
bertemu kembali..!!
πππ
Dokter Rafi yaitu adik bungsu bu Fatimah, dokter Rafi lah yang merawat bu Fatimah sewaktu ia depresi berat dulu dan sekarang sembuh.
"Rafi.. bagai mana keadaan anak dan suami ku?? " tanya bu fatimah
"kakak yang tenang ya , mereka baik-baik aja kok!! " kata dokter Rafi
"apa aku boleh melihat nya?? " tanya bu fatimah
"istirahat lah dulu kak.. jangan kwatir aku selalu mengusahakan yang terbaik.. " kata Dokter Rafi
"aku percaya pada mu fi, kenapa selalu keluarga aku yang mengalami masalah seperti ini?? " rintih bu Fatimah
"jangan mengeluh kak.. Tuhan sudah mempunyai rencana yang baik di balik semua ini.. " kata dokter Rafi
"mudah-mudahan aja..!! " kata Bu Fatimah dan kembali tertidur, karena dokter Rafi sengaja membuat buk Fatimah tertidur, ia tidak mau kakak nya mengalami depresi lagi, apalagi dia baru saja sembuh dari sakit nya dan kini kembali tertimpa masalah.
"om.. bagaimana keadaan adik sama papa ku om?? " tanya Lana
"papa mu tidak apa-apa, dia cuman pingsan karena terkena benturan dan mungkin kira-kira beberapa jam lagi dia bangun, sekarang saja dia sudah sadar, hanya saja karena efek obat nya membuat dia tertidur sementara " kata dokter Rafi
"kalo Lani bagaimana om?? " tanya Lana lagi
"Lani.. huh.. dia mengalami kritis na.. kamu sabar ya.. "kata dokter Rafi
"apa?? om pasti becanda kan?? " tanya Lani
Dokter Rafi langsung memeluk tubuh Lana "sini sayang... kamu sabar ya.. kamu harus kuat... " kata nya
Tangis Lana pun langsung pecah, rasa nya sakit sekali, apa yang harus dia kata kan kepada mama nya. Dia bingung.
"om juga sedih nak... " kata dokter Rafi yang menangis juga sambil memeluk keponakan sulung nya itu.
"aku takut.. mama gak kuat om..aku takut om... " kata Lana memeluk erat tubuh om Dokter nya dan sambil menangis tersedu-sedu.
"om tau.. mama kamu itu orang paling kuat nak.. kalau ada dukungan nya.. kamu jangan seperti ini, kamu harus kuat, ada om di sini... " kata dokter Rafi menyabar kan Lana.
Benar kata Dokter Rafi, bila ia terus menangis dan terlihat lemah, bagaimana dengan yang lain, meskipun ini adalah hal dan masalah yang paling sulit ia alami, tapi ia akan berusaha tetap tegar dan harus optimis.
__ADS_1
πππ
Dalam waktu dua jam Ibu nya kembali tersadar dari tidur nya, dan sekarang nampak agak bugar.
"Lana.. ayo kita ke ruang papa mu di rawat " kata mama nya
"iya ma.. tapi makan dulu bubur nya.. " kata Lana
" kamu juga makan dong... " kata mama
" aku udah makan ma.. mama aja yang makan, ntar kita ke kamar papa... " kata Lana
"iya.. mama makan.. tapi setelah ini kita lihat adik dan papa mu ya.. " kata mama nya
"iya mama ku sayang.. " kata Lana yang menyuap ibu nya.
Setelah makan dan minum obat, Lana dan ibu nya pergi menjenguk ayah dan adik nya. Dan sesampai di sana, dengan kebetulan pak Darma sudah sadar dari pingsan nya. " papa.. "panggil bu Fatimah
"syukur lah mama gak apa-apa.. " kata pak Darma memeluk istrinya.
" loh kok Lani gak di sini?? " tanya mama nya
"Rafi, Lani mana?? " tanya bu Fatimah..
Dokter Rafi pun mengantar kan mereka di mana Lani di rawat, sesampai nya di sana, tangis pun terpecah kembali, ketika melihat Lani terbaring kritis. Kondisi nya sangat mengkwatir kan, kaki dan tangan nya patah dan kepala nya berbungkus dengan kain perban.
