
bertemu kembali...
Lana menikmati sarapan nya sendiri, saat selesai sarapan ia bingung harus apa. Dia pun memutus kan duduk di depan tv. Dan tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari lantai atas dan menapak kaki di tangga. Dan itu ialah Haris, suami nya. Tanpa menyapa dia hanya lewat saja.
"secuek ini kah dia kepada ku?? tapi ya wajar aja sih, kan aku bukan siapa-siapa , istri hanya lah status di depan orang.. "gumam Lana
Karena bosan, Lana langsung menuju taman belakang rumah. Di sangat indah, pemandangan yang terbentang luas dan di sana juga ada kebun sayur-sayuran. Lana yang penasaran dengan kebun itu, langsung menuju sana.
"ada yang bisa di bantu nona?? " tanya salah satu tukang kebun di situ.
"e.. eh.. iya.. "kata Lana yang sedikit kaget karena tukang kebun itu berasal dari belakang nya.
"sila kan nona.. " kata nya lagi
"ini kebun punya mama Lidia ya..?? "tanya Lana yang masih penasaran.
"tentu nona.. keluarga ini gak pernah beli sayur di luar nona, melain kan sayur segar yang baru di petik langsung dari kebun ini.. " kata tukang kebun itu.
"oh gitu.. " jawab Lana
"nona mau yang mana?? biar saya ambil kan... di arah sana ada kebun anggur, jeruk ,stroberi dan banyak lagi.. "kata tukang kebun itu menunjuk arah timur
"gak perlu, biar saya lihat sendiri.. " kata Lana
"tapi nona.. "kata tukang kebun itu yang tidak enak dengan majikan baru nya.
"biasa aja.. lagian saya mau keliling kebun ini.. " kata Lana
"baik nona.. "jawab tukang kebun itu.
Lumayan lama, Lana mengitari kebun tersebut dan sambil menikmati buah-buah segar di sekeliling rumah nya. Dan ternyata kebun itu lumayan luas, sehingga membuat Lana kelelahan.
"aduh, capek juga ya!? " kata Lana yang duduk di kursi bawah pohon.
"non Lana... "panggil bik Sopi
"iya bik?? ada apa?? "tanya Lana
"tuan Haris menyuruh non Lana segera mengemas kan barang-barang nona. " kata bik Sopi
__ADS_1
"ada apa bik?? saya di usir?? " tanya Lana kaget
"kata tuan Haris, non Lana di suruh pindah ke apartemen nya tuan Haris..." kata bik Sopi
"apartemen?? " tanya Lana yang agak kaget
"iya non.. " kata bik Sopi
Lana pun segera masuk ke dalam rumah dan langsung mengemas kan barang-barang nya. Setelah semua nya selesai, Lana langsung turun ke bawah membawa sebuah koper pakaian nya.
"loh... Lana kamu mau kemana?? " tanya bu Lidia yang baru saja keluar dari kamar nya.
"ke apartemen nya Haris ma.. " jawab Lana
"kok buru-buru?? mama aja gak tau kalo kalian mau pindah.. "kata bu Lidia yang kaget.
"tadi bik Sopi yang bilang ma.. "kata Lana
"Bener-bener ni anak.. "kata bu Lidia yang langsung menelpon ke ponsel Haris.
"hallo Ris..."
"kok kamu gak bilang sama mama kalo kalian mau pindah?? "
("ya maaf ma.. soal nya kan lebih bagus kami mandiri kan?!")
"tapi gak secepat ini Ris ..."
("ma.. aku tu udah nurut kemauan mama, jadi please!! biar kan Haris mandiri.. ")
"oke.. kalo itu emang alasan mu.. tapi awas ya kalo ada apa-apa yang terjadi sama Lana.. "
("iya.. iya... udah dulu ma.. o iya suruh Andri yang antar Lana ke apartemen ku..")
"kok andri?? emang nya supir mu mana??
("lagi cuti ma.. ")
"ya udah, ntar mama juga ikut ke apartemen mu.. " kata bu Lidia langsung menutup sambungan telepon nya.
__ADS_1
πππ
Sementara di lain tempat, Haris lagi makan siang bersama Riana, yang tak lain adalah wanita yang masih berstatus sebagai pacar nya sampai saat ini walau pun sudah menikah.
"sayang.. aku gak ngerti kok bisa kamu menikah dengan wanita seperti Lana?? " kata Riana kepada Haris.
"itu semua mama yang mau sayang, kalo seandainya aku gak mau ngikutin apa yang mama mau, aku bakal di gak di anggap sebagai anak nya lagi, dan satu hal lagi yang gak mungkin kau suka.. "kata Haris.
"apa?? mama akan menarik semua perusahaan ku dan akan di serah kan semua kepada adik ku.. "kata Haris.
"terus.. kalo kayak gini aku gimana?? apa aku harus pergi dari hidupmu?? sementara aku adalah pacar sungguhan mu.. dan wanita sial itu hanya perampas dan perusak hubungan kita??? " kata Riana sambil menangis.
"sssttt.. udah sayang!! aku janji aku akan meyakin kan mama, dan kita akan bersama.. "kata Haris.
"beneran?? " tanya Riana
"iya.. janji.. aku akan meyakinkan mama bahwa Lana itu wanita yang gak baik untuk aku... " kata Haris
"aku tu gak mau ngeliat kamu tersakiti yang kedua kali nya dalam hidup mu sayang.. sudah cukup masa lalu mu yang kelam.. jangan sampai sekarang kamu terluka karena Lana.. dia itu perempuan yang mengejar laki-laki yang punya harta.. kamu lihat sendiri kan?? kalo emang dia wanita yang baik-baik, gak akan mungkin dia mau menikah dengan mu karena uang, itu sama saja dia menjual diri nya demi uang... " kata Riana
"iya.. aku udah muak dengan perempuan seperti itu.. makasih ya sayang karena kamu menerima masa lalu ku.. " kata Haris.
flash back on :
Dua puluh tahun yang lalu, saat haris masih berusia empat belas tahun. Pada saat itu Haris remeja dan memiliki sifat yang sangat nakal seperti remaja lain nya. Kehidupan nya begitu bebas, saat ibu nya bercerai dengan ayah nya. Ibu nya sibuk dengan perusahaan nya dan di rumah Haris hanya di beri uang tanpa ada pantauan.
Pada suatu hari, ibu nya pergi ke luar negeri dan di rumah hanya ada Haris dan pelayan saja. Sementara adik nya yang masih berumur 2 tahun selalu di bawa ibu nya kemana-mana. Haris dan kawan-kawan membuat sebuah party remaja layar nya budaya barat. Bukan hanya party biasa, mereka juga meminum alkohol bersama-sama teman laki-laki dan juga perempuan berbaur tanpa batas.
"Haris... kita juga kedatangan tamu cantik-cantik " kata Brayen teman nya.
"oh ya..?? bagus dong..undang mereka masuk..!! "kata Haris
"teman-teman semua, mari kita berpesta seakan kita mati besok.. " kata Haris yang memegang mikrofon.
"kita mati besok... "jawab teman-teman nya.
Karena kondisi mereka yang sudah mabuk berat, tidak ada yang mampu pulang ke rumah masing-masing ,dan di sana mereka tidur dalam kondisi mabuk dan tidak tau mana lagi mana perempuan dan mana laki-laki. Saat hari sudah tinggi semua nya tersadar dari mabuk .
bersambung...
__ADS_1