Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 39


__ADS_3

...bertemu kembali!!...


πŸ‘’πŸ‘’πŸ‘’


Sang mentari sudah mulai menampakan keindahan nya. Lana pun sudah siap dengan pakaian rapi nya. Masih seperti biasanya ia selalu menyiap kan sarapan untuk sang suami.


Namun, pagi itu ada hal yang berbeda dari Lana, tidak seperti biasa. Sejak Haris duduk di meja makan, Lana tidak berani menatap ke arah mata Haris.


"duh... lihat lah pipi mu Lana.. kenapa bisa jadi kayak gitu... pipi merah merona.. aku tergoda.. sangat tergoda.. " gumam Haris sambil menyantap sarapan nya.


Setelah pakaian yang di kena kan oleh Lana masih seperti biasa. Pakaian yang di pakai nya jauh dari kata modis, malah terkesan norak di mata Haris. Mungkin Haris akan memprotes bila Lana mengenakan pakaian yang lebih ketat dan terkesan sexy pasal Haris tidak rela bila ada orang lain yang menikmati keindahan tubuh istri nya walau pun hanya sebatas pandangan mata.


Sisi keegoisan seorang Haris sudah mulai mendominasi pikiran nya sedikit demi sedikit. Entah kenapa di dalam pikiran nya selalu saja terbayang kemolekan tubuh Lana yang semalam ia lihat.


" kau kenapa?? sakit yah?? " tanya Haris dengan sengaja memulai percakapan di pagi hari.


"g.. gak...k " jawab Lana dengan gugup nya tanpa memandang ke arah Haris. Haris senang melihat ekspresi Lana, menurut nya itu sangat lucu dan mempesona di mata nya.


"tapi.. kok pipi mu memerah gitu sih?? "tanya Haris yang berhasil membuat Lana tersedak air minum yang sedang di minum nya.."huk.. huk... " Haris langsung menyodorkan kotak tisu ke arah nya.


"aku gak papa.. aku duluan berangkat.. jangan lupa pintu nya di kunci.. " kata Lana yang terburu-buru mengambil tas nya dan langsung pergi. Haris hanya mengulum senyum nya saat melihat tingkah Lana yang lucu menurut nya.


"ntar pulang aku jemput!! " teriak Haris tanpa harus menoleh ke arah Lana. Langkah Lana seketika berhenti " iya!! " jawab Lana singkat namun terdengar gugup dan ia langsung menerus kan langkah kaki nya.


"kayak yang ada hobi baru kalo buat aku senang di rumah... ya menggoda nya.. " kata Haris ngomong sendiri sambil cekikan.


Pada hari itu ada meeting penting di kantor Haris bersama kolega penting dalam perusahaan nya. Ketika sampai di di kantor terlihat Yuki sangat sibuk menyiapkan berkas untuk keperluan meeting nya Haris. Saat baru saja sampai, ponsel Haris berbunyi. Haris meletakan tas nya dan duduk di kursi nya. Setelag beberapa saat ponsel nya pun tetap saja berbunyi, ia melihat ada Riana yang menghubungi nya dan itu sangat mengganggu pagi nya yang cerah.

__ADS_1


πŸ“ž "hallo, ada apa sayang?? " ujar Haris dengan lembut.


πŸ“ž "kok lama sih angkat telepon nya?? " tanya Riana yang terdengar kesal. Haris memang dengan sengaja mengabai kan panggilan dari Riana sejak pagi.


πŸ“ž"maaf sayang.. tadi lagi di jalan.. terus ponsel aku silent.. "kata Haris


πŸ“ž"huh... kamu udah sarapan?? " tanya Riana


πŸ“ž "udah kok!! kamu udah sampe di kantor?? " tanya Haris.


πŸ“ž "udah.. ni baru nyampe... oh iya.. ntar siang jadi kan ke butik?? " tanya Riana


πŸ“ž"jadi dong... "jawab Haris


πŸ“ž "ntar kamu jemput ya...?!" kata Riana


πŸ“ž "oke sayang... kerja nya yang semangat ya... i love you... " kata Riana


πŸ“ž "iya.. love you too... " kata Haris dan langsung mematikan sambungan telepon nya.


