Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 22


__ADS_3

bertemu kembali...


Sementara di lain tempat Haris sedang berada di kantor nya, ia sengaja tidur di kantor nya. Supaya ia tidak ketemu dengan Lana.


"sayang.. mobil nya kamu bawa aja ya..!! "kata Haris kepada Riana


"kok di bawa...?? emang gak pulang ke apartemen mu?? " tanya Riana


"gak.. aku lagi merefresh otak ku dulu, terlalu sumpek setiap hari melihat wajah wanita sialan itu.. "kata Haris


"sayang, kamu gak boleh gitu.. kalian suami istri.. malah aku merasa bersalah karena masih hadir di antara kalian.. " kata Riana


"kamu gak pernah salah.. karena kehadiran mu terlebih dulu dari pada dia, dia yang salah.. "kata Haris


"ya udah aku pulang dulu.. "kata Riana


"iya.. hati-hati ya.. besok pagi jemput aku ya kita sarapan di luar... " kata Haris mencium kening Riana.


"oke.. daaa.. "kata Riana dan langsung menancap gas mobil nya dan pergi.


Di tengah perjalanan menuju rumah sakit bu Lidia menelpon Haris "hallo ris.. kamu dimana?"


"di apartemen.. kenapa ma?? "


"kok kamu bisa nya sih pulang sendiri.. istri kamu di biar kan sendiri.. "


"ma.. Lana itu udah besar kan.. dia bisa pulang sendiri.. "


"haris... mama tau kamu gak suka sama Lana.. tapi ingat Lana itu anak orang.. "


"iya ma... "


"asal kamu tau.. Lana itu hampir di leceh kan "


"di leceh kan?? dasar dia nya aja yang tebar pesona.. ya wajar aja sih.. "


"cepat kamu ke rumah sakit.. "


"kenapa?? "


"gak usah banyak tanya, cepat ke sini.. ntar mama kirim alamat nya.. "

__ADS_1


Bu Lidia langsung memutus kan sambungan telepon nya.


"wajar aja sih dia mau di leceh kan, siapa tau itu emang pria yang sudah membayar nya, pria itu meminta imbalan.. terus dia berpura-pura seperti di leceh kan.. simlpe aja sih buat kesimpulan wanita realistis " gumam Haris dan mengernyitkan dahi nya.


Haris pun segera pergi menuju rumah sakit yang telah di kirim alamat oleh ibu nya, menggunakan mobil serap yang ada di kantor nya.


Ketika dia sampai di rumah sakit, ia kaget yyang di rawat ialah Raka anak nya, toh kenapa mama nya marah-marah kata nya.


Ia memang tidak akrab dengan Raka, soal nya Raka tinggal dengan mami nya yaitu Stacia dari sejak dalam kandungan. Raka datang pun ke rumah keluarga Mahendra pun, mungkin setahun sekali. Itu kalau ada. Jadi keluarga Mahendra tidak terlalu akrab dengan Raka.Bukan karena keluarga Mahendra tidak mengakui Raka, hanya saja Raka yang tidak mau mengunjungi keluarga daddy nya.


"ma.. Kenapa dengan Raka?? " tanya Haris


"maaf tuan.. saya sudah memukul nya sampai pingsan.. " jawab Andri dan dengan refleks Haris langsung menampar wajar Andri Plakkkk .." kurang ajar kamu, berani nya kamu memukul anak saya.. "kata Haris dengan marah nya.


"karena dia sudah ingin meleceh kan Lana" jawab Bu Lidia, Haris pun kaget mendengar rekaman yang ada di tangan mama nya.


"anak mu sudah mencemar nama baik keluarga Mahendra, apa masih di bela?? " tanya mama nya kepada Haris. Haris hanya terdiam.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


"siapa dia yang berani memukul anak ku" tanya Stacia dengan orang yang melapor kan kejadian yang menimpa Raka.


"sopir keluarga Mahendra nyonya" jawab si pelapor.


