
CHAPTER 8*
“ Pendekatan”
Gadis ini melihat tajam kearah Briaz seakan ingin memakan nya saat itu juga, Briaz yang merasa tak masalah dengan perkataan nya hanya menyeringai menunggu jawaban dari Okta, namun Okta malah mengambil secangkir kopi yang sudah dingin di atas meja kebesaran itu dan menumpahkan isinya dengan sukses.
‘’ anda salah menilai saya tuan besar!!!, ini balasan karena sudah menghina saya dan meminumi saya obat mengerikan itu’’ ucap nya dengan suara bergetar dan Okta berusaha tidak menangis.
Briaz yang di guyur dengan air kopi tu terdiam, bibir nya mengerucut dengan mata tajam, baru kali ini ia di perlakukan seperti itu, rasa hormat yang dulu ia rasakan saat menjadi pangeran kecil di mana semua patuh dan takut dengan nya, jangan kan menghina nya seperti itu, seorang dayang yang salah dalam bertindak saja ia langsung menghukumnya, bahkan meski dibuang di dunia manusia pun kejayaan masih ia dapat dengan linangan harta dan kekuasaan semua nya selalu memandang dan takut membantah nya, namun di depannya hanya manusia ini bahkan seorang bawahannya berani memperlakukannya seperti itu amukan amarah jiwa nya langsung mencuat tapi di sisi lain ada jiwa Vlous yang seolah membujuk nya agar bisa tenang, ia memang kesusahan kalau keinginan vlous dan dirinya yang bertentangan.
‘’ beruntung vlous ini menginginkan mu, jika tidak… aku akan menuntut mu atas penghinaan ini’’ geram nya membuang nafas dengan berat, mengeringkan sisa kopi di wajah nya dan mengibas barang di atas meja sana dengan kasar hingga berterbangan dan ada yang pecah mengenai dinding, Okta terkesiap kaget, parah nya lagi pantulan pecahan kaca menancap mengenai lengan nya. Gadis itu mengerang kesakitan langsung mencabut pecahan yang sudah mengandung darah, dan tetesan darah ikut menitik dilantai, Briaz melihat darah itu terlihat berkilau, ia tidak salah melihat tetesan darah itu benar bercahaya, cahaya yang tidak asing lagi, dan bau nya ia kenal itu bau Diamond , sebuah batu berlian yang menjadi obat nya setiap malam setiap pengaruh Vlous untuk menyakitinya, rasa sakit itu makin menjadi jika keinginan Vlous tidak dipenuhi, tubuhnya seperti dicambuk cambuk hingga menyisakan rasa sakit luar biasa dan ia terbiasa minum obat dari obat Diamond Hord, diamond yang nilai nya tak terhingga, namun efeknya tidak sepenuhnya bisa menghilangkan sakit itu dan diamond Fyrd yang sudah tidak ditemukan lagi adalah obat yang paling ampuh, namun sekarang obat itu mengalir didarah Okta, wanita yang baru mengguyur nya dengan kopi!
Okta yang kesakitan mendapati lengan nya sobek, perlahan lahan menjauhi dari Bos nya yang bertingkah aneh melihat tetesan darahnya itu mirip seorang Vampir saja yang haus darah. Dengan kunci pintu yang sudah ia dapat segera mungkin gadis ini keluar dari sana.
Sekretaris Briaz yang melihat Okta keluar sambil kesakitan dan mata merah hanya melongo kaget.
Okta mencoba menahan air mata nya tapi air itu tidak mau berhenti menangis, masih teringat jelas bagaimana Briaz melecehkannya seperti itu, walau rasa sensasi yang tadi sudah menghilang dan rasa sakit ditubuhnya dengan ajaib ikut sembuh tapi bayangan perlakukan Boss nya masih menguasai kepalanya, ciuman pertama ku.. kenapa harus berakhir seperti itu, isak nya lagi.
‘’ bagaimana?? ‘ sambut Maya dengan antusias dan meriah, namun yang didapat hanya wajah muram sahabatnya, mata Okta masih menyisakan tangis, sahabat nya itu tidak menjawab, ia menuju loker dengan bergegas dan mengambil barang-barang nya, semua nya dari sandal, sepatu dan alat make up.
‘’ hey hey.. nona. Kenapa?? Kamu baik baik saja??’’ Tanya Ka Adi merasa ada yang tidak beres dari Okta yang seolah mau pindahan.
Okta tetap bungkam, ia benar benar menyusun barang barang nya dalam kardus kosong, lalu sebelum di serang pertanyaan lain lagi ia segera pergi dari Maya dan Ka Adi yang masih menatap bingung. Dalam hatinya besok ia harus segera mengundurkan diri dari pekerjaan yang sudah bertahun tahun ia jalani.
*
*
"APA!! Jadi bukan hanya sebagai obat tapi jugaaa…pantas saja tubuh ku rasanya langsung segar setelah mencium nya… apa kah.. dia mampu mengobati dari siksaan Fyrd sialan ini"
‘’ jadi tuan mengganggunya, bukan nya aku sudah peringatkan…’’ Bianca berdecak kesal melihat Briaz dengan tangan melipat didada.
