Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 33


__ADS_3

bertemu kembali...


"yang sabar ya..!! " kata Haris dengan lembut dan Lana hanya mengangguk.


"apa biaya yang ratusan juta yang di beri kan oleh mama ku untuk biaya operasi Lani dan papa mu?? " tanya Haris perlahan. Ada rasa tidak tega melihat Lana menangis, namun Haris begitu penasaran. Lagi-lagi Lana hanya menggigit bibir bawah nya mencoba menahan air mata nya.


"maaf!! " ujar Lana dengan nada lirih menyentuh hati. Melihat Lana begitu rapuh membuat Haris merasa bahwa diri nya adalah manusia yang paling jahat.


"kenapa kau minta maaf Lana?? aku hanya gak paham kenapa kau harus menikahi ku?? kau kan bisa meminjam uang dari mama ku tanpa harus menikah dengan ku ?? " Mendengar pertanyaan itu Lana langsung terisak dan membuat Haris merasa sangat bersalah.


" maksud ku gak menyalah kan mu Lana, hanya saja aku ini bisa di bilang usia ku terlalu jauh jarak nya dengan mu dan aku seorang duda.. bahkan kau tau sendiri anak ku sudah besar...dan emang nya kamu gak punya pacar atau laki-laki yang kamu suka?? dengan kau menikah dengan ku kau baru aja merusak masa depan mu..?? " tanya Haris dan Lana hanya bisa menangis, hidung nya memerah karena air mata nya sudah tidak terbendung lagi.


" waktu itu pikiran ku sangat buntu dan gak punya pilihan lain, dan waktu itu nyawa Lani hanya tersisa 3 hari saja.. mama mu menawar kan biaya namun aku harus mau menikah dengan mu.. jika aku gak mau, beliau akan membatal kan operasi Lani dan menghentikan perawatan khusus buat papa.. hik.. hik... " kata Lana, mendengar penjelasan dari Lana, Haris mengerti akan hal itu karena keluarga sangat lah penting bagi siapa pun, apa lagi posisi Lana adalah anak sulung. Sudah pasti hanya dia yang bisa mengambil keputusan dan melakukan pengorbanan.


"sudah lah Lana.. aku gak marah sama kamu, dan aku hanya butuh penjelasan dari kamu sendiri, dan kamu bukan orang yang seburuk yang aku pikir kan jadi stop untuk meminta maaf" kata Haris, Lana berhenti menangis tapi masih kesegukan.


"aku janji akan bekerja keras untuk membayar uang keluarga mu.. agak kau terbebas dari semua ini" kata Lana dengan suara serak.

__ADS_1


"tapi sepertinya aku gak ingin cepat-cepat mengakhiri pernikahan ini. Lana, kau cukup cantik bila ku perhatikan dari dekat. Mungkin aku hanya butuh waktu untuk terbiasa dengan mu. Dan lihat aja!! suatu saat nanti akan ku buat kau jatuh cinta pada ku.. " gumam Haris tanpa sadar ia tersenyum tipis.


"gak usah terlalu di pikir kan.. fokus aja sama kesehatan keluarga mu.. lagian itu uang mama ku bukan uang ku.. maafin ya kalo selama ini aku terlalu kasar sama kamu, dan setelah ku pikir-pikir gak adil bila kamu jadi pelampiasan kemarahan ku.. " kata Haris, Lana hanya menunduk kan kepala nya, melihat itu membuat Haris gemas ingin memeluk nya.


"aku benar-benar salah Haris.. aku minta maaf yang sebesar-sebesar nya... aku janji akan memperbaiki semua nya dan aku akan mempersatu kan mu dengan Riana... aku janji!! " kata Lana


"Lana cukup!! berhenti lah minta maaf.. hapus air mata mu!!" kata Haris Lana hanya mengangguk kan kepala nya dan menghapus air mata nya.


Haris sudah di ambang batasnya. Lana begitu sangat menggemas kan di mata Haris saat ia memainkan bibir bawah nya dengan di tambah lagi suara serak nya, membangkit kan sesuatu di balik celana nya. Jika Lana tidak berhenti menggigit bibir bawah nya itu, Haris sangat yakin sekali setelah datang di rumah ia akan menerjang nya di ranjang.


"makasih!! " ucap Lana dengan lihir namum itu kedengaran sangat sexi di telinga Haris. Satu hal baru yang Haris ketahui, yaitu ternyata berada di dekat Lana bisa segairah itu.


🌸🌸🌸


Beralih ke pagi hari, sang mentari sudah menampak kan pesona sinar nya namun masih malu-malu. Masih seperti biasa Lana sibuk menyiapkan sarapan untuk suami nya. Mungkin itu sangat berlebihan, namun Lana begitu senang dengan sikap Haris kepada nya. Sudah mau menyapa nya dan tidak lagi bertingkah kasar seperti dulu. Dan sikap Haris itu berhasil membuat wajah Lana merah merona jika mengingat nya.


"hari ini sarapan apa?? " tanya Haris sangat kelihatan mata nya masih mengantuk namun ia sudah mengenakan pakaian setelan rapi.

__ADS_1


"aku buat sandwich, kamu mau teh atau kopi?? " tanya Lana


Haris menatap Lana beberapa saat dan tersenyum "teh, tapi gula dikit aja.." tatapan itu sukses membuat jantung Lana berulah padahal hanya di tatap beberapa saat.


Haris duduk di meja makan menunggu Lana membuat teh "kamu rapi rapi banget pagi ini, cie... yang udah kerja.. " kata Haris menggoda Lana, Lana tersenyum malu mendengar godaan dari Haris.


"iyah.. hari pertama agak deg-degan gimana gitu.. "kata Lana yang membuat Haris terkekeh.


"ya santai aja, lama kelamaan kamu pasti akan terbiasa.. prinsip nya kita bekerja itu yang penting yakin dan mau belajar dengan sunggguh.. akhirnya pasti akan bisa... " kata Haris memotivasi Lana namun Lana malah tersipu malu dengan menggigit bibir bawah nya. Karena baru ini lah pertama kali nya Haris mengobrol dengan dia layak nya seorang pasangan walaupun tidak seromantis pasangan lain. Terlalu berlebihan jika Lana memikir kan itu.


"Lana stop!! jangan gigit bibir bawah mu ntar luka loh.. " kata Haris menatap Lana seperti menahan sesuatu, tapi Lana tidak menghirau kan itu. Bagi Lana itu adalah perhatian pertama yang di beri kan oleh Haris kepada nya. Dan pagi itu adalah pagi yang tidak terlupa kan dalam hidup Lana.


"boleh kan aku melupakan Riana yang di antara hidup kami walau pun sejenak?? terkadang aku ingin sekali menjadi pribadi yang egois, bila harus membuat Haris menjadi milik ku.. namun apa kah masa lalu ku dulu gak cukup untuk menyakiti Riana?? cukup Lana!! stop melakukan hal yang bodoh!! stop it!! "gumam Lana dalam hati nya lagi-lagi mengingat masa lalu nya, ia merampas kebahagian Riana dan sudah cukup, dan ini waktu nya Riana untuk bahagia.


Dan satu hal yang harus Lana pahami, bahwa ia bukan sumber kebahagiaan Haris. Mengalah tidak lah mudah layak nya membalik telapak tangan, jika semua di dasari oleh rasa cinta itu apa pun akan mungkin. Tapi, itu terlalu naif seolah-olah menjadi mengagumi hal yang nama nya cinta padahal pada dasar nya Lana bahkan tidak mengerti.


bersambung..

__ADS_1


jangan lupa like, comment and vote nya!!


__ADS_2