
bertemu kembali..
"ngomong-ngomong.. makasih banget ya udah belain aku depan mama.. " Kata Haris yang membuat Lana heran dan mengerut kan kening nya, kemudian mengingat kejadian kemarin masalah baju yang jadi perdebatan antara ibu dan anak. Lana hanya senyum kepada Haris.
"Riana itu orang sangat baik, aku sudah lama mengenal nya, bahkan dari waktu masih SD, SMP dan SMA dan mungkin saja mama yang belum terlalu mengenal pribadi Riana, atau kamu yang gak berusaha mendekat mama sama Riana" kata Lana yang membuat Haris tertegun dengan kata-kata nya. Membuat Lana salah tingkah, ia takut akan di marah ole Haris.
"maaf.. akj gak ber maksud untuk... " kata Lana dan langsung di sela oleh Haris "iya gak apa-apa Lana, mungkin benar apa yang kamu bilang, selama ini aku gak pernah berusaha untuk mengenal Riana dengan mama.. "kata Haris membuat Lana menghembus kan nafas panjang nya, ia masih trauma dengan kemarahan suami nya yang tidak pernah menganggap nya sebagai seorang istri.
Lana hanya bisa tersenyum canggung sambil menuang kan nasi goreng di piring "mulai sekarang mungkin aku akan sering makan di rumah, soal nya masakan mu enak" kata Haris sambil beranjak menuju depan tv. Pujian itu membuat Lana seakan-akan melambung ke awan dan jantung nya berdegup kencang.
Lana sedikit kaget karena mendengar suara ponsel nya berbunyi, dan ternyata ada Lani menelpon nya. Dengan segera Lana mengangkat panggilan itu, ia kwatir akan ayah nya.
"Hallo dek.. ada apa?? "
"hallo kak.. gak aku kangen "
"ntar hari minggu kakak ke sana, mau di bawa kan apa?? "
"gak usah repot-repot kak.. aku cuman kangen kakak aja.. mama juga.. "
" iya...kakak juga kangen.. "
"kak.. bang Haris di ajak juga ya.. mama mau ketemu sengan dia.. "
"aduh.. gimana ya dek?? kayak nya belum bisa ikut eh, dia masih banyak kerjaan "
"yah.. padahal kita udah belanja banyak nih.. buat masak.. "
__ADS_1
"lain kali aja.. kalo udah gak sibuk lagi kakak akan bawa kok di ke sana.. "
"oke lah kalo gitu.. "
"iya.. udah dulu ya.. kakak mau mandi"
"oke kak.. "
"jaga diri baik-baik ya.. titip salam sama mama papa ya.. "
"iya kak.. daaaa"
"da... " Setelah menelpon adik nya Lana meletak ponsel nya di atas meja dan langsung menuju kamar mandi untuk kembali menyegar kan tubuh setelah penuh dengan keringat di bawah terik nya matahari kala siang itu.
Sangat mengaget kan bagi Lana ketika Haris tiba-tiba berada tepat di samping nya. Haris memandang Lana dengan penuh arti.
Lana bingung ternyata Haris mendengar tentang percakapan ia di telpon bersama adik nya, ia harus berkata apa?! "mmmm itu adik ku.. dia nanya apa aku bisa menemui keluarga ku bersama mu?? ya tentu saja aku bilang kamu gak bisa... emang aku harus bilang apa lagi ke dia?" kata Lana, mendengar Lana menjawab seperti itu Haris tampak berpikir.
"hari minggu ini aku gak sibuk juga gak ada kegiatan lain, aku bisa mengantar kan mu ke keluarga mu.. " kata Haris
"sebenar nya ada apa dengan dia?? kesambet setan ya?? atau sedang kesurupan jin yang baik " gumam Lana yang sangat heran melihat kelakuan Haris yang berubah menjadi keheranan atau mungkin karena dengan ada nya perjanjian tertulis.
πππ
flash back on (beberapa jam yang lalu):
Pagi yang di awali dengan haris yang gerimis, beberapa menit yang lalu Haris sudah terjaga dari tidur nya tapi masih belum beranjak dari tempat tidur nya. Dengan keadaan cuaca yang dingin dan berkolaborasi dengan bunyi rintik hujan adalah situasi yang sangat cocok untuk bermalas-malasan dan rasa nya ingin sekali untuk menarik selimut nya, dan melanjut kan tidur nya kembali.
__ADS_1
Lana yang selalu bangun awal, seperti nya sedang membuat sarapan di dapur. Bau masakan nya yang semerbak kini memenuhi seluruh ruangan apartemen. Haris yang tadi yang hanya bermalas-malasan di tempat tidur kini langsung bangkit karena perut nya keroncongan karena mencium aroma masakan Lana.
Semenjak di paksa oleh ibu nya untuk makan siang bersama, dari situ lah Haris seakan-akan candu dengan masakan nya Lana. Dan satu hal yang terbongkar dari Lana, dia pandai memasak ternyata.
Ketika bangun dari tempat tidur nya. Haris langsung mengambil ponsel nya di atas nakas, mengecek notifikasi yang mungkin masuk saat ia tidur. Ada satu hal yang membuat Haris tersenyum sendiri, yaitu ketika ada pesan singkat dari Riana, orang yang sangat spesial dalam hidup Haris. Haris langsung membuka pesan tersebut " morning kesayangan ku... sayang kayak siang ini kita gak jadi jalan-jalan deh.. soal nya aku ada meeting sama klien. Jangan lupa sarapan.. I love you.. " begitu lah pesan dari Riana. k
Melihat pesan itu membuat Haris mendecak agak kecewa, tapi ia sangat mengerti bahwa kerjaan juga sangat penting bagi kekasih nya itu. Haris meletak kan kembali ponsel nya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya dan setelah itu ia keluar dari dalam kamar nya dan pergi menuju dapur.
Dan benar saja sudah ada masakan di atas meja yang sudah di saji.Tapi cuman satu piring saja, membuat Haris mengernyitkan dahi nya heran.
"Lana... kok sarapan nya cuman satu?? "tanya Haris yang membuat Lana kaget dan memandang heran ke arah Haris.
"oh.. jadi kamu mau sarapan?? aku kira kamu langsung pergi seperti biasa nya "kata Lana. Haris mengangguk antusias , dengan senyuman manis "ya udah makan yang itu aja, biar aku ambil yang di sini" kata Lana menunjukkan sarapan yang ada di atas meja makan.
Haris langsung melahap makanan itu dan tidak salah lagi bahwa masakan Lana sangat enak. Ada penyesalan dalam diri Haris karena mengabai kan masakan Lana dari dulu.
Setelah selesai sarapan, tampak Lana yang sudah mengenakan pakaian rapi dan sepertinya ia akan pergi interview kerjaan.
"mau kopi atau teh??"tanya Lana kepada Haris namun Haris menggeleng kan kepala nya.
"aku ada meeting pagi ini, jadi harus berangkat lebih awal" kata Haris yang melihat jam di pergelangan tangan nya dN langsung mengambil tas kantor nya dan langsung berangkat.
"Lana, aku berangkat dulu.. " kata Haris, dan kelihatan nya Lana sangat kaget ketika Haris berpamitan dengan nya.
bersambung..
jangan lupa, like, comment and vote nya..
__ADS_1