
bertemu kembali...
Mata nya tertuju kepada seorang wanita yang berdiri di bawah terik nya sang mentari kala itu untuk mencari donatur. Semenjak itu Haris jatuh cinta kepada Riana. Ternyata di dunia masih ada wanita yang sebaik dia. Wanita yang cantik, menawan dan pengertian. Bahkan, banyak orang yang iri dengan Haris. Pokok nya Riana adalah yang terbaik bagi Haris sampai saat ini.
"gak papa sayang, cuman lagi males aja.. capek-capek harus nya pulang dan istirahat dengan tenang.Tapi hal yang sangat menjengkelkan kan bagi ku ketika ketemu dia di rumah.. huh" kata Haris dan menghembus kan nafas nya. Haris sangat paham dengan apa yang Riana rasa kan, pasti sakit sekali bila seseorang yang kita sayang akhir nya bersama dengan orang lain.
Tapi Haris sangat kagum kepada kekasih nya itu, bahkan ia datang saat pernikahan Haris berlangsung dan waktu itu ia sempat mengucap kan selamat kepada Haris. Hancur rasa nya bila harus mengingat itu. Rasa bersalah yang sangat dalam. Namun, Haris sangat bersyukur karena kekasih nya sangat pengertian dengan apa yang Haris alami. Kekasih yang hebat bukan?!.
"tapi sayang kamu gak bisa menghindar walau bagaimana pun dia tetap istri kamu.. " ucap Riana dengan lirih. Dan Haris paling tidak suka mendengar nada bicara Riana. Seolah-olah ia sudah merela kan hubungan Haris dan Lana. Dan memaksa Haris untuk menerima Lana dalam hidup Haris, dan itu sangat tidak adil bagi Haris. Dari pada harus menerima perempuan itu, Haris lebih memilih untuk mati saja.
"perempuan laknat itu hanya menjadi istri ku secara status saja, namun diri gak pernah ikhlas untuk mengucap kan janji pernikahan itu. Dan harus kau tau, gak ada yang bisa menggantikan posisi mu di hati ku. Sampai kapan pun aku mau nya kamu yang menjadi tulang rusuk.. " ucap haris sambil mengelus-elus kepala Riana.
"sayang, mama kamu gak bakal setuju dengan hubungan kita bahkan sampai kapan pun. Kamu sendiri kan yang dengar kalo dia mengatakan dia gak pernah suka sama aku..bagaimana bisa?? entah apa salah ku?? " Riana sampai meneteskan air mata nya saat mengata kan itu pada Haris, dan Haris merangkul nya dengan penuh cinta.
"aku janji.. aku aku menyakin kan mama ku secara perlahan.. dan jangan pernah takut, aku gak akan ninggalin kamu, dan aku yakin kita bisa bersama.. "mendengar itu, senyuman di wajah Riana pun kembali terpancar kan. Itu lah yang membuat Haris sangat menyukai Riana. Dengan keeleganan nya dan sikap nya yang sangat dewasa membuat Haris selalu terpesona untuk kesekian kalinya.
"iya.. aku percaya sama kamu... ayo kita coba.. " kata Riana memeluk tubuh Haris dan bergelayut manja seperti biasa nya. Sungguh indah bukan bila cinta mereka bersatu.
Dua anak manusia yang saling mencintai, namun kini di pisah kan karena keinginan orang tua.
πππ
Subuh sekali Haris pergi meninggal kan rumah tanpa berpamitan dengan Lana. Lana yang baru bangun melihat rumah sepi sejali. Ia menghembus kan nafas panjang nya. Setelah mencuci wajah nya ia menuju ke dapur nya dan membuka kulkas, bahan-bahan masakan sudah menipis. Ia memasak seadanya dan sarapan. Tak lupa juga ia meninggal kan masakan di meja makan. Biar pun Haris tidak pernah menyantap masakan nya, bahkan dari awal mereka nikah sampai saat ini ,tapi setidak nya kewajiban nya sebagai seorang istri sudah terlaksana kan.
