Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 36


__ADS_3

kembali bertemu..


Haris mengusap wajah nya gusar "Kenapa aku menunggu jawaban dari nya seperti menunggu jawaban dari gebetan sih?? " gumam Haris dengan memutar ponsel di tangan nya untuk mengurangi rasa frustrasi yang mulai mengusai pikiran nya.


Bila harus jujur, sebenarnya Riana adalah wanita yang sangat mudah untuk di dekati maka dari itu Haris tidak merasa kan bagaimana rasa nya memperjuangkan seseorang yang di dekati nya. Riana memang lah bukan pacar pertama nya, namun setelah kejadian yang menimpa nya dengan Stacia, Haris tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun, karena trauma akan kejadian. Tapi setelah diri nya bertemu Riana, ia begitu bersemangat untuk menemukan seseorang yang bisa mengisi hati nya.


Tapi sekarang?ada apa dengan nya? tidak mungkin secepat itu ia bisa jatuh cinta dengan Lana. Yup!! itu sangat mustahil. Mungkin saja apa yang di rasa kan saat ini adalah perasaan penasaran akan seseorang yang baru kita kenal, maka nya agak canggung.


Ponsel Haris kini bergetar, ia langsung menyambar dan melihat notifikasi itu dari istri nya. Tanpa sadar ia tersenyum tipis melihat itu tapi setelah ia membuka pesan yang berisi ๐Ÿ“ฉ" lumayan lah!! " membuat Haris mencebik kan bibir nya. Rasa nya sedikit kesal melihat balasan nya secuek itu. Ada apa sih sebenarnya dengan Lana, sampai dia secuek itu, Haris tak habis pikir. Padahal kemarin mereka sudah akrab. Haris terdiam sejenak memikir kan apa yang harus di ketik untuk balas pesan tersebut.


๐Ÿ“ฉHaris "mau di jemput?? " balas Haris, padahal Haris memang tidak bermaksud untuk membalas seperti itu, namun entah kenapa tiba-tiba saja keluar dari pikiran nya kalimat ajakan itu.


"apa yang sebenarnya ada di pikiran ku sampai aku mengajak ia pulang bareng?? apa yang akan di fikir kan oleh Lana ntar?? tapi, tunggu?? gak salah kan kalo aku ingin mengenal Lana lebih dekat?? Riana yang terlihat lebih dari segala nya saja dengan tega nya ia berkhianat.. apa lagi Lana, yang aku gak kenal siapa dia sebenarnya..lihat aja ntar gimana reaksi nya...?! " Haris bergumam sendiri.


๐Ÿ“ฉLana " kamu gak jemput Riana?? " itu balasan dari Lana yang membuat Haris mengernyitkan dahi nya. Jika apa yang di kata kan oleh Riana itu adalah suatu kebenaran tentang Lana maka tidak mungkin bagi Lana menolak tawaran dari Haris lagi pula itu adalah perhatian pertama yang di beri kan oleh Haris kepada Lana.


Jika Lana memang punya niat yang kurang baik terhadap Haris, ia pasti langsung mengambil kesempatan untuk mendekati Haris tanpa harus memikirkan perasaan orang lain. Tapi, Lana malah menolak secara halus seolah-olah ia enggan menjadi orang ketiga di antara Haris dan Riana.


Haris sedikit kebingungan. Ada sesuatu yang tidak biasa hadir di hati nya. Suatu kehangatan kini menyelimuti hati itu. Jika sedikit demi sedikit apa yang di kata kan oleh Riana tentang Lana itu meleset, mungkin mulai saat ini juga Haris mencurigai tentang semua pernyataan Riana.


