
CHAPTER 7*
“ I Need You…”
‘’ siapa dia menurut mu??’’ Tanya Briaz dengan gadis cantik bergaun hijau selutut, wajah nya menawan dengan vlous sulur hijau yang bercahaya, dia Bianca pengasuh nya yang nampak seumur dengan Briaz padahal umurnya sangat jauh lebih tua, karena ia merupakan kaum golongan cenayang atau penyihir fa di titahkan oleh Ibunya untuk menjaga Briaz dari kecil hingga besar seperti sekarang di dunia sana, ia di buang oleh keluarga nya sendiri atau lebih tepatnya oleh Kerajaan sejak vlous yang tumbuh pada tubuhnya adalah kutukan dari Iblis.
Briaz menceritakan tentang Okta, tentu Bianca nampak sangat kaget, ia yang pengetahuannya lebih luas benar benar tidak percaya ada manusia yang bisa melihat keberadaan mereka di sana.
Vlous sialan ini bahkan sangat menyukainya, hasrat nya dengan gadis lainnya kalah kuat, apa menurut mu kita bawa gadis itu kesini’’
‘’ jangan… dulu, menurut ku… vlous ini bertindak luar biasa, lihat… ia nampak berapi api, aku khawatir kalau dampak nya akan buruk’’ kata Bianca memperhatikan bagaimaan Vlous Briaz bergejolak tidak seperti biasanya, lebih banyak menguasai tubuh Briaz. Bianca nampak tegang dan tangannya mengepal pikiran nya seolah berlarian kepenjuru.’’ Aku akan mencari tahu di kerajaan, dan Kau.. jangan coba coba mendekatinya dulu’’ titah gadis itu lalu ia lenyap dipandangan mata.
‘’ jangan dekat dekat, Haaaaa…. ‘’ Briaz tersungut, ia lagi lagi gelisah semakin menolak semakin besar hasrat nya muncul. Kepala dan tubuhnya sampai lebam lebam di bagian parut.
‘’ oooh…. Bagaimana kalau sebentar, apa sakit nya akan hilang, yaa kita coba saja’’ katanya lalu tersenyum penuh arti.
Ia lalu beranjak dari sana, ini sudah seminggu setelah ia di angkat menjadi CEO baru Hotel bintang 5 itu. Dan ia tidur di kamar hotel disana seolah rumah pribadinya dan juga seolah menunggu kedatangan Okta ke kamar nya, selama itu ia sangat tersiksa dengan rasa sakit yang mendera dan bayangan gadis itu, Vlous benar benar menyukainya dan marah ia tak menuruti hasrat iblis nya, jadi ia menceritakan kepada Bianca sebelum bertindak lebih, tapi Bianca malah menyuruhnya untuk tidak mendekti gadis itu dulu, padahal ia sudah tidak sabar ingin menyentuh nya setiap kali ia melihat gadis itu di depan sana yang langsung kabur setiap ia melemparkan pandangan.
Ia juga tau kalau ada seseorang yang kadang mengamati Okta selain dari orang orang terorganisir Markus rekan nya pekan lalu. Gadis itu semakin di lihat semakin menarik dengan orang orang yang seperti mencari informasi tentang nya.
Langkah nya terhenti karena teleponnya berbunyi, ‘’ oke.. aku tunggu sekarang’’ katanya. Lalu kembali merisut duduk di kusi kebesaran nya. Sambil sesekali mencek hasil kerjanya. Ia memang gila kerja, mencari uang di dunia sana menurutnya sangat gampang dengan otak nya yang terbilang cerdas, di tambah dengan buaian buaian surga dunia dari kalangan perempuan yang selalu menghibur nya di kala lelah dan juga sebagai obat sakit hatinya tentang perlakukan kerajaan yang notabeni adalah keluarga nya, ya dia adalah Pangeran terbuang yang tak ternilai di sana, entah setiap mengingat nya ia sangat marah, dia juga di awasi oleh pengawal kerajaan karena bersemayam nya si Iblis yang di dalam tubuhnya.
Venus, asisten kerja, pengawal pribadi dan sahabatnya Briaz itu masuk dengan membawa beberapa map.
Briaz membaca nya dan melihat potongan wajah Kevin disana.
‘’ jadi orang yang mengawasi gadis itu dia, CK!!!, ’’
‘’ benar tuan, dia itu sebenarnya teman lama gadis itu dan dia salah satu aktor’’
Briaz ber’’ O’’ ria sambil tertawa ngakak, Venus hanya melihat heran bagaimana kelakuan boss, tuan dan sahabat nya itu, ia juga tidak biasa nya di minta mencari informasi yang berkaitan dengan Okta, seorang Briaz tidak mungkin begitu serius dengan wanita apalagi sampai menyelidikinya.
