Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 31


__ADS_3

bertemu kembali...


"apa nama perusahaan nya mam?? " tanya Haris


"PT Latief Family Corporatiton nak.. " jawab bu Fatimah, mendengar nama perusahaan itu Haris membelalak kan mata, karena nama perusahaan itu sudah tidak asing lagi di dunia bisnis. Perusahaan itu adalah perusahaan senior yang sepak terjang nya tidak di ragu kan lagi.


"tapi kok bisa pindah tangan mam?? " tanya Haris


"kalo masalah itu, mama kurang paham nak.. "jawab bu Fatimah


"mama sekeluarga yang sabar ya.. semua nya pasti akan kembali .."kata Haris menyemangati ibu mertua nya. Haris begitu ikut berduka cita atas kejadian yang menimpa keluarga besar istri nya dan ia sangat paham akan keadaan keluarga itu.


"makasih nak.. maaf kan kami bila keluarga kami menyusah kan mu, dan bila kau marah setelah tau kebenaran nya... "kata bu Fatimah.


"saya sangat mengerti mam dengan keadaan ini" kata Haris. Bila semua cerita itu benar ada nya, pasti biaya yang di butuh kan untuk pengobatan ayah dan adik Lana pasti sangat mahal dan setelah kata-kata dari sang mertua, Haris langsung teringat dengan alasan Lana untuk menikahi nya. Pasti waktu itu ia kebingungan, antara dilema akan keadaan.


tok... tok.. "permisi.. !!" kata Lana dari luar yang membuyar kan setiap point pemikiran Haris.


"udah pulang nak?? "tanya bu Fatimah


"iya ma.." jawab Lana yang langsung masuk ke dalam tanpa mampir duduk di ruang tamu.


"sebentar nak.. mama pamit ke kamar kecil dulu.. "kata bu Fatimah


"oh iya mam.. silakan.. " kata Haris dan ponsel Haris yang di saku jaket yang di kenakan nya pun berdering, dan ada nama Riana di layar sana. Tadi nya ingin sekali ia langsung mereject panggilan itu nama ia teringat akan perkataan Yuki kepada nya bahwa perbuatan licik harus di balas dengan cara yang licik. Dan dengan itu Haris pun mengangkat panggilan itu seperti biasa nya dengan lembut.

__ADS_1


Haris melangkah ke teras rumah dan mengangkat panggilan itu yang ke sekian kali nya dari Riana.


"hallo... " terdengar hembusan nafas panjang dari Riana


"iya hallo"


"kamu kemana aja sih?? hari ini kan jadwal nya kita ke Bali, dari pagi kamu gak ada kabar dan sekarang itu udah jam 1 lewat" Riana mendengus marah. Haris hanya tersenyum simpul mendengar nya.


"maaf sayang..aku lupa kalo hari ini aku ada janji sama Lana buat jenguk orang tua nya.. " dengan enteng nya Haris menjawab pertanyaan dari Riana. Haris ingin melihat betapa busuk nya rencana Riana, maka dari itu ia masuk ke dalam drama terhebat itu.


"oh.. jadi kamu lebih mentingin cewek brengsek itu?! dari pada sama aku..." Kata Riana membuat Haris mengepal kan tangan nya karena dengan keras nya Riana menyebut Lana brengsek .


"aku gak bisa ngelak sayang.. di sini ada mama juga.. aku harus gimana?? resiko nya gimana kalo membantah mama, kamu tau sendiri.. "kata Haris yang terpaksa berbohong demi masuk di dalam skenario drama Riana.


"maafin aku ya sayang.. aku janji minggu depan aja ya kita ke bali nya.. "Kata Haris membuat Riana mendesah.


"udah gak pengen kemana-mana " kata Riana dengan ketus dan langsung memutuskan sambungan telepon nya, Haris hanya tersenyum simpul.


"silakan saja kamu dengan drama hebat mu.. aku gak akan ketipu dengan mu untuk ke sekian kali nya "gumam Haris


"Riana ya?? kamu ada janji sama dia?? " tanya Lana yang berdiri di belakang Haris membuat kaget, Haris hanya tersenyum dan menganggukan kepala nya.


Lana menggigit bibir bawah nya karena merasa bersalah kepada Haris, namun melihat ekspresi Lana justru sukses menimbulkan pikiran liar nya Haris. Entah lah kenapa, rasa nya ingin sekali Haris mengganti kan gigi nya menggigit bibir bawah nya itu. Bibir Lana yang merah merekah dan nampak sexi di mata Haris.


"Ris.. maafin aku, aku nyibukin kamu untuk menemuni orang tua ku disini.. seharusnya aku sendiri yang pergi ke sini "kata Lana yang sangat merasa bersalah dan ia takut Haris marah akan hal itu.

__ADS_1


"gak apa-apa Lana, lagian aku sendiri yang mau ikut kamu.. " kata Haris


"tapi.. janji kamu.. " kata Lana yang langsung di sela oleh Haris "udah gak masalah.. " kata Haris mengacak rambut Lana, Lana terdiam membisu setelah Haris memperlaku kan nya seperti itu.


Dan Lana hanya bisa menganggukan kepala nya dan masih mengigit bibir bawah nya. Lagi-lagi ekspresi itu membuat Haris terpesona dan sukses membuat Haris menelan ludah nya sendiri. Haris pun langsung masuk ke dalam rumah, karena sangat bahaya bagi nya jika melihat pemandangan indah itu. Hekukan tubuh Lana seakan-akan menghantui ingatan nya sewaktu ia merobek paksa pakaian Lana kala dulu. Ingatan itu bergelora dan berhasil membangkit kan gairah nya.


Jujur saja di dalam pikiran nya Haris, bentuk payudara Lana yang luar biasa membuat Haris tertegun dan tidak luput dari ingatan nya. Kemolekan tubuh Lana tidak menonjol jika dari luar karena Lana selalu saja mengenakan pakaian yang longgar.


Jika ada yang bertanya, apa Haris menyesal merobek baju Lana, jawaban nya pasti tidak. Mungkin perbuatan kasar itu memang tidak pantas, namun di sisi lain Haris sangat menikmati masa itu dan masih terngiang sampai saat ini.


"nak.. kalian ngina di sini??" tanya bu Fatimah yang membuyar kan lamunan Haris yang mulai menyusun rapi pikiran liar di otak nya.


"gak ma.. soal nya besok Haris harus kerja.. "jawab Lana dengan lembut, seolah-olah ia tidak ingin menambah masalah yang baru lagi dengan Haris.


"iya ma.. soal nya Haris lagi fokus buat nyari biaya, untuk membangun rumah, gak enak kalo tinggal di apartemen terus " Kata Haris yang membuat Lana kaget dan langsung memandang ke arah Haris.


"tapi kan apartemen kalian pasti mewah.. walaupun mama gak pernah ke sana, mama yakin kalian betah.. "kata bu Fatimah


"lebih enak lingkungan rumah ma, apa lagi kalo kami udah punya anak .." kata Haris dan Lana hanya terdiam mendengar hal itu.


Namun Haris sungguh-sungguh akan rencana itu, karena bagi nya kedua mertua nya pindah ke rumah yang lebih baik lagi, apalagi melihat kondisi ayah mertua nya saat ini, tempat itu sangat jauh dari rumah sakit dan sangat jauh juga akses sekolah Lani.


bersambung..


jangan lupa like, comment and vote nya!!

__ADS_1


__ADS_2