Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 44


__ADS_3

...bertemu kembali......


🐒🐒🐒


mohon maaf ya readers!!Bila ada penulisan kalimat atau kata-kata yang salah


🐒🐒🐒


"mama!! cukup ma!! mama udah bikin Lana takut.. "kata Haris kepada bu Lidia.


"mama.. harus bilang apa sama kamu Haris?? Riana itu gak cocok buat kamu" kata bu Lidia


"oke!! Haris paham ma.. kalo mama gak suka sama Riana.. tapi mama gak usah pake menghina mama nya.. bahkan ia gak pernah tau mama nya itu seperti apa.. kamu udah keterlaluan ma.. "kata Haris membela Riana.


"kamu masih aja belain sesuatu yang gak kamu paham..! kamu pernah bertanya-tanya kan papa kamu dimana sekarang?? apa dia masih hidup atau gak?? semua itu ada kaitan nya Haris... asal kamu tau ya Haris.. papa kamu itu sekarang hidup bersama mama nya Riana.. "kata bu Lidia membuat Lana dan Haris kaget mendengar pernyataan dari bu Lidia.


"mama bercanda kan?? " tanya Haris yang tidak percaya.


"udah lah mama malas bahas ini.. yang penting kali ini mama mohon banget sama kamu buat jauhin Riana.. "kata bu Lidia


"mama pasti bercanda kan?? Riana itu beda ma.. " kata Haris dengan suara lirih.


"dia bahkan licik dari Siti, mama gak akan membiarkan keluarga itu nyakitin kamu lagi Haris.. mama mohon nak.. nurut lah sama mama kali ini aja... kalo kamu masih mau lihat mama umur panjang "kata bu Lidia yang tak kalah lirih.

__ADS_1


"mamah!! please jangan gini!!" kata Haris


Malam itu begitu perih bagi setiap insan yang berkaitan dengan masalah ini.


🐩🐩🐩


Bila banyak orang mengatakan bahwa cinta itu ialah sebuah anugerah mungkin itu tidak berlaku dalam kehidupan seorang wanita seperti Riana. Hal yang di kata kan cinta orang-orang itu kian punah semenjak bertahun-tahun lama nya. Ia tidak percaya bahwa cinta itu sumber kebahagiaan. Jika ingin bertahan hidup maka jangan pernah melewati setiap kesempatan untuk mengambil keuntungan. Bahkan ia tidak peduli akan resiko atas perbuatan nya sendiri. Rasa sakit merupakan teman hidup sejati nya sejak dulu sampai kini.


Mungkin di mata banyak orang Riana sangatlah cantik dan bersinar. Orang yang sangat supel, ramah dan bahkan banyak teman. Namun, orang tidak tahu bagaimana jalan hidup yang ia jalani selama hidup nya, begitu rumit dan keras. Semenjak bertemu dengan Haris, semua harapan nya untuk hidup yang sudah pupus kini bersinar kembali.


Bagi nya, Haris adalah sumber cahaya dalam hidup untuk menerangi betapa gelap nya jalan hidup nya. Sedikit demi sedikit semangat nya untuk menerus kan hidup kini bangkit kembali. Setelah dulu ia kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidup nya, ia tidak akan melepas Haris apalagi untuk merelakan kepada Lana.


Bagi Riana, Lana adalah orang yang paling di benci oleh Riana. Lana adalah perampas kebahagiaan dalam hidup nya, ia bahkan bersumpah akan membalas rasa sakit yang Lana ukir dalam hidup nya. Ia sangat jijik dengan kelakuan Lana yang selalu di anggap layak nya malaikat di mata banyak orang padahal orang hnya tertipu oleh luar nya saja. Menurut nya Lana adalah ratu drama yang sangat hebat, bisa berlakon demi menarik perhatian orang ramai.