‘’ jadi ini pacar nya tooh, Hhaaaaaa…’’ ketawa nya lagi, lalu berhenti, ‘’ ini penguntit itu, yang satunya, bagaimana??’’
Venus maju selangkah’’ kalau itu saya belum bisa dapat informasi tuan, yang berhasil saya temukan organisasi itu ada hubungan nya dengan wanita yang merawat nona itu’’
Briaz menaikan alis nya sebelah’’Wanita yang merawat nya, cari tau lagi!!’’ titah nya yang langsung di sangupi Venus. Laki laki itu kemudian undur diri, meninggalkan Briaz yang tersungut,
‘’ di temukan? Dan dia di buang oleh orang tua nyaa’’ entah kenapa ia malah mengingat dirinya yang tak jauh berbeda.
***
__ADS_1
‘’ shit’’
Okta kembali bersembunyi di dalam meja peraduannya setiap cowok yang membuatnya hampir sakit itu karena aura yang masih membuatnya sakit dan kepikiran setiap malam keluar dari lift lalu melihat kearah sana.
Maya yang sudah menyadari ada keanehan hanya garuk garuk kepala, beberapa kali ia mendesak Okta tidak membuka suara nya apalagi cowok super ganteng baginya itu adalah CEO disana sekarang membuatnya makin penasaran ada hubungan apa sahabatnya itu dengan CEO itu.
‘’ hey kamu sakit??’’tanya Maya meletakkan punggung tangan nya ke kepala Okta, agak hangat.
‘’ iyaa dikit, tapi ga papa lah’’ sahut sahabat nya ikut yang sambil merenggangkan otot otot persendiannya, ia merasa tubuh nya remuk karena siksaan setiap malam.
‘’ dasar mesum baj*ng*n itu, obat apa yang ia pakai semalam’’ marah nya tidak pernah habis habis, tapi lagi lagi surut karena rasa penasaran nya yang kadang muncul.’ Tidaaaak, ga akan pernah menemuinya’’ ucapnya dalam hati.
Maya geleng geleng kepala melihat Okta yang nampak tersiksa itu.
‘’ hey.. bagaimana dengan Kevin??’’ Tanya nya mencoba membuka suara.
Okta menggeleng, gara gara CEO itu ia jadi menyampingkan pikiran nya tentang Kevin, lalu anak itu menguap dan merubuhkan kepala nya ke meja, Maya jadi iba dengan kondisi Okta seperti itu, tapi kemudian ia menjadi gelagapan karena di depan meja nya ada boss besar melemparkan senyum.
‘’ Bo boss…’’
Mata Briaz menunjuk kearah Okta yang nampak tenggelam, Maya langsung mengangkat kepala Okta sampai anak itu yang nyaris tertidur langsung melotot.
‘ hah Obat?? Obat apa Tanya Maya tidak paham.
Okta tidak menjawab, gadis itu sudah nampak kokoh lagi dan dengan sigap keluar dari sana.
***
Okta Pov.
Sepanjang menuju lift yang mengantar ku ke ruangan besar si Big Boss, Otak ku kesana kemari, apa yang hendak mahkluk itu lakukan, aku juga tidak lupa bagaimana pesan terakhir mereka bertemu, mengingat itu aku jadi dongkol, dia pikir aku cewek macam apa di tambah efek obat gila yang membuat nya turun berat badan smpai 2 kg gara gara tidak bisa tidur dan memikirkan cowok itu terus membuat nya kehilangan bobot ku, walau entah kenapa setiap langkah nya makin kesana ada perasaan menggelitik senang seolah energy ku kembali terisi.
‘’ my god.. ingat Okta.. ini pasti pengaruh obat sialan itu, ugggh sial sial,, kenapa juga dia malah jdi Bos besar, bagaimana kalau dia balas dendam dan memecat ku yang sudah mengatai nya mesum, UUgh’’
‘’Dengan nafas yang memburu dan berat juga ada sesuatu menggelitik yang membuat ku sangat antusias menanti saat ini. seolah ada 2 malaikat di otak ku, satu menolak satunya berusaha mendorong ku.
‘’ Plis… semoga saja..
Belum juga aku selesai bergumam, pintu ruangan itu terbuka dan tangan besar menarik ku masuk, aku terdorong masuk dengan mulus namun sebuah bibir mendarat ke bibirku, ******* dengan ganas, dan sesuatu masuk kedalam kemeja, terasa licin aku tau itu sulur itu, seolah sudah menemukan yang aku cari ditambah rasa nyaman yang membuat otak ku benar benar tidak bisa berpikir jernih, tapi hanya sebentar alam sadar ku kembali bekerja.
