
bertemu kembali...
Hari telah berlalu, tak terasa sudah dua hari tinggal di rumah lama. Lani masih belum bisa beraktifitas, dan ibu nya kembali dengan berjualan kecil-kecilan di depan rumah seperti dulu.
"ma.. hari ini tante Lidia datang ke sini, kata nya sudah dalam perjalanan.. "kata Lana yang sambil membantu ibu nya.
"oh ya.. kamu siap-siap dong.. " kata mama nya
"tapi, ini belom habis di goreng ma... " kata Lana
"ada bik Asih yang bantu mama, lagian sebentar lagi juga selesai.. mama juga siap-siap... " kata bu Fatimah
" ya udah kalo gitu, aku masuk ke dalam dulu ma... " kata Lana
" iya sayang, dandan yang cantik ya... " kata bu Fatimah , Lana hanya tersenyum dan melanjutkan langkah kaki nya menuju dalam rumah.
Jantung Lana berdebar kencang, ia paham mengapa tante Lidia datang ke rumah nya. Ya sudah pasti untuk membahas balas budi yang belum di bayar. Dalam dunia ini memang tidak ada yang gratis. Bahkan membantu orang dalam kesusahan pun harus pamrih.
"huh.... " Lana menghembus kan nafas panjang dan langsung menuju kamar mandi.
Lama di dalam kamar mandi, ia menenangkan pikiran nya, entah benar atau tidak nya, ia pun tidak mengerti tentang apa yang di lakukan nya. Tapi, karena tante Lidia lah keluarga nya masih utuh saat ini.
"Lana... cepat sayang...!! mama juga mau mandi!! "kata bu Fatimah dari luar kamar mandi.
"iya ma, ini udah selesai... " Lana menepuk jidat nya, ia lupa kalo saat ini mereka buka lagi di rumah mewah yang mempunyai kamar mandi di setiap kamar masing-masing. Melainkan rumah lama mereka yang hanya punya satu kamar mandi untuk seluruh anggota keluarga nya.
Lana pun keluar dari dalam kamar mandi nya. Ketika ia melihat ibu nya berdiri di depan pintu kamar mandi ia tersenyum kepada ibu nya. Ibu nya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak nya itu.
Ketika Lana sedang berganti pakaian nya di kamar nya. Dret... dret.. ponsel nya berbunyi, ternyata ada Naida yang menghubungi nya.
" Hallo nai... "
("kamu di mana na?? ")
"di rumah.... kenapa?? "
("gak.. aku kira kamu lagi di luar, soal nya aku mau ke sana... ")
"oh ya udah, buruan ke sini!! "
(" oke... on the way ya... ")
"oke.. hati-hati!!! "
tut... tut... telpon terputus, Lana pun kembali menyiap kan diri untuk bertemu tante Lidia. Ia memakai baju kaos putih polos dan celana pendek di bawah lutut. Benar-benar penampilan yang sangat sederhana, berbeda jaug bukan lagi seperti wanita karir yang sukses. Jika di bilang ia mempunyai perusahaan sendiri mungkin orang lain tidak percaya.
"na... tante Lidia udah nyampek sayang... "kata bu Fatimah.
"iya ma... " jawab Lana.
__ADS_1
"ayo Lid masuk...!! " bu Fatimah mempersilahkn Lidia masuk.
"akhirnya aku bisa menginjak kan kaki ke rumah ini juga.. " kata Lidia sambil melangkah menuju rumah.
"iya Lid.. aku senang kamu datang...!! " jawab bu Fatimah.
"Fat, mana calon menantu ku??" tanya Lidia
"masih di kamar, baru selesai mandi.." kata bu Fatimah
"oh ya.. mau minum apa?? " tanya bu Fatimah lagi..
"gak perlu kamu siapin, boleh kah aku siapin sendiri di dapur?? " tanya Lidia
"kamu memang gak pernah berubah, silakan... " jawab bu Fatimah sambil tersenyum
Tante Lidia pun masuk ke dapur untuk membuat minuman nya sendiri. Hati sangat senang ternyata hari ini ia bisa menginjak kan kaki nya di kampung itu, kampung di mana ia di besar kan, belajar hidup sehingga saat ini menjadi manusia yang berhasil.
