Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 12


__ADS_3

bertemu kembali...


Tiga hari sebelum hari pernikahan, Lana pergi ke tempat pemesanan cincin pernikahan nya. Beda dengan pasangan umum nya yang bila pergi mengurus perlengkapan pernikahan nya bersama calon suami nya, tapi kalau Lana pergi bersama calon mertua nya. Tapi sangat wajar lah, karena perkawinan akibat perjodohan atau kata lain nya di paksa.


"Lana.. gimana keadaan mu?? " tanya tante Lidia


"baik tante... " jawab Lana


"kamu pilih cincin yang mana kamu suka aja ya.. kalo udah selesai kita ke restoran.. makan siang dulu.. " kata tante Lidia


"oke tante.. " jawab Lana. Setelah selesai mendapat pilihan cincin yang mana, mereka pun langsung menuju restoran mewah. Sebenarnya Lana tidak begitu kaget, karena Lana juga sering ke restoran itu saat masih punya perusahaan. Namun, karena Lana memang orang nya simple dan memilih untuk bernampilan yang standart, maka dari itu dia tidak seperti wanita lain nya.


Dari lahir nya, memang ia sudah cantik. Memiliki tubuh yang mungil, rambut lurus kecokelatan dan berkulit putih. Wajah nya yang manis dan hidung nya tidak terlalu mancung yang selalu saja menarik perhatian para lelaki.


Namun setelah perusahaan nya gulung tikar, penampilan nya pun berubah ke di bawah standart, rambut sering di kucir, memakai kaca mata dan memakai pakaian yang longgar sehingga aura kecantikan nya seakan tertutup oleh penampilan nya.


"na.. tante ke toilet dulu ya sayang... " kata tante Lidia


"iya tante... "jawab Lana. Tidak lama tante Lidia menuju toilet restoran tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri nya dan itu ialah Riana.


"gak salah lagi... kamu lagi... kamu lagi.. yang merebut pacar ku.. " kata Riana


"maksud kamu?? " tanya Lana


"jangan sok gak paham gitu lah...kamu tau kan bahwa Haris itu pacar ku.. dan bahkan dunia pun tau kalo haris itu pacar ku.. tapi kok bisa-bisa nya kamu mau nikah sama dia... " kata Riana membentak Lana


"tapi itu bukan kemauan ku Riana, itu semua tante Lidia yang.... " kata Lana dan langsung di sela oleh Riana


"apa?? kamu kan bisa nolak.. gak seharus nya di terima.. aku gak nyangka masih ada cewek yang semurah kamu, bisa menjual diri hanya untuk merampas milik orang lain.. atau jangan-jangan kamu masih dendam sama aku ya?! "kata Riana.


"gak gitu.. kamu salah paham Riana.. " kata Lana


"iya.. aku memang salah paham, salah paham atas sikap mu yang sok jual mahal ke setiap laki-laki.. dan sekarang aku paham, kenapa kamu menolak laki-laki yang suka sama kamu, itu karena uang nya gak cukup untuk membayar mu?? iya kan??! " kata Riana yang rasa nya langsung menusuk ke dalam hati.


Lana yang terlalu sakit dengan omongan nya Riana langsung berdiri dan melangkah pergi. Namun ketika ia hendak melangkah, Riana menarik tangan nya dan berkata "lihat aja nanti!! kamu hanya akan mengubah status mu dari lajang menjadi janda muda...." Riana tersenyum jahat.


Lana pun langsung menarik tangan nya dari genggaman Riana dan terus langsung keluar dari restoran tersebut. Saat keluar dari restoran ia bertemu dengan Naida.


"Lana...!!" panggil Naida

__ADS_1


"kemana Nai???" tanya Lana yang menyembunyi kan air mata nya.