"maaf nyonya, karena tuan muda Raka kedapatan sedang ingin meleceh kan istri muda tuan Haris nyonya..." kata si pelapor


"cari tau identitas perempuan itu..!! "kata Stacia dengan emosi.


"baik nyonya.. " kata si pelapor.


Stacia sangat tidak suka mendengar kabar bahwa Haris mempunyai istri baru karena itu bisa akan menggeser posisi Raka di kelurga itu.


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Hari malam telah berganti, dari malam menjadi siang. Lana yang berada di kamar pun tidak tidur dengan tenang, ia sangat gelisah pasal nya dalam satu hari ada dua kejadian yang menimpa diri nya. Itu membuat nya takut.


Pagi sekali Lana keluar dari kamar nya, dengan keadaan sudah selesai mandi Lana turun ke bawah.


"Lana.. udah bangun sayang?? " tanya ibu mertua nya.


"udah ma.. "jawab Lana.

__ADS_1


"Lana.. maaf kan mama ya.. masalah yang semalam.. " kata ibu mertua nya.


"i.. iya ma.. " jawab Lana


"mama tau kamu pasti sangat sulit untuk memaafkan kejadian itu.. tapi mama mohon jangan di umbar kan ke masyarakat luas.. " kata ibu mertua nya


"iya ma.. "jawab Lana sambil tersenyum.


Itu lah sifat Lana yang paling di sukai mertua nya, pemaaf dan lemah lembut. Sangat kriteria menantu idaman.


Siang itu Lana pulang ke apartemen nya dan di antar oleh ibu mertua nya.


"Lana kamu jaga diri baik-baik ya.. " kata ibu mertua nya.


"iya.. mama juga jaga kesehatan.. "jawab Lana.


Lana menaiki apartemen nya. Ia paham, penderitaan nya kini bermulai kembali sangat menguji kesabaran. Ketika ia masuk ia menemukan suami nya sedang makan siang bersama Riana. Mereka bersuap-suapan. Tanpa memperduli kan mereka, Lana langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Lana..!! " panggil Haris, dan Lana pun langsung keluar dari dalam kamar nya.


"itu pakaian kotor nya Riana, ntar kamu cuci , trus di lipat.. Riana lagi capek!! "kata Haris seperti memposisi kan Lana ialah pembantu nya.


"apa lagi yang kamu tunggu?? " bentak Haris, Lana yang kaget pun langsung menangis.


"sok minta perhatian banget!! " kata Riana dengan pandangan yang sangat jengkel.


"air mata mu tidak akan menumbuhkan rasa cinta ku Lana, o ya.. aku heran ya kok bisa Raka bernafsu sama kamu.. " kata Haris memandang Lana.


"aku juga heran Andri bisa-bisa nya memukul anak ku, padahal aku saja gak peduli dengan dia.. mau di perkosa sekali pun aku gak masalah.. toh kamu juga bukan wanita baik-baik sih.. " kata Haris yang membuat Lana sakit hati, karena tidak mampu menahan rasa itu Lana pun berlari ke kamar nya. Di sana ia menangis tersedu-sedu, ia paham ia salah tapi kata-kata itu sangat tidak di sukai Lana.


"ayo sayang kita pergi.. " kata Riana


"iya.. jijik aku dengar tangisan kemunafikan.. "kata Haris dan langsung pergi bersama Riana.


Sangat sakit bagi Lana, sakit sekali mendapat kan perlakuan seperti itu. Tidak ada kah tempat supaya ia di manusia kan lagi??


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Sudah 7 bulan ini Lana menjadi istri dari Haris Mahendra. Masih seperti biasa, sikap nya kepada Lana bahkan ia pergi kemana pun tidak pernah berpamitan atau hanya sekedar meninggal kan pesan.


Sebenar nya Lana sangat lelah menghadapi sikap nya, tapi Lana sudah berjanji akan merenima apa pun konsekuensi nya dari awal pernikahan.

__ADS_1


"kamu tetangga baru ya...? suara itu membuat Lana kaget dan menoleh ke arah sumber suara.


bersambung..


__ADS_2