Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 28


__ADS_3

bertemu kembali...


Lana sangat kaget, karena sebelumnya Haris tidak pernah berpamitan kepada nya, bahkan bicara saja jarang. Tapi setelah di pikir-pikir oleh Haris ,Lana tidak seburuk yang di sangka nya. Dan tidak ada salah nya bila berteman.


"oh.. iya hati-hati!! " kata Lana


Dan benar saja, sesampai nya di kantor Haris melihat seketaris nya sangat sibuk dan pagi itu memang ternyata ada meeting penting dengan salah satu investor besar di perusahaan nya.


"selamat pagi pak" ucap Yuki dengan sopan menyapa Haris dengan sangat sopan. Haris hanya mengganguk kan kepala nya sambik tersenyum, kemudian melanjutkan langkah kaki nya menuju ruangan nya.


Belum lam Haris duduk di kursi nya, terdengar keributan di luar ruangan nya, Haris langsung menghampiri Yuki.


"ada apa Yuki ?? kenapa rib.... Riana?? kok kamu ada di sini?? ada apa?? " tanya Haris ketika meliht Riana ada di sana dan sedang berdebat dengan Yuki yang menghalangi ia untuk masuk ke ruangan Haris.


Walau pun kisah cinta Haris tenar di mana-mana, namun Haris tidak pernah membawa Riana ke kantor nya.


"oh.. jadi aku gak boleh ke sini?? " kata Riana dengan nada yang sangat kesal. Melihat ekspresi Riana yang merajuk, Haris tersenyum dan sangat menggemas kan di mata nya.


Riana adalah wanita yang sangat dewasa. Selama Haris menjalin hubungan dengan nya ia tidak pernah bersikap seperti anak kecil, seperti merajuk. Baru ini lah pertama kalinya dia merajuk, maka dari itu lah ia sangat menggemas kan.


"Yuki, dia adalah teman ku. Kalo lain kali biar kan aja dia masuk... "Kata Haris kepada sekretaris nya. Kata-kata itu membuat Riana memandang ke arah Haris dan membulat kan mata nya tanda tidak senang.


"baik pak.. maaf sebelumnya!! " kata Yuki sambil mengangguk.


Riana pun langsung melangkah masuk" jadi teman mu tuan Haris Hendrawan?? "tanya Riana dengan nada kesal. Haris hanya terkekeh melihat ekspresi Riana, karena itu sangat sangat dan sangat menggemas kan bagi Haris.


"gak mungkin aku bilang kamu pacar ku, semua orang di kantor ini sudah tau kalo aku sudah menikah dengan Lana" kata Haris menjelas kan, Riana hanya mencebikan bibir nya tanpa mendebat kan nya " aku merasa jadi orang ketiga di antara kalian" kata Riana dengan nada pelan.

__ADS_1


"sayang jangan gitu dong, kamu tau kan posisi aku sekarang tu serba salah.. kamu tau kan konsekuensi nya?? " kata Haris dengan lembut. Riana hanya mengangguk pasrah.


"kok kamu gak ngabarin sih kalo kamu ke sini?? mau buat surprise ya" tanya Haris dengan mencubit mesra hidung Riana.


"pasti dong!!" jawab Riana langsung memeluk tubuh Haris, sikap nya yang sangat manis ini lah yang membuat Haris selalu terpesona dengan Riana.


"sayang.. minggu depan temanin aku ke bali yuk?!! aku ada tugas di sana, tapi jadwal nya gak padat, jadi kita bisa sekalian jalan-jalan " kata Riana bergelayut manja di lengan Haris.


"oke.. tapi kita gak bisa nginep.. soal nya aku masih sibuk akhir-akhir ini" kata Haris.


"makasih sayang.. "jawab Riana dengan wajah yang sangat senang .


"iya.. "jawab Haris mengelus rambut panjang Riana dengan lembut.


