Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 42


__ADS_3

...bertemu kembali......


🐒🐒🐒


"apa sih susah nya cuman nyuruh dia tanda tangan?? kamu bisa apa sih selain nyusahin aku?? hah?? " kata Ruben membentak Riana.


Riana menunduk sambil menangis. Hati Haris seakan-akan di remas, karena selama ia bersama Riana tidak tidak pernah bersikap kasar terhadap Riana. Tidak pernah sekali pun. Tapi, lihat lah lelaki kerapat itu. Haris hampir saja berlari menghampiri mereka namun langsung di tahan oleh Lana.


"sabar.. kalo kamu ke sana pasti semua nya akan ricuh.. kamu mau pukul mas Ruben kan?? " tanya Lana yang membuat Haris kaget "kamu kenal Ruben? " tanya Haris


Lana mengangguk "kita dengerin dulu dari sini.. kalo dia sampe macam-macam kita langsung keluar selamatin Riana... seandainya kamu tiba-tiba mukul.. ntar kamu di laporin ke polisi loh.. aku paham banget mas Ruben itu gimana.. dia itu suka mempermainkan orang lewat jalur hukum... " kata Lana, Haris mengangguk kan kepala nya setuju dengan pendapat Lana. Mereka terus menguping pembicaraan antara Ruben dan Riana.


"Ruben !! dia itu gak mudah di kelabui kayak Haris.. dia bahkan pernah ajak aku tidur bareng.. dan aku gak bisa kayak gitu Ruben.. " kata Riana dengan isak tangis nya.


Lana dan Haris langsung kaget dan saling memandang satu sama lain. Pandangan mereka seolah-olah penuh pertanyaan, apa maksud dari kata-kata Riana.


"kamu kan bisa tidur sama dia.. lagian kan kita sering melakukan nya.. " kata Ruben. Mendengar perkataan dari Ruben membuat Lana sangat marah, ia ingin melangkah menuju arah Riana dan Ruben namun kembali di tahan oleh Haris.


"kau dan Haris itu cuman bisa membuang waktu ku.. sudah lama sekali kau sama dia tapi sampe sekarang gak ada hasil.. apa kamu mulai suka sama dia?? iya kan!?jawab!! "bentak Ruben.


"apa gak secara langsung kamu jual aku demi ambisi bodoh mu itu?? "Kata Riana setengah teriak namun masih menangis.


Nafas Lana kian memburu, raut wajah nya terlihat jelas jika ia sangat marah dengan Ruben "please!! Haris aku mau keluar.. aku gak tahan lihat teman ku di perlakukan kayak gitu.. aku benci sama laki-laki b**** itu... please lepas kan aku!!" Kata Lana ,Haris hanya menggelengkan kepalanya dan memegang bahu Lana.

__ADS_1


Mata Lana kini memerah" kita dengarin aja dulu.. " kata Haris menyabar kan Lana.


"kamu dengar baik-baik!! aku ngelakuin ini itu demi anak kita.. anak kita.. paham?? tapi lihat!! kamu sebagai ibu nya gak bisa ngelakuin apa pun?? bahkan kamu memikir kan diri kamu sendiri.. cinta... cinta.. cinta dan cinta... apa kamu udah membukti kan cinta mu pada anak kita? udah?? gak kan?! " Kata Ruben dengan nada marah.


Mendengar kata-kata Ruben, Haris langsung memejam kanmata nya mencoba meredam emosi yang bergejolak dalam diri nya. Lana juga sangat kaget mendengar hal itu.


"aku akan lakuin apa pun demi anak kita Ruben!! bahkan aku rela mati untuk dia.. tapi tidur sama laki-laki lain aku gak bisa.. aku bukan p*** Ruben.. " kata Riana menangis. Lana juga ikut menetes kan air mata melihat Riana menangis.


"omong kosong!! apa bukti nya apa?? dengan tangisan mu ini?? "tanya Ruben


"kau tau kan?? aku rela ninggalin rumah demi kamu dan anak kita.. dan aku juga punya misi, bila aku menakluk Haris, aku bahkan bisa kembali ke keluarga ku.. !!"kata Riana yang membuat Haris kaget, apa maksud dari Riana. Dari pada ia emosi lebih baik ia pergi dari situ dan mungkin lain kali dia mencari maksud dari semua itu.


"ayo kita pulang aja.. gak udah ikut campur urusan mereka.. " bisik Haris di telinga Lana dan menarik tangan nya untuk masuk ke dalam mobil.


Haris memutar jalan lain, supaya tidak bertemu dengan Riana dan Ruben. Setelah mendengar hal itu, nampak nya Haris paham akan permainan Riana. Mungkin bukan cuman Haris yang menjadi korban dari sandiwara Riana.


"kamu kenal sama Ruben, Lan?? " tanya Haris membuka percakapan.


Lana menghembus kan nafas panjang nya dan menatap wajah Harus dengan raut wajah penuh dengan kesedihan.


Lana mengangguk kan kepala nya "setahu aku mas Ruben itu ayah nya Nisa" jawab Lana.


Lagi-lagi orang baru yang muncul di balik semua nya ini, sehingga itu terasa penuh misteri bagi Haris "Nisa itu siapa Lan??" tanya Haris, karena seingat Haris Yuki mengatakan bahwa sepupu nya itu masih lajang.

__ADS_1


" Nisa itu salah satu anak yang ada di panti. Mas Ruben itu adalah ayah yang sangat baik. Dia sayang banget sama Nisa walau pun Nisa itu anak yang beda dari yang lain.. " jawab Lana


"emang nya Ruben itu udah nikah ya?? " tanya Haris


"kalo malasah itu aku gak tau, tapu dia nya selalu datang ke panti sendirian.. tapi.. apa benar Nisa itu anak yang Riana?? itu mustahil banget.. " kata Lana yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"apa nya yang mustahil?? " tanya Haris


Lana menatap wajah Haris dengan ekspresi yang sulit untuk di jelas kan" aku kenal sama Riana dari kami waktu kecil, dia gak mungkin aneh-aneh.. dan aku paham banget dia tu gimana.. " jelas Lana


Haris hanya menggelengkan kepalanya "ini Lana orang polos banget atau emang bodoh sih?? aku pun bingung, apa yang sebenarnya yang di rencana kan Riana?? " gumam Haris.


"kamu gak apa-apa kan?? " tanya Lana kepada Haris. Lana menatap Haris dengan ekspresi bersalah.


"gak!! " jawab Haris "kenapa kamu yang ngerasa bersalah, padahal sahabatmu yang melakukan kesalahan?? " gumam Haris tidak habis pikir dengan Lana.


"Lan!! sebenarnya aku tu udah tau lebih dulu sebelum hari ini kalo Riana tu udah hiatin aku.. " kata Haris jujur kepada Lana.


Lana sangat kaget mendengar pernyataan Haris "tapi kalian baik-baik aja kan?? " tanya Lana.


Haris hanya tersenyum "terus.. aku mau gimana?? " tanya Haris


🐀🐀🐀

__ADS_1


bersambung...


jangan lupa like, comment and vote nya dong!!


__ADS_2