
bertemu kembali...
πππ
"udahlah.. gak usah, kami bisa kok... " kata Fatimah
"maaf Fat... " kata tante Lidia dan langsung memeluk tubuh Fatimah
Melihat ibu nya dan tante Lidia asyik mengobrol, Lana pun pamit ke kamar mandi, di sana ia mencuci wajah nya dan menangis, ia tidak menyalah kan keluarga nya tapi ia menyalah kan diri sendiri yang gagal untuk menjadi yang terbaik bagi keluarga nya. Lama ia melepas rasa kesal nya kepada diri nya sendiri dan memikir kan bagaimana ke depan nya setelah ia menikah. Tapi, ya sudah lah bagi diri nya tidak masalah bagi diri nya bila itu kepentingan keluarga. Berkorban untuk keluarga itu memang sudah seharusnya. Itu lah kewajiban seorang anak.
Tiga puluh menit telah berlalu, waktu nya untuk Lani di operasi kepala nya. Lana pun segera kembali ke ruang tunggu, mata nya merah karena menangis tapi di hadapan ibu nya ia menahan diri agar terlihat tegar.
Ibu nya memandang ke Lana, rasa sakit di dalam hati ibu nya pun ada. Tapi apa yang harus di kata, karena Lana sendiri yang menyanggupi semua persyaratan itu. Ibu nya paham sekali dengan sikap Lana, ia bukan lah orang yang ceroboh dalam mengambil keputusan. Pasti ia sudah paham betul dengan apa yang menjadi keputusan nya. Sebenarnya, ibu nya agak kecewa dengan keputusan Lana, tapi ia berusaha untuk memberi Lana kepercayaan tentang apa yang sudah di putuskan nya.
"Lana, kamu dari mana nak?? " tanya ibu nya
"habis nelpon Idris ma.." kata Lana yang menyembunyi kan keadaan.
"Idris?? dimana dia? " tanya tante Lidia
"dia lagi mengurus perusahaan aku tante " kata Lana
"perusahaan?? kamu punya perusahaan sendiri?? " tanya tante Lidia
"punya tante, tapi beberapa hari yang lalu, perusahaan ku gulung tikar dan terpaksa di tutup "kata Lana
"kok bisa?? " tanya tante Lidia
"entah lah tante, aku juga bingung dengan semua nya, seolah-olah semua nya sudah terencana.. "jawab Lana.
"iya.. "jawab mama Fatimah
Memang semua terjadi secara berturut-turut dari kecelakaan sampai dengan peusahaan nya bangkrut ,seolah-olah sudah di atur, tapi keluarga Latief selalu saja mengatakan bahwa itu merupakan sebuah cobaan yang menimpa keluarga nya karena dosa di masa lalu.
Itulah anggapan yang selalu saja keluar dari pikiran keluarga Latief. Bisa dikata kan mereka hanya membiar kan masalah terjadi dengan pasrah tanpa harus mencari penyebab nya. Menyalahkan diri sendiri dan hanya itu prinsip yang tertanam.
πππ
Tak terasa, hari sudah larut malam, Lani yang di operasi pun belum selesai juga. Suasana tegang kini tercipta kembali, hanya berdoa-doa dan terus berdoa itu lah yang mereka lakukan. Lima jam telah berlalu, tapi tak kunjung selesai sampai ibu Fatimah pun mengeluar kan air mata nya. Ceklek.. pintu kamar operasi terbuka.
"keluarga nya Lani!! " panggil dokter
__ADS_1
"iya kami dok.. " jawab bu Fatimah
"kami sudah selesai melakukan operasi nya... dan... " kata dokter tapi langsung di potong oleh Lana
"dan apa dok?? " tanya Lana
"dan ia segera kami pindah kan untuk di rawat karena operasi nya berjalan dengan lancar " kata dokter itu
"terima kasih Tuhan.. atas semua kebaikan mu... " kata bu Fatimah langsung sujud.