"mau ke rumah nenek ku.. " jawab Naida


"ke rumah nenek mu?? " tanya Lana


"iya.. ikut gak?? " tanya Naida


"loh.. bukan nya nenek mu udah meninggal?? "tanya Lana penasaran


"nenek baru ku..!! " jawab Naida


"maksud nya gimana Nai?? " tanya Lana


"panjang cerita nya.. mau ikut gak?? " tanya Naida lagi


"mau lah... "jawab Lana langsung boncengan di motor Naida. Dan mereka pun berangkat menuju rumah nenek nya Naida. Sambil boncengan, Lana pun mengeluarkan ponsel nya untuk mengirip pesan singkat melalui whatsApp kepada tante Lidia, dia mengatakan bahwa dirinya buru-buru pergi karena ada urusan dan dia meminta maaf karena meninggal kan tante Lidia tanpa berpamitan terlebih dahulu.


Butuh waktu yang lama menempuhi perjalan untuk sampai ke tempat tujuan Naida, sekitar 3 jam baru lah mereka sampai di area pemakaman umum. Naida pun menghentikan motor nya dan masuk ke dalam area pemakaman, Lana pun kebingungan kenapa Naida ke situ.


"Nai..mau kemana?? " tanya Lana


"tempat nenek?? kamu gila ya Nai?? ini tu area pemakaman Nai.." kata Lana


"iya aku tau.. "jawab Naida.


"trus kenapa ke sini?? aneh ni anak.. "kata Lana menarik tangan Naida


" Lana.. kamu gak perlu narik-narik tangan aku terus, aku tu masih waras.." kata Naida


"kalo waras ya gak mungkin ke sini.. " kata Lana


"Lana.. gini deh.. biar aku cerita dulu.. aku tu mau ke rumah nenek yang ada di samping area pemakaman ini tepat nya gang sebelah dan rumah nya berdampingan dengan petugas pembersih makam, tapi karena lewat pemakaman ini lebih dekat.. " kata Naida menjelas kan kepada Lana


"oh... gitu.. aku kira... " kata Lana


"kira apa?? aku udah gak waras?? " tanya Naida balik


"iya... heheheh " kata Lana cengengesan

__ADS_1


"ayo buruan!! " Naida menarik tangan Lana, sesampainya di rumah nenek itu, Naida langsung mengetuk pintu rumah itu.


tok... tok... " nenek...!! " panggil Naida


Rumah itu bukan lah rumah mewah melainkan rumah papan yang sudah usang. Kondisi nya sangat memprihatinkan kan, sudah tidak layak tinggal walau pun begitu namun kondisi rumah itu sangat bersih dan terawat halaman nya, banyak tumbuhan dan bunga yang indah di taman di sekitar nya.


Suasana di situ pun sangat nyaman dan damai.


"ayo na masuk!! " ajak Naida


"nenek!! nenek dimana?? " panggil Naida


"di sini.. siapa?? " tanya suara yang berasal dari arah dapur.


"Naida nek.. "jawab Naida, seperti nya Niada sudah akrab dengan nenek itu.


"oh Naida.. "kata sang nenek saat keluar dari dalam.


"nenek apa kabar?? " tanya Naida langsung memeluk tubuh nenek itu.


"baik sayang.. " jawab nenek mencium pipi Naida


"eh.. kamu bawa teman mu nak... "kata nenek


"iya nek.. ini teman saya.. "kata Naida.


"saya Lana nek... "kata Lana kepada nenek dengan bersalaman.


"oh Lana, anak yang cantik .. nenek nama nya Akih, panggil aja nek Akih.." kata nenek .


"iya nek...!! " jawab Lana senang.


Ketika melihat nek Akih, Lana sangat senang karena dia tidak pernah bertemu dengan kedua nenek nya. Nenek dari ayah mau pun nenek dari ibu nya. Kata ayah nya kalo nenek nya sudah tiada, namun Lana tidak tau di mana makam nya. Kalau nenek dari mama nya sudah lama meninggal dunia dan pemakaman nya sering di kunjungi oleh keluarga nya.


bersambung...


salam manis


author 🐰

__ADS_1


__ADS_2