Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 35


__ADS_3

bertemu kembali..


Mendengar pertanyaan itu Lana terdiam dan sebenarnya ia tidak ingin membuka identitas diri nya namun apa boleh buat karena bu Linda adalah salah satu orang yang mengenali diri nya.


Ia sudah bersusah payah mengubah penampilan nya untuk mengelabui banyak orang, namun masih saja ia gagal.


Mau tidak mau ia harus menjawab pertanyaan dari bu Linda, dan ia takut identitas nya terbuka di kalangan karyawan perusahaan baru yang ia bekerja.


"cerita nya panjang bu... " kata Lana menghembus kan nafas panjang qdan mulai menceritakan semua tentang kejadian yang menimpa keluarga besar nya.


"maaf kan saya bu, saya turut prihatin dengan apa yang sudah menimpa keluarga ibu.. " kata bu Linda.


"terima kasih banyak bu.. dan saya mohon bu untuk jangan membocorkan identitas saya yang sebenarnya.. " kata Lana


"baik lah bu.. dan maaf atas kelancangan saya yang barusan bu.. " kata bu Linda yang tidak enak hati mengenai kelancangan nya.


"tidak masalah bu, walaupun sebelumnya kita merupakan patner bisnis.. tapi sekarang saya merupakan bawahan ibu, dan ibu adalah atasan saya " kata Lana


"tapi bu.. saya tidak enak dengan sikap saya" kata bu Linda yang masih tidak enak hati.


"dalam pekerjaan kita harus profesional bu.. dan saya harap itu terjalin antara kita.." kata Lana dengan senyuman.


"baik lah.. saya sangat kenal dengan ibu Lana.. dan saya akan menggunakan keprofesionalan itu.." kata bu Linda.


"baik bu.. terima kasih!! " jawab Lana


"baik lah.. bu Lana ini adalah kontrak kerja nya, yang di map biru ini merupakan segala bentuk aturan perusahaan ini yang harus anda patuhi. Sila kan di baca dengan teliti, jika sudah selesai silahkan tanda tangan anda di bawah ini!! " kata bu Linda

__ADS_1


Setelah beberapa saat Lana membaca nya "ini bu saya sudah selesai!! " kata Lana , bu Linda memeriksa dan memastikan semua nya.


Beliau tersenyum dan berdiri dan mengulur kan tangan nya " Selamat datang di perusahaan ini Lana.. dan saya harap kita akan bisa bekerja sama, mari saya antar kan kamu ke meja mu.. " kata Linda dan langsung melangkah di ikuti oleh Lana menuju ruang kerja para karyawan. Di sana ada Sri yang nampak tersenyum senang, di ikuti oleh Fitria, Novia dan juga Jana.


" Lana, ini tim kamu dan saya yakin kalian sudah saling kenal satu sama lain!! " kata bu Linda memandang mereka bergantian. Lana mengangguk kan kepala nya dan tersenyum.


" ya sudah.. Sri akan menjelas kan semua pekerjaan kamu.. dan Sri ajari Lana sampai paham.. dan jangan galak-galak!! "kata bu Linda, Lana hanya tersenyum dan menganggukan. Beliau pun langsung melangkah meninggal kan mereka berlima.


"masalah itu gampang!! " kata Sri mengedip kan mata.


πŸ“πŸ“πŸ“


Tak terasa dari pagi mereka bekerja, kini hari sudah siang. Para karyawan pun pada istirahat.


"Lana ..makan siang yuk!! " ajak Sri.


"emmm.. maaf banget Sri.. bukan nya nolak.. aku lagi jalani program diet..!! " kata Lana


Lana terpaksa berbohong, yang sebenarnya ia tidak membawa uang dompet nya ketinggalan di rumah saat ia buru-buru meninggal kan unit nya.


dret.. dret.. ponsel nya berbunyi dan ada sebuah pesan yang masuk dan itu milik Idris.