Tapi seperti biasa anak asuh nya yang bandel itu hanya tersenyum jahil’’ habis dia keras kepala sekali. Dia sanggup menahan sakit nya selama seminggu.., aku saja di serang Vlous berkali lipat sungguh tersiksa, tapi menurut mu siapa gadis itu sebenarnya…dan apa kamu yakin itu adalah diamond yang kita cari selama ini???
__ADS_1
Briaz melihat Bianca tanpa berkedip, Bianca adalah ahli dari segala obat, dia yang memang keturunan dari seorang penyihir tentu sangat tau persis semua obat dan dari Bianca juga ia mendapatkan Diamond Hord, karena itu Ibunya meminta Bianca menjadi pengasuhnya juga seperti menjadikan dia dokter dengan hal yang dialami nya, bukan hanya sebagai dokter untuk Briaz, tapi profesi Bianca di sana memang sebagai dokter, ia bahkan menjadi pemilik salah satu Rumah Sakit Besar di Jakarta.
Bianca mengangguk dengan pasti, ia yakin dengan seyakin yakinnya dan setidaknya merasa kaget kalau keberadaan Diamond Fyrd masih ada, padahal sudah keseluruh negeri di dunia nya pihak kerajaan sudah mencari batu berlian itu, itu batu dianggap sebagai penghancur kutukan dari Vlous Iblis yang hidup di vlous Briaz, di kaum nya vlous semacam aliran darah untuk setara dengan manusia, vlous bangsawan biasanya berwarna perak dan emas vlous yang hidup pada Briaz saat ia beranjak umur 5 tahun adalah vlous Fryd, vlous yang dikutuk itu merupakan iblis yang sudah dimusnahkan ribuan tahun yang lalu, namun kutukan nya selalu hidup di dunia sana, diramalkan 99 anak yang akan dikutuk untuk menjelmakan iblis itu, dan 98 sudah di bunuh hidup hidup agar iblis itu tidak lolos mati dengan inangnya, namun untuk yang ke 99 vlous itu hidup di tubuh pangeran. Dan itu menjadi momok yang tentu sangat menjadi malapetaka bagi kerajaan, namun nasib tidak bisa di hindarkan, Briaz harus di bunuh sesuai dengan tradisi yang sudah sudah, namun Ratu atau adalah Ibunya sangat memohon dan menjaminkan tahta nya kepada seluruh kerajaan untuk menyelamatkan nyawa pangeran, segala cara obat, dan semuanya sudah dilakukan, satu satunya obat yang diyakini adalah Diamond Fryd yang sudah musnah itu hanya digantikan Diamond Hord yang hanya sepintas mengobati efek vlous iblis itu, namun karena Ratu mengulur waktu membuat seluruh Negeri berontak dan masa itu terjadi kerusuhan yang memakan korban disana sini, dengan pertimbangan berat akhirnya Ratu setuju, walau itu hanya lah sebuah muslihat, Briaz digantikan dengan anak yang lain di depan seluruh negeri bahwa Pangeran Briaz mati malam itu juga. Briaz di buang ke dunia manusia dengan seorang penyihir yang dipercayai bisa menjaga nya dia’’ Bianca”, gerak gerik Pangeran pun tak luput dari penjagaan ketat dari pengawal yang mulia Ratu.
‘’ jadi aku bisa sembuh …’’ mata Briaz berkilat kilat penuh kesenangan bertahun tahun ia menderita.
‘’ tentu!!! Kutukan itu bisa lenyap, tapi…
‘’ tapi apa??
‘’ bagaimana bisa berlian itu ada ditubuh manusia dan dia gadis itu??”’ Bianca melihat Briaz dengan tanda tanya yang besar.
‘’ aku tidak peduli!!!, katakan bagaimana cara nya mengeluarkan berlian itu? Jangan bilang kalau aku harus minum darah gadis itu.atau memutilasi nya atau aku harus melakukan nya dengan nya…’’ Wajah Briaz makin nampak terobsesi lagi.
‘’ jauhkan pikiran kotor mu itu tuan, bukan nya kau sudah teramat kenyang berburu dengan wanita wanita itu..’’
Briaz menaikan alisnya’’ tapi keinginan Fyrd beda dengan gadis itu, aku bisa saja menyudahinya tapi dia menolak ku bahkan menyebut ku mesum berulang kali, dan dia juga menumpahkan kopi ke rambut ku.., ‘’ mengingat itu Briaz memukul mukul meja dengan kepalannya. Bianca yang mendengar tetawa pelan sepelan mungkin takut Briaz mendengar tapi ia sadar Briaz melihat nya dengan tatapan tidak suka.
