
bertemu kembali...
"mama.... " kata Lana langsung memeluk tubuh bu Fatimah.
"aduh anak mama... mama kangen sayang... "kata bu Fatimah mencium kening anak sulung nya. Rindu nya kian terlepas.
"mam.. "kata Haris yang datang dari luar rumah .
"eh... ada nak Haris.. ayo masuk nak!! " Kata bu Fatimah mempersilahkan Haris dengan ramah nya.
"mama gak nyangka kalo kalian datang hari ini.. " kata bu Fatimah.
"hari mumpung Haris libur, kalo biasa nya dia sibuk ma.. malah sering pulang malam" kata Lana, dan Haris memandang wajah Lana yang selalu melindungi Haris di depan orang tua Haris atau pun keluarga Lana sendiri. Haris mengagumi akan sikap nya itu.
"oh iya ma.. papa mana?? " tanya Lana
"tu lagi tidur di kamar.. " jawab bu Fatimah
Haris agak sedikit kaget mendengar Lana menanyakan keberadaan ayah nya, bukan dari awal ia sampai hari pernikahan Haris tidak tau siapa ayah Lana.
Lana hanya mengangguk kan kepala nya "o.. ya udah Lana ke dalam dulu.. Ris kamu mau minum apa?? " tanya Lana
"kopi hitam aja.. " jawab Haris.
"kalo mama?? "tanya Lana kepada mama nya
"mama teh aja nak.. "jawab mama nya
Lana pun langsung masuk ke dapur untuk membuat kan minuman. "gimana kabar mama mu nak?? "tanya bu Fatimah kepada Haris
"baik mam.. "jawab Haris
"ma.. bik asih mana?? "tanya Lana dari dapur.
"lagi pulang na.. adek bik asih lagi sakit.. "jawab bu Fatimah
"oh.. ma, Lana ke warung dulu ya.. mau beli gula " kata Lana
"iya hati-hati!! "jawab bu Fatimah
Lana pun langsung pergi ke warung. "bang.. ntar kalian nginap ya?? " tanya Lani
"kurang tau dek.. tergantung kakak mu aja.. "jawab Haris
"tapi bisa nginep dong bang.. aku kangen sama kakak.. "kata Lani
__ADS_1
"ssstttt.. kakak mu itu udah nikah.. udah beda Lani.. "kata bu Fatimah
"kalo emang Lana nya mau nginap saya gak masalah mam.. "kata Haris
brukkk.... pintu kamar berbunyi. Lani langsung berlari menuju kamar itu "papa..!! ma papa jatuh ma" teriak Lani, bu Fatimah pun langsung menuju kamar itu, Haris yang penasaran apa yang terjadi pun ikut berlari menghampiri mereka.
"papa... kok bisa jatuh pa?? " tanya bu Fatimah
"ma.... u tu... ru... n" kata pak Darma dengan berbata-bata khas orang stroke.
"aduh papa... jangan sembarangan pa.. kan bisa jatuh.. "kata Lani
Melihat kondisi pria setengah baya itu membuat Haris tercengang, pria yang di panggil dengan sebutan papa itu pasti ayah nya Lana bukan?! ya Tuhan kondisi itu sangat memprihatinkan du mata Haris. Haris juga ikut membantu pak Darma naik ke kursi roda nya.
dukkk..kepala Lani kejedot lemari saat memperbaiki kursi papa nya.
"Lani.. kepala mu dek..!! " kata Haris dengan kaget
"kenapa bang?? " Lani langsung memegang kepala nya dan bukkk ia terjatuh pingsan.
"Lani...!!" panggil pak Darma melihat anak gadis nya itu jatuh.
Haris yang melihat kejadian itu pun kebingungan, siapa yang Haris bantu terlebih dahulu karena mertua nya kaki nya berdarah terkena paku dan adik ipar nya pingsan.
Haris memutus kan langsung mengangkat adik ipar nya terlebih dahulu dan meletakan nya di atas tempat tidur. Dan kemudian Haris memperbaiki posisi duduk mertua nya di atas kursi roda nya.
