Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 21


__ADS_3

bertemu kembali...


"sial.. sial.. sial sekali hidup ku.. ternyata orang ini adalah anak nya Haris.. " gumam Lana


"wanita yang sangat menarik.. apa dady sudah mencoba nya??? aduh.. aku penasaran sekali dengan rasa nya.. " gumam Raka


Raka menatap lekat ke arah Lana, ia tidak fokus waktu acara itu. Yang terlintas di pikiran nya hanya Lana dan Lana. Ia sangat menginginkan Lana. Wanita yang indah sekali menurut nya.


"oh ya.. oma aku harus panggil apa sama dia?? " tanya Raka kepada bu Lidia


"terserah kamu aja " jawab bu Lidia oma nya Raka.


"gimana kalo bunda aja?? " tanya Raka


"boleh juga.. " jawab bu Lidia


"bunda Lana.. usia nya berapa?? " tanya Raka kepada Lana


"tahun ini jalan 26 tahun.. "jawab Lana


"26? becanda ya?? " kata Raka yang memang tidak percaya karena Lana mempunyai tubuh mungil dan wajah nya sangat imut.


"iya.. serius.. " jawab Lana


"ah... ini adalah sebuah keajaiban dunia yang sangat indah.. dimana seorang wanita dewasa layak nya masih remaja.. terpesona aku terpesona memandang wajah nya... " gumam Raka.


Acara pun terus berlangsung sampai selesai, Lana yang tidak ingin jauh dari mertua nya karena ia sangat takut dengan kejadian yang terjadi pada nya waktu siang. Ia ketakutan saat melihat Raka terus memandang ke arah nya.


"Lana, nginap di sini atau pulang?? " tanya mertua nya


"pulang aja ma.. "jawab Lana


"oh ya udah... hati-hati ya.. tapi Haris nya masih ngobrol tu sama teman-teman nya "kata bu Lidia


"oh.. biar Lana duluan aja, soal nya Lana mau nyiapin barang-barang buat besok Haris ke kantor.. "jawab Lana yang memang mencari alasan supaya tidak pulang dengan Haris, karena dia tau kalau Haris pasti pulang bersama Riana. Ia tidak ingin mengganggu mereka.


"kamu emang istri yang baik.. kalo gitu biar sopir yang antar kamu pulang.. " kata bu Lidia


"iya ma.. Lana pamit dulu.. " kata Lana

__ADS_1


"oke.. hati-hati..." kata bu Lidia


Lana pun segera memasuki mobil yang tadi ia tumpangi. Ketika ia menutup pintu mobil, pintu nya tiba-tiba terkunci secara otomatis. Lana agak sedikit aneh, karena lampu dalam mobil kok di mati kan, dan sopir nya pun tidak ada menyapa Lana. Biasa nya kalau Andri yang menyupir, ia pasti sangat ramah kepada Lana.


Mobil terus berjalan menelurusi jalan malam nan sepi. Ketika di jalan yang sepi, mobil itu tiba-tiba berhenti di pinggir jalan.


"kok berhenti?? ada apa?? " tanya Lana, tapi orang itu tidak menjawab pertanyaan dari Lana.


"ini ada apa sih?? " tanya Lana lagi


"mau kenalan sebentar.. " jawab orang itu dan fix itu bukan suara Andri.


"jangan macam-macam.. kamu siapa?? " tanya Lana panik


"hai bunda..." dan itu adalah Raka.


"loh.. Raka?? kok kamu yang antar?? mana sopir nya?? " tanya Lana heran


"mana ku tau.. " jawab Raka langsung pindah ke belakang di samping Lana


"kok pindah ke sini?? yang nyopir siapa?? " tanya Lana ketakutan


"aku dong.. " jawab Raka


"jam satu?? ah gak apa-apa sih. malah lebih nyaman.. " kata Raka memegang tangan Lana


Lana langsung menarik tangan nya " kamu apa-apaan sih Raka?? " tanya Lana kaget


"bunda.. ayo kita senang-senang.. tenang aja.. aku gak akan bilang sama dady Haris kok... "kata Raka merangkul Lana


"jangan macam-macam kamu.. "Lana mendorong tubuh Raka.