" ya udah kalo gitu, aku ke sinj cuman bilang itu.. kamu udah sarapan belum?? " tanya Riana.


"aku pergi dulu ya sayang?!" kata Riana tidak lupa mengecup pipi Haris dan beranjak pergi.


Siang itu, setelah meeting yanh menguras pikiran dan emosi, Haris memutus kan untuk mengajak Yuki sekretaris nya makan siang. Kebetulan siang itu Riana sedang sibuk, dari pada makan sendiri.


Yuki kebetulan sudah menikah, Haris kenal dekat dengan suami dan anak-anak Yuki. Sewaktu SMa, Yuki dan Haris satu kelas dan bahkan mereka sangat akrab, bisa di bilang sahabat.


" aku lagi malas makan makanan indo, kalo kau mau di restoran indo, turuni aku di sini aja.. " kata Yuki kepada Haris, itu lah sifat Yuki yang profesional yang membuat Haris senang. Bila di kantor ia sangat menghormati Haris, namun bila di luar ia seperti sahabat Haris yang blak-blakan.


"baik lah bumil, ibu hamil emang banyak mau nya.. "kata Haris, Yuki hanya tersenyum cuek.


"jadi kita mau makan di mana?? "tanya Haris lagi.

__ADS_1


Yuki tampak berpikir sebentar " di restoran jepang aja gimana?! restoran yang di rekomendasi laki ku waktu itu, kalo gak salah ada di sekitar sini" kata Yuki


Kebetulan Haris tau tempat itu, dia langsung melaju kan mobil nya menuju restoran yang di kata kan oleh Yuki " siap boss" kata Haris membuat Yuki terkekeh.


Tempat yang kata oleh Yuki itu sangat nyaman, karena sebelumnya Haris pernah ke sana bertemu dengan klien nya. Untuk ke depan nya mungkin ia akan mengajak Riana ke restoran itu, karena Riana pencinta makanan jepang juga. Riana pasti suka, karena di situ terdapat sekat-sekat di meja nya yang membuat kesan pribadi setiap pengunjung.


Ketika sampai di sana, mereka langsung memesan makanan. Haris hanya tersenyum dan menggeleng-geleng kan kepala nya melihat ibu hamil yang duduk di depan nya dengan antusias memilih makanan di daftar menu. Dan setelah beberapa saat kemudian, datang lah makanan yang di pesan oleh mereka.


Ketika mereka sedang asyik menyantap makanan masing-masing tiba-tiba saja Yuki membuka omongan.


"eh Ris..itu kayak nya teman kau tadi pagi lah... pantasan aja aku kayak kenal ternyata dia pacaran sama Ruben" kata Yuki.


Haris langsung memandang ke arah yang Yuki tunjuk. Ketika pemandangan itu, hati Haris seakan-akan remuk pecah seribu dan jantung nya seakan di terisik ribuan sembilu, melihat Riana bergelayut manja di lengan seorang laki-laki yang bernama Ruben itu.


"Ruben itu sepupu ku.. " kata Yuki. Yup's pantasan saja Haris seakan-akan mengenali Ruben ternyata dia sepupu nya Yuki.


Haris baru ingat sekarang, bahwa ia pernah ketemu Ruben saat di pernikahan Yuki, iya itu memang tidak salah lagi.


Ketika Yuki hendak beranjak dan menyapa Ruben, Haris langsung mengalangi nya. Yuki tampak bingung namun tidak membantah, dan sangat kebetulan mereka duduk di sampin meja Haris dan Yuki.


"jadi gimana?? dia jadi gak ikut kamu ke Bali??" tanya Ruben memulai percakapan dan Haris bersama Yuki hanya menyimak.


"iya dong sayang.. emang sejak kapan sih dia nolak permintaan aku?? " jawab Riana, Haris paham betul yang di bicara kan ialah diri nya..


bersambung...


like, comment dan vote nya ya 🐰

__ADS_1


__ADS_2