๐Ÿ“ฉ Lana "Kamu jemput Riana aja, biar aku pulang sama teman ku aja... teman ku tinggal di sebelah apartemen kita.. " balas Lana yang membuat sebuah pertanyaan timbul di benak nya "teman samping apartemen?? siapa?? " gumam Haris


๐Ÿ“ฉ Haris" siapa?? "


๐Ÿ“ฉ Lana "teman ku Rama, unit nya bersebelahan dengan kita"

__ADS_1


Haris sangat tidak suka mendengar kan hal itu. Entah kenapa ia tidak menyukai kalimat Lana. Di tambah lagi Rama itu pasti seorang laki-laki bukan wanita. Dan sejak kapan Lana mengenali tetangga apartemen mereka. Haris saja tidak mengenali tetangga-tetangga di apartemen itu di sebab kan apartemen itu baru saja ia beli setelah perjodohan gila antara ia dan Lana.


Saat itu Haris berfikir jika ia mengajak Lana tinggal di rumah adalah hal yang tidak mungkin. Karena pernikahan itu bukan lah kehendak nya dan bila di rumah tidak ada kesempatan buat nya membalas perbuatan Lana yang merusak hubungan nya dengan Riana.


๐Ÿ“ฉHaris "kebetulan Riana pulang sama teman nya, jadi aku jemput kamu aja.." balas Haris yang berbohong padahal sejak siang Riana mengajak ia pulang bersama namun Haris tidak memberi nya jawaban yang pasti karena dengan alasan ia meeting sampai malam dengan klien penting perusahaan nya.


Haris pun tidak mengerti kenapa ia harus mengkhawatirkan Lana. Apalagi Lana mengatakan bahwa ia akan pulang bersama Rama yang sudah pasti seorang laki-laki. Dan ia harus pasti kan bahwa Rama itu orang baik supaya ia tidak was-was akan Lana.


๐Ÿ“ฉ Lana " ya udah!! " balas Lana yang membuat Haris sangat kesal.


"what??? cuman ini balasan nya?? ya Tuhan... ada apa sebenar nya dengan Lana.. apa dia sangat polos atau layar ponsel gak bisa memuat kata-kata yang panjang ya " gumam Haris membelalak kan mata nya.


dret.. dret.. ponsel Haris kini bergetar dan ada Riana yang menghubungi nya.


๐Ÿ“žHaris "iya sayang.... " jawab Haris


๐Ÿ“žRiana " sayang gak usah jemput ya.. soal aku pulang sama teman ku.. sekalian mau cari kado buat pacar nya..


๐Ÿ“žHaris "oke...care full ya sayang.. "


๐Ÿ“ž Riana " oke.. ingat ya sayang kamu jangan dekat-dekat sama cewek sialan itu.. dia cuman mau harta kamu doang.. "


๐Ÿ“žHaris "iya sayang.. udah dulu ya aku lagi meeting..


Haris langsung memutuskan sambungan telepon nya karena ia tidak suka mendengar Riana menjelek-jelek kan Lana.

__ADS_1


"bagus lah gak jadi jemput kamu.. biar aku gak capek-capek buat cari alasan jemput Lana... pake ngatain Lana.. bukan nya kamu yang jahat sama aku... " gumam Haris dengan meletakan ponsel nya di atas meja dengan sedikit keras.


๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€


Sementara di lain tempat Lana sedang duduk di kursi kerja nya. Semua pekerjaan nya sudah selesai. Tiga puluh menit lagi jam pulang, Lana membuka sebuah buku diary yang penuh debu. Sudah lama ia tak membuka nya. Buku yang selalu menemani nya dari dulu sampai sekarang, sebagai teman curhat nya yang tidak pernah membuka rahasia.


Hampir setahun diary itu terbiar kan sendiri. Sewaktu ia menjenguk orang tua nya ia mengambil diary itu dan kembali membawa nya.


"kalung yang cantik..." puji Sri


"m.. makasih. "jawab Lana dengan terbata-bata kaget


"pasti dari orang yang istimewa ya... " kata Sri Lana hanya tersenyum dan menyimpan kembali buku diary itu.


"pulang dengan siapa?? "tanya Sri


"mmm... dengan pak Rama.. " jawab Lana


"oh... ya udah aku duluan ya.. " kata Sri pamit kepada Lana dan langsung menuju keluar ruangan.


"iya hati-hati!! " kata Lana


bersambung...


jangan lupa like dan comment nya Reader's...

__ADS_1


__ADS_2