‘’ PLAK’’
__ADS_1
‘’ Apa yang anda lakukan Pak!!!’’ aku mendorong nya namun ada sesuatu yang juga membuat ku ingin kembali menarik pria ini dalam dekap ku. Tangan ku mengepal mengontrol sesuatu yang susah di atur dalam otak juga hatiku, sial nya lagi itu adalah ciuman pertama ku yang direnggut paksa.
Tangan Briaz menghalangi kepala ku, matanya menatap lurus dengan keringat sebiji jagung meluncur di dahinya.
‘’ aku.. bisa gila’’ katanya terengah, ia nampak mengerang menahan sesuatu, sulur yang tadi mengegeriyangiku kembali masuk kedalam kulitnya.
‘’ sensasi nya benar benar gila…’’suara nya kembali mengerang, ia sampai berlutut dan mencakar dilantai, aku yang seolah merasa kehilangan pengaruh obat gila itu melihat perubahan Makhluk hujan si Bozz mesum itu dengan takjub juga takut.
Kemudian ia kembali mencondongkan kepalanya bangkit dengan cepat,sekian detik bergerak menuju bibirku lagi, sesaat aku terenyuh saat bibir itu kembali menyentuh bibir ku dan dengan mulus ******* dengan kasar, mencoba menuntun ku mengikuti irama gerakan lidah nya, semakin di tolak semakin aku merasa tertarik dan rasa sakit tubuh ku menghilang dengan sambutan gila dari lidah si mesum itu.
Aku langsung mendorong tubuhnya setelah tekad ku menyudahi kegilaan itu.
‘’ Br*ngs*k, apa sebenar nya yang Bapak lakukan…. ??’’ aku benar benar murka, melupakan jabatan nya di sana.
Pria ini malah tersenyum kecut memiringkan kepalanya’’ bukan nya ini yang kamu cari??’’
Aku naik pitam, berasa api mecuat di kepala ku’’ maksud bapak..’’
Bapak?? Hah.. panggil saja sayang?? Bagaimana??’’
Aku makin muak lalu menendang ************ nya dengan keras hingga cowok kurang ajar ini menjerit kesakitan, namun hanya sedetik dia bangkit lagi memamerkan jejeran giginya yang putih, dan sulur itu kembali memanjang seolah ingin menggapai ku, aku merayap menuju pintu tapi dengan cepat sulur itu mendahului ku mengunci pintu dan membuang kuncinya asal.
‘’ tolong.. tolooooong’’ teriak ku menggedor pintu, berharap sekretaris nya yang ada di luar tadi mendengar, namun itu kayu berasa sangat kokoh dan ruangan itu seolah kedap suara.
‘’ kita bisa main kejar kejaran dulu, atau langsung ke intinya’’ aura s*ksu*l laki laki yang nampak bejad ini makin keluar, ia melonggarkan dasi nya aku yang semakin ketakutan sampai menangis berteriak ketakutan, dan memohon mohon merikuk di bawah sana, sumpah aku sangat ketakutan.
Namun yang terdengar kemudian suara tawa nya yang terbahak bahak, sampai terbatuk batuk, aku berhenti menangis melihat ke depan sana, pria itu tertawa dan terus tertawa.
Rasa nya ingin sekali ku benturkan kepala nya ke tembok atau memutilasinya saat itu juga. Aku dengan marah menuju kunci yang di lempar ke ujung sana. Saat memungut dan berbalik aku kaget nyaris teriak lagi, dia sudah ada didepan ku, gerakan nya sangat cepat.
‘’Kau mau apa lagi, sudah puas mempermain kan ku…’’ bentak ku kali ini benar benar melupakan siapa di depan ku.
Boss ku ini nampak tidak terima aku membentaknya seperti itu, aku sudah tidak peduli persetan dengan sopan santun dan pekerjaan ku, orang sakit jiwa di depan ku ini memang sudah sangat keterlaluan,
‘ bukan nya kamu perlu duit?? Katakan saja berapa nilai mu.. vlous sialan ini terus merengek meminta mu..’’ kata nya diluar dugaan ku, dan tentu nya itu adalah penghinaan besar, pria ini benar benar memerlukan bogem mentah.
*
Author Pov...
Gadis ini melihat tajam kearah Briaz seakan ingin memakan nya saat itu juga, Briaz yang merasa tak masalah dengan perkataan nya hanya menyeringai menunggu jawaban dari Okta, namun Okta malah mengambil secangkir kopi yang sudah dingin di atas meja kebesaran itu dan menumpahkan isinya dengan sukses....
__ADS_1