tapi ini kan gambar nya kakak’’


‘’ ah masa siiih, ‘’ aku menengok kesamping melihat gambar yang ia tiru. Berupa gambar sosok manusia menyerupai peri namun tak bersayap, tangan nya memiliki sulur atau akar akar yang menjulur di kulitnya seoerti gambar anime. Aku lupa kalau pernah menggambarnya, dan bukan hanya 1, ada beberapa yang berserakan di sana. Memang sedikit familiar tapi aku tak ingat kalau pernah menggambarnya.


‘’ dapat dimana??’’


‘’ di lemari kakak waktu di rumah dulu’’ jawab anak ini sambil terus meniru.


Ooooo, aku lantas naik ke atas kasur.


‘’ jangan malam malam ya, kakak mau tidur duluan’’ pinta ku lalu menyampingkan tubuh mencoba memejamkan mata.


Aku mengenakan dress putih dengan rambut diikat menyamping, saat ini hujan deras dan aku kehujanan, yang kulihat adalah hamparan luas rumpur hijau tak berujung. Kaki telanjang ku seolah berlari dan berlari. Hingga aku melihat sosok di sebelah sana. Sosok itu sedang berdiri memunggungi ku, mengenakan kemeja putih yang sudah basah namun terlihat ada ukiran tato di punggung nya yang mencuat keleher. Aku semakin maju melangkah namun tak semakin dekat dan tak sampai. Aku sampai harus berlari dengan kencang tapi dia semakin jauh.


‘’hossssh hoooosssh’’ aku terbangun dengan mimpi serupa. Mimpi yang kadang datang menghantui ku seperti roller coster berulang dan berulang, beruntung aku tidak bermimpi buruk, mimpi buruk yang membuat ku sangat ketakutan. Aku berada di sebua ruangan sempit dengan 1 ranjang dan ada seseorang yang berusaha mengejar ingin memperkosa ku.


‘’ kakak mimpi lagi?’’ suara anka kecil ini mengejutkan ku, ternyata Viola yang tidur di sebelah ku juga terbangun.


Aku melihatnya pangling dan kembali rebahan.


‘’ mimpi yang sama ya ka??’’ tanya nya, aku memang pernah menceritakan gambaran mimpi ku pada gadis ini.


‘’ iyaa, kamu belum tidur atau terbangun??’’


‘’tadi mau pipis jadi tebangun, tapi sebelumnya Viola liat kakak tidur sambil senyum senyum sendiri, eeh saat kembali tau tau kakak terbangun kaget’’ ujarnya menjelaskan kronologis.


‘’ benarkah, aku senyum senyum sendiri, ha’’ aku jadi terkikik membayangkan betapa konyolnya cara tidur ku.


‘’ kakak jarang banged senyum seperti tadi, senyum nya tulus banged ka…’’


Aku membayangkan lagi senyum yang bagaimana yang dimaksud Viola.


‘’ aah comel banged siih, udah bobo lagi..’’ kata ku lalu mengacak rambut nya dan menarik selimutnya. Viola tergelak dan ia kembali memejamkan matanya.


Aku sempat terdiam memikirkan senyum tulus yang Viola katakan, apa hubungan dari mimpi itu.


*


Aku kesiangan, mungkin karena tubuh ku terlalu bobrok jadi keenakan tidurnya, Viola sudah tak terlihat itu artinya dia sudah berangkat sekolah, tentu saja ini sudah jam 09:44.


Terdengar suara tawa yang aku kenal di depan Tv, dan benar saja Susan sedang terbahak menonton acara komedi denga kaki selonjor keatas dan kepala di sofa.


‘’ Susan.. tidak kuliah??”’


Susan menengok ku sekilas, ‘’ dosen nya ga masuk’’ jawab nya entah itu benar atau karangan nya.


Ku tarik kaki nya yang menjulur itu, hingga anak ini meringis kesakitan.’’ Kamu jam berapa pulang nya tadi malam hah..’’


‘’ jam 11, ada tugas kuliah, apaan siih sakit banged’’ sahut nya ketus lalu menarik kaki nya.


‘’ alasan, kamu main main kemana…’’ omel ku kayak emak emak.


‘’ emang bener kok, kalo ga percaya telpon aja Vaniya…’’ katanya membela diri.

__ADS_1


‘’ telpon temen mu sama aja bunyinya…, awas ya kalau macam macam.. uang jajan mu aku sunat’’ ancam ku melotot kesal ke arah anak ini.


‘’ ga papa, kan tinggal chat Kevin’’


Aku yang mendengarnya langsung mencubit paha nya dengan gemes.


‘’ berani ketahuan ku kamu minta minta awas… rambut itu nanti aku gunting’’ ancam ku tidak main main, aku pernah benar benar melakukan nya. Karena Susan sering membolos sekolah. Dan alhasil ia harus memotong rambut nya pendek sekali ke salon.


Susan langsung menyelamatkan rambutnya yang sudah panjang lagi dengan tatapan kesal kearah ku.


‘’ kalau belum mempan, aku cabuti bulu idung mu’’ tambah ku lagi membuat nya benar benar ketakutan.