‘’gadis itu berani sekali, aku tidak suka dengan sikap nya, dia juga kasar padahal dia sangat cantik’’ kata Briaz lagi, mengingat bagaimana wajah Okta, ya bagaimana tidak hampir setelah vlous itu menyentuh kulit gadis itu selama 1 minggu ia tidak bisa tidur terus mengingat gadis itu yang sebagai incaran Vlous, setiap detail letak wajahnya ia ingat, tapi di sisi lain yang membuat nya enggan menyudahi kenginan vlous Fyrd adalah karena Okta melihat sosok nya yang bukan dari manusia, walau berujung dengan penderiaan setiap malam, tubuhnya kesakitan obat dari diamond Hord saja hanya mampu menahan beberapa jam, ia tau kalau hasrat Vlous Fyrd dengan gadis itu berbeda, itu adalah incaran yang sangat istimewa.
Briaz langsung tertawa, ‘’ suka sekali karena dia adalah satu satu nya jalan aku untuk sembuh’’
Bianca tau itu bukan kata suka dalam arti menyukai dengan perasaan yang tulus, ia sangat mengenal Briaz, cowok yang sudah semakin dewasa itu memandang manusia kaum hawa hanya untuk main main dan juga sebagai mengurangi sakit akibat pengaruh Vlous Fyrd di tubuhnya.
‘’ kalau begitu saran ku, perlakukan dia dengan manis’’
‘’ apa?? Dengan ma-nis.. hmmm
Bianca menepuk bahu cowok yan tingginya melebihinya itu dengan ringan.
‘’ apa kamu tidak penasaran dengan tipe wanita seperti dia?? Tidak bosan dengan wanita yang hanya sukarela menyerahkan segalanya untuk mu…
Briaz menarik ujung bibirnya keatas, membenarkan perkataan pengasuhnya itu. Ia merasa tertantang dengan gadis semacam Okta. liar-pemarah dan jangan lupa cantik!
__ADS_1
‘’ dan kamu juga ingat dia itu adalah obat untuk mu bisa sembuh dan tidak menutup kemungkinan kamu bisa kembali ke Kerajaan, sebelum sepupu mu naik tahta menjadi Raja, ‘’
Mata Briaz makin membulat berbinar binar, tentu ia ingin sembuh dan menjadi Raja itu merupakan bayangan yang tidak pernah ia lupa kan, tapi semenjak ia di buang dan di anggap sudah mati, keinginan itu tentu ikut mati.
‘' aku akan membantu mu, pangeran Briaz, aku akan menemui Ibu mu dan orang orang yang masih setia dengan Ibumu! "
Briaz menatap Bianca dengan rasa terimakasih yang luar biasa, ia memeluk wanitaitu dengan erat.
‘’ tapi ingat jangan melakukan kesalahan, jangan membuatnya tidak nyaman.., mulai sekarang kamu harus mengikatnya’’
Briaz tidak menjawab, ia cukup sulit membayangkan bagaimana ia akan memperlakukan gadis itu dengan manis, mengingat gadis itu sangat pemarah juga bermulut tajam mengingat lagi dirinya yang sangat membenci tidak di hormati.
Bianca melepas pelukan nya, tersenyum singkat’’ mengerti maksud ku kan..
*
*
*
Maya berlari saat mengetahui Okta datang siang, sahabat nya itu tidak langsung menuju tempat kerja ia menuju bagian HRD dan dengan pakaian biasa.
‘’ O’oK… di telpon disms ga di tanggepin… ini juga datang nya kok telat siiiih, by the way ada berita bagus lho, supeeer bagus.. seluruh anak anak dan semua karyawan hotel di undang ke Party Bos kita yang super ganteng itu, katanya sih pesta penyambutan buat jabatan nya, kita harus datang Ok.. aku sudah menyiapkan tema dan konsep baju kita.. nanti kita bareng ka Adi aja yuuuk’’ koar anak itu tanpa menyadari ada sesuatu ditangan sahabat nya itu yang terus di genggamnya.
Tanpa menyahut Okta terus berjalan masuk kedalam kantor bagian HRD, Maya yang mengekor terengah melihat Okta menuju Bu Siska, melihat sahabat nya itu menghadap wanita itu lalu tanpa banyak suara ia menyerahkan amplop putih, tanpa menanggapi pertanyaan Bu Siska Okta mundur diri dengan mata sembab, Maya baru sadar.
‘’ kamu kenapa Ok,, kamu habis nangis..’’
Okta lagi lagi tidak menjawab, dan melewati sahabat nya itu begitu saja, Maya langsung mengejar, menarik tangan Okta ia tambah kaget saat melihat Okta sekarang berlinangan air mata.
‘’ aku berhenti kerja May, sudah jangan ganggu aku dulu’’ cecar Okta dengan hidung merah semerah tomat,
‘’ apa, berhenti.. kenapaaa??’’ Maya nampak syok.
__ADS_1
‘’ aku ga bisa bilang, tapi sudah dulu May.. tolong jangan halangi aku’’ kata nya melepas tangan Maya yang masih tidak percaya dengan keadaan.