Luka yang dulu pernah di rasa kan oleh Riana, malam ini terukir kembali. Luka yang ia tutup dengan rapi, namun dunia bahkan seolah-olah tidak pernah berpihak pada nya. Sejarah keluarga nya dengan keluarga Haris, ia tak tahu pasti akan kebenaran namun banyak rumor yang mengatakan bahwa adalah keselisihpahaman. Dan ia juga sangat bingung kenapa ibu nya Haris sangat membenci keluarga nya.


Dret.. dret.. ponsel nya berbunyi, membuyar kan lamunan nya. Sebenarnya ponsel nya bergetar sejak beberapa menit yang lalu, namun dia mengabaikan nya. Terdengar suara getaran ponsel itu seakan mimpi namun nyata, yang terdengar hanya obrolan antar orang tua nya dan orang Haris. Saat ini, ia memang sangat ingin sendiri. Mencoba berlari dari dunia yang kejam ini.


Ketika Riana sedang meratapi hidup nya, tiba-tiba sebuah bola menggelinding ke arah kaki nya. Ada seorang anak laki-laki yang berpakaian compang camping menghampiri diri nya. Tersenyum riang namun malu-malu memandang bola di bawah kaki Riana.


"permisi tante.. aku mau ambik bola nya" kata anak kecil itu dengan wajah polos.


Riana menganggukan kepala nya dan mengambil bola itu yang tampak rusak kepada anak itu. Dengan senyuman paksa yang terukir di bibir Riana. Setelah anak itu pergi meninggalkan nya, fikiran nya pun melayang entah kemana.

__ADS_1


"seandainya hidup ku semudah itu.. aku gak perlu mikir kan orang lain dan perlu susah memikir kan betapa berat nya hidup ini.. pengen rasa nya sekuat anak kecil itu.. tanpa peduli dunia dan haroli esok.. tapi sayang nya aku gak sekuat dia.. " gumam Riana kembali menetes kan air mata.


Melihat anak itu, Riana kembali mengingat putri nya yang tidak ia peduli sedikit pun. Bukan karena dia tidak menyayangi anak nya, namun ia mencoba untuk berlari dari kenyataan dan beristirahat sejenak. Dengan begitu ia tidak menyadari bahwa waktu terus berlalu mengejar masa depan, dan meninggal kan masa lalu.


Entah panggilan yang ke berapa kali nya yang ia abai kan, kini ponsel nya kembali bergetar. Ada nama Ruben di sana. Riana mendesah kecewa karena bukan Haris yang menelpon nya.


πŸ“ž "kamu kemana?? " tanya Ruben dengan perhatian.


πŸ“ž"di taman" jawab Riana singkat. Terdengar jelas bahwa menarik nafas lega nya.


πŸ“ž "aku jemput yah!! " kata Ruben


πŸ“ž "gak usah.. aku udah jalan pulang kok" tolak Riana.


πŸ“ž "oke... cepat pulang ya.. ada yang pengen aku bahas.. " kata Ruben


πŸ“ž "aku lagi gak pengen bahas apa pun" jawab Riana langsung memutuskan sambungan telepon nya.


Ruben hanya menghembus kan nafas panjang nya. Sebenarnya ia sangat lelah bila harus berurusan dengan Riana, wanita yang sangat keras kepala. Sebenarnya tidak ada yang salah dari Ruben hanya saja Riana tidak pernah menghargai diri nya dan mengabaikan cinta nya.


Sementara di lain tempat, Haris masih duduk termenung di depan tv. Semua cerita yang kata kan oleh ibu nya menimbulkan teka-teki yang sangat sulit. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kaitan nya dengan ayah nya. Semenjak kecil ia selalu bertanya kemana ayah nya, namun ibu nya selalu bilang ayah nya kerja. Bahkan sampai saat ini, ia sudah melupakan kemana ayah nya. Malam ini ibu nya kembali mengatakan tentang ayah nya. Apa sebenarnya di balik semua ini?!


🌊🌊🌊

__ADS_1


bersambung..


jangan lupa like, comment and vote nya dong!!


__ADS_2