Haris hanya terkekeh sendiri mendengar sandiwara nya bersama Riana. Andai saja Riana tidak berniat menyakiti nya mungkin ia tidak akan bersandiwara terhadapan Riana.


Haris mendesah dan meletakan ponsel nya di atas meja nya dengan sedikit kasar. Ia mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya karena semua itu tidak lah mudah bagi nya untuk berpura-pura tidak tau tentang niat Riana kepada nya.


Tok.. tok.. suara pintu membuyar kan lamunan nya dalam keheningan. Ternyata itu Yuki masuk dengan membawa beberapa berkas di tangan nya.


"permisi bapak Haris!! saya hanya sekedar mengingat kan bapak bahwa setengah jam lagi meeting akan segera di mulai bersama klien penting dalam perusahaan ini yaitu Pak Rahman ..ini semua berkas yang bapak butuh kan sudah saya siap kan... " kata Yuki dan Haris hanya mengangguk kan kepala nya dan ia langsung mengecek semua berkas yang sudah di siap kan oleh Yuki.

__ADS_1


"baiklah.. kalau begitu kita berangkat sekarang.. lebih cepat lebih baik.. " Kata Haris kepada Yuki. Yuki pun segera mengikuti belakang Haris dan bergegas pergi. Meeting kali ini memang tidak terlalu formal namun posisi pak Rahman Pewangsa adalah salah satu orang yang sangat perperan penting bagi perusahaan Haris.


Dalam beberapa saat kemudian, Haris dan Yuki pun sampai di sebuah restoran mewah. Di sana ternyata pak Rahman belum sampai di sana. Tempat meeting yang sudah di pesan oleh Haris belum ada orang.


"permisi!! maaf membuat anda menunggu lama pak Haris Mahendra.. "suara yang penuh wibawa dan sangat familiar membuat Haris dan Yuki langsung berdiri dan menghadap ke arah sumber suara itu berasal. Ketika menoleh Yuki tampak begitu kaget begitu juga dengan Haris melihat siapa yang datang bersama Pak Rahman.


" oh iya Pak Haris, ini Ruben Permana, dia lah yang akan menangani kerja sama antar perusahaan kita ke depan nya..Karena mungkin ke depan nya saya lebih banyak akan menemani istri saya di Singapura "kata pak Rahman


"sial...!!!! sial...!!!manusia sialan...!!! "Haris mengumpat dalam hati nya. Begitu juga Yuki yang nampak tegang. Ruben menyodorkan tangan nya kepada Haris.


"seperti nya kita pernah bertemu sebelaum nya kan?? " tanya Ruben sambil menyodorkan tangan nya kepada Haris. Sebisa mungkin Haris menahan emosi nya, ia berusaha tersenyum manis dan membalas jabatan tangan itu dengan hangat.


"teman nya Riana?? " tanya Haris dan Ruben mengangguk kan kepala nya.


"seperti nya kalian sudah saling mengenal ya?? " tanya Pak Rahman dengan antusias.


"tepat sekali... kebetulan Ruben ini adalah sahabat dari calon istri saya.. " kata Haris tersenyum. Kata-kata itu sukses mengubah raut wajah Ruben tersenyum namun mengeras rahang nya.


"sangat kebetulan sekali... kalau begitu semua pasti akan menjadi mudah... " Kata Pak Rahman dan mereka hanya menanggapi nya dengan senyuman.


Haris dengan sengaja memancing emosi Ruben, tapi nampak nya itu berhasil. Ruben nampak nya sangat marah walau pun ia berusaha tersenyum ramah namun aura kemarahan masih terpancar dari raut wajah nya. Yuki terlihat menatap tajam ke arah Ruben, namun itu tidak tidak di tanggapi oleh Ruben.


Jika ada orang memulai suatu masalah dengan Haris, maka tidak ada istilah nya pergi tanpa menyelesaikan nya terlebih dahulu. Dan Haris bukan lah type orang yang bisa mengalah bila orang lain mengusik hidup nya.


🐰🐰🐰


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like and comment nya!!


__ADS_2