
bertemu kembali...
πππ
"mana mungkin aku bisa mengecewakan tante, setelah tante menolong keluarga ku?! " kata Lana membalas pelukan hangat dari tante Lidia
"semoga hidup mu selalu bahagia nak.. " kata tante Lidia
"amin.. makasih tante "jawab Lana
"kalo kamu gimana Fat?? " tanya tante Lidia
"aku sebagai orang tua dan mewakili suami ku, ter serah anak nya saja.. kalo dia mau aku mau berkata apa?? yang penting dia harus mengambil keputusan yang matang... " kata bu Fatimah
"makasih Fat..aku yakin dengan per jodohan ini keluarga kita akan ter jalin kembali... " kata tante Lidia
" iya.. kita doa kan aja semoga hubungan mereka ber jalan lama dan baik-baik aja sampai kapan pun " kata bu Fatimah
Suasana yang tercipta begitu mengharukan. Lana dengan lapang dada menerima semua nya, tanpa ada keluh kesah pada saat ini. Tapi tidak tahu untuk ke depan nya bagaimana. Ia berharap jangan sampai terjadi yang tidak di ingin kan.
"Kalau begitu, mungkin minggu depan tante akan ke sini lagi. Menentukan kapan tanggal pernikahan kalian... " kata tante Lidia
"Iy tante... " jawab Lana
"kamu jaga kesehatan ya Lana, jangan sampai kamu kecapean waktu bersanding nya... " kata tante Lidia
" iya.. pasti tante.. " jawab Lana
"Fat, aku titip calon menantu ku ya.. " kata tante Lidia kepada bu Fatimah
"iya.. pasti di jaga kok.. kamu jangan kwatir..!! " kata bu Fatimah
Pertemuan hari itu hanya sampai di situ saja. Untuk rencana selanjut nya akan di bahas minggu depan. Hati begitu berdebar dan penasaran akan bagaimana sosok yang akan menjadi jodoh nya, itu lah yang di rasa kan oleh Lana.
"na.. kamu yakin dengan semua ini?? " tanya Naida
"kenapa Nai?? "tanya Lana
"kamu dengar kan?? bahwa yang mau jadi jodoh kamu itu usia nya terpaut jauh tua dari kamu na... " kata Naida
"iya.. aku tau Nai.." kata Lana
"lalu kenapa kamu mau?? " tanya Naida
"aku gak punya pilihan lain, selain membalas budi tante Lidia.. " kata Lana
"masih ada cara lain na... " kata Naida
"iya. memang ada... tapi aku gak bisa mengecewa kan tante Lidia Nai " kata Lana
"dasar!! kamu emang manusia yang gak pernah tega ya... aku bangga jadi teman kamu Na..."kata Naida, Lana hanya bisa tersenyum kepada Naida.
πππ
Dalam keseharian nya, Lana sibuk membantu ibu nya menjual gorengan, sungguh jauh berbeda dengan profesi nya yang dulu. Tapi Lana selalu saja semangat dan bersyukur atas semua nya. Dia mengambil hikmah atas semua nya yang pernah terjadi.
__ADS_1
Dulu Lana sangat sibuk dengan pekerjaan nya, terkadang lupa dengan waktu. Dan itu gaya hidup yang kurang bagus. Entah kapan waktu nya istirahat, dua puluh empat jam itu seakan tidak cukup bagi diri nya untuk mengekspresikan karir nya.
"Lani.. besok kamu udah bisa sekolah dek... " kata Lana kepada Lani
"iya kak.. " jawab Lani
"besok pergi nya kakak antar, tapi pulang nya naik angkot ya... " kata Lana
" iya kak.. gak masalah kok.. " jawab Lani sambil tersenyum.
"maafin kakak ya, yang gak bisa jadi yang terbaik untuk keluarga kita.. " kata Lana.
"sssstttttt!! kakak gak boleh kayak gitu.. kakak itu kakak Lani yang terbaik... "kata Lani
"tapi dek.... " kata Lana langsung di potong omongan nya oleh Lani.
"gak ada yang salah kakak... aku malah suka dengan hidup kita seperti ini, yang penting kita bisa ngumpul semua nya... " kata Lani
""makasih dek.. kamu selalu membuat kakak semangat... " kata Lana mengelus rambut panjang Lani
"iya kak.. kakak yang semangat ya.. " kata Lani.