"Lani... " panggil mama nya dan kembali pingsan saat melihat Lani dengan kondisi seperti itu, para perawat pun kembali membawa nya ke ruang perawatan untuk kembali merawat nya.
Lana pun sempat syok melihat kondisi adik nya, namun mau bagaimana lagi, hanya menangis dan terus menangis yang bisa di lakukan nya, dengan harapan turun nya mujizat dari sang maha kuasa.
πππ
Terdiam, tidak ada kata-kata yang bisa Lana keluar kan, melihat kerapuhan keluarga nya saat ini. Air mata seakan mainan yang bosan untuk di keluar kan, bila itu sudah berkali. Tapi hati nya seakan kaca yang jatuh berderai hanya meninggalkan serpihan-serpihan kecil.
Ketakutan yang ia hindari kembali terjadi, entah apa yang akan terjadi selepas ini, ia tak mengerti. Entah itu badai atau pun ****** beliung, ia pun tinggal pasrah.
"Lana.. sabar ya... " pelukan hangat dari belakang .
"naida?? " Lana paham betul itu adalah suara sahabat karib nya.
Naida Kamelia, adalah sahabat karib Lana dari kecil, ia terlahir dari keluarga yang sederhana. Ia selalu ada di setiap Lana membutuh kan nya.
__ADS_1
"yang sabar ya teman... " kata naida dan saat itulah tangis Lana pecah.
Bersama Naida, Lana sering berbagi cerita tentang suka dan duka. Naida selalu punya solusi dan nasehat Lana. Untuk saat ini, Naida membuka cafe. Ia tidak seperti Lana yang berbakat di dunia perkantoran, dia lebih suka menjadi pengusaha.
Di keluarga Lana, Naida sudah di anggap seperti anak nya keluarga Latief, dari kecik Naida hidup bersama nenek nya.
Umur nya bisa di bilang jauh lebih muda dari Lana, tapi jika di banding kan Naida lebih dewasa.Jika di hitung, ia seumuran dengan Rendra anak keluarga Latief yang hilang itu. Tapi kedewasaan nya tidak di ragu kan lagi.
πππ
Setelah beberapa jam kemudian, hari pun sudah berganti ke hari esok nya.Bu Fatimah pun sudah kembali terbangun, begitu juga Pak Darma, ia pun sudah pulih. Hanya saja Lani yang masih terbaring dalam kondisi mengkwatir kan.
"ma, mama yang kuat ya.. papa akan urus semua nya... supaya Lani sembuh.. " kata Pak Darma.
"iya pa... " jawab bu Fatimah
"pa.. gimana kalo Lana aja yang urus.. kan Lana udah mendingan.. papa sama mama istirahat di sini aja sambil jaga Lani... " kata Lana
"gak apa-apa ni, kalo Lana sendiri?? " tanya pak Darma.
Drett... dret.. ponsel Pak Darma berdering, dan dengan segera pak Darma mengangkat panggilan tersebut.
"hallo... ada apa?? "
(.....)
"apa?? bangkrut? "
(.....)
"ya allah...Tuhan ku... "
prankkkk... ponsel Pak Darma langsung terjatuh dari tangan nya, dan dengan seketika Pak Darma pingsan. Suasana pun kembali rumit.Pak Darma pun langsung dirawat kembali. Setelah di periksa, ternyata dan ternyata Pak Darma di nyata kan stroke oleh dokter.
Lana pun, langsung menangis sejadi-jadi nya tapi malah berbalik dengan Ibu Fatimah, biasa nya ia rapuh. Tapi saat ini ia hanya terdiam dan memeluk erat tubuh Lana yang sedang menangis tersedu-sedu "cukup!! sudah cukup!! keadaan ini terlalu memperbudakan ku.. aku harus kuat, harus tabah!!! demi keluarga ku.. Tuhan berikan hamba mu ini kekuatan untuk menghadapi semua ini ya Tuhan!! " gumam Ibu Fatimah dalam hati.
bersambung..!!
salam manis
author π±π±π±
__ADS_1