"ma.. tante Lidia nya mana?? " tanya Lana yang baru keluar dari kamar
"ada di dapur.. " jawab mama nya
"kok di dapur?? " tanya Lana heran.
"biasa, tante Lidia memang dari dulu gitu, dia tidak pernah ingin menyibuk kan mama... " jawab mama nya.
"oh... rajin ya tante Lidia.. " kata Lana
"silakan Fat... " kata tante Lidia mempersilakan
"makasih Lid.. memang gak ada yang berubah, hanya saja nasip yang lebih beruntung... " kata Bu Fatimah
"semua nya atas kehendak yang di atas..!! " jawab tante Lidia
Lama mereka mengobrol dengan bercanda gurau, bercerita tentang masa kecil dan itu bisa membuat Lana lumayan terhibur. Tapi tiba-tiba tante Lidia membuka topic pembicaraan membuat Lana kembali menegang.
"na.. gimana masalah yang kemarin, apa kamu udah pikir kan semua nya?? " tanya tante Lidia
"udah tante... " jawab Lana mantap
tit... tit... klakson motor di depan rumah membuat suasan menegang kan menjadi buyar. Dan ternyata Naida datang.
"permisi... " Kata Naida
"masui Nai..." jawab Lana
"iya.. tante... "sapa Naida bersalaman dengan bu Fatimah dan tante Lidia pasti nya. Naida pun langsung duduk di samping Lana dan mereka pun kembali melanjutkan obrolan yang tadi.
"jadi.. kapan kamu siap?? " tanya tante Lidia kepada Lana.
__ADS_1
"aku ter gantung sama tante aja.. " jawab Lana menyerah kepada tante Lidia
"kalo gitu semakin cepat semakin bagus.. " kata tante Lidia
"maaf sebelumnya Lid.. sebenarnya kamu mau jodoh kan Lana dengan siapa?? " tanya Bu Fatimah kepada tante Lidia
"Haris fat... " jawab tante Lidia
"Haris?? " tanya bu Fatimah kaget
"iya.. udah cukup hukuman bagi nya " jawab tante Lidia
"bukan nya Haris udah beristri??? " tanya bu Fatimah
Lana dan Naida pun langsung tersentak kaget mendengar bahwa orang yang mau di jodoh kan dengan Lana sudah mempunyai istri.
"dia sudah bercerai " kata tante Lidia
"maaf.. kapan bercerai nya?? " tanya bu Fatimah
"sudah beberapa tahun yang lalu Fat..." jawab tante Lidia
"oh... maaf aku gak tau... " kata bu Fatimah
"aku minta maaf waktu itu aku gak ngudang kalian, soal nya nikah nya di luar negeri "kata tante Lidia
"iya.. gak masalah.. aku paham kok... " kata bu Fatimah
"Lana, sebelum nya ada yang tante ingin kata kan sama kamu, tapi tante harap kamu gak mengubah keputusan mu... " kata tante Lidia
"apa tante??" tanya Lana penasaran
"sebenar nya, Haris sudah pernah menikah sebelum nya, dan ia mempunyai 1 anak dari pernikahan sebelum nya.. " kata tante Lidia
"apa dia udah sah bercerai secara negara ??" tanya Lana kepada tante Lidia
"sudah na, dan sekarang dia berusia 35 tahun, usia nya lebih jauh tua dari mu... " kata tante Lidia
"gak masalah tante, aku akan berusaha untuk menerima nya.. "kata Lana
" makasih ya Lana, tante kira kamu akan merubah keputusan mu setelah tau semua nya... " kata tante Lidia
"jangan kwatir tante.. aku gak akan mengecewakan tante.. " kata Lana tersenyum
"makasih sayang.. terima kasih banyak... "kata tante Lidia memeluk erat tubuh Lana
bersambung...
salam manis
__ADS_1
author π°