πŸ“©" Lan.. perusahaan Latief sudah di ganti nama menjadi St'family.. dan identitas nya sudah sebagian dapat.. tinggal sedikit lagi.. semua nya kelar...!! " begitu lah isi pesan nya


Tanpa membalas Lana hanya menghembus kan nafas, lagi-lagi Lana hanya bisa menyaksikan. Sial!! Lana mengumpat dalam hati nya. Karena asyik dengan lamunan nya, tak terasa jam istirahat sudah lewat.


Mengenai pekerjaan, menurut Lana itu tidak sulit dan malah menyenakan. Sekarang tepat nya tinggal dua jam menuju jam pulang, Lana yang asyik dengan pekerjaan nya sedikit terganggung dengan getaran ponsel nya di atas meja sebelah komputer nya. Lana langsung membuka sebuah pesan, siapa tau penting, pikir nya.

__ADS_1


πŸ“© Haris : "gimana rasa nya hari pertama kerja? "Lana tersenyum melihat pesan tersebut.


πŸ“© Lana : "lumayan lah!! " balas Lana, rasa seakan-akan ketika pesan itu masuk ke ponsel nya, itu lah yang di rasa kan oleh Lana. Menunggu balasan! seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta, tersenyum sendiri dan gelisah menunggu balasan.


πŸ“© Haris : "mau di jemput?? " tawaran itu membuat Lana kegirangan, jika ia tak memikir kan pekerjaan nya mungkin ia akan melompat ria layak nya anak kecil menerima hadiah.


πŸ“© Lana : "kamu gak jemput Riana? " tapi bukan nya menerima tawaran itu, ia malah menolak nya tidur secara langsung. Entah kenapa kalimat itu yang terlintas di benak nya dan ia hanya menggigit bibir nya ketika ia mengirim pesan itu, penasaran apa balasan nya.


Sementara di lain tempat, Haris termenung di kantor nya. Yang jelas di pikiran nya masih memikirkan Riana.


Berpura-pura baik setelah mengetahui tentang suatu kebohongan itu sangat sakit, apa lagi bila itu seseorang yang kita sayang. Bohong bila mengetakan bila kita baik-baik saja setelah mengetahui semua tentang pengkhianatan itu.


Seperti hal nya Haris, pada saat ini. Setelah mengetahui kebohongan tentang Riana, beberapa hari ini ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Walau bagaimana pun Riana tetap lah seorang wanita yang selalu menemani nya saat ini. Dan Riana adalah gadis kesayangan bagi Haris, yang tidak pernah membuat ia bosan saat dekat dengan nya.


Selama dua tahun mereka berpacaran, tidak pernah terjadi hal apa pun di hubungan nya atau pun di perusahaan nya. Semua nya baik-baik saja, Riana tidak pernah bersikap kasar atau pun meminta apa pun yang berbentuk uang.


Haris masih tidak mengerti apa maksud nya Riana ingin menguasai harta nya. Dalam waktu dua tahun itu, waktu nya begitu lama, dan pergerakan nya begitu lambat. Jika dengan alasan karena ibu nya Haris membenci Riana, tapi itu pasti ada alasan nya. Haris sangat kenal ibu nya seperti apa.


Sekarang Haris mulai paham dengan keadaan ini, ini bukan lah ulah Lana seperti yang di kata kan oleh Riana. Walau pun Haris masih belum begitu yakin dengan Lana, tapi sejauh ini Lana bukan lah type orang yang sanggup memanfaat kan orang lain. Dan kini hadir perasaan akan kekhawatiran nya terhadap Lana di tempat kerja baru nya.


Haris kini melirik kembali ponsel nya, karena beberapa saat yang lalu ia mengirim pesan singkat kepada istrinya.


Ada rasa keraguan dalam diri nya saat mengirim pesan pertama, sekitar 3 menit ia menunggu balasan dari istri nya. Ia begitu gelisah menunggu jawaban itu.


"apa dia sibuk? apa kerjaan nya banyak? " gumam Haris beberapa kali memandang layar ponsel nya dan belum ada notifikasi dari istri nya.


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like, comment and vote nya!!


πŸ’πŸ’πŸ’


__ADS_2