πππ
Tak terasa seminggu telah berlalu, kini masa pertemuan kedua pun di lakukan. Pertemuan dimana akan menentukan kapan tanggal pernikahan itu terjadi.
"Mama.. Lana siap-siap dulu ya... " kata Lana yang sebenarnya sangat gementar
"iya... cepat ya... " kata bu Fatimah
"oke ma.. " Lana langsung menuju kamar nya.
tit... tit... bunyi klakson motor Naida di depan rumah Lana " Nai..sini... "panggil Lana dari jendela kamar nya.
"kenapa Na?? " tanya Naida.
"ih.. cepat... " kata Lana
"iya... iya... "kata Naida langsung berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar nya Lana.
"kenapa Nai?? " tanya bu Fatimah yang kebingungan
"eh tante.. gak.. cuman kebelet pipis " kata Naida cengengesan
"hmmmmm.. anak cewek kok gitu.. cepat sana ke kamar mandi... " kata bu Fatimah
Naida yang tadi nya buru-buru ingin ke kamar Lana, karena ketemu bu Fatimah, ia pun langsung menuju kamar mandi.
"huh. dasar tante Fatimah, aku kan kaget... " kata Naida menggerutu di kamar mandi, setelah keluar dari dalam kamar mandi Naida langsung menuju ke kamar Lana.
"nai.. kok kamu lama?? " tanya Lana
"tadi aku ketemu mama mu, trus aku kaget jadi hampir pipis di celana " kata Naida
" jadi?? kamu pipis di celana?? " tanya Lana
__ADS_1
"hampir... tapi dikit... " kata Naida cengengesan
"ih.. jorok.. kebiasaan Nai.. ganti sana... " kata Lana menutup hidung nya dan Naida hanya tertawa.
Setelah ganti celana nya, Naida pun menghampiri Lana yang duduk di depan meja rias nya.
"kamu kenapa na?? " tanya Naida
"aku... aku takut nai... "kata Lana
"takut kenapa?? " tanya Naida..
"takut dia terlalu tua.. " kata Lana
"iya juga sih....jadi sekarang gimana?? " tanya Naida
"ya... mau gimana lagi?? harus kuat dong!! " kata Lana
"iya.. jangan kwatir Na, aku ada... jangan takut ya.. " kata Naida menenang kan Lana
Sementara itu, di luar rumah tante Lidia sudah datang. Bu Fatimah menyambut kedatangan tante Lidia.
"Lid... mana Haris nya?? " tanya bu Fatimah kepada tante Lidia
"dia pakai mobil sendiri, masih di belakang.. soal nya dia baru dari bandara dan langsung menuju kemari.. " jawab tante Lidia
"oh.. kalo gitu... ayo masuk!! " kata bu Fatimah mempersilakan
"iya.. makasih Fat..!!" jawab tante Lidia
"Lana nya mana?? " tanya tante Lidia
"masih di kamar Lid.. sebentar aku panggil kan ya... " kata bu Fatimah
" oh iya... silakan... "kata tante Lidia
tok... tok.. bu Fatimah mengetuk pintu kamar anak sulung nya.
"Lana... Lana.. keluar nak.. tante Lidia udah nunggu... " kata bu Fatimah
"iya ma.. " jawab Lana langsung keluar dengan tangan nya dingin karena gugup. Naida juga ikut keluar bersama nya.
"tante...!! " sapa Lana
" Lana... apa kabar nak?? " tanya tante Lidia dengan ramah nya
"kabar baik tante... " jawab Lana dengan senyuman.
Mereka pun mengobrol dengan berbagai point. Tapi , Lana masih bertanya-tanya, mana orang yang akan di jodoh kan dengan nya. Dan tiba-tiba..." permisi.. " suara laki-laki dari luar
Semua mata tertuju pada sumber suara itu, dan betapa kaget nya Lana bila itu memang Haris, berarti jauh dari bayangan nya, yang dimana dia membayang kan Haris adalah sosok pria setengah baya yang bisa di panggil om.
Dan itu sangat jauh dari perkiraan nya.
bersambung...
__ADS_1
salam manis
author π°