
bertemu kembali...
"kamu gak kerja?? " tanya Rama
"sebenar nya aku sedang mencari kerja. Cuman belum dapat lowongan. Mungkin mulai besok aku pergi cari lowongan "jawab Lana jujur, Rama tersenyum menatap Lana membuat Lana heran.
"kebutulan sekali, kantor ku ada lowongan dan membutuh kan stap bagian keuangan. Kalo kamu nya mau aku bisa mengusul kan kamu untuk bekerja di sana" kata Rama
Seakan-akan mendapat kan hujan di musim kemarau. Tawaran Rama membuat Lana tersenyum lebar dan menatap Rama dengan rasa takjuk. Memang benar kata pepatah banyak teman, banyak rezeki. Sedikit rasa penyesal karena kemarin-kemarin nya Lana mengabai kan Rama.
"iya.. aku mau banget... kebetulan aku lulusan ekonomi, tolong ya Rama!! aku butuh banget pekerjaan itu.. ya please..bantu ya.. "kata Lana melipat kan tangan nya memohon kepada Rama. Melihat kelakuan Lana Rama tertawa geli.
"kalau ingat-ingat yang kemarin.. kamu jutek banget loh sama aku.. kalo ngeliat ekspresi kamu sekarang, aku pengen ketawa.. " Kata Rama masih dengan tawa renyah nya dan Lana hanya tersenyum simpul menahan malu.
"ya maaf.. aku emang agak sulit untuk bergaul apa lagi dengan orang yang baru di kenal" kata Lana tapi Rama semakin terkekeh mendengar hal itu.
"biasa aja Lana, aku cuman menggoda mu. gak usah minta maaf!! " kata Rama dan Lana tersenyum
"kapan kita bisa ke kantor ku?? siap kan dulu berkas-berkas mu..!! " kata Rama
"besok... aku bisa.. "jawab Lana yang menjerit kegirangan. Rama kembali terkekeh melihat ekspresi Lana yang begitu bersemangat.
brakkk!!
Suara pintu depan terbuka dengan keras.
"Rama.. udah dulu ya.. kaya nya suami ku pulang.. aku masuk dulu.. " kata Lana meninggal kan Rama.
"iya.. " jawab Rama tersenyum manis dan mengangguk.
Dan ketika Lana masuk, dia kaget ternyata bukan hanya Haris yang datang tapi ibu mertua nya juga.Tapi kalau di lihat-lihat, tampak nya Haris sangat kesal, nampak dari ekspresi wajah nya.
__ADS_1
"Lana.. mama kangen sayang.. " kata bu Lidia yang menghampiri Lana dengan merentang kan kedua tangan nya dan memeluk Lana. Lana sangat senang sekali ibu mertua nya datang. Setidak nya ia bisa tersenyum.
"mama dari mana?? cantik banget?? " tanya Lana dengan nada pelan dan dengan seketika raut wajah beliau berubah menjadi kesal.
"habis menyelamat kan suami kamu dari lubang hitam.. " kata bu Lidia dan Lana hanya mengernyitkan dahi nya karena tidak mengerti maksud mertua nya.
Haris tampak nya kesal "mama.. Riana itu gak seperti yang mama bilang ma, hanya saja mama belum kenal asli nya gimana" kata Haris dan menghembus kan nafas panjang nya.
Dan ketika mendengar kalimat itu bu Lidia langsung menatap Haris" apa kamu bilang?? mama gak tau asli nya? mama tau semua nya.. dan kamu adalah laki-laki yang menjadi budak cinta.. dan sekarang mata kamu udah buta haris.. dan kamu Lana kok bisa kamu membiar kan Haris pergi bersama wanita ular itu?? pakai baju yang sama, layak nya sepasang kekasih.. atau jangan-jangan kamu gak tau dia pergi ke mana?? " kata bu Lidia
Lana memandang ke arah Haris, dan Haris hanya mengalihkan pandangan nya "oh jadi mereka ketahuan pergi bersama" gumam Lana
"tahu ma.. tadi pagi Haris izin ke Lana bahwa ia akan pergi ke panti asuhan.. dan aku yakin mereka gak mungkin bareng, mungkin hanya kebetulan.. dan masalah baju itu, itu Lana yang beli ma.. ya mungkin kebetulan aja kan kalo secara gak sengaja.. " kata Lana menjelas kan secara lembut kepada mertua nya.