‘ iyaa iyaaa, dasar emak baweeeel’’ rungut nya melempar bantal kursi ke arah ku. aku menang juga. Lalu duduk di sebelahnya, Susan menggeser pantat nya hingga ke ujung sana sambil mengumpat, sialan emang aku kudisan.


Terdengar suara air deras mengguyur genteng itu.’’ Hujan….


‘’ bukan tapi suara kentut’’ sahut Susan yang sudah sibuk mengemil di sana, aku meringis sebal lalu ke arah teras memeriksa kalau kalau ada cucian di sana yang basah. Tapi aku lupa kalau cucian ku di loundry. Sesaat aku melihat guyuran hujan mengingatkan ku dengan mimpi mimpi tadi malam, aku mendekati pagar pembatas, tak ada yang salah dengan hujan. hanya berupa air yang tumpah dari langit, hanya saja aku merasa nyaman dengan suara hujan dan air dingin yang membendung di telapak tangan ku, melihat nya dengan intens, air jernih itu membendung dan tumpah ke sisi sela garis garis di tangan ku, namun sesaat aku seperti merasa ada bayangan tangan yang terang mengulur dan menyemat tangan ku, tangan besar yang memiliki lukisan hitam di lengannya.


Tiba tiba saja suara petir di sana mengejutkan ku dan di depan ku tak ada siapa pun, aku bergidik ngeri dan segera masuk kedalam. Aku kaget melihat Kevin sudah duduk di sofa.


‘’ hey Viin.. kapa datang??’’


‘ baru aja,’’ jawab nya sambil makan kacang.


‘’ ooh, ga kerja ya??’’


Kevin menaikan alis nya’’ kan kita mau ke temoat Om Dedy, fitting kamu lupa??’’


Aku tercekat, aku benar benar lupa.


‘’ dia lupa tu Vin’’ celetuk Susan mengompori. Aku melihat aura tidak suka dari Kevin, ia kalau menyangkut soal pernikahan bisa menjadi lebih posesif.


‘’ ga kok, bentar ya… aku ganti baju dulu’’ kata ku cepat cepat ngacir.


‘’ tuh kan lupa dia’’ kata Susan yang sempat ku dengar, dasar anak itu mau ku cabuti bener bulu idung nya.


‘’ yuk Vin…’’ ajak ku, dan si Susam sudah ngilang di sana.


‘’ udah??’’ tanya nya melihat pakaian santai ku.


‘’ ya, kenapa?? Ada yang salah??’’


‘’ ganti ‘’ kata nya dengan wajah datar susah diartikan.


‘’ hah, kan cuman cobain baju pengantin nanti’’ sela ku.


‘’ ganti aja… mau aku yang gantiin??’’ tawarnya.


‘’ ya ya bentar,’’ aku lalu kembali masuk ke kamar dengan sedikit sebal, tapi anak itu malah mengekori. Dan lebih dulu membuka lemari ku membuka satu satu dan mengambil salah satu gaun berwana babyblue.


‘ ini aja’’


‘’ lha kita mau pesta??’’


‘’ udah pake aja.. dandan yang cantik juga, aku tunggu’’ kata nya lalu keluar dari sana.


‘’ apa apaan itu’’ sungut ku kesal,


Kami sampai di Butik Om Dedy, design yang sudah di kenal Kevin. Saat masuk aku kaget melihat sebuah Kamera dan seorang Hots yang memegang mic, dan aku mengenali nama acara yang mic itu, biasa nya meliput seleb seleb secara live.


‘’ haaaaay kalian sudah datang, calon pengantiiiin’’ seru si Hots seorang wanita yang juga sering wara wiri di Tv itu.


Aku melirik keara Kevin, rupa nya ia memang sengaja mengundang mereka.


‘’ hallo Kevin... gimana persiapan nya buat pernikahan kalian, katanya bulan depan bener ga ya..’’

__ADS_1


‘’persiapan sudah 75%, iya bulan depan, doa in saja ya semoga semua nya lancar’’


‘’pasti kita doa in ya pemirsa, kalian pasti banyak yang patah hati kan di tinggal mereka nikah.. hee… dan kamu sendiri Okta… kata nya kamu makin sibuk karena bakal berhenti kerja setelah menikah?? Apakah juga akan meninggalkan dunia hiburan?? Kali ini ia mengarahka mic nya kearah ku.


‘’ aah iya, sepertinya begitu’’ jawab ku singkat.


‘’ okee kita jadi ngerumpi …. Kita lanjut liat baju kalian yaa.. yuuuuk’’


Tirai di depan di buka bersamaan oleh karyawan butik, entah kenapa aku merasa kembali ke suatu tempat lain. Di depan ku aku berbalut gaun pengantin yang indah berwarna putih gading dengan taburan kristal kristal di bagian dada dan bawahan nya.


Aku mematut diriku dalam pantulan cermin yang besar di sana, setengah termenung karena situasi nya mirip dengan sesuatu yang seperti pernah aku lakukan, namun bukan gaun pengantin indah berwarna putih. Sesaat aku melihat diri ku di depan dengan mahkota besar di kepala dan baju besar yang indah dan berwara maroon berpadu emas, dalam bayangan itu aku tersenyum namun kemudian bayangan itu menghilang hanya terlihat aku yang menatap datar di sana.


