Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 43


__ADS_3

...bertemu kembali......


🐭🐭🐭


"kamu pasti cinta banget kan sama dia??" tanya Lana.


Terdengar ada nada kekecewaan di setiap kalimat yang keluar dari mulut Lana. Haris sengaja mengatakan demikian, karena ia sangat penasaran bagaimana reaksi Lana. Dan ia juga ingin tahu akan perasaan Lana kepada nya. Terkadang Lana nampak biasa saja, namun ketika Haris menyentuh nya, tidak ada penolakan dari Lana.


"ya gitu deh.. aku cinta banget sama dia.." jawab Haris. Saat kalimat itu keluar dari mulut Haris, Lana langsung berekspresi nya terlihat gugup dan agak kecewa.


Lana menunduk kan kepala nya, memandang ke arah kaki nya seolah-olah ada pemandangan yang sangat indah di sana. Melihat ekspresi Lana, Haris tersenyum tipis. Seolah-olah Haris sangat percaya diri, namun keyakinan Haris itu bisa di kata kan 90% bila Lana cemburu.


Jika membahas tentang Riana, Haris tidak berbohong seutuh nya bahwa ia sangat mencintai Riana. Namun percuma saja, tidak ada yang bisa mengukur seberapa hancur nya Haris.


"ya udah lah!! jangan di bahas.. ayo kita pulang.. aku lapar banget.. "kata Haris langsung menjalan kan mobil nya dan menelurus jalan raya.


"apa benar itu Riana, wanita kesayangan ku?? " gumam Haris melirik ke arah tempat di mana Ruben dan Riana berada. Tampak sepasang anak manusia yang sedang berpelukan di sana. Haris sangat sakit melihat itu, perasaan nya kini sangat kacau dan tidak bisa di gambar kan seperti apa.


🐩🐩🐩


Ketika sampai nya di apartemen, Haris langsung masuk ke dalam kamar nya. Tak bisa di bayangan bagaimana perasaan nya Haris sekarang. Sangat sakit sekali bila melihat seseorang yang kita sayang kini berkhianat di depan mata.


"ya Tuhan!! ternyata sakit banget.. aku gak bisa bohong sama diri ku sendiri!! soal rasa yang membuat aku bisa terbang ke langit kini sayap ku patah dan gak bisa tuk terbang menuju harapan ku.. tapi gak ada bisa di salah kan.. mungkin harapan ku tuk bersama suami ku emang sangat mustahil...ingat lah!! pernikahan ini palsu" gumam Lana sambil menyeka air mata nya yang mulai membasahi pipi nya.

__ADS_1


Diary yang menjadi teman nya selama ini, kini ikut basah tertumpah air mata yang penuh pengharapan akan sebuah pernikahan. Namun, tidak ada yang bisa di pertahankan bila itu semua hanya drama dan palsu belaka.


Ciuman pertama yang mengukir sejarah hebat dalam hidup nya, ternyata semua itu hanya lah sebuah pelampiasan seorang laki-laki yang memendam rasa sakit.


πŸ“seharusnya aku sadar diri siapa aku di hidup nya. Sangat mustahil untuk bahagia bersama Haris. Semua ini perlakuan baik karena sebuah perjanjian bukan karena spesial atas rasa sayang..πŸ“ begitu lah isi hati nya yang di curah kan di diary kesayangan nya.


Air mata Lana kian berderai, dia bahkan sempat berpikir bahwa di dalam pernikahan nya ada kemajuan namun itu ternyata sebatas khayalan semata. Bohong!! jika Lana tidak berharap akan ada kebahagiaan di akhir pernikahan nya. Seumur hidup ia tidak pernah sebesar ini harapan nya. Sangat tidak enak bukan bila seorang perempuan menyandang status janda?! Kegagalan hidup seorang wanita terbesar adalah ketika ia tidak bisa mempertahankan hubungan nya dengan satu pria.


Setelah menulis curahan hati nya, ia kembali menyimpan buku itu di bawah bantal tidur. Dan ia keluar menuju dapur untuk memasak. Namun, air mata masih saja mengalir walau pun beberapa kalinia coba untuk menyeka nya.


"kamu nangis ya?? " tanya Haris yang membuat Lana sedikit kaget karena dengan tiba-tiba saja Haris berada di samping nya.


"cuman kena bawang "jawab Lana sambil melirik ke arah bawang putih yang sedang ia potong. Alasan yang sangat tepat untuk berbohong. Haris tertawa mendengar Lana.


"lima belas menit lagi, tunggu aja di meja makan!!" Kata Lana, Haris mengangguk kan kepala nya dan melangkah menuju meja makan.


ting ..tong!! suara bel apartemen begitu nyaring terdengar di telinga. Haris langsung membuka pintu, namun Riana langsung masuk dan memeluk tubuh Haris.


"kok kamu bisa di sini?? kata nya tadi mau pulang istirahat?? "tanya Haris dengan lemah lembut. Sangat di akui bahwa Haris bisa menyembunyikan rasa sakit nya terhadap Riana.


"iya sayang!! tapi tadi habis ketemu teman.. kepala aku pusing banget.. aku istirahat di kamar mu aja ya.. "tanya Riana dengan sangat manja.


Brakkk!! suara pintu apartemen di dobrak, mereka semua kaget. Lana langsung mematung dan Riana langsung melepas kan dekapan nya dari Haris dengan wajah yang pucat.

__ADS_1


"oh... bagus ya.. jadi gini kelakuan kamu di belakang mama Haris?? " bentak bu Lidia. Haris hanya menunduk kan kepala nya.


"dan kau perempuan sialan!! stop ganggu anak saya.. dia udah punya istri.. " bentak bu Lidia kepada Riana. Tampak Riana sangat marah namun hanya memilih untuk diam.


"apa emang udah hobby keluarga mu menajdi pelakor?? "Lana dan Haris sangat kaget mendengar kata-kata bu Lidia yang sangat kasar.


"mama!! cukuo ma cukup!!" kata Haris memohon.


"mama saya bukan seperti yang anda tuduh nyonya.. "kata Riana juga dengan nada marah namun lirih.


"Udah lah Riana.. lebih baik kamu pulang dulu.. besok kita bicara.. "kata Haris dengan lembut.


"oh iya .. benar kah?? apa kamu tau tau mama kamu sekarang dimana?? gak kan?? mama mu lebih memilih laki-laki lain di banding kan menghargai laki-laki yang sangat mencintai diri nya.. "kata bu Lidia.


"cukup tante!! tante boleh menghina aku.. tapi tolong jangan orang tua ku.. aku yakin mama ku gak seburuk yang tante bilang..!! "kata Riana dengan linangan air mata yang membasahi pipi nya. Haris langsung menarik tangan nya menuju pintu.


Kali ini bu Lidia menatap Lana dengan raut wajah penuh kekecewaan "kayak gini cara kamu jaga Haris Lana?? "tanya bu Lidia dengan suara lirih namun penuh arti.


Lana hanya menunduk kan kepala nya "Lana, mama milih kamu jadi menantu mama karena mama yakin 100% kalo kamu bisa menjaga Haris. Kamu bisa membuat dia bahagia, karena mama yakin kamu itu wanita baik... bukan sejak awal mama bilang jauh jan Haris dari perempuan sialan itu.. bukan malah membiar kan dia bermesraan di depan mata kamu gitu... kamu itu seorang istri Lana.. "kata bu Lidia


🐚🐚🐚


bersambung...

__ADS_1


jangan lupa like, comment and vote nya dong!!


__ADS_2