Selesai sarapan Lana langsung mandi untuk membersihkan diri nya. Dan ia pun mengambil ponsel nya untuk menelpon Andri, supir mertua nya.
"hallo dri.. "
"iya.. hallo non Lana.. "
"kamu lagi dimana sekarang?? "
"lagi di kebun non, ada yang bisa saya bantu non?? "
"kamu bisa kan antar kan saya belanja?? "
__ADS_1
"oh bisa non.. sebentar lagi saya ke sana "
Lana pun segera bersiap-siap, sekitar 20 puluh menit bel pintu berbunyi. Lana melihat ada Andri yang datang.
"ada barang yang bisa saya bawa non?? "tanya Andri
"oh.. gak ada.. " jawab Lana
Sesampai nya di tempat perbelanjaan, Lana belanja semua keperluan dapur selama beberapa hari ke depan.
"kamu gak beli barang?? " tanya Lana kepada Andri
"gak non.. "jawab Andri sambil mengemas kan barang-barang belanjaan Lana ke mobil
"oh.. kalo mau beli.. beli aja.. gak papa" kata Lana
"saya belum gajian non.." jawab Andri
"biar saya yang bayar Andri.. " kata Lana
"martabak manis?? beli nya di mana?? " tanya Lana
"di pinggir jalan non.. " jawab Andri
"ya udah...ntar kalo di jalan ada yang jualan kita singgah aja.. "kata Lana
"siap non.. "jawab Andri dan menjalan mobil nya.
Setelah beberapa meter dari tempat perbelanjaan, mereka melihat ada orang penjual martabak manis. Andri dengan atas perintah Lana pun berhenti memesan martabak manis itu. Lama menunggu pesanan itu, Lana yang melihat ada seorang pengemis yang hendak menyebrang jalan namun kesusahan karena kaki nya pincang. Lana pun tutun hendak membantu pengemis itu.
"kemana non?? " tanya Andri kepada Lana
"kamu tunggu sebentar di sini... "kata Lana dan langsung pergi menuju pengemis itu dan membantu nya untuk menyebrang jalan. Sesampai nya di sebrang jalan, ada mobil berwarna silver berhenti tepat di depan Lana.
Dari mobil itu, turun lah seorang pria dan langsung menyapa Lana.
__ADS_1
"hai.. mau ikut neng?? " tanya pria itu.
"gak.. makasih.. "jawab Lana yang langsung menuju mobil nya Andri. Lelaki itu pun menarik tangan Lana.
"ayo lah cantik.. aku akan membayar mu berapa pun yang engkau minta.. gimana?? " tanya lelaki itu.
"jangan macam-macam kamu.. "kata Lana mencoba melepaskan tangan nya, namun tidak bisa. Dan bukkk sebuah tumbukan keras mengenai wajah lelaki itu, lelaki itu pun tersungkur di tanah.
"jangan macam-macam anda dengan boss saya.. "kata Andri menunjuk lelaki itu. Tapi lelaki itu hanya tersenyum miring dan langsung memasuki mobil nya dan mobil itu pun melesat laju.
"nona.. maaf kan saya yang lalai nona.. "kata Andri
"gak masalah.. lagian saya gak apa-apa kok.. " kata Lana
"sekali lagi...maaf kan saya nona.. "kata Andri.
"martabak kamu udah jadi?? "tanya Lana
"udah non... "jawab Andri singkat.
"ayo kita pulang.. "kata Lana menuju mobil sesampai di mobil Lana membayar kan martabak yang Andri beli terlebis dahulu.
"kok cuman 1??" tanya Lana
"iya nona.. ini sudah cukup.. "kata Andri
"maksud saya.. biar kamu bawa pulang buat keluarga kamu juga.. " kata Lana
"saya cumam punya nenek non.. "jawab Andri
"oh.. maaf..!! " kata Lana yang mengerti maksud Andri.
"iya.. gak masalah nona.. " jawab Andri
bersambung..
__ADS_1