Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 23


__ADS_3

kembali bertemu...


Lana hanya memandang ke arah lelaki itu tanpa menjawab nya.


"aku ngomong nya dengan kamu.. " kata lelaki itu mengajak Lana ngomong.


"oh.. iya.. " jawab Lana. Lana pun mempercepat kan kegiatan nya menyapu lantai balkon itu, karena ia tidak mau menanggapi nya terlalu lama.


"Nama aku Rama, kamu siapa?? " ucap nya ramah. Sebenarnya ia bukan tipe orang yang jahat, namun Lana takut di marah oleh Haris karena berkomunikasi dengan orang luar apa lagi semenjak kejadian pelecehan terhadap Lana.


"Lana.. " jawab Lana singkat dan segera membawa sapu nya masuk.


"salam kenal Lanaaaa... "saat Lana masuk masih terdengar teriakan nya di telinga Lana. Lana pun tersenyum, Rama seperti nya mempunyai pribadi yang ceria, kelihatan dari gaya bicara nya. Di dalam benak nya, Lana berharap mempunyai seorang teman seperti Rama dan seandainya berhak mengharap kan sesuatu. Lana menghembus kan nafas nya dan kembali melanjutkan langkah nya.


Brakkk!! suara pintu Haris masuk ke kamar nya dengan mengabai kan Lana.


"Lana di mana kau meletakkan baju ku yang berwarna maroon?? " teriak Haris dari dalam, Lana menghembus kan nafas nya dan berjalan menuju kamar Haris.


Haris sedang mengacak-ngacak pakaian nya yang susah payah Lana rapi kan. Namun Lana hanya bisa memandang tanpa bisa berkomentar. Setiap usaha Lana mana pernah Haris hargai. Lana membuka pintu lemari di sebelah nya dan menyodorkan baju itu kepada Haris tanpa sepatah kata nya. Karena Haris sendiri yang mengatakan sangat jijik mendengar suara Lana, dan ia tak ingin mendengar kan nya lagi.


"apa seperti ini kau memperlakukan suami mu?? bentak Haris, dan Lana hanya diam memandang nya.


"apa aku ini seperti tembok?? kalo aku tanya ya jawab!! apa otak mu itu idiot, gak bisa menjawab pertanyaan dari orang lain?? " tanya Haris dan Lana hanya menghembus kan nafas nya.


"sebenar nya apa sih mau mu?? " Lana membentak balik, karena Lana sudah bosan di injak-injak terus harga diri nya. Lana pun terkadang tak habis pikir dengan diri nya sendiri, padahal waktu dia masih menjadi CEO dulu, mental nya tidak selemah dulu. Lana membenci diri nya sekarang dan ia coba menjadi jati diri nya yang dulu.


Haris pun hanya memandang ke arah Lana, sambil menatap jengkel kepada Lana.

__ADS_1


" kau bilang kau jijik dengan suara ku, kata kan pada ku apa yang harus aku lakukan?? aku tau aku salah tapi kamu udah keterlaluan, memperlakukan aku seenak nya..!! " kata Lana sambil menangis karena semua emosi dan pertanyaan nga tersalur kan.


"kalo emang kamu sadar.. kenapa kamu gak menolak pernikahan ini, aku kira ini sebuah perjodohan, namun ternyata salah.. ini sebuah obsesi mu.. kau menghancur kan hidup ku.. impian ku.. paham?? " bentak Haris


"aku gak bisa menolak nya.. "jawab Lana dengan lirih.


"kenapa?? apa karena uang yang di tawar kan oelh ibu ku sangat menggiur kan iya?? " Haria tertawa dan mengejek Lana.


Lana sangat sakit mendengar kan kata-kata itu, menjelas kan semua nya pun percuma karena Haris tidak akan mengerti.


"ayo kita buat perjanjian, kalau kau mengurung ku di sini.. bagai mana bisa aku mengganti kan uang mu.. biar kan aku bekerja dan menggantikan uang mu sedikit demi sedikit.. aku gak akan mengganggu hidup mu, begitu juga kau gak boleh mengusik hidup ku.. ayo jalani kehidupan masing-masing.. " kata Lana menghapus kan air mata nya.


"apa kau serius?? " tanya Haris


"iya.. sampai kau berhasil meyakinkan ibu mu dengan pilihan mu.. maka kita akhiri semua ini.. bagaimana?? aku juga akan meyakin kan ibu mu tentang Riana agar semua ini cepat berakhir.. " kata Lana dengan mantap. Haris lama menatap Lana dan memikir kan Kata-kata Lana.


"baik lah.. kau buat surat perjanjian nya.. "kata Lana yang tidak tahan lagi dengan kehidupan nya.


"baik lah...aku harus pergi sekarang.. nanti malam aku akan membawa surat perjanjian nya.. " kata Haris dan lalu pergi meninggalkan Lana, Lana menghembuskan nafas panjang nya setelah semua idea nya di terima oleh Haris. Tidak ada yang di pikir kan tentang hubungan nya, melainkan bagaimana cara nya ia mencari kerja.


Ia pun langsung menelpon Idris "hallo dris.. gimana keadaan semua nya??"


"seperti nya masih butuh waktu untuk mengembalikan semua nya.. "


"ada informasi lain nya?? "


"ada.. yang mengambil alih perusahaan keluarga Latief ialah salah satu anak cabang perusahaan besar dari luar negeri"

__ADS_1


"kok bisa?? "


"seperti nya semua permainan ini sudah semakin liar"


"tolong kamu handle dulu, aku masih terlalu terpuruk dengan keadaan "


"baik lah.. "


Lana menghembus kan nafas nya, ternyata perusahaan nya belum bisa ia harap kan. Seperti nya Lana harus mencari pekerjaan di lain tempat.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Masih dalam pemikiran nya, Haris memikir kan semua kata-kata Lana. Tenyata ada benarnya juga.Tapi Haris mencurigai Lana ,ia takut akan sifat licik Lana dan ia harus waspada terhadap semua nya. Harus ada hitam di atas putih untuk memastikan bahwa Lana tidak berbohong.


"sayang kita hampir telat " kata Riana dengan suara lembut nya membuat Haris tersenyum, seperti nya ia cemas saat Haris mengambil baju nya. Di mata Haris ia sangat menggemas kan.


" iya sayang.. ayo..!! " kata Haris melajukan mobil nya menuju panti asuhan dimana Riana sering berkunjung.


Alasan kenapa Haris balik ke rumah ialah karena Riana ingin mereka menggunakan kan baju dengan warna yang sama dengan nya. Padahal dari kemarin Riana sudah memberi tahu kepada Haris namu Haris melupakan itu, karena Haris sangat buru keluar dari apartemen nya. Karena satu atap bersama Lana membuat nya sangat muak dan tidak betah lama-lama di apartemen itu.


Suasana di kawasan panti asuhan begitu ramai. Seperti biasa, jika sudah berada di panti Asuhan ia sangat gembira dan tersenyum lebar bersama anak-anak di situ. Panti asuhan itu memang sudah menjadi rumah kedua bagi Riana. Gadis ini sering sekali menghabis kan waktu libur nya di panti asuhan dan bahkan sebagian dari gaji nya ia serah di panti.


Dan sekarang panti asuhan itu melakukan kegiatan amal setahun dua kali untuk menarik donatur .Keluarga Mahendra adalah salah satu donatur tetap di sini.


Sebenar nya saat ini anak-anak di panti tidak ada kekurangan apa pun. Hanya saja karena setiap tahun anak-anak di situ semakin bertambah jumlah nya dan sudah pasti membutuh kan biaya yang lebih banyak.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2