
bertemu kembali...
Setelah semua nya selesai di siapkan, bu Lidia pergi mengantar menantu nya di apartemen Haris, anak nya.
"Lana.. ntar kalo ada apa-apa di sana.. jangan lupa kabarin sama mama ya.. "kata bu Lidia kepada menantu nya.
"iya ma... " jawab Lana.
"oh ya.. kamu ada lihat kebun kita di belakang rumah?? " tanya bu Lidia
"tau ma.. banyak sayuran segar dan buah-buahan di sana.. " jawab Lana
"kamu suka?? " tanya bu Lidia
"suka ma.. "jawab Lana
"kalo gitu, ntar setiap 3 hari sekali mama akan suruh Andri yang antar sayuran sama buah-buahan nya ke kamu.. " kata bu Lidia
"jangan repot-repot ma.. " kata Lana
"mama gak repot kok.. andri.. kamu rasa di repotin gak?? " tanya bu Lidia kepada Andri sopir nya.
"gak nyonya.. malahan saya senang.. "jawab Andri
"tu kan.. Andri aja gak masalah.." kata bu Lidia
__ADS_1
" ngomong-ngomong.. bukan nya Andri itu jaga kebun di belakang ya..?? kok sekarang antar kita?? " tanya Lana penasaran
"andri itu emang udah lama kerja sama mama... semenjak dia tamat Sma..dan baru kemarin dapat SIM, dan mama langsung menjadi kan dia sopir nya mama.." kata bu Lidia
"oh... gitu.. "kata Lana
Tak terasa, karena dalam perjalanan mereka asyik ngobrol bertiga dan sekarang mereka sudah sampai di lokasi apartemen mewah. Di sana mereka langsung turun dari mobil dan langsung menuju apartemen nya Haris yang berada di lantai 50 nomor 105. Bu Lidia yang mengetahui pasword apartemen nya Haris langsung saja mengajak Lana masuk. Di sana bu Lidia juga membawa beberapa bahan masakan dan langsung mengemas barang-barang itu. Sesudah semua nya selesai, bu Lidia pun pamit untuk pulang.
"Na.. mama pulang dulu ya.. kalo ada apa-apa jangan lupa telpon mama sayang.. "kata bu Lidia
"iya ma...!! " jawab Lana
"daaa sayang... "kata bu Lidia melambaikan tangan nya
"daaa... " jawab Lana membalas lambaian itu.
brukkk... suara hempasan pintu apartemen membuat Lana kaget. Dan setelah itu kehidupan rumit Lana bermulai.
"udah puas kan kamu hancur kan hidupku?? " bentak Haris kepada Lana.
"apa kau buta dan tuli bahwa seorang Haris Mahendra mempunyai pacar, dan kau dengan sengaja menerima tawaran konyol dari mama ku.. dasar wanita sialan.. " bentak Haris lagi seraya mendorong bahu Lana dan Lana yang tadi nya berdiri terjatuh di atas sofa.
"oh iya.. atau mungkin kau sangat terobsesi dengan ketampanan ku..sehingga kau sangat mengidam kan tubuh ku" dan sretttt.. baju Lana sobek di tarik oleh Haris.
"awwww...."teriak Lana yang menyilang kan tangan untuk menutup dada nya.
__ADS_1
"jangan munafik kamu, dasar murahan!! "bentak Haris langsung menarik tali pakaian dalam yang Lana miliki dan langsung sobek.
Lana pun langsung berlari sambil menangis ke kamar mandi. Belum sempat ia mengunci pintu kamar mandi, Haris sudah menahan pintu itu dan dia langsung mengangkat tubuh Lana dan membawa nya di sofa.Ia membaringkan tubuh Lana secara paksa dan Lana memberontak tapi sayang nya tenaga laki-laki sangat lah kuat di banding kan tenaga wanita. Tangan Lana di tahan oleh tangan kanan Haris , tanpa aba-aba Haris langsung mengulum p**** buah dada kembar itu. Kanan kiri Haris memain kan v*** milik Lana. Lana memberontak sekuat tenaga dan cengkraman Haris pun terlepas dan Lana pun menangis.
"gimana?? enak ?? itu kan yang kamu harap kan?? tapi aku hanya mempermain kan boneka hadiah dari ibu ku yang sangag mahal, sayang sekali jika tidak di main kan. Jangan berharap lebih.. aku jijik melihat mu.. cuihhh... "Haris meludah di muka Lana ,tiada kata yang mampu Lana ungkap kan selain menangis.
"dan satu lagi... kau jangan coba-coba masuk kamar ku.. kau tidur di kamar lain.. ingat aku hanya menampung sampah seperti kamu itu hanya karena menjaga image keluarga ku saja.. dan tunggu waktu nya aku akan membuang mu di tempat yang seharusnya.. "kata Haris yang masuk menuju kamar nya.
Lana kesegukan menangis menahan sakit atas tindakan Haris pada nya, tidak hanya secara fisik melain kan hinaan yang di lontar kan oleh Haris kepada Lana membuat sangat sakit.
Dengan keadaan yang masih menangis Lana memasuki kamar nya, yang memang dari awal pun ia sudah tidak berniat untuk sekamar dengan Haris. Dengan isak tangis nya ia pun tertidur.
Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, seperti biasa nya Lana bangun pagi awal dan kini ia berniat memasak sarapan untuk Haris, walau bagaimana pun sekarang ia sudah berstatus menjadi istri nya Haris Mahendra. Ia tahu, bahwa mulai hari itu penderitaan nya akan bermulai, namun demi janji yang telah di ucap kan oleh mulut nya sendiri kepada mertua nya, akan menjadi menantu yang baik. Hal itu lah yang mendorong naluri nya.
Sarapan itu sudah di letakan nya di atas meja makan, dan ketika Haris keluar ia berjalan menuju meja makan.
"kamu gak perlu buat kan aku sarapan segala, karena aku membenci bau masakan dari wanita jalang seperti mu... "kata Haris membanting piring yang sudah Lana siap kan. Lana hanya bisa menetes kan air mata. Seburuk itu kah ia di mata Haris.
"percuma kamu nangis, karena gak akan mengubah semua nya.. yang ada malah menambah beban di telinga untuk mendengar suara mu itu, aku sangat muak melihat mu.. "kata Haris langsung menyambar tas kantor nya meninggal kan Hana di meja makan dan ketika keluar ia membanting keras pintu apartemen.
Lana yang sangat sakit mendengar perkataan dari Haris, ia menangis tersedu-sedu dan terduduk di lantai. Terlalu sakit untuk mendengar kan kata-kata itu. Apa lagi yang melontar kan kata-kata itu ialah orang yang berstatus kan suami. Lana sangat membenci itu ,jika bisa ia memutar kan waktu pasti ia akan memilih untuk tidak menerima tawaran dari bu Lidia pada saat itu. Namun, semua nya sudah terlanjur. Entah apa lagi yang akan Lana lalui setelah ini, ia sangat terpukul dengan kejadian ini.
Masih dengan tangisan nya Lana membersih kan serpihan piring yang ada di lantai dan sarapan yang berserakan di lantai. Berkali-kali ia menghapus air mata yang membasahi pipi, tapi sial nya air mata itu seakan tidak mampu untuk di bendung.
bersambung..
__ADS_1
salam manis
author π°