"mam.. biar kan aku yang urus.. mama telpon dokter aja.. "kata Haris
"iya nak.. "kata bu Fatimah langsung bergegas menelpon dokter.
Tak lama kemudian, Lana yang dari warung pun datang membawa belanjaan nya.
"mama.. ada apa?? " tanya Lana panik
"papa mu jatuh dari tempat tidur nya.. dan Lani kejedot lemari pakaian saat membantu papa mu.. "kata bu Fatimah menjelas kan kepada Lana.
"hah..?? papa.. papa gak apa-apa kan?? "tanya Lana cemas.
"gak nak.. papa gak apa-apa "jawab pak Darma
"papa udah bisa ngomong?? " tanya Lana dengan nada yang sangat senang karena ayah nya sudah bisa bicara normal tidak seperti dia tinggal kan dulu.
"iya nak.. " jawab pak Darma langsung memeluk anak sulung nya itu.
Suasana haru terjadi di tempat itu, Haris yang melihat kejadian itu tidak terasa menetes kan air mata nya. Sangat terharu sekali. Mulai berbagai pertanyaan yang muncul di dalam benak Haris, ada apa sebenar nya yang terjadi dengan keluarga ini.
__ADS_1
Tak lama kemudian datang lah seorang bidan praktek yang di telpon oleh bu Fatimah sebelum nya.
"permisi...!! " panggil bidan praktek itu.
"iya.. silakan masuk bu.. tolong bu periksa anak saya.. " kata bu Fatimah
"iya sebentar bu.. biar saya cek dulu.. " kata bidan itu.
Setelah lama di periksa, bidan pun menginfus Lani.
"ada apa bu dengan anak saya??? " tanya bu Fatimah
"gak masalah, hanya saja karena kepala nya terbentur segi jadi jahitan nya yang berdarah.. "jawab bu bidan itu.
"dan ini obat nya.. di kasih sesuai petunjuk..dan untuk sekarang biar kan dia istirahat "sambung bu bidan.
"makasih bu..." kata bu Fatimah.
"iya.. kalo gitu saya pamit dulu.. "kata bu bidan itu pamitan. Bu Fatimah pun ikut mengantar bu bidan keluar rumah. Tak lama kemudian bu Fatimah masuk kembali ke dalam rumah.
"Lana.. tolong antar kan bu bidan pulang ke rumah nya dulu nak.. soal nya motor beliau kehabisan bensin.. "kata bu Fatimah kepada Lana
"oh iya ma.. "kata Lana langsung mengambil kunci motor nya dan bergegas pergi mengantar bu bidan.
"pa.. ini Haris menantu kita .."kata bu Fatimah kepada pak Darma.
"pa..!? "kata Haris menyalami dan mencium tangan pak Darma.
"o..iya.. iya.. jaga Lana ya nak" kata pak Darma.
"iya pa.. Haris akan usaha kan.. " kata Haris dan pak Darma hanya tersenyum dan meminta untuk mengangkat kan tubuh nya di atas tempat tidur. Tanpa berkata panjang lebar "nak.. papa mau tidur dulu, pusing soal nya.. "kata pak Darma.
"oh.. iya silakan pa.. "kata Haris sembari keluar dari kamar dan menuju ke ruang tamu.
"nak maaf ya kami merepot kan mu.. " kata bu Fatimah dari kamar.
"iya gak apa-apa mam.. kalo boleh tau kok waktu kami nikah.. ??" tanya Haris kepada bu Fatimah
Mendengar Haris bertanya seperti itu, bu Fatimah menghembus kan nafas panjang nya " cerita nya panjang nak.. " kata bu Fatimah langsung menceritakan semua kejadian waktu itu. Haris hanya termanggu-manggu mendengar penjelasan dari ibu mertua nya.
"jadi keluarga ibu punya perusahaan?? " tanya Haris
"iya nak.. tapi sudah bangkrut, dan kabar nya sudah di ambil alih sama pihak lain" kata bu Fatimah
bersambung..
__ADS_1