
bertemu kembali...
" ya sudah.. intinya mama gak suka kamu masih dekat sama Riana, Haris?? ngerti kamu?? " Haris hanya bisa menganggukan kepala nya lesu dan ia bangun dari tempat duduk nya dan melangkah ke dalam kamar nya. Haris memandang ke arah Lana dalam beberapa saat setelah mendengar pembelaan tentang diri nya. Tapi Lana tidak begitu peduli, mungkin saja itu karena kebetulan. Toh !!selama ini dia tidak pernah bersikap baik layak nya seorang pasangan terhadap Lana. Jadi, ya cuek-cuek saja, karena itu lebih pantas.
"Lana.. kamu masak gak?? mama lapar ni? "tanya bu Lidia
"masak kok ma.. "jawab Lana dan dengan segera ibu Lidia menghampiri meja makan.
"wah.. kelihatan nya enak ni...Lana mama makan di sini ya..?? "kata bu Lidia.
"iya ma.. boleh dong!! " jawab Lana tersenyum senang.
"aduh.. menantu mama rajin masak ya.. "kata bu Lidia memuji Lana.
"makasih ma, sebentar ya ma.. biar Lana ambil kan piring sama nasi nya" kata Lana
"Haris!!! Haris cepat sini ayo kita makan siang.. " kata bu Lidia memanggil Haris
Lana berbalik dan melihat suami nya sudah berpakaian santai dan segera menuju arah meja makan. Lana sedikit gugup karena sebelumnya Haris pernah mengatakan bahwa ia sangat jijik dengan makanan yang Lana masak.
Ini lah pertama kalk nya Lana melayani makanan suami nya layak seorang istri setelah mereka resmi menjadi pasangan suami istri, ada rasa berdebar di dada nya.
Saat di meja makan, mereka semua hening tidak ada yang membuka pembicaraan nya. Sesekali Lana melirik ke arah Haris untuk melihat bagaimana ekspresi nya Haris memakan masakan Lana, dan ternyata Haris sangat lahap makan masakan Lana.
"Ris, kapan kalian pindah ke rumah kalian sendiri?? apartemen gak cocok buat orang yang sudah berkeluarga seperti kalian.. apa lagi kalo kalian sudah mempunyai anak dan otomatis emang sangat gak baik buat perkembangan anak... " kata Bu Lidia saat bersantai di depan tv setelah makan siang tadi.
Seperti nya hari ini Haris libur berkerja. Dia tampak sangat santai dengan kaos oblong warna abu-abu dan celana pendek warna hitam.
"iya ma.. aku emang lagi cari rumah yang pas buat kami.. " kata Haris yang membuat Lana hanya mengernyitkan dahi nya, Lana paham sekali bahwa Haris tidak serius.
__ADS_1
"iya ma.. aku juga masih betah dengan situasi di sini.. gak perlu buru-buru ma.. ntar kalo kami udah gak betah baru pindah ke rumah.. "kata Lana dengan lembut nya.
"iya deh kalo gitu.. ya udah Mam pulang dulu ya.. udah mau sore" pamit ibu mertua Lana
"biar Haris yang antar mama" Kata Haris menawar kan diri
"gak udah.. mama naik taxi aja.. kamu di rumah temanin Lana" kata bu Lidia
πππ
Haris sungguh tidak menyangka kalau Lana bisa menutup ke salahan nya. Atau kah Lana tidak seburuk yang Haris pikir?!
Sesudah bu Lidia pulang, Lana dan Haris duduk bersama untuk membahas tentang perjanjian yang tadi siang Lana rencana kan.
Ketika Lana sedang asyik membaca point-point yang ada di dalam surat perjanjian itu dalam diam Haris memperhatikan setiap kedipan mata Lana. Haris betah melihat itu, kening nya yang kadang berkedut, mungkin meragu kan setiap point yang tertulis.
"oke.. aku setuju... "kata Lana yang menyadar kan lamunan Haris yang sedang menatap diri nya "apa yang salah dengan ku?? mata nya lucu.. ah.. yang benar saja.. "gumam Haris.
"kamu jangan kwatir, aku sudah dapat kerjaan dan mulai bulan depan aku bisa mencicil utang ku.. " kata Lana yang membuat Haris terkejut, karena dengan cepat nya ia mendapatkan pekerjaan.
"kau kerja di mana?? " tanya Haris penasaran
"di kantor teman ku"jawab Lana
"oke sekarang udah malam.. kalo gitu, aku ke kamar dulu... " kata Haris yang langsung menuju kamar nya.
Mengingat kan karna memang dari awal mereka tidur nya pisah kamar.
π°π°π°
__ADS_1
Waktu malam telah berganti, kini saat nya sang mentari kembali bertugas untuk menyinari bumi nan indah. Lana dengan semangat nya bangun awal, ia segera merapikan rumah dan memasak karena siang nanti ia akan pergi ke kantor di mana tempat ia melamar pekerjaan.
Hari tak terasa kini sudah siang, sang mentari pun bersinar terik, seakan-akan melemah kan semangat setiap para pejuang kehidupan tapi itu tidak akan bisa mengahalangi Lana.
Bukti nya siang itu Lana sudah berada di ruang HRD PT.GMc perusahaan yang dimana tempat Rama bekerja. Ketika interview ,Lana di terima di perusahaan tersebut menjadi bagian keuangan, Lana begitu girang dan seakan-akan ingin berteriak sekencang-kencang nya.
Lana sangat bertekad untuk mentraktir Rama saat gaji pertama nanti, tanda terima kasih yang tak terhingga. Sungguh sangat senang bukan?! bila bertemu dengan teman sebaik Rama.
"baik lah Syahlana.. semoga anda betah kerja di sini dan ke depan nya kita mohon kerjasama nya dalam pekerjaan mau pun tim kerja. "kata Pak Manager perusahaan dan berjabat tangan dengan Lana. Lana pun membungkuk dengan sopan dan berpamitan untuk pulang.
Hari sudah menjelang sore baru Lana sampai di apartemen dan ia kaget ketika membuka pintu ada Haris lagi duduk di depan tv.
"dari mana?? " tanya Haris tanpa melihat ke arah Lana
"habis interview kerjaan.. kamu udah makan?? " tanya Lana
"belum.. buat kan aku nasi goreng seperti sarapan tadi pagi.. " kata Haris
"oke.. "jawab Lana singkat ,ia meletak kan tas nya dan langsung menuju dapur.
"wawancara kerja di mana?? "tanya Haris sehingga membuat Lana kaget. Ternyata Haris lagi mengambil minuman dingin di kulkas.
"GMc..."jawab Lana jawab sewajar nya saja karena Haris pernah mengatakan bahwa ia jijik akan suara Lana.
" diterima?? " tanya Haris yang sedang bersandar di kulkas dan menghadap ke arah Lana.
Lana mengernyitkan dahi nya dan hanya mengangguk kan kepala nya, Lana begitu heran melihat sikap Haris yang tidak seperti biasa nya. Kemudian Lana mengangguk antusias lagi, ia begitu bangga karena bisa di terima di perusahaan besar seperti GMc. Melihat itu, Haris hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya. Dan itu berhasil membuat Lana terpesona.
"sial... apa yang ada di dalam kepala mu Lana.. stop!! dia hanya senang mendengar kan bahwa kamu udah punya pekerjaan dan akan mampu membayar utang mu.. kesalahan mu tetlalu banyak bila kau gak melepas kan dia.. " gumam Lan
__ADS_1
bersambung...