Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 37


__ADS_3

...bertemu kembali......


🐜🐜🐜


"hai Lan.. ayo kita pulang!!" ajak Rama


"mmm... kamu duluan aja pulang nya.. soal nya aku bareng sama suami aku...barusan dia kirim pesan singkat " kata Lana


Lana menolak tawaran dari Rama secara halus. Namun, Rama tetap menemani Lana sambil mengobrol bersama. Walaupun baru sehari mereka sangat akrab di tambah lagi Rama orang nya asyik dan nyaman di jadi kan teman bercerita. Rama orang yang termanis dan teramah yang pernah Lana kenal. Ketika bersama nya terasa hanyut dalam suasana.


"bye the way .. suami kamu udah ngabarin?? udah lebih dari setengah jam loh kita di sini.. " kata Rama


"mungkin macet.. atau apa gitu... " kata Lana yang sebenar nya sudah gelisah menunggu Haris walaupun dia tampak menikmati obrolan nya dengan Rama. Hanya saja ia tidak ingin menunjukkan kegelisahan nya terhadap Rama.


"coba telpon dulu.. kalo gak.. gimana kalo kamu bareng aku lagi pulang nya?? " kata Rama


"aku nunggu sebentar lagi... kalo kamu mau pulang gak papa.. duluan aja Ram..." kata Lana, dia tidak enak dengan Rama yang mengunggu nya walau pun sebenarnya ia merasa sedikit tenang jika ada Rama.


"Lan... maaf ya kalo kamu nunggu soal nya tadi ada sedikit masalah di kantor.. " kata Haris dan suara itu bersumber dari arah samping kursi yang di duduki oleh Lana dan Rama.


" oh iya gak papa.. soal nya aku nunggu nya belum terlalu lama kok... " kata Lana mencoba mengurangi rasa bersalah Haris yang terlihat jelas di raut wajah nya. Tapi raut wajah itu berubah seketika, setelah Haris memandang seseorang yang di samping Lana. Ia melayang kan tatapan tidak menyenangkan dan itu menyadar kan Lana bahwa diri nya belum mengenali Rama kepada suami nya.

__ADS_1


"o iya.. Haris.. ini kenalin Rama, tetangga kita yang tadi aku bilang apartemen nya tepat di samping unit kita.. " kata Lana mencoba membuyar kan suasana. Namun kedua pria itu saling diam dan bertatapan membuat Lana bingung dengan situasi yang sulit di pahami oleh nya. Apa mereka saling kenal atau sebaliknya? itu lah pertanyaan yang timbul di benak Lana.


"oooo.. jadi ternyata anda lelaki yang tega membiar kan wanita cantik seperti Syalana menunggu lama?? sangat tidak asyik sekali anda.. " kata Rama dengan nada yang begitu sarkas sehingga membuat Lana heran. Dan ekspresi Rama juga berubah 360 derajat.


Sementara Haris menanggapi itu dengan senyuman miring yang menanda kan sangat tidak bersahabat.


"ternyata anda masih hidup ya... dan sekarang menjadi tetangga kami.. saya kira anda sudah lama di telan Bumi... sejak kapan anda pulang ke kesini?? " kata Haris kepada Dimas. Dimas menaikan sebelah alis mata nya. Tangan nya di masukan ke saku celana nya sambil memandang ke arah Haris seolah-olah meneliti semua penampilan Haris.


"jadi sekarang anda sudah menikah dengan daun muda?? sangat beruntung sekali anda...sangat di salutkan sekali !! "kata Rama dengan ekspresi seolah-olah ia sangat kecewa. Melihat itu Haris tertawa sambil memukul bahu Rama.


"what?? mereka saling kenal?? " gumam Lana sambil menaikan alis mata nya sebelah melihat mereka saling berpelukan dan tertawa. Lana mengusap kan dada nya, dia sedikit lega karena bukan pertengkaran yang terjadi.


"gila.. apa kabar bro?? kau kapan pulang?? kiraiin udah amnesia... sampe betah banget di luar negeri.. " kata Haris


"loh... kalian saling kenal ya?? " tanya Lana, entah kenapa kalimat pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut nya secara spontan. Rama dan Haris langsung menatap Lana dengan bersamaan.


"o iya Lan...ini Rama, teman aku waktu sekolah.. terus di pertengahan sekolah dia pindah ke luar negeri... "kata Haris dan Rama tersenyum manis seperti biasa nya.


"iya Lana.. jadi kamu ini istri muda nya Rama.. ternyata dunia ini emang gak luas-luas amat ya..?!" kata Rama sambil terkekeh renyah seperti biasa, Lana mengangguk kan kepala nya dan tersenyum.


Haris menatap jam di pergelangan tangan nya " ngomong-ngomong.. hari udah sore ni.. kita pulang dulu ya Ram.. apa kau mau bareng kita aja atau gimana?? " tanya Haris kepada Rama yang seolah-olah mengerti dengan raut kelelahan di wajah Lana.

__ADS_1


" makasih banget ni tawaran nya... tapi aku bawa mobil kok... oh ya.. kalo besok-besok kau repot.. biar Laba pulang nya bareng aku aja... " kata Rama menolak ajakan Haris.


Haris tersenyum menatap Lana "gak usah.. aku gak repot kok!! " kata Haris


Mereka pun pergi menuju parkiran dan terpisah ketika memasuki mobil masing-masing. Namun Rama kembali keluar menuju kantor seperti nya ada barang nya yang ketinggalan.


"udah lama kenal sama Rama?? " tanya Haris kepada Lana yang berada dekat sekali dengan wajah Lana. Haris sibuk membantu Lana memasang seatbelt pada Lana, padahal Lana tidak meminta nya. Dan sekarang wajah mereka saling tertatapan dengan jarak sekitar 2-3 centi meter.


Aroma permen kiss serta hangat nya hembusan nafas Haris begitu terasa di wajah Lana. Jangan kan mau menjawab pertanyaan dari Haris, untuk bernafas saja Lana sangat kewalahan.


Kerna gugup, Lana menggigit bibir bawah nya, ia tidak berani untuk menatap wajah tampan seorang Haris Mahendra. Sehingga beberapa saat kemudian bibir Haris menempel sempurna di bibir Lana.


deg.. deg...!! jantung Lana berdegup kencang dan langsung berhenti seketika Haris mulai mengganti kan posisi gigi bawah nya menggigit bibir Lana dengan sangat lembut. Dan lidah Haris secara perlahan memasuki mulut rongga mulut Lana seolah-olah ia menganjak Lana untuk beradu bersama. Dalam beberapa saat, Haris melepas kan ciuman itu dan Haris menghembus kan nafas nya di wajah Lana, membuat Lana berkedip seketika.


"nafas Lana.. nafas!!" kata Haris membuat Lana tersadar dan langsung menghirup udara sebanyak-banyak nya. Melihat Lana berekspresi seperti itu, Haris langsung terkekeh. Kemudian Haris kembali mencium bibir Lana dengan lembut.


"kalo kamu gak mau terjadi yang aneh-aneh, stop gigit bibir bawah mu di depan ku apalagi di depan laki-laki lain.. paham kan?? " Kata Haris dengan nafas yang masih sama-sama terengah-engah setelah ciuman panjang yang membuat tubuh Lana seakan-akan mati rasa.


Lana hanya bisa termangguk-mangguk. Haris mengusap bibir Lana dengan lembut yang terasa sedikit kebas dan sudah pasti basah " Lana bibir mu manis.. aku suka !!" kata Haris.


bersambung..!!!

__ADS_1


jangan lupa like, comment and vote nya readers...


__ADS_2