"jangan kasar-kasar dong..!! aku cuman mau kenalan aja.. " kata Raka


Lana coba mendorong pintu mobil, tapi sia-sia saja pintu nya sudah terkunci waktu ia masuk tadi.


"bunda.. tenang aja.. dari luar gak akan kelihatan sama orang, dan dady pun pasti gak tau kok.. kan pasti udah di pake kan waktu malam pertama.. "kata Raka mendekat kan wajah di wajah Lana.


Lana yang tidak suka dengan kelakuan Raka, ia pun langsung mencakar tepat di wajah Raka. Raka yang melihat Lana memberontak, ia langsung menindih tubuh mungil Lana dan mencium nya dengan liar. Lana pun berusaha memberontak, tapi karena tubuh Lana yang kecil maka dari itu tenaga tidak maksimal untuk melawan laki-laki.

__ADS_1


Raka membuka paksa baju gaun yang Lana pakai, sampai-sampai baju gaun tersebut sobek. Dan hanya menyisakan pakaian dalam Lana. Melihat pemandangan yang indah itu tepat di depan mata nya, Raka pun dengan bergairah menjamah tubuh Lana. Teriakan dan perlawan dari Lana yang membuat Raka kewalahan menaklukkan Lana.


Ketika pakaian Lana sudah hampir semua nya terlepas, tiba-tiba saja branggggg.. kaca mobil itu pecah karena terkena pukulan dari luar. Karena kaget, Raka pun menghentikan aktivitas nya dan segera membuka pintu mobil nya untuk keluar. Belum sempat tubuh nya keluar seutuh nya buppp suara pukulan dan mengenai tubuh Raka. Dan itu ternyata Andri, yang sejak tadi mengikuti mobil majikan nya.


Terjadi lah sebuah perkelahian antara Andri dan Raka. Karena kalah, Raka pun pingsan. Melihat Raka pingsan, Andri langsung menelpon rumah sakit.


"Andri...!! " panggil Lana


"tolong tutup tubuh anda non Lana.. " kata Andri.


Lana yang dari rumah tadi membawa baju cadangan pun segera memakai baju. Ketika ambulans datang, Andri segera mengantarkan kan majikan ke rumah bu Lidia.


"kemana kita ndri?? " tanya Lana


"ke rumah nyonya Lidia non.. " jawab Andri


"kenapa?? " tanya Lana


"saya menyerah kan diri saya, karena saya sudah memukul cucu beliau non"jawab Andri


Lana pun masih sangat trauma dengan kejadian itu, dan dia masih gemetar. Sesampai nya di rumah bu Lidia.Andri langsung membuka kan pintu mobil nya dan dia pun langsung mendatangi majikan nya.


"loh.. Lana kenapa sayang?? "tanya bu Lidia kepada Lana


"maaf kan saya nyonya, saya gagal menjalan perintah nyonya untuk melindungi non Lana"kata Andri


"maksud nya apa?? "tanya bu Lidia, Lana yang masih ketakutan tak bisa menjelas kan itu.


"maaf nyonya, tuan muda Raka mencoba meleceh kan nona Lana nyonya.. "kata Andri


"apa?? " tanya bu Lidia kaget


"ini bukti nya nyonya.. "Andri menyodorkan sebuah rekaman kepada bu Lidia, melihat itu ibu Lidia sangat marah.


"di mana anak itu?? baru datang saja udah menghancur kan nama baik keluarga Mahendra?? " tanya bu Lidia dengan emosi


"sudah di rumah sakit nyonya.. beliau saya pukul dan pingsan... taoi sudah saya antar kan ke rumah sakit nyonya. " kata Andri.


"bik... bik... tolong bawa Lana ke kamar.." kata Bu Lidia memanggil pelayan nya.

__ADS_1


Setelah itu bu Lidia langsung bergegas ke rumah sakit dimana Raka di rawat.


bersambung..


__ADS_2