"ma.. akhir nya adik ku selamat ma... " kata Lana
"iya sayang... " jawab mama nya
"syukurlah... semoga Lani cepat sadar ya... "kata tante Lidia.
"iya tante, makasih tante... makasih banget.. aku janji gak akan mengecewakan tante, aku akan jadi menantu yang baik buat tante... " kata Lana langsung memeluk erat tubuh tante Lidia sambil menangis haru.
"iya nak.. tante juga senang, makasih kamu sudah menerima tawaran tante.. " kata tante Lidia yang ikut menangis.
Di tempat itu, Lana menerima tawaran tante Lidia dengan ikhlas, bagi nya tidak susah untuk mengikhlas kan hati nya. Tapi sangat sulit untuk membiar kan keluarga nya menderita dan ia tidak sanggup lagi untuk kehilangan harta yang paling berharga dalam hidup nya yaitu tak lain ialah keluarga nya.
πΉπΉπΉ
"Nai....!! " Lana langsung memeluk erat tubuh Naida
"bagaimana keadaan Lani na?? " tanya Naida
"semua nya berjalan dengan lancar Nai.. hanya saja ia belum sadar karena pengaruh obat yang di beri kan oleh dokter"kata Lana
"syukur lah... Semoga Lani cepat sadar!! " kata Naida.
"kamu dengar siapa datang?? "tanya Lana
"sendiri na.. tapi siapa yang membiayakan semua nya na?? " tanya Naida
"tante Lidia nai.. " jawab Lana
"tante Lidia siapa na?? " tanya Naida
" tante Lidia yang dulu pernah ke rumah ku.. ingat gak?? " tanya Lana
__ADS_1
"oh.. iya.. iya.. aku ingat. "kata Naida
"tapi kok bisa dia tau?? " tanya Naida lagi
Lana pun menceritakan semua nya kepada Naida. Tentang semua persyaratan yang harus ia lakukan setelah ini. Demi keluarga ia rela melakukan apa saja.
"kamu yakin dengan keputusan mu Na??" tanya Naida.
"iya Nai, aku yakin 100% " jawab Lana
"tapi kan kamu gak tau siapa yang harus kamu nikahin " kata Naida
"iya emang.. tapi tante Lidia udah berjasa besar di dalam keluarga kami, apa salah jika aku membalas semua nya, iya kan?! " kata Lana
"emang benar sih Na, tapi kan itu menyangkut masa depan mu... " kata Naida
"aku udah gagal menjadi anak yang bisa di andal kan dalam keluarga ku Nai, jadi apa pun resiko ke depan nya aku siap menghadapi nya. Walaupun bukan dengan keringat ku, setidak nya dengan ini cara aku bisa melakukan sebuah pengorbanan untuk mereka.. "kata Lana
"aku paham kok kamu itu seperti apa, aku hanya bisa berdoa dan gak bisa apa-apa. Maaf ya Na aku gak bisa bantu kamu saat kamu benar-benar butuh.." kata Naida
"gak masalah.. kamu udah cukup membantu ku, dan selalu ada buat memotivasi aku... " kata Lana
"itu lah guna nya sahabat... " kata Naida
"makasih banyak ya nai.. andai aja adik laki-laki ku masih ada, aku lebih suka bila kau menjadi adik ipar ku nai.. " kata Lana
"doa kan aja...!! " kata Naida sambil tersenyum.
Naida adalah sahabat yang paling mengerti bagi Lana. Sahabat yang selalu setia, tidak heran bila Lana mengingin kan Naida menjadi adik ipar nya, menjadi kan sebagian dari anggota keluarga Latief.
πππ
"Lana...!! " panggil mama nya
"iya ma.. " Lana dan Naida pun langsung masuk ke dalam kamar Lani
Tanpa berkata-kata Lana langsung menangis, melihat Lani kini sadar dari masa koma nya. Ternyata apa yang di harap kan nya kini terjadi.
"Lani....!! " panggil Lana langsung memeluk erat tubuh adik nya.
bersambung...
__ADS_1
Salam manis
author π°