Ratapan Sang Ibu Sambung

Ratapan Sang Ibu Sambung
Bab 4


__ADS_3

bertemu kembali...


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Keadaan yang sangat sulit, dimana cobaan datang dengan bertubi-tubi. Sungguh sangat sakit untuk setiap makhluk, apalagi kita hanya lah manusia biasa yang hanya bisa berusaha dan meratapi nasib yang menimpa.


Walau pun Lana merupakan anak pertama, dan juga termasuk orang yang tersegani karena begitu mantap dalam dunia karir nya, namun dia hanya seorang wanita dan tidak bisa untuk mengatasi masalah dengan singkat dan cepat.


Butuh waktu yang lama, untuk menetral kan pemikiran yang dimana seolah-olah semua kejadian itu sudah di daftar urutan nya supaya terjadi.


"ma.. mama yang tenang ya!!!... Lana yakin kita pasti bisa melewati semua ini..masih ada jalan lain... " kata Lana menenangkan sang mama


"nak.. kamu selalu menenang kan mama, tapi sebenarnya diri mu begitu rapuh bukan?! "kata mama nya


Pertanyaan yang tidak butuh jawaban itu sangat menusuk, seakan-akan mama nya mengerti dengan keadaan nya. Sebenarnya Lana adalah pribadi yang kuat dan tidak mau jika orang lain mengetahui titik lemah nya, namun apa kan daya seorang ibu tidak bisa di bohongi tentang masalah membaca perasaan sang anak.


Sudah dua hari kejadian itu berlalu, sang adik dan ayah nya semakin memburuk keadaan nya. Pemikiran Lana pun seakan-akan membuntu, melihat kondisi ibu nya yang belum begitu stabil, dia bingung harus bagai mana.


Karena terlalu banyak berpikir, sehingga membuat keadaan Lana kacau, satu makanan pun tidak ada yang masuk ke dalam perut nya. Bahkan badan nya pun sudah bukan seperti Lana yang biasa nya sangat rapi dan bersih.


"Lana, jangan terlalu terpukul dengan keadaan ini nak, jika kamu rapuh seperti ini, mama juga ikut terpukul sayang!! " kata mama nya.


Tanpa menjawab Lana hanya bisa menangis meratapi nasib keluarga nya saat ini.


"na.. kamu itu buah cinta mama sama papa yang pertama, yang dimana waktu itu kami membina rumah tangga penuh kasih dan semangat, mama harap semangat itu bisa menyalur ke kamu "kata mama nya


"tapi ma.. " Lana tersedu kembali


"na.. setiap rumah tangga itu pasti ada cobaan nya, mungkin saat ini kita sedang di uji kesabaran, dan semoga ke depan nya tidak ada lagi cobaan yang seberat ini, badai pasti kan berlalu!! " kata mama nya. Lana pun langsung memeluk erat tubuh ibu nya, Dalam situasi yang seperti ini, Lana sangat salut dengan ibu nya yang biasa terlihat lemah kini kembali tegar seperti dulu, mungkin itu hikmah dari sebuah kejadian.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡

__ADS_1


Hari sudah berganti, kini hari ke tiga setelah kejadian. Keadaan ayah Lana sudah di nyata kan stroke berat butuh waktu lama untuk sembuh. Dan untuk Lani, keadaan nya masih koma, dan belum ada berubahan.


Hari itu juga Lana memutuskan untuk pergi ke perusahaan milik nya yang kini baru buka sekitar sebulan yang lalu, belum ada pemasukan sama sekali bahkan banyak modal yang di keluar kan oleh nya.


Setiba di perusahaan, Lana begitu kaget mendengar semua aset perusahaan nya di tipu oleh seorang yang bekerja sama dengan nya. Semua modal nya hangus dan perusahaan nya pun harus tutup.


"Idris, bagaimana ini bagaimana ini bisa terjadi?? " bentak Lana kepada orang kepercayaan nya.


"maaf bu Lana, saya juga kaget setelah mendapat kan laporan kemarin" jawab Idris


"kenapa kamu tidak menelpon saya dari kemarin? " tanya Lana


"maaf bu, saya tidak mau bu Lana terpukul dengan keadaan ini.. " jawab Idris


"kamu kira sekarang saya tidak terpukul? dasar kamu!! kamu saya bayar untuk mengurus semua nya dan tidak menjalan kan kewajiban mu... "bentak Lana lagi


"maaf bu!! " kata Idris.


Tanpa aba-aba Idris langsung memeluk tubuh Lana, mendekap nya dengan erat. Idris berusaha menenangkan Lana, di dalam pelukan nya Lana menjadi tenang.


Selain dari tangan kanan Lana, idris merupakan sepupu Lana. Idris anak dari adik ayah nya Lana. Kedua orangtua Idris meninggal dan Idris tinggal dengan keluarga Lana. Ia di besar kan dengan penuh kasih sayang dari kedua orangtua Lana.


Tapi semenjak ia besar dan dewasa, ia memilih untuk tinggal sendiri di rumah orang tua nya dulu. Setiap hari ia selalu mengunjungi orang tua Lana yang sudah seperti orang tua kandung nya.


"sabar na.. tenang lah!! aku akan mencari dalang dari semua ini... " kata Idris mengusap lembut kepala Lana.


Hari itu Lana sangat terpukul, bahkan ia sempat berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil.


Mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi dari perusahan nya menuju rumah sakit. Pikiran nya kacau, bingung harus bagaimana.


Setiba di rumah sakit, Lana yang hendak memasuki ruangan di mana ayah nya di rawat, ia mendengar obrolan dokter dan ibu nya " bu, kami anjurkan supaya anak ibu segera di operasi, karena terdapat pecahan kaca yang ada di dalam kepala nya, jika tidak segera di operasi maka pasien kemungkinan besar akan meninggal" kata dokter

__ADS_1


"kami punya waktu berapa hari dok?? " tanya ibu Fatimah


" kita hanya sisa 5 hari lagi bu.. " kata dokter


Mendengar keterangan dari dokter, Lana begitu terpukul. Biaya dari mana yang harus ia pakai untuk operasi adik nya. Sedang kan perusahaan milik keluarga nya bangkrut dan semua aset keluarga nya di sita karena ayah nya tersangka menipu semua saham perusahaan yang bergabung dengan perusahaan nya.


Dan hari ini adalah dimana Lana juga mengalami hal yang sama, perusahaan nya di tutup. Terlalu terpukul dengan keadaan saat ini, Lana pun hilang kesadaran nya dan pingsan.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡


Sekitar dua jam berlalu, Lana pun tersadar dari pingsan nya. Di sana ada mama nya, Idris dan Naida yang bersama nya.


"Lana.. kamu udah sadar? syukurlah nak!! " kata mama nya dan langsung memeluk tubuh Lana.


"mama, aku minta maaf... " kata Lana sambil menangis


"sudah lah nak.. gak ada yang salah dengan kita hanya saja keadaan yang tidak mengijin kan... " kata mama nya


"mama.. perusahaan ku... "tanpa melanjutkan kata Lana langsung menangis


"sttttttssss... mama tau nak... Idris sudah cerita semua nya.. tenang sayang!! pasti ada jalan ... Tuhan tidak pernah membiar kan umat tepuruk dalam masalah " kata mama nya dan mengelus rambut panjang Lana.


Keadaan yang sangat rumit dimana orang yang di sayang sedang tak berdaya, tapi malah cobaan yang bertubi-tubi datang bukan jawaban. Jawaban dari permasalahan itu.


bersambung..


salam manis


author 🐰🐰🐰


jangan lupa like dan comment nya Reader's..

__ADS_1


__ADS_2