‘ its beatifuuuuuul’’jerit si Hots ini membuyarkan semua lamunan ku. aku mengubar senyum yang ku buat setulus mungkin, memang sulit kalau sedang beracting di depan kamera, aku harus di tuntut perfect.


Liputan berjalan lama hingga aku yag sudah mengganti ke baju semula sekarang duduk bersebelahan dengan Kevin. Kevin menceritakan singkat tentang konsep pernikahan kami yang rencana dilaksanakan di Bali.


‘’ apakah nanti kalian juga akan mengundang pers??’’ pertanyaan itu mengarah kearah ku, aku melihat kearah Kevin. Sebelum nya kami berdebat karena aku tidak ingin pernikahan kami mengundang wartawan dan acara nya pun aku tak mau di besar besar kan, tapi melihat sekarang ia sudah menyebarkan nya ke media pasti keinginan ku bertolak belakang.


‘’ kami masih merundingkan’’ jawab ku sambil tersenyum.


‘’ aa begitu, semoga kami di undang yaaa biar semua seluruh fans kalian menangis terharu’’ kata si mba Hots ini.


Aku tertawa hambar.


‘’ oh iya, ada gosip yang beredar kalau sebenarnya kalian seharusnya menikah 2 bulan yang lalu tapi Okta yang belum siap mengundur kan jadwal nya’’


Pernyataan tersebut membuat ku kembali menoleh kearah Kevin. Tapi anak itu tersenyum palsu juga di depan kamera.


‘’ itu tidak benar, aku kebetulan harus menyelesaikan bisnis yang tidak bisa di ulur dan Okta juga terlanjur menjalankan kontrak kerja nya, jadi kami sepakat untuk menunda nya dulu sampai semua pekerjaan nya selesai’’ perjelas Kevin panjang lebar.


Aku mengangguk mengiyakan bahwa jelas terasa kalau Kevin sangat sensitif membahas kejadian waktu itu, aku ingat ia hampir saja memukul ku karena keteledoran ku yang beralasan tidak melihat tanggal pemotretan.


‘’ ooh begitu. Tapi ngomong ngomong niiih, kan beredar gosip juga kalau kamu kemaren sempat digosipkan dengan anak cendana itu??’’ aku tergagap mendengar nya. dan itu kejadian 3 bulan yang lalu, foto ku sedang makan siang dengan anak salah satu pejabat, padahal waktu itu kami makan rame rame karena dia yang memiliki fasilitas Hotel dimana aku dan 2 teman sesama model menjadi modelnya, hanya saja waktu itu kru ku sedang berfoto ria di luar aku yang malas hanya mencicipi sendiri makan siang namun dia yang telat datang duduk diseberang dan kami hanya membicarakan seputar pekerjaan, namun foto itu sempat membuat Kevin sangat cemburu, dan aku harus menelpon semua kru untuk menjelaskan kepada Kevin tentang penjelasan ku.


‘’ itu semua tidak benar … ‘’ jawab ku terkekeh hambar, sangat berharap acara ini disudahi saja karena tekuk ku terasa panas. Namun beruntung setelah nya hanya pertanyaan singkat dan selesai juga.


Aku bernafas lega setelah mereka keluar dari Butik Om Dedy. Aku menoleh kearah Kevin yang pergi karena teleponnya bunyi.


‘’ kita pulang sekarang sayang’’ katanya kembali kemudian.


Aku menggangguk dan mengikuti di belakang.


‘’ kamu sudah lapar??’’ tanya Kevin di perjalanan.


‘’ iya, kita makan masakan italy boleh??’’


‘’ kita makan chines food saja ya’’ katanya sambil tersenyum lembut. Aku merengut padahal perut ku mau makan spagethy.


Kami sampai di restoran yang berbau Chines Food.


‘’ emmm habis ini antarin ke studio ya, manager mau ketemu’’ pinta ku sambil menyuap makan. Tangan ku satunya baru membaca sms dari Ka Lia, Manager ku.


‘’ iya, tapi untuk apa Lia mencari mu??’’


‘’ sepertinya ada poject baru’’


‘’ ooh, nanti kalau tentang pemotretan di luar dari Jakarta, hubungi aku dulu’’ perintah nya khawatir aku melakukan kesalahan yang kedua.


Ya, baik aku menenggelamkan suara ku sedikit bersalah dengan kejadian itu.


Kami tiba di studio setengah jam kemudian.


‘’ oh ya sayang.. jam 3 nanti aku mau ke Bandung ada meeting , kamu pulang sendiri ga papa kan??’’


Mendengar itu aku langsung mengiyakannya, jarang jarang kan di tinggal Kevin yang posesif ini.

__ADS_1


‘’ kamu senang sekali aku pergi’’


‘’ engga ko, ya sudah aku turun dulu ya’’ aku segera ngacir keluar, tapi tangan ku ditarik dan Kevin mencium ubun ubun ku.


__ADS_2