Tapi bu Lidia masih meragukan itu, tapi setelah Lana tersenyum lebar dia sedikit terlihat lega.
"aduh.. mama takut banget rumah tangga kalian tu berantakan" kata bu Lidia
"sykurlah ternyata tebakan ku benar mereka ke panti asuhan, jadi gak bingung jawab mama" gumam Lana
Lana paham sekali dengan Riana, walau pun dia udah lama pisah sekolah ,namun Lana tau bahwa Riana suka menjadi Panitia karena keluarga Lana juga salah donatur.
Selama Lana masih berteman dekat dengan Riana, Riana adalah wanita yang baik dan sangat lemah lembut. Maka dari itu Lana sangat berasa bersalah dengan pernikahan antara diri nya dan Haris.
flash back on:
"Lana ntar kamu tamat SMP nyambung nya dimana?? "tanya Riana
"kurang tau Ri.. kita aja baru kelas 8, emang kenapa?? "tanya Lana
"aku mau nya satu sekolah sama kamu.. "kata Riana.
__ADS_1
"aku juga mau, tapi aku belum tau sekolah dimana?!" kata Lana.
Riana dan Lana adalah sahabat dekat, Waktu SD dan SMP mereka selalu bersama. Sewaktu libur panjang kenaikan kelas 8 kelas 9, Lana pergi berlibur bersama keluarga nya. Dan kebetulan waktu itu juga jadwal rekreasi dari pihak sekolah untuk semua siswa namun Lana lebih memilih bersama keluarga nya.
"Lana.. kamu gak ikut kita?? " tanya Riana
"gak.. aku ikut keluarga ku aja.. ntar juga di sana kita ketemu.. "kata Lana
Sesampai nya di tempat rekreasi, para murid sudah turun dari bus sekolah begitu juga Lana yang sudah turun menunggu Riana.
Ketika Lana sedang berdiri di pinggir jalan tiba-tiba bus sekolah melaju kencang ke arah Lana.
"Lana awas!!! brukkkk.." suara itu ialah Ranto pacar nya Riana.
"Ranto... "teriak Riana melihat Ranto sudah tak berdaya lagi karena ingin menolong Lana akhir nya dia yang tertabrak, darah bercucuran di mana-mana. Lana pun terlempar di pinggir jalan.
"Ranto....!! Ranto... " panggi Lana yang terbangun langsung berlari ke arah Ranto
"Ri.... a... na.. maaf ka... n a... ku.. karna.. a... kku men.... cin.. tai... ka.. mu dan..ju.. gaa... La.. na.. "Kata Ranto dengan suara yang terbata-bata dan ia pun menghembus kan nafas terakhir nya di pangkuan Riana
"Ranto.... "teriak Riana, isak tangis pun tak terbendung lagi. Yang tujuan awal nya rekreasi kini berubah menjadi kesedihan.
"Lana dasar kamu pembunuh.. seandainya kamu gak di situ. Ranto pasti masih hidup.. " teriak Riana..
Mulai saat itu Riana sangat membenci Lana sampai saat ini.
flash back off!!
"Riana.. maaf kan aku yang selalu saja merampas apa yang serahus nya menjadi milik mu.. maaf kan aku.. aku janji aku akan mengembalikan apa yang seharusnya milik kamu.. karena kau adalah sahabat terbaik ku.. maaf Riana.. oh Tuhan!! aku gak pantas untuk mengelus dengan sifat Haris kepada ku.. karena itu adalah karma ku selama ini " gumam Lana.